Jumat, 05 April 2019

Hore! Jakarta punya MRT.. Mari Kita PIKNIK, Darling!

MRT yang merupakan singkatan dari Mass Rapid Transit, kalau di Jakarta diterjemahkan jadi Moda Raya Terpadu, adalah sistem transportasi mengunakan kereta rel listrik yang berjalan cepat.

Senang dong? Mau coba naik? Mau.. mau.. tidak pakai nolak. Akhirnya kesempatan itu datang. Tanggal 3 April 2019 bertepatan dengan libur Isra Miraj, kita sepakat untuk cobain sekalian staycation, mumpung kids juga libur sekolah, kan habis SLC 2019.

Kayaknya kalau ambil jalur MRT dari stasiun Blok M, asyik juga ya? Sekalian nge-mal dan nginap daerah sana..


C'mon guys kita mulai perjalanan! Titip barang di hotel, karena belum bisa check in.. Langsung cap cus nyebrang..

Oya hotel pilihan kami Golden Boutique Hotel yang terletak di area Blok M Square. Di sepanjang perjalanan ke Plaza Blok M, kita akan disuguhi pemandangan tempat kuliner khas Jepang, hiburan dan pijat, sampai David bilang ini area Little Tokyo. Beneran nggak sih?

Tamu hotel kayaknya kebanyakan kiriman dari perusahaan untuk pelatihan ataupun perjalanan bisnis, tidak ada kolam renang, tapi disediakan ruang karaoke keluarga..

Lokasi strategis dekat dengan Mall dan tempat makan..


Kita langsung nyebrang menuju Blok M Plaza, rencananya mau makan siang. Di mana ya? Pilihan kami jatuh di Ta Wan, dan setelah selesai makan langsung naik ke MRT Station yang terintegrasi dengan mall.

Tapi kok banyak tenant makanan yang biasa ada di beberapa mall baru mau buka? Ada Holysteak, makanan Korea, Ramen Jepang dan lain-lain..


Suasana mall cukup oke, tapi kelihatannya dulu pernah sepi, soalnya banyak toko yang tutup dan sekarang mulai bangkit lagi dengan tenant baru dan tenant lama yang ceritanya "New Concept".


Kata si Papa David soalnya untuk ke sini aksesnya susah jadi bikin orang malas tapi dengan adanya MRT jadi 'hidup' kembali.. Kok si doi pintar ya? Jadi kayak kamus berjalan..

Baca berita dong sayang, kan tinggal google cari beritanya.. Ha.. ha.. ha.. Haiya..


And so guys, rajin membaca nggak ada ruginya kok, yang penting jangan nge-hoax ya.. Sama satu lagi nonton iklan! Asyik juga bisa dapat tempat rekreasi baru yang kekinian ala main-main salju biar adem (Baca di postingan selanjutnya)

Kalau jalur MRT terintegrasi dengan mall asyik juga ya? Jadi kayak di Singapura..


Mulailah kita berjalan masuk.. Menurut info yang didapat dari internet, mulai bulan April kita sudah bisa beli tiket di mesin tiket otomatis, kenyataannya kita pun disuruh antri untuk membeli tiket.. capek deh..

Panjang juga ya antriannya? Mungkin pada mau cobain MRT Jakarta kali yak.. Lagi diskon 50 persen  selama bulan April 2019, bukan yang uji coba gratis..


Kita pun masuk dalam antrian untuk membeli 4 buah tiket menuju Stasiun MRT Bundaran HI, tiket ini bisa dipakai sekali jalan saja sesuai tujuan stasiun.

Kalau mau lanjut ke stasiun lain lagi tinggal top up, kalau sdh selesai bisa refund. Tapi ngantrinya bikin takjub ya? Kayaknya waktu terbuang banyak deh..


Tapi tenang saja ada roll banner yang menutupi mesin tiket otomatis yang lagi "out of service" tertulis  "Satu Kartu Untuk Semua Perjalanan" dan si kartu dinamakan Jak Lingko. Tunggu saja tanggal rilisnya..


Mari kita ngantri lagi untuk masuk ke dalam MRT nya. Antrian juga membludak karena mesin tap-nya tidak berfungsi baik. Kadang bisa kadang macet.. Tertinggal-lah si Papa dan anak-anaknya..


Petugas tidak tahu masalah dimana, kita juga nggak mengerti.. Tapi semua terselesaikan dengan baik.. Petugasnya yang nge-tap, kalau macet dia pakai kunci supaya bisa terbuka..

Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih baik..

Kita pun bersiap untuk naik MRT yang katanya tiba setiap 10 menit, nggak terlalu ramai jadi bisa duduk menunggu dengan sabar..


Tapi jangan ditanya.. begitu kita masuk "alamak" penuh sekali jadi berdesak-desakan. Untung dalam MRT dingin jadi nggak ada yang keringetan.. Aman dah! Ini salah gerbong atau apa ya? Ramai banget..


Hidup memang berwarna-warni seperti kaos yang kami pakai hari itu.. Kata si biru "Stay Creative" disambut si merah "Simple is Beautiful" dan si kuning menjawab "Feel Good" semua akan merasa seperti si putih "Fantastic".. Cia yo!


Jarak dari Blok M ke Bundaran HI sekitar 15 menit naik MRT, tidak berasa lama dan cukup menyenangkan..

Terdengar suara si Papa.. "Foto dulu sebelum pintu MRT tertutup" dan si doi bergaya bak superhero.. Keren darling! Daripada dia minta foto ulang-ulang bisa berabe kan.. Ha.. ha.. ha..


Sampai di stasiun Bundaran HI ternyata ramai sekali, baik jalur yang masuk maupun keluar..


Kids merasa lelah sepertinya dari tadi belum duduk..


Mungkin ini salah satu penyebabnya kenapa banyak yang duduk di lantai dan mulai mengeluarkan bekal. Seperti yang terlihat di sebuah media sosial yang beredar.

Kami sih sebelum naik MRT sudah makan dulu untuk antisipasi keadaan seperti ini..

Sebenarnya pengen naik MRT lanjut ke Senayan City mau lihat Bazar Kids Station. Tapi? Pilihan terbaik saat ini keluar stasiun bundaran HI..


Dan berjalan-jalan bagaikan turis di tengah panas terik menuju Plaza Indonesia cari tempat ngadem sekalian ngemil.

Melihat kondisi jalanan yang macet dan berfoto serta menyeberang lewat pelican crossing bukanlah ide yang buruk untuk jalan-jalan di Jakarta..


Foto dulu di pelican crossing 
Mengambil foto dari berbagai sudut di Bundaran HI menarik juga..





Sampai di Plaza Indonesia langsung cari tempat ngemil, pilihan kami Ya Kun Kaya Toast originally Singapore yang katanya berdiri dari tahun 1944.

Sepertinya dua minuman dingin dan satu porsi kaya toast isi 4 potong roti cukup deh.. terdengar tawaran penjual "Nggak sekalian tahu pong dengan tempe crispy, Bu?" "Nggak entar saya goreng sendiri saja..", si abang langsung tertawa.. Emang ada yang aneh?


Setelah rasa lelah hilang, langsung pesan Grab ke Senayan City.. Entar balik hotel naik MRT lagi dari Sency..

Ngobrol sama abang Grab yang bilang "Pelican crossing bikin macet, enakan dulu pakai bla.. bla.." nyambung "mall yang sudah kayak magnet GI, PI dan Kokas, bla.. bla.." Sekalian kita tanya cara naik MRT dari Sency ke Blok M..  Cocok-lah si abang ini dapat bintang lima..

Sampai-lah di Sency setelah melewati macet.. Eh sebentar lagi mau Paskah ya? Itu telur dan kelinci sudah terpajang..


Pulangnya kita mengikuti petunjuk abang Grab menuju Senayan MRT Station yang terletak dekat Ratu Plaza.. Lumayan jauh juga jalannya.. Tapi kalau jalan sambil bercanda tidak berasa lelah.. Sebelum jalan, foto dulu ah sama patung McD di STC..


Akhirnya sampai juga, langsung turun menuju stasiun..


Ikuti proses mulai dari ngantri tiket, yang antriannya ular naga panjangnya..


Di Senayan MRT station ada 2 store yang jualan makanan. Bahkan ada yang jual mie instan cup yang tinggal dituang air panas.. tapi tidak ada kursi, jadi u know lah apa yang terjadi.. melantai sambil makan..

Naik MRT dari Senayan ke Blok M melewati 2 stasiun, kita tetap berdiri nggak dapat kursi..


Akhirnya tiba juga di Blok M station. Sebelum pintu MRT tertutup.. Foto dulu dong! Keren Pap, sudah kayak model.. Ha.. ha.. ha..


Dari sini langsung masuk ke dalam Blok M Plaza.. terlihat hujan gerimis mulai turun, sepertinya enak makan ramen ala Jepang Hana Maru.. yang sayangnya porsinya kecil.. rasanya jadi nanggung..


Setelah itu jalan-jalan sebentar, sebelum balik hotel beli sedikit makanan tambahan untuk dimakan di kamar..


Bagaimana piknik kita hari ini darling? Lumayan menyenangkan-lah ya..

Malamnya tidur nyenyak karena kelelahan..

Tapi Jeremy mulai berulah dan nggak mau tidur.. Kenapa? "Because I'm Batman" salah kostum rupanya dia.. Albert bilang "Beliin Jeremy baju tidur sleeping beauty aja" Ha.. ha.. ha..

Bagi yang ingin menonton video YouTube-nya silakan klik video di bawah ini:


Sampai jumpa di cerita selanjutnya guys.. see u..

Have a Nice Day.. 


Senin, 01 April 2019

SLC 2019

SLC singkatan dari Student Led Conference yang merupakan sarana untuk siswa mempresentasikan hasil belajarnya kepada orang tua, sehingga orang tua bisa melihat secara langsung hasil belajar siswa dan juga pemahaman mereka. Guru pun berperan serta menjelaskan perkembangan siswa.

Entar orang tua bisa memberi penilaian dan feedback serta berdiskusi dengan guru tentang hal-hal yang perlu dikembangkan dan juga target belajar siswa untuk term selanjutnya.

Hom pim pa.. Baiklah saya yang akan datang untuk memberikan feedback dan penilaian hasil belajar kids..


Biasanya SLC dilakukan pada akhir term 3 (Mid-Semester 2). Untuk tahun ini jatuh pada tanggal 29-30 Maret 2019 tergantung jadwal yang didapat si anak.

C'mon kids kita dengar presentasi kalian! Kita dapat jadwal hari Sabtu tanggal 30 Maret 2019. Sebelum masuk foto dulu..


Sesuai jadwal ke SMP dulu. Kali ini lebih simple dibanding yang dulu-dulu (Baca : SLC)

Albert langsung ngajak ke kelasnya bertemu wali kelas dan langsung presentasi pelajaran apa yang sudah dia dapatkan selama ini. Semua dilakukan dalam kelasnya sendiri.

Dari pelajaran IPA sampai matematika.. Gurunya bilang banyak hasil karya Albert dan teman-temannya dipajang menghiasi kelas..



Albert berbisik minta difotoin "sesuatu" yang luput dari perhatian. Mungkin karena kurang mencolok warnanya..

Tapi mengandung makna WELCOME PARENTS berisi gambar kartun yang ceritanya dunia bawah air. Gurunya jadi tour leader, temannya ada yang jadi putri duyung, ada yang dililit gurita besar sampai teriak minta tolong, ada yang berada dalam cangkang kerang..

Penasaran Albert dimana? Ternyata dia dalam rumah nanas. Albert jadi Spongebob ya? Si bocah tertawa-tawa geli.. Ada-ada saja..


Kita diarahkan ke Mini Hall bertemu guru BK (Bimbingan Konseling) untuk melihat target yang ingin dicapai, apakah sudah dicapai, apa yang murid lakukan untuk mencapainya, dan juga apa peran guru dalam membimbing..


Setelah selesai kami bersalaman dan guru BK bertanya pada Albert "Apa cita-cita-mu?" dan dijawab__ dan si guru-pun mengacungkan jempol.. *kasih tau nggak ya?.. Ha.. ha.. ha..

"Semua mimpimu akan terwujud asalkan kamu punya keberanian untuk mengejarnya - Walt Disney"

Setelah itu jalan ke ruang komputer, anak akan membuat 3D SkechUp untuk diperlihatkan kepada orang tua..


Kembali ke wali kelas untuk konsultasi. Guru-nya bilang Albert nggak ada masalah di pelajaran. Cuma memang anaknya kalau ditanya menjawab seperlunya..

Saya ditanya "Bagaimana dengan SLC tahun ini?" Pertanyaan standart saya pun menjawab standart "Bagus, lebih simple" Sang guru pun menyinggung tentang ulang tahun Albert yang kebetulan dia lupa. Sampai Albert menulis di group WA.. Happy Birthday To Me..

Ho.. ho.. ho.. saya tahu sekarang kenapa sepanjang perjalanan di mobil dia diam saja sibuk main HP sambil senyum-senyum rupanya dia lagi nge-chat.. (Baca : Albert's 14th Birthday)

Konon katanya kalau ada anak yang berulang tahun suka dipanggil ke depan dan didoakan bersama-sama, tapi ulang tahun Albert, sang guru lupa. Mungkin kurang kasak-kusuknya ya.. ha.. ha.. ha..

Akhir kata kita berharap Albert lebih antusias dalam berbicara dan berkomunikasi dengan baik dengan siapa saja. Kalau saya perhatikan Albert memang hanya suka berbicara dengan orang yang dia merasa nyaman dan nyambung..

Setelah itu kita langsung jalan menuju ke SD ruangan kelas 1. Sepi.. Wali kelas-nya lagi nggak ada. Hanya ada beberapa orang tua lagi menunggu.

Kami ikutan nongkrong nungguin dong sambil lihat-lihat. Ada tulisan besar menarik perhatian di luar kelas yang dipasang di papan kegiatan siswa..

TOLERANSI Itu.. BERANI MENGHARGAI PERBEDAAN "Setiap kita diciptakan dengan kondisi dan potensi yang berbeda, Namun.. Kita harus berani menghargai dan menerima satu dengan yang lain"

Semoga bukan hanya slogan tapi diterapkan juga di lingkungan sekolah..

Akhirnya wali kelas Jeremy datang dan dia heran "Kok belum mulai?" Kita juga heran "Kan lagi nunggu?" Kemudian wali kelas menjelaskan dia pergi sebentar ikut SLC anaknya soalnya tadi sepi..
Dan memang sudah ditulis panduan SLC di papan..


Oh baiklah.. Mari kita mulai.. Dari Math di mana anak diberi soal penjumlahan, agama menjelaskan kisah penciptaan sampai ciri khas anggota keluarga dan juga ketik kata di komputer..





Nggak ada yang istimewa, cuma saya agak terkaget mendengar ada teman Jeremy bicara kasar tanpa ditegur orang tuanya dan dianggap biasa saja..

Nilai Jeremy juga lumayan masih di atas KKM, cuma kata wali kelasnya ada form yang harus diisi bulan Desember 2018 waktu ambil raport, cuma Papanya buru-buru jadi bilang entar aja.. Dan sekarang menjadi tugas saya untuk ngisi..

Hmm jadi lapar, terdengar suara Albert "Mam kita makan di mana?" Saya balik nanya "Di mana ya?" Kids langsung teriak Bakmi Sin-sin.. Baiklah!

Telpon Papa dan dia mau join makan bakmi.. pesan 4 mangkuk ya! Bakminya enak..


Ngobrol asyik sama si Papa, langsung kita diajak nge-mal sekalian mau reunian dadakan sama teman masa muda..

Meluncur.. toh habis SLC dikasih libur seminggu, lumayan bisa refreshing..


Ho.. ho.. ho.. Menyenangkan sekali..

Just Sharing



Jumat, 29 Maret 2019

Albert's 14th Birthday

Ulang Tahun adalah salah satu moment berharga yang dinantikan. Memberikan sebuah ucapan dan harapan kepada yang berulang tahun bukanlah hal "baru" lagi, melainkan sudah menjadi lifestyle jaman now.

Keluarga kami pun melakukannya, sebuah perayaan sederhana yang ditandai dengan "make a wish" tiup lilin, dan makan keluarga sebagai tanda kami bersyukur bertambah umur setahun lagi, dan tentu saja naik level menjadi lebih dewasa.

Tepat tanggal 28 Maret 2019 giliran Albert yang berulang tahun ke-14, berarti sudah remaja dong sekarang, tapi saya suka lupa kirain dia masih anak-anak soalnya muka dia imut dan lucu, seperti boneka kecil yang lagi "make a wish" di atas kue ulang tahun.


Sampai akhirnya saya tersadar waktu mau beliin dia baju kembaran gambar kartun bareng adiknya yang berusia 7 tahun. Si dia ngomong "Mam, bajunya terlalu kekanak-kanakan kalau baju tidur masih oke-lah, Albert sekarang lebih suka pakai baju polos dengan celana panjang" Oh begitu! It's ok!

Waktu cepat sekali berlalu..

November 2012
Si Papa ngakak bilang "Iya ya tuh anak sudah besar, pantesan nggak mau main perosotan di taman lagi.. Ha.. ha.. ha.." Saya menambahkan "Iya tuh disuruh main di Playground katanya sekarang malu, dia yang paling besar.. Ha.. ha.. ha.." Sebagai orang tua kita sudah harus siap nih untuk  menghadapi anak remaja..

Karena hari ini istimewa bolehlah kita mengucapkan doa dan harapan untuk Albert..

Selamat Ulang Tahun Albert!! Papa dan Mama selalu berdoa Albert menjadi anak yang takut dan cinta Tuhan serta taat dan berbakti pada orang tua dan sayang sama Jeremy. Kebajikan dan kemurahan Tuhan selalu menyertai hidupmu, apapun yang kau kerjakan menjadi berhasil.


Doa ini tidak hanya saat ulang tahun saja tapi setiap hari kami doakan, walaupun terdengar biasa tapi ada harapan di dalamnya. Istilah jaman sekarang WUATB alias Wish U All The Best..


Tidak pernah terlewat sekalipun moment ulang tahun Albert mulai dari saat dia berusia 1 bulan sampai 12 tahun (baca : Albert's 12th Birthday) dan tahun lalupun kita rayakan bersama (baca : Albert's 13th Birthday) tidak perlu mewah cukup dengan cara yang sederhana dan foto-pun bisa mengingatkan. Semoga bisa berlangsung terus ya sayang!

Mari kita rayakan ulang tahun Albert dengan dinner bersama, sekalian melakukan family bonding. Untuk bonding time tentu saja tidak harus saat ulang tahun, tapi terasa lebih afdol saat ada yang lagi bahagia karena bertambah umur dan yang ikut bahagia bisa makan tanpa ingat timbangan..

Rencananya mau di Sushi Tei, kata kids mereka kangen makan sushi jalan-jalan.

Saat dalam perjalanan tiba-tiba hujan rintik-rintik pun turun, dan lihat.. ada pelangi yang membentuk busur besar berwarna-warni indah. Jeremy langsung teriak "Di ujung pelangi ada harta karun" Si Papa tertawa mengiyakan katanya dia pernah lihat penggambaran model begitu.

Saya pun bilang "Wah hujan berkat dan ada pelangi indah, semoga ini menjadi tanda keberuntungan Albert di tahun-tahun mendatang di usia yang baru" Tapi? Si bocah yang lagi ulang tahun menjawab singkat "Iya" sambil sibuk dengan HP-nya.. Haiya.. Terima dengan perasaan antusias dong..

Emang asli "Macet itu sangat mengganggu" Tapi mau bagaimana lagi? Bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian..

Sampai tujuan langsung minta duduk dekat sushi putar-putar. Berhubung penuh kita nungguin sebentar.

Tujuannya sederhana sambil nunggu pesanan tinggal comot "sushi" yang berjalan menggoda..



Sekalian minta sushi ulang tahun, yang untungnya "boleh" tanpa kartu identitas, Albert lupa bawa kartu pelajar soalnya. Jadilah "make a wish" untuk kedua kalinya..


Kegiatan bonding menjadi menyenangkan..



Jangan lupa berfoto bersama..


Untuk lebih mengenyangkan pesan udon dan ramen menjadi pilihan tepat, sekalian sebagai mie ulang tahun Albert. Nyam.. nyam.. pesan sesuai selera..


Dan ditutup dengan dessert hot and cold yang diberi sensasi makan rebutan.. Serbu..


Albert bilang dia senang, ini adalah ulang tahun terbaik dia.. Ha.. ha.. ha.. Sepertinya setiap tahun dia mengucapkan hal yang sama, tapi tetap menyenangkan untuk didengar..

Yang lebih membahagiakan Albert tentu saja tambahan koleksi yang lagi diskon dan pas banget barangnya tinggal satu.. Oh Gundam kamu bakal ketemu teman-temanmu yang lain..


Jeremy nggak mau kalah, dia juga pengen dapat hadiah. Pilihan dia tidak sesuai kantong alias kemahalan, katanya sih New Arrival. Kalau kayak begini sih toko online bisa jadi pilihan. Besok ya dicariin..

Dalam perjalanan pulang ke rumah terasa ringan dan menyenangkan, obrolan seru tentang kesukaan bisa menjadi topik yang dibahas. Albert bilang sekarang anak perempuan teman sekolah dia lagi demam Korea-Koreaan, group musik bla.. bla.. bla.. kalau anak laki suka cerita anime bla.. bla.. bla..

Si Papa juga nggak mau kalah dia cerita Voltus, Gaban, film silat dan lain-lain, saya juga cerita tentang buku lima sekawan, majalah Nina, Asterix..

Malam semakin larut, kitapun tiba dirumah.. Siap-siap beristirahat, baca alkitab harian bergantian, sedikit renungan dan lanjut Zzzz.. Zzzz

Sesuai janji, hadiah untuk Jeremy dipesan pagi dan siangnya sudah ada di rumah, si bocah pun tersenyum bahagia..



Sedikit hal kecil kita lakukan bisa memberi secercah kebahagiaan di hati mereka..

Tapi tetap saja Tuhan yang akan menuntun langkah kakimu..


"Engkau membertahukan kepadaku jalan kehidupan, dihadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa (Mazmur 16:11)"

Just Sharing


Selasa, 26 Maret 2019

Parents Moments : BAHASA KASIH

Keluarga yang baik dimulai dengan cinta
dibangun dengan kasih sayang
dan dipelihara dengan kesetiaan

Tidak ada keluarga yang sempurna
namun jangan berhenti belajar menjadi sempurna

Demikianlah kata-kata mutiara yang tertulis dalam surat undangan seminar disertai Rundown acara dari sekolah Albert yang saya terima. Cukup menarik ya? Terutama kata-kata "Jangan berhenti belajar"

Baiklah saya akan hadir! Saya juga mau belajar, kan asyik tuh punya keluarga sempurna.

C'mon Albert! Mari kita belajar, dimulai dari kita berdua dulu.. Entar si Papa kita kasih tau terus praktekin ke Jeremy juga..


Sempurna menurut siapa yak? Kan sudut pandang orang beda-beda toh. Kalau di foto semua kelihatan sempurna ya.

Acaranya akan dilaksanakan hari Jumat, 22 Maret 2019, mulai pukul 08.00 - 11.00, lama juga ya?
baru mau mikir datang telat, eh masih ada sambungan kata mutiaranya..

Uang bisa dicari, ilmu bisa digali
namun kesempatan untuk mengasihi
mungkin tidak terulang kembali

Maksudnya? Saya tambah tidak mengerti. Nyambung nggak ya itu kata mutiara yang di invitation dengan topik seminar yang diadakan, kok kayak "dalam" banget? Padahal topiknya bahasa kasih untuk anak SMP..

Let me see!

Itu kata mutiara kutip darimana yak? Keren.. menyentuh jiwa, saya jadi terharu.. hiks

Saat kami masuk dalam ruangan, pembicara lagi memperkenalkan diri. Dari kesan pertama tertangkap orangnya asyik dan bakal nggak ngebosenin. Banyak candaan segar dan cerita menarik yang sebenarnya sudah terjadi dalam keluarga.. Tapi.. tetap saja suara tawa audiens terdengar.

Pembicara yang ditampilkan Ibu Henny Wirawan (Founder and Director of Meliora Learning Academy)


Beliau mengatakan kondisi yang paling sering ditemukan dalam banyak keluarga  adalah "I'm So BUSY" Sibuk dengan urusan masing-masing, tidak cukup waktu bertemu, berbicara apalagi berkegiatan bersama.

Oleh karena itu "Bonding Time", kebersamaan dalam keluarga dengan melakukan kegiatan yang bermakna bisa dilakukan.

Seperti makan bersama, nonton film, liburan, bermain dan tertawa juga bercerita tentang berbagai hal termasuk nilai-nilai penting kehidupan bisa dilakukan bersama keluarga.

Kuncinya "Be really present, here and now" Singkirkan potensi distraksi seperti TV, media sosial dan chat..

Jangan sampai kita "cuma" bisa menyuruh anak mengerjakan PR. Orang tua, si Mama main gadget terus si Papa jadi Youtuber "Jadi pemirsah.. bla.. bla..bla.."

Jadi kapan dong orang tua bisa senang-senang? "Entar kalau anak sudah besar, jangan sampai terlambat, saat anak sudah besar dan menjauh dari orang tua" Beliau bertanya, dia pula yang menjawab, audiens hanya bisa tertawa.. ha.. ha.. ha.. ada juga yang wkwkwk..

" Let your children LOVE YOU don't too busy or distracted. You may miss the PRECIOUS instant when YOUR KIDS NATURALLY want to give you A Hug or A Kiss. BE PRESENT in their PRESENCE"

Karena "Kelak, anak akan mengingat (seberapa banyak dan berkualitas) kebersamaan dengan anda"
Papa-mama hadir saat saya perform, saat anak sedih dan mendapat pelukan hangat disertai kata-kata semangat"

TO BE IN YOUR CHILDREN'S MEMORIES TOMORROW, YOU HAVE TO BE IN THEIR LIVES TODAY. -Unknown

Resep agar anak merasa dicintai..
  • 8-12 sentuhan perhari. 8 kali, agar anak merasa terhubung dengan orang tuanya dan 12 kali ketika anak menghadapi waktu-waktu sulit.
  • 1 percakapan bermakna, eye-to-eye.
  • 9 menit penting dalam tiap hari. 3 menit segera setelah bangun pagi, 3 menit setelah kembali dari sekolah dan 3 menit sebelum tidur.
Sekarang kita semua diajak untuk praktek secara langsung, hubungan orang tua dan anak agar lebih bisa saling memahami.

C'mon Albert! Kita saling memandang dan berkata seperti yang disuruh speaker, kita berpelukan dan Mama cium pipi Albert dan memberikan kata-kata yang membangun. 

Guru-guru sibuk mengabadikan moment terutama yang menjiwai peran terus ditampilkan di layar. Lagu-lagu tentang hubungan orang tua dan anak diperdengarkan supaya suasana lebih "dapat" 
♬ sewaktu ku masih kecil, gembira dan senang.. lanjut dengan lagu ♫ ambilkan bulan bu.. la.. la.. untuk menerangi di malam gelap.. ♬

Jangan pernah membandingkan anak kita apalagi menghina dengan kata-kata menyakitkan.

WORDS MATTER, WHAT YOU SAY, WHEN YOU SAY IT AND HOW YOUR MESSAGE IS DELIVERED DRIVES RESULTS.

Kalau kata si Papa David tentang memahami bahasa cinta tidak sulit. katanya "Kalian sudah jadi satelit sekian lama" Jadi tahu-lah bahasa cinta masing-masing..

Seperti Albert yang anaknya rada pendiam dan cuek, ngomong seperlunya, tipe pemikir tapi dia tahu disayang dengan mengelus rambutnya, memeluk dan memberi kata-kata positif.

Kalau si kecil Jeremy suka didengarkan walaupun cerita dia aneh dan kadang susah dimengerti, tentang Thanos vs Doomsday atau cerita dia bikin komik yang gambarnya "alamak" langsung kita kasih les dia di Global Art ambil cartoon comic. Supaya gambarnya lebih bagusan, konsep cerita sudah oke walaupun sedikit aneh. Tapi-kan si bocah juga ingin dimengerti.. Ha.. ha.. ha..

Kalau saya? Sama dengan yang lain-lah "Wanita ingin didengar, dimengerti dan disayang"
Kalau si Papa? Sama dengan pria lain dengan tambahan "hargailah dia sekecil apapun pengorbanannya" Contoh kecil "Thank you sudah ambilin minum"

Ternyata kata-kata mutiara ".. namun kesempatan untuk mengasihi, mungkin tidak terulang kembali" yang ada di invitation ternyata berkorelasi dengan kata-kata yang diucapkan speaker "Nikmatilah hari ini.."

You will never have this day with your children again. Tomorrow they'll be a little older than they were today. This day is a gift. just breathe, notice, study their faces and little feet. Pay attention. Relish the charms of the present. Enjoy today, it will be over before you know it.

Tanpa sadar saya langsung bernafas lebih dalam dan memperhatikan wajah Albert, teringat wajah dan langkah kecilnya sewaktu dia belajar jalan dan sekarang dia sudah menjadi besar. Mulai sekarang saya akan belajar menikmati kehadiran dan tingkah remajanya yang kadang sulit dimengerti.

Speaker masih terus berbicara, samar terdengar "dan untuk anak sendiri bisa belajar, waktu bersama orang tua terbatas, suatu hari kelak kamu akan kuliah, bekerja dan berkeluarga, punya kesibukan sendiri dan orang tuamu pun sudah menjadi tua, jadi nikmatilah setiap moment berharga bersama orang tua-mu.."

Tahap demi tahap kami lewati, Tanya jawab berlangsung seru semua seputar remaja dan permasalahannya. Ada orang tua yang merasa semakin besar anak semakin ada jarak, ada yang anaknya malu dipeluk orang tua, ada yang anak diajak family time tapi menolak karena lebih suka pergi dengan teman-temannya, juga soal gadget pun dibahas..

Akhirnya tiba saat family time sekaligus menikmati snack yang disajikan. Anak mojok bersama orang tua ngobrol asyik, bercerita tentang apa saja. Saya lihat suasana cair, ada orang tua yang elus rambut anak dengan sayang. Kami juga larut dalam cerita seru. Kesempatan ini dipakai guru untuk mengambil moment foto.. Cheers..


Sekarang masuk tahap Play and Share.. alias bermain bersama antara anak dan orang tua..
Kita diberi kertas untuk mencocokkan jawaban, kompak nggak orang tua dan anak.. Gampanglah itu walaupun ada juga jawaban yang nggak cocok..

Tapi pas pertanyaan "Apakah anak anda pernah jatuh cinta?" Saya jawab "nggak pernah" ternyata Albert "merasa pernah." Ha? Kapan? Dia dengan santai jawab "Mama lupa ya? Itu waktu TK, Mama juga yang nolongin waktu Albert jatuh dari tangga" Ha.. ha.. ha.. salah dengar dia..

Tanpa terasa seminar pun selesai, asyik dan tidak membosankan.. 

Orang tua diijinkan pulang dan anak lanjut belajar..

Lewat kedai bakmi langsung ngerasa lapar. Cukuplah semangkuk bakmi ayam jamur pakai bakso mengisi energi kembali.. nyam.. nyam..


Bye.. bye.. sampai jumpa dicerita selanjutnya.. see you..

Just Sharing


Sabtu, 23 Maret 2019

NGEBLOG ASYIK

Seringkali manusia hanya menghitung kesulitannya-bukan kebahagiaannya..

Kita tidak harus mengorbankan "perasaan" agar disukai orang lain sebab peduli pada orang orang lain dimulai dengan peduli pada diri sendiri..

Let's Start Nge-blog..



Kita tidak harus menunggu datangnya inspirasi tapi kita sendirilah yang menciptakannya..
dengan.. "Mulailah menulis hal-hal yang kita ketahui dari pengalaman dan perasaan kita sendiri"

ALKISAH..

Di salah satu pedalaman Papua, hiduplah suami istri yang saling menyayangi dengan seorang putra yang masih kecil pada saat itu. Mereka rindu dengan kehidupan kota besar yang pernah mereka alami sebelumnya.

Dan terjadilah suatu perubahan..

Berlari-larilah si suami dengan wajah girang dan berkata "Ada kabar baik! Kita sekarang bisa terhubung  dengan teman-teman lama bahkan dengan teman SD dan SMP kita" Tertarik? Jadilah kami berdua di tahun 2009 punya akun media sosial yang bernama Facebook.. sebut saja nama kami David dan Julie.

Ternyata dunia menjadi lebih berwarna. Bisa bertemu dengan teman lama baik di dunia maya maupun secara nyata. Kota kecil pun seakan-akan tidak berjarak lagi dengan kota besar.

Awal bertemu teman lama terutama teman SD, senang sekali tentunya. Waktu bertemu pertama kali saling memandang dan berpikir "Kita pernah akrab? Moment apa yang bisa membuat kita saling mengingat?" Karena terus terang saya bukan pengingat yang baik.

Satu persatu teman saya hubungi, tentu saja masih di sekitaran Timika dan Jayapura, seingat saya aja dari pertemanan di FB. Kan penasaran, apa iya bisa ketemu..

Ketemu teman masa kecil yang ramah, dulu sering main ke rumahnya. Main bareng, berantem bareng, sekolahnya juga sama di Jayapura, menyenangkan sekali..

Sentani, 3 September 2009
Ketemu teman yang waktu kecil bersuara indah dan masih ada juga beberapa teman lain. Ngobrol, foto bersama dan share di media sosial menjadi mengasyikkan kala itu.

Bukan hanya secara pribadi bisa ketemu, bahkan kita pun bisa reunian bersama dalam jumlah yang lebih besar. Asyik ya! Facebook gitu lho..

Teman SD dan SMP (Desember 2009)
Melihat hal itu di tahun yang sama (2009), David ngajakin bikin blog jalan-jalan, katanya lebih asyik.. bla.. bla.. supaya cerita lama tidak hilang begitu saja. Nama blognya Jalan-jalan Yuuuk (sekarang sudah ditutup pindah lapak ke Julie Bercerita)

Kayak begini cerita di blog yang lama.. Wisata Ke Kalimantan Barat, Mengunjungi Sumatera Utara, Mampir ke Nanggroe Aceh Darussalam dan ada beberapa lagi kayak Papua Barat, Kalimantan Timur dan Bali.

Jadi dibuat blog khusus jalan-jalan. Saya nanya "Boleh cerita babi hutan yang dibakar nggak? atau Tulis resep masakan yang sudah kita coba?" Kata si Doi "Tetap fokus!"

Akhirnya..

Facebook tetap menjadi pilihan utama, mari kita lupakan blog sementara waktu. Apalagi fitur FB bertambah bisa main game, tambah asyik dah.

Bertemanlah dengan orang-orang asing dari berbagai belahan dunia untuk main game bersama. Tapi nggak usah khawatir tentang privasi, bisa diatur. Tinggal kelompokkan saja sesuai dengan komunitas kita, sebatas apa kita ingin berinteraksi dengan mereka.

Share foto, like dan comment menjadi hal biasa.

Liatin teman update status walaupun "cuma"  tulis "numpang lewat" dan tampil-lah foto-foto selfie ala kekinian atau posting foto-foto cantik saat travelling, foto bersama teman saat ngumpul masih rapi dan cantik juga wajar untuk dilakukan. Bahkan terkadang dengan bercanda ada yang bilang, kalau saya kelihatan jelek.. 'ulang'!

Semua pengen tampil sempurna dan cantik, bahkan mbak di rumah bisa bilang, "Semua palsu, Bu" Kalau mau cantik pakai aplikasi __*sebut nama aplikasi, kata si Mbak dia juga pakai lho..

Saya coba foto pakai aplikasi 'itu', bibir saya jadi merah dengan pipi merona dan kulit menjadi putih pucat. "Itu siapa? Cantik sekali" Ha.. ha.. ha..

Mau lebih kelihatan religius bisa dengan doa online ataupun share berita-berita rohani. Saling sindir akibat beda pilihan dan ceritanya ada yang sakit hati terus curhat sudah biasa di dunia maya, kemudian ngaku "dia" di dunia maya dan dunia nyata beda..

Kemudian..

Saya rindu sesuatu yang beda dan lebih apa adanya, saya pengen ngeblog lagi.

Ngobrol sama David, si doi bilang "Lanjutin lagi aja blog jalan-jalan kita, kamu moody sih"

Ya nggak lah Bang kita buat aja yang baru. Yang pasti lebih asyik dengan konsep "Everything What I Want To Share" dan sebisa mungkin tentang cerita yang asyik dan ringan, pengalaman sendiri saja. Istilahnya "Simpanlah kenangan dengan menuliskannya" Beri tambahan foto akan menjadi gambaran utuh dalam cerita.

Karena yang nulis saya, daripada bingung pakai saja nama Julie Bercerita. Dan dimulai bulan Desember 2016..

Menulis blog terkadang tidak mudah, sangat dipengaruhi suasana hati. Terkadang saat menulis begitu banyak ide yang keluar tapi terkadang juga mau menulis cerita tiba-tiba ingat kejadian yang tidak menyenangkan langsung stuck alias malas nerusin. Tapi tetap saja dengan menulis bisa menjadi terapi hati dan pikiran.


Karena memang menulis tidak sekali jadi, harus mikir, mengumpulkan beberapa referensi, ngedit dan dibaca lagi sebelum di-publish. Biasanya sebelum di publish di review dulu sama David.

Menulis blog ternyata menjadi hal yang mengasyikkan ibarat menulis buku harian, menjadi tempat bercerita tentang hal yang kita sukai, ibarat teman yang mengingatkan kita cerita lama yang membuat kita tersenyum saat membaca ulang.

Dan juga kitapun bisa update status FB dengan men-share catatan blog sendiri. Kalau Instagram salah satu sosial media yang jarang saya buka, tapi saya pasang Ig di blog saya, supaya sekali-kali ingat pasang foto di Ig..

Jaman sekarang ikutan kekinian, Umur boleh bertambah tapi semangat tetap muda..

Bye.. bye sampai jumpa di cerita selanjutnya ya!


Sabtu, 09 Maret 2019

PLANTS and ANIMALS Lovers

Seperti biasa setiap akhir tema pelajaran, siswa diberi tugas untuk membuat karya yang berhubungan dengan tema yang sudah dipelajari.

Belajar tema DIRIKU mereka membuat jurnal tentang cara merawat anggota tubuh mereka sendiri dalam bentuk jurnal (Baca di : My Super Body) kalau belajar tema KELUARGAKU para siswa ditugaskan membuat dokumentasi bersama keluarga inti tentang kegiatan apa saja yang dilakukan bersama (Baca di : LET US MAKE A MOMENT)

Kali ini para siswa di kelas Jeremy masuk ke tema tentang benda, hewan dan tumbuhan. Belajar tentang hewan berkaki empat, berkaki dua dan juga tanaman obat, tanaman hias dan lain-lain. Jeremy jadi suka ngomong tentang herbivora, karnivora terus cara hewan bernafas. Gunanya kumis kucing, daun sirih dan lain-lain..

Menyambung pelajaran di sekolah untuk lebih mengerti tentang pelajaran yang sudah diajarkan para siswa diajak ikut wisata edukasi ke Bogor untuk melihat lebih dekat tanaman dan hewan serta berinteraksi didalamnya (Baca ceritanya di : Field Trip ke KUNTUM FARMFIELD BOGOR)

Tidak sampai disitu, anak-anakpun ditugaskan membuat jurnal yang inovatif tentang merawat hewan atau tumbuhan yang bisa mereka pilih sendiri.

Dan pilihan Jeremy adalah tumbuhan yang paling mudah dirawat yaitu kaktus. apalagi si kaktus bisa dijadikan tanaman meja dan bisa di taruh dalam rumah atau dihalaman. Praktiskan?


Nah sebelum membuat jurnal diberikan kertas planning yang mereka isi sendiri. Lumayan-lah Jeremy sudah mulai mengerti seperti apa jurnal yang ingin dia buat. Kayaknya dia mulai serius mau merawat tanaman. Tapi?

Pas pada pertanyaan "Aku merawat hewan/tumbuhan karena____" dijawab si bocah dengan santai "tugas dari sekolah" Ha.. ha.. ha.. belum ada kesadaran bercocok tanam, tapi pada pertanyaan " Aku bersyukur karena___" Jeremy pun menjawab "bisa belajar merawat tanaman" Hmm akhirnya ada kesadaran juga..

Ya sudahlah kita beli aja yuk! terlihatlah deretan kaktus yang dijual..


Pilihan Jeremy kaktus kecil yang kayak di padang gurun ada duri-durinya..


Ada petunjuk perawatannya, kurang lebih seperti ini cara merawat kaktus :
  • Penyiraman dilakukan 2 x seminggu, jangan sampai terlalu basah atau sampai tergenang.
  • Pemupukan cukup dilakukan 1 bulan sekali. Bisa pakai pupuk NPK 5-8 butir dibenamkan disekeliling media tanam.
  • Letakkan tanaman pada tempat yang tidak terkena hujan tetapi cukup mendapat sinar matahari.
  • Untuk tanaman dalam ruangan, secara berkala setiap 4-5 hari sekali dibawa keluar untuk mendapatkan sinar matahari selama 1 hari.
Mudah banget ya cara merawatnya? 

Jeremy rajin siram kaktusnya 2 x seminggu..



Bahkan seminggu sekali diajak jalan-jalan berjemur, diangkat dan diliatin.. Biasa-lah mainan baru.


Akhirnya setelah 2 minggu merawat si kaktus, jurnalpun selesai dan siap dikumpul disekolah..


Tugas ini akan dipresentasikan depan kelas, anak-anak akan menceritakan tentang tumbuhan pilihan mereka dan perasaan saat melakukan "Doing"

Just Sharing