Tampilkan postingan dengan label CNY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CNY. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Februari 2019

IMLEK 2019

Gong Xi Fa Cai.. Xin Nian Kuai Le..

Pada tahun 2019 ini, Imlek jatuh pada tanggal 5 Februari 2019, masuk di tahun Babi Tanah.

Biasanya moment seperti ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya, makan malam bersama keluarga dan keesokan harinya baru berkunjung ke rumah saudara-saudara yang lain.



Imlek ini bisa dibilang suatu kesempatan untuk ngumpul, terutama bagi anak-anak supaya lebih saling mengenal saudara sepupu sendiri. Kan nggak lucu saat mereka besar baru sadar "ternyata kita masih saudara-an ya!" tentu saja bagi anak-anak dapat bonus angpau. Tambah semangat deh pai-painya.. Ha.. ha.. ha..



Ajang pertemuan juga untuk bertemu saudara dari papa dan mama saya, bertukar cerita dan bersyukur masih dipertemukan dalam kondisi sehat.


Entah kenapa ya di Imlek kali ini kok berasa ada yang kurang? saya agak males-malesan..

Just Sharing

Sabtu, 17 Februari 2018

Our Valentine And CNY 2018

Happy Valentine Everyone!! Mari kita rayakan! Seperti biasa dengan Kue dan Coklat serta makan bersama. Sudah kebiasaan sih hampir jadi tradisi ini. Kan harus ada alasan untuk pesta makan tapi tetap dong dengan cita-cita langsing. Makan dimana ya? Ceritanya lagi mikir..


Oya kalau mau baca cerita Valentine kami tahun lalu dan juga tahun-tahun sebelumnya boleh kok, semuanya sederhana dan penuh makna (Baca : Amazing Valentine 2017)

Tidak terasa ya setiap tahun kita ngerayain Valentine suatu momen yang bagi sebagian orang tidak terlalu penting tapi ada juga yang bilang itu kan momen khusus anak muda yang sedang dilanda cinta atau anak-anak kecil disuruh bikin kartu ucapan "sayang" untuk orang tua.
Bahkan ada juga yang "merasa" setiap hari adalah Valentine karena ceritanya setiap hari mereka "sayang-sayangan", foto-foto mesra yang bikin iri orang yang nge-lihat, apalagi jaman Medsos begini.. Oh So Sweet banget pasangan itu. Atau Valentine itu cuma legenda ala negeri Barat yang kemudian kita adopsi kebiasaan itu? Entahlah!

Tapi bagi saya Valentine itu begitu spesial soalnya ada yang mau serius dan kirimin saya kartu Valentine lewat Pak Pos.. Ha.. ha.. ha.. ♫♪ Hari ini kugembira.. Melayang di udara.. Pak Pos membawa berita dari yang kudamba ♫♪ Sepucuk surat yang wangi.. Warnanya pun merah hati..♬..la.. la..

Kartu Valentine dan isinya
Bagaikan mesin waktu yang berputar. Ingatan saya melayang ke masa lalu 18 tahun silam ditambah lagi dengan foto bersama saat masih muda dulu, kata-kata itu terukir indah dan akhirnya menjadi kenyataan.. Oh So Sweet..


   I used to dream that someday, somewhere, somehow I would met someone very special who would change my life.
   Someone I could talk with - who would truly understand - who'd walk along beside me heart to heart and hand in hand.
   But sweetheart, I no longer dream the way I used to do, when you came into my life, I found my dream come true.
   And now I'm ready to give you all my life and all my love just for the one and the only you, my love.


Happy Valentine's Day
Feb 14th 2000



Benar tuh ungkapannya "semanis madu" (Nyontek darimana si doi bisa puitis juga). Tapi terkandung keseriusan yang mendalam. Baiklah mari kita janjian dinner bersama. Saya lupa tempatnya tapi lumayan bagus dan ceritanya cukup bergengsi-lah untuk kencan..

Tapi saat sampai di resto-nya turunlah hujan rintik-rintik. tidak seperti cerita drama yang keduanya berlarian bersama pakai daun pisang ataupun sang lelaki memakai jas untuk menutupi kepala wanita dari rintik hujan. Yang terjadi malah saya yang keluar mobil ambil payung di bak belakang mobil dan menjemput si doi supaya nggak kehujanan. Habis mau bagaimana lagi hujan-nya kelihatan awet dan saya lapar.. Ha.. ha.. ha.. sementara si doi takut kena hujan katanya entar pilek..

Kalau sekarang lagi hujan rintik si doi sibuk cari payung, saya dan kids langsung lari cepat-cepat dan si doi nyusul sambil ngomel-ngomel paksain kita pakai payung. Bila perlu dia yang mayungin satu-satu. Perhatian ya?

Dari kartu Valentine itulah hubungan kami terus berlanjut dan berjanji menatap masa depan bersama..


Seiring berjalannya waktu Valentine kami bertambah anggotanya..


Semua terbingkai indah di dalam frame kebersamaan..

Berhubung Valentine yang tiap tahun tanggal 14 Februari berdekatan dengan Sincia yang jatuh pada tanggal 16 Februari di Tahun 2018 ini. Kita putuskan untuk makan bersama merayakannya di Tanggal 15 Februari jadi bisa sekalian juga dinner Sincia..

Tetap dengan konsep All U Can Eat seperti tahun lalu di salah satu resto yang menyajikan hidangan khas Imlek (Baca : Imlek 2017 Staycation)

Kali ini pilihan kami di Hanamasa. Salah satu resto yang hampir terlupakan oleh kami. Terakhir kapan ya? Ternyata waktu kita dinner saat menyambut Tahun Baru 2010 di Jepang. Wow sudah lama sekali ya waktu itu Jeremy juga belum lahir.

Kenyataan berkata lain. Di malam sebelum Imlek si resto ternyata sudah full reservasi. Ini katanya slogan dari Hanamasa tapi ternyata kami tidak berjodoh..


Jeremy bilang kalau nggak ada Hanamasa masih ada Hoka-Hoka Bento kok.. "Whaaat?" si Koko langsung bereaksi terus bilang "Kamu aja makan sendiri" Albert kecewa soalnya. Kebetulan memang dia yang pilih pengen ke Hanamasa.

Akhirnya dengan bingung tak ada planning lain ditambah lagi di luar hujan deras, kita pun berjalan cari resto lain. Ini Supermall directory-nya nggak jelas. Akhirnya kita pun terdampar di Chuan Tin. Enak nggak ya? Kalau ramai kemungkinan enak dong. Soalnya sambil nunggu meja dibersihkan antrian mulai panjang dibelakang kita..


Mari duduk, kita pesan makanan yuuk! Si Papa David langsung kalap begitu lihat daftar menu. Matanya berbinar-binar katanya makanan ini mengingatkan dia pada masa kecil-nya.

Terus paksa saya ingat kalau Malam Imlek sama papi mami kita suka pesan makanan authentic chinese cuisine kadang di Eka Ria, Restoran Angke, Sim Yan (kemudian berganti nama jadi Millenium yang sekarang sudah tutup juga), Hailai, Furama, Blue Ocean kebanyakan sih resto-nya sudah tutup yang masih eksis palingan Eka Ria dan Resto Angke..

Tapi kalau Chuan Tin ini David bilang lebih mirip Siaw A Tjiap jenis masakannya (Baca : Biarlah Menjadi Kenangan) salah satu resto kesukaan papi juga sewaktu masih hidup. C'mon kita pesan makanan Valentine dan Chinese New Year Eve kita.

Terlihatlah makanan pesanan kami antara lain : Gurame kuah sayur asin, Lomie, Kodok Goreng Mentega, Ngohiong, Sup Asparagus Kepiting dan juga dessert-nya Singkong Thailand. Jeremy pengen makan bistik ayam. Ya sudah bungkus ya? Kebanyakan order ini..

Chinese Cuisine ala Chuan Tin
Yang menyenangkan harganya masih masuk akal pantesan ramai. Tiba-tiba terdengar obrolan di belakang meja kami dari orang nggak dikenal katanya sih "Enak-kan hari biasa ya? Tawar masakan hari ini?" Ha? Apa iya? Padahal sudah lumayan enak kok.

Sebagai manusia biasa yang suka membanding-bandingkan, David bilang rasa ngohiong-nya masih enakan di Mikado. Terus kita mulai bernostalgia mau cobain kuliner daerah Kota alias Napak Tilas masa lalu..

Sambil makan si Papa David bilang "Kalau Imlek itu kita harus makan model begini jangan yang resto Jepang-lah, fast food, pasta, steak.. bla.. bla.." sambil ngunyah dengan nikmat.. Nyam.. nyam.. Ayo kalian mau diambilin yang mana lagi?

Kalau suasana Imlek biasanya memang ada pertunjukan barongsai. Mau foto? Angpao na lai..


Setelah kenyang hati senang. Main dulu-lah sebentar. Dilanjutkan beli kue kemudian pulang dengan hati riang walaupun ngantuk.


Pas tanggal 16 Februari 2018 sama dengan tahun lalu, kita juga mengunjungi keluarga besar. Tapi kali ini kita juga mengunjungi tetangga dekat rumah. Bolehlah ngobrol-ngobrol sebentar walaupun tiap hari saling menyapa saat lewat depan rumah mereka. Kids manggil mereka opa dan oma.

Ngobrol tentang bumbu masakan yang tidak mengandung MSG, anak mereka dan juga menyarankan kami punya anak perempuan katanya entar nyesal loh. Beda kalau punya anak perempuan dengan mantu perempuan.. bla.. bla.. bla.. sambil si ai sibuk bungkusin masakan mereka untuk kami bawa pulang. Katanya sih masakan Singapore.. Baiklah xie-xie..

Tidak jauh berbeda dari Tahun Lalu keluarga yang kami kunjungi juga sama dari pihak papa dan mama saya (Baca : Imlek 2017 Bersama Keluarga Besar) Mirip-miriplah kisah-nya, cuma kali ini lebih ramai dan seru ada bintang tamu-nya..

Hantaran yang kami bawa kali ini Nastar dan Brownies buatan sendiri.. Tetap dong ada sisi hitam dan putih sesuai kehidupan yang akan kita jalani di Tahun Anjing Tanah ini. Kedua kue berasa manis sebagai pertanda "Apapun yang terjadi dalam kehidupan semua akan indah pada waktunya".. Ha.. ha.. ha. Sttt ini bisa-bisanya saya saja. Boleh dong memberi doa dan harapan..


Mari kita ke rumah keluarga dari mama saya. Seru dan ramai sekali acara temu kangen ini. Banyak makanan dan juga kue-kue terhampar di meja. Tawa dan canda menghiasi pertemuan kami..

Mari foto bersama! Yang ada saja dulu..


Jeremy lagi menikmati spaghetti buatan ai kesayangan-nya.. Eh spaghetti masakan Eropa kan? *pura-pura lupa..

Santai serasa di Warteg
Nah ini bintang tamu-nya keluarga kami yang jauh-jauh datang dari Belanda untuk merayakan Imlek bersama. Awalnya Albert dan Jeremy masih malu-malu akhirnya mulai bisa bercanda bersama. Mereka berdua malah ngajakin Vlog bareng.. Eh nyambung juga.. Albert cepetan bikin video-nya! Sabar ya.. anaknya emang begitu suka-nya shooting game.. Ha.. ha.. ha..

Bintang Tamu dari Belanda

Nge-Vlog Yuuuk! ala kids ini
Eh nggak! Albert mau belajar katanya mau ikut kompetisi Matematika entar tanggal 19 Februari. Dia bilang "Albert seperti dipaksa belajar soalnya dipilih sih padahal banyak teman Albert yang lebih pintar" Kebebasan bermain serasa berkurang.. Ha.. ha.. ha..

Mari lanjutkan perjalanan! Ke rumah keluarga dari Papa saya. Di mobil kids mulai kasak kusuk ngintipin angpau. Sibuk sendiri pokoknya.. ♫♬ Aku ingin begini.. aku ingin begitu..♪♫ Ingin.. ingin banyak sekali ♬♪ Cukup nggak ya?


Akhirnya sampai juga kita ke sana sudah ramai dan seru juga. Salam-salaman, cipika-cipiki dan makan lagi. Kalau nggak sanggup makan lagi masih ada buah dan kue-kue juga kok..

Selain kesenangan duniawi itu anak-anak perlu mendapat siraman rohani juga.. Ayo sebutkan buah-buah roh? yang serius kayaknya Albert dan Aswin si keponakan ganteng. Yang lain sibuk sendiri.

Ayo sebutkan buah-buah roh!
Tapi pas doa penutup. Jeremy langsung serius. Mungkin dia begitu mengasihi Tuhan.. "Oh Tuhan aku perlu Engkau dalam hidupku.."

Jeremy serius berdoa
Kalau diperhatikan wajah anak-anak ini mirip ya? Ya iya-lah namanya juga saudaraan..


Selesailah rangkaian acara kita pada hari ini. Sebelum pulang mari kita berfoto dulu. Setiap foto adalah kenangan terindah..


Mari kita ramaikan Imlek bersama di Tahun 2018. Semua bersukacita..


Mari kita pulang! Oya seperti kata jargon Valentine adalah Hari Kasih Sayang dan Imlek adalah Hari Kasih Uang. Ada benarnya juga lho! Saya dapat kasih sayang dan juga angpau. Bingung kan? Jangan-jangan dikira saya masih jomblo.. Ha.. ha.. ha.. Becanda-lah sudah tahu kok.. Cuma memang ada yang mau kasih saya angpau penambah rejeki.. Xie..xie..

Ada yang kirain saya masih jomblo. Mungkin saya kurang dandan kali ya? Nah kalau kasih saya angpau enteng jodoh jelas-jelas saya tolak dong. Kita-kan mesti setia sama pasangan.. Iyakan?

Kalau sudah ibu-ibu begini hitungan-nya bukan rupiah lagi dong tapi mata uang asing dan juga Voucher Belanja (Rejeki datang menjelang dan sesudah Imlek). Lumayan-lah ada tambahan uang jajan kalau nanti plesiran ke luar negeri trus Vouchernya bisa dipakai ke Supermarket dong. Sekali-kali boleh-lah ya?




Mari kita foto di tangga dulu sebelum hitung angpau. Kalau isinya mah sudah di intip tadi..


C'mon kids kita hitung uangnya yuuk! Sepertinya mama harus turun tangan deh, soalnya yang kecil suka amplopnya katanya ada gambar anjing "guk..guk.." sedangkan yang besar sudah ngerti mana yang lebih berguna "isi atau casingnya?" Ha.. ha..ha..


Dan terakhir Kami sekeluarga mengucapkan doa dan harapan kepada teman, saudara dan keluarga :

Happy Chinese New Year
Wishing you a New Year Blessed with good fortune and filled with laughter to stay always!

Di Sekolah Jeremy perayaan CNY bersamaan dengan Valentine pada hari Jumat tanggal 23 Februari. Anak-anak disuruh bikin prakarya dompet dari kain flanel terus buat sendiri amplop angpau yang kemudian diisi coklat. Menyenangkan ya!




Just Sharing


Selasa, 31 Januari 2017

Imlek 2017 Bersama Keluarga Besar

Hari ini ceritanya tepat tanggal 28 Januari 2017 saatnya perayaan Imlek yang ke 2568 bagi warga keturunan Tionghoa di mana saja mereka berada. Tentu saja bukan cuma di Tiongkok yang merayakannya tapi juga di negara-negara lain termasuk Indonesia. Sebenarnya sih pergantian tahun baru Imlek ini tidak jauh berbeda dengan tahun baru Masehi, dimana sebagian orang melakukan acara pesta kembang api, berdoa dan bersyukur bisa melewati tahun sebelumnya dan masih dikaruniai umur panjang untuk mengarungi tahun baru.

Saatnya mengucapkan doa dan harapan kepada teman, saudara dan keluarga. Dengan kecanggihan teknologi saat ini, pesan kita cepat sekali sampai. Baik melalui WA, FB dan media sosial lainnya.
Saya hanya ingin mengucapkan :

Memulai Hari Dengan Membuka Lembaran Baru
Awali Dengan Senyuman Dan Hati Yang Bersih
"Gong Xi Fa Cai" Happy Always


Saatnya berkunjung atau istilah keren-nya blusukan. Keluarga kami di Jakarta tidak banyak, maklum perantauan yang akhirnya jadi warga Jakarta. Ha.. ha.. ha..
Kita mulai dari keluarga papa saya dulu. Eits sebelum datang berkunjung mampir ke toko buah dulu, 
Beli sekeranjang buah jeruk. Jeruk kan memiliki arti buah pembawa rezeki. Warnanya yang orange cantik dianggap sebagai lambang emas. Konon disebut jeruk mandarin karena pada jaman dahulu buah ini hanya disediakan untuk para pejabat di Tiongkok kuno. Sekarang sih sudah banyak dijual di toko-toko buah atau pasar.

Rasa dari buah jeruk ini juga beragam, ada yang asam tapi ada juga yang manis. Ini bisa juga jadi perlambang kehidupan manusia dalam berkeluarga. Tidak selamanya hubungan kekeluargaan kita berjalan mulus  dan lancar tapi juga ada asam bahkan pahit getir tetapi jangan lupa masih ada kenangan manis yang bisa dipetik dan diperoleh. Ayo blusukan bawa jeruk mudah-mudahan selalu dapat jeruk yang manis. Ha.. ha.. ha..
Nah di rumah keluarga papa saya ini kita acara lunch bersama...trus ngobrol-ngobrol sambil nungguin yang lain datang. Setelah lengkap barulah masuk sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan. Ayo mulai! Dari anak-anak dulu...




Sekarang saatnya ke rumah keluarga mama saya. Tetap dengan membawa sekeranjang jeruk sebagai buah pembawa rezeki. Dengan harapan semoga semua rezeki dan kebahagiaan tidak akan pernah habis dan terus mengalir.

Di rumah keluarga mama saya ini banyak hidangan khas Imlek, Terlihat depan mata ada babi panggang, ikan goreng, mie dan ayam serta yang lainnya.


David bilang "Kok Albert makin besar makin mirip muka ai-nya" Benarkah? Pasti sedikit banyak ada kemiripan kan masih satu keluarga. Ha.. ha.. ha..

Albert dan Ai Widya
Sekarang sesi foto keluarga (yang kebetulan ada saja)



Namanya anak-anak tentu senang dengan momen kumpul keluarga seperti ini, kan mereka dapat rezeki dan kebahagiaan (seperti simbol buah jeruk saja ya).
Pulangnya, kids minta angpau dari papa dan mama-nya untuk belanja di toko mainan biar bisa tambah koleksi. Hasil perolehan mereka di Imlek 2017 saya fotoin untuk kenang-kenangan...


Esok hari masih tetap dalam suasana Imlek. Kali ini kita ke gereja berkumpul bersama Keluarga Allah untuk mengikuti Ibadah Chinese New Year. Dekorasinya pun dibikin menarik penuh sukacita. Mari kita menyanyi dan memuji Tuhan sebab Tuhan itu baik untuk selama-lamanya.

Nuansa Imlek
Karena berada di mall dan juga sudah waktunya makan siang. Mari kita cari tempat makan! Pas jalan ada yang menarik perhatian kids, jadi foto dulu bareng Stormtrooper. Masuk kedalam toko numpang foto.

Makan apa ya? Kali ini pilihan kami Ikkudo Ichi di Central Park Mall. Kan ada lampion seakan-akan bernuansa Imlek gitu. Ha.. ha.. ha.. (padahal tiap hari juga dekornya kayak gitu)


Ayo pesan makanan! Seperti biasa langsung pesan ramen kesukaan kami, tentu saja dengan pilihan daging yang halal saja...
 

Mari kita pulang! Eh kayaknya ada pameran lukisan deh, foto-fotoin ah..
 
Suasana Pameran di Central Park Mall
Ada counter untuk konsultasi ramalan shio dan minta dituliskan nama mandarin. Katanya sih bayarnya seikhlas hati pemberi saja.
 
Tempat tulis nama mandarin dan shio
Jadi ceritanya Central Park Mall dan Neo Soho mengusung konsep dekorasi Year of the Rooster sesuai dengan shio ayam di Tahun Baru Imlek 2568.
 
Ada gambar ayam yang besar
Turun sebentar lihat-lihat lukisan ayam, kalau berminat beli juga boleh kok...
Foto-foto dengan gambar ayam sesuai dengan shio tahun ini.


Ternyata acara Imlek belum berakhir...Karena esok hari anak-anak akan ada perayaan Imlek di sekolahnya. Padahal tidak semua anak keturunan Tionghoa. Iya-kan? Selain berpakaian nuansa merah atau pakai baju cheongsam trus nyanyi-nyanyi lagu Imlek. Ada juga diceritakan tentang nilai-nilai tradisi terutama tentang menghormati kakek dan nenek, orang tua dan juga arti dibalik makanan khas Imlek yang biasa selalu disediakan saat Imlek, seperti kue keranjang karena lengket jadi bisa merekatkan hubungan persaudaraan.

Ada juga acara makan bersama yang masing-masing anak dan orang tua membawa makanan untuk kami semua makan bersama. Kalau kami sih bawa beberapa makanan khas Imlek...


Ada juga lomba foto keluarga nuansa Imlek yang pemenangnya ditentukan lewat voting...

Ayo pilih no.17
 Dan juga diajarkan tradisi menghormati kakek nenek dengan mengucapkan Gong Xi Fa Cai...


Akhirnya selesailah rangkaian acara Imlek di sekolah Jeremy...Foto dulu bareng temannya


Just Sharing