Tampilkan postingan dengan label Bangkok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bangkok. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Desember 2019

SPLENDID PATTAYA

Setelah kemarin berwisata sejarah di Ayutthaya ( https://juliebercerita.blogspot.com/2019/05/ancient-ayutthaya-unesco-world-heritage.html) tibalah saatnya kita berjalan-jalan ke Pattaya.

Ke Bangkok tanpa ke Pattaya ibarat makan nasi tanpa lauk hanya berasa kenyang tanpa ada kesan di dalamnya. Tawar.. So! Mari kita susun rencana ke sana..

Jadi bingung mau ke mana? Pengennya sih dalam sehari semua tempat kita jelajahi tapi yang penting-penting saja dan cocok dengan selera.

Kalau saya mah dari dulu pengen liat cabaret show..


Dan biasanya David bakal nolak, si doi agak merasa nggak nyaman ngeliat ladyboy, apalagi kalau diajak foto bareng sambil dipeluk-peluk, saya yakinkan dia tidak ada ladyboy yang mau peluk kamu kalau nggak dibayar.. Ha.. ha.. ha..

Kalau kids selera jalan-jalannya sudah ketebak ada mall bisa cuci mata di toko mainan, foto-foto dengan patung atau gambar 3D, diajak naik perahu keliling sungai juga sudah senang. Kalau si Papa David ke Pattaya tanpa ke pantai berasa ada yang kurang..

Jadi sepakat ya kita jadi ke Pattaya? Mau nyusun itin aja ribet.. Heran deh! Langsung booking city tour di Klook biar praktis.

Kumpul di tempat yang telah disepakati dengan pihak Klook. Duduk manis di mobil van sampai ketiduran, dibangunin suruh pipis dulu di rest area.

Semobil yang ikut ber-7, kita barengan pasangan yang lagi mau honeymoon tapi bawa adiknya, sebutlah mereka the three ditambah kami funtastic four dan dipandu Sponge Bob sebagai guide tour, cocok-lah jadi teman bersenang-senang kami di Pattaya.

Nah the three itu panggil si Papa "Om David" dan panggil saya "Ci Yuli" kids tertawa-tawa katanya "kok berasa ada yang nggak cocok ya?" Sambil cekikikan..

Finally! Sampailah kita di Pattaya. Tempat tujuan pertama kita adalah..


PATTAYA FLOATING MARKET

Pasar terapung yang ceritanya terpopuler di Pattaya.

Menyusuri sungai sambil bersampan asyik juga kelihatannya, bisa lewat gang-gang kecil sambil foto-foto. Menikmati air sungai yang berwarna hijau tosca kayak lumut tapi tidak berbau.. lumayan oke.. Dan jangan lupa foto-foto..



Eits tunggu sebentar! Jalan-jalan bersampan tidak lengkap tanpa berfoto berempat..


Memperhatikan kegiatan sekeliling dan melihat penjual sibuk dengan gadget masing-masing..



Turun dari sampan meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki, tidak lupa membeli Thai Tea penghilang dahaga di tengah panas terik..


Kembali berjalan menyusuri toko-toko terapung, membeli cemilan dan pernak-pernik lucu. Foto sama patung jangan sampai terlewat..



Diakhiri makan siang kemudian lanjut ke..


ART IN PARADISE PATTAYA

Galeri seni 3D yang berada di Pattaya ini membuat suasana liburan menjadi lebih seru. Lukisan yang kelihatan biasa saja bisa menjadi unik saat kita berinteraksi didalamnya. Jangan lupa download aplikasi VR-nya.




Tidak terasa sudah 2 jam kita dalam museum. Akhirnya terdengar suara Bob ngajakin kita lanjut ke tempat lain lagi.. Ke mana?


PATTAYA BEACH

Kita pun diajak ber-acara bebas sore hari sambil menunggu matahari terbenam. rendam kaki sebentar kemudian berfoto di tulisan Pattaya City..


Tidak lama berada di pantai kita pun nyebrang ke mall..


CENTRAL FESTIVAL PATTAYA

Berjalan menuju mall dengan tujuan ke toko mainan. Ceritanya kids mau cuci mata. beli atau tidak beli urusan belakangan yang penting lihat-lihat dulu..

Sambil jalan sekalian lihat ada makanan menarik apa yang bisa kita coba untuk makan malam.

Eng ing eng.. terlihat buaya yang sedang dikulitin dan jadi tontonan..



Jeremy nggak kalah heboh, minta foto dengan patung buaya..


Muter sana sini dan berakhir dengan makan malam di Burger King ala Thai Menu..


Saat yang dinantipun tiba.. Kita diajak ke..


COLOSSEUM SHOW PATTAYA



Pertunjukan cabaret para ladyboys itu cukup menghibur. Mereka bernyanyi dan menari dengan kostum mewah dan make up tebal di atas panggung yang megah..

Awal penampilan mereka berganti-gantian masuk panggung memberi salam kepada penonton dengan berbaju adat dari berbagai negara.




Selesai pertunjukan, penonton diajak untuk keluar gedung dan bisa berfoto dengan para ladyboy..



Eits si Papa hilang, pas dicari.. Si Bob nunjukin Papa David yang lagi asyik cekrek sana pindah lagi ke sini, si doi sih nggak ikutan foto.. dia jadi fotografernya.

The Three nggak kalah seru lari sana sini cari yang cantik untuk diajak foto.. Dari jauh saya dan kids hanya ngelihat keseruan penonton..

Pas di mobil salah satu anggota The Three nanya "Ci, tadi ikutan foto? Habis berapa?" Ho.. ho.. ho.. Benar kan? Untuk berfoto, peluk-pelukan kasih tips dong..

The Three bilang dia nggak tahu harus kasih tips langsung ke ladyboy yang diajak foto, pas dia lagi mau pergi ternyata ada penjaga yang samperin suruh bayar kena 200 bath. pas dia ngintip yang langsung kasih kayaknya 50 bath. Saya cuma bisa ngangguk-ngangguk.. Ya begitulah!

C'mon kita balik Bangkok yuk! Petualangan pun berakhir di Pattaya..


Happy Travelling

Senin, 27 Mei 2019

ANCIENT AYUTTHAYA ~ UNESCO World Heritage Centre

Setelah menikmati Advanture and Family Fun (Part 1) : SEA LIFE BANGKOK juga berfoto asyik bersama patung lilin dalam cerita Advanture and Family Fun (Part 2) : Madame Tussauds Bangkok.

Tiba saatnya kita berwisata sejarah lagi. Asyik!

Ke mana? Ke Ayutthaya, untuk melihat reruntuhan sisa-sisa kejayaannya di masa lalu dan oleh UNESCO dimasukkan dalam World Heritage Site pada tahun 1991.

Mata Jeremy langsung berbinar-binar membayangkan "The Lost Temple." Saya pun menambahkan selain itu kita bisa ke Summer Palace.. Keren lho! Biar si bocah lebih semangat lagi..


Tidak berlama-lama dan tidak pakai ribet kita langsung pesan city tour. Lumayan-lah bisa dipandu dengan guide tour yang sekalian bisa kita mintain bantuan foto keluarga.

Ternyata banyak peserta yang mau ke Ayutthaya.. seluruhnya ada 4 minivan. Kita berada di minivan no.4 semobil dengan 5 orang peserta lainnya dari berbagai negara.

Guide Tour bernama Roger yang menjelaskan tentang berbagai hal tentang Ayutthaya.


Jeremy si bocah 7 tahun nyimak dengan antusias. Si Papa berbisik ke saya "Emang dia mengerti?" Terlihat si bocah ngangguk-ngangguk sambil tersenyum seakan-akan dia mengerti sejarah Ayutthaya.

Tempat pertama yang kita datangi adalah :

Bang Pa-In Royal Palace

Kompleks istana musim panas yang digunakan oleh raja-raja Thailand, terdiri dari taman yang luas dan indah serta bangunan dengan arsitektur menarik, terutama paviliun yang berada ditengah kolam..

David langsung mengambil foto yang indah.. Jepret!!


Jangan lupa berpakaian yang sopan tidak boleh bercelana pendek, rok mini atau tank top. Melanggar? disuruh rental seharga 50 baht/celana atau kain.

Untuk explor lihat peta bisa jalan kaki atau sewa mobil golf nyetir sendiri dengan harga 400 baht/jam.


Loh Roger nggak ikut masuk biar bisa ngejelasin? Si guide tour bilang dia tunggu di meeting point dan ini acara bebas, jalannya juga searah.. Haiya..

Ya sudahlah kita memilih jalan kaki, sambil meraba-raba "Ini tempat apa? Eh, yang itu bagus? Kayaknya itu bangunan penting?" *sambil ngintip.




Sampailah kita ke suatu bangunan museum. Asyik ngintip pintu terbuka dan kita pun masuk, sepi hanya ada seorang wanita penjaga. Tempatnya nyaman ber-AC. Lihat sana sini.. sambil foto-foto. Rombongan kita yang lain mana ya?


Jadi betah nongkrong. Nikmati paviliun terapung sambil makan waffle dingin di tengah udara panas menyenangkan juga.. Nyam.. nyam..


Setelah puas kita balik ke meeting point, ternyata sudah pada ngumpul. Mari kita lanjut! Makan siang dulu ya.. Di mana? Beramai-ramailah kita ke..

Ayutthaya Floating Market

Kami diantar untuk makan siang. Terlihat banyak toko cenderamata dan juga makanan khas Thailand yang bisa kami pilih dan bayar sendiri.

Kayaknya resto ini lumayan besar dan cukup nyaman di tengah cuaca terik.. Ayo serbu!! Terdengar suara Roger memanggil dan mengajak kami ke resto lain yang katanya lebih murah, tapi kami tolak karena sudah telanjur lapar soalnya..


Harganya masih masuk akal di kisaran 40-80 baht. Pilihan saya tetap "Mango Sticky Rice".. nggak minat makan banyak. Yang asyik di resto ini minuman dingin gratis boleh nambah ambil sendiri..


Setelah selesai kita jalan-jalan sebentar. Dessert-nya es krim durian seharga 10 baht.. Nyam.. nyam..


Lagi asyik.. Tiba-tiba muncul Roger yang ngajak kami melanjutkan tour ke..

Wat Mahathat (Temple of the Great Relic)




Tempat ini merupakan kompleks kuil terbesar di Ayutthaya. Bangunannya terbuat dari bata merah yang fondasinya tidak terlalu baik, oleh karena itu wisatawan tidak boleh memanjat di atas candi atau bangunan di kompleks ini..





Jeremy nampak sedikit kecewa, dia pengen eksplor naik-naik ke atas candi..

Dan akhirnya.. Terlihatlah dia sedang menatap maket rekonstruksi Wat Mahathat. Dan berpikir kompleksnya besar pasti keren dulunya, sekarang tinggal reruntuhan dan patung-patungnya sudah tidak utuh lagi.


Si Papa cerita karena dulu 700 tahun yang lalu Ayutthaya pernah diserang dan dibakar terus dibangun kembali, sekarang dilindungi UNESCO.. Bla.. bla.. bla.. makanya dilarang manjat-manjat ke atas.. Ngerti?

Yang menjadi daya tarik utama adalah adanya sebuah patung kepala Budha yang dicengkeram kuat oleh akar pohon dan dijadikan sebagai highlight di brosur-brosur wisata Ayutthaya.

Konon katanya kepala patung Budha itu tidak muncul dengan sendirinya atau hasil pahatan pada batang pohon. Melainkan saat berlangsung penyerangan oleh bangsa Burma, banyak patung-patung Budha yang dipenggal kepalanya. Sebagian dibawa dan sebagian lagi ditinggalkan tergeletak begitu saja.

Salah satunya adalah kepala patung Budha ini. Setelah beratus-ratus tahun tumbuhlah pohon menyelimuti patung kepala Budha yang anehnya wajahnya tidak tertutup oleh batang yang terus bertumbuh.


Kami bersama rombongan pun melanjutkan perjalanan ke..

Wat Phra Si Sanphet



Kuil ini paling mudah dikenali dengan barisan 3 Chedi (stupa) besar yang kini difungsikan untuk menyimpan abu jenasah para Raja.

Hmm cerita menjadi lebih menarik saat si guide tour menceritakan sejarah.. bla.. bla.. bla..


Kita pun melanjutkan dengan berjalan kaki ke area sebelah dari Wat Phra Si Shanphet yaitu..

Viharn Phra Mongkhon Bophit



Dengan patung Budha besar dalam posisi duduk sebagai pusat kuil. Terlihat beberapa orang nampak bersembahyang..


Kuil ini juga sempat dihancurkan pada saat penjajahan Burma namun direstorasi pada tahun 1900-an.

Kami pun berjalan menuju pintu keluar dan berhenti sejenak membaca sejarah Ayutthaya sebagai Warisan Dunia versi UNESCO.


Dan beranjak bersama rombongan menuju ke..

Wat Lokaya Sutha (Wat Phranon)

Yang terkenal dari kuil ini adalah patung Budha tidur sepanjang 42 meter dan tinggi 8 meter yang dulunya berada dalam kuil tetapi kini hanya beratapkan langit. Bangunan kuil sudah lama hancur.



Panas semakin menyengat, dan kami pun berlari menuju penjual air kelapa..


Dan bersyukur mengambil paket city tour, sebanding dengan harga, cerita sejarah dan kenyamanan yang kami dapat..

Coba "sok pintar" naik kereta api, sewa tuk-tuk terus jalan sendiri tanpa mengerti apa-apa. Ya kan?

Hmm terasa nyaman naik minivan ber-AC yang mengantarkan kami kembali ke kota Bangkok..

Tertidur sejenak sampailah kami di kota Bangkok. Berjalan kaki menuju restoran Yum Saap di Central World.. Pesan beberapa jenis makanan untuk menambah energi..



Dan memutuskan balik ke hotel dengan berjalan kaki menikmati suasana malam kota Bangkok yang semakin malam semakin ramai..



Tanpa terasa akhirnya sampai di hotel.. Siap-siap tiduuur.. Zzzz.. Zzzz..


Keesokan harinya bangun dengan segar dan bersiap-siap jalan-jalan lagi! Ke mana? Ke Pattaya..

Happy Travelling