Tampilkan postingan dengan label Baking Time. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baking Time. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 September 2018

Baking Time : DIY Bread

DIY Bread, maksudnya apa? Roti jenis baru? Sambil ngulen dan mikir mau bikin roti apa ya? Yang penting base dough-nya selesai dulu.. Entar baru dipikir mau bikin apa.. Terdengar suara si papa David manggil "Julie, lihat sini!" Cekrek..


Jadi ceritanya si Papa David ngajak nge-baking saat weekend, soalnya besok kan kids libur, jadi bisa ikut nge-ramein. Lagian juga kita punya mixer roti baru jadi pengen cobain pakai lagi supaya lebih terbiasa. (Baca : Our New Kitchen Gadget)

Tapi bingung mau bikin apa? Jeremy mau bikin donat, Albert mau bikin roti burger, saya mau ngabisin sisa bahan di kulkas sementara si Papa cuma mau ikut-ikutan yang penting baking.. Ha.. ha.. ha..

Doughnya pakai yang biasa kita bikin saja deh. Pernah cobain bikin roti mini yang jadinya 64 buah dalam satu adonan sekalian dengan hitung-hitungan harganya.. (Baca : Aneka Roti Mini Dalam Satu Adonan) Seperti ini penampakan roti mini-nya.. Lumayan ya?


Tapi kali ini kita mau bikin roti ukuran normal, jadi separuhnya saja 32 buah roti..

Siapkan bahan-bahan yang diperlukan..
- 1 bungkus tepung terigu protein tinggi (1 kg)
- 1 bungkus mentega
- 1 bungkus ragi instan (11 gram)
- 500 ml susu cair (1/2 kotak 1 liter)
- 100 gram gula pasir
- 1 sdt garam
- 4 butir telur (pakai 2 telur utuh + 2 Kuning telur)


Masukkan semua bahan kedalam mixer dan biarkan mesin itu bekerja..



Setelah itu biarkan adonan mengembang kurang lebih satu jam sambil menyiapkan topping dan isian.
Setelah sejam kempiskan adonan, ulen sebentar dan bagi adonan menjadi 32 buah.

Kempiskan adonan, ulen sebentar

Potong adonan

menjadi 32 buah
Kok besarnya beda-beda ya? Si Papa penasaran ditimbang satu-satu dan mendapatkan total berat 1912 gram, berat rata-rata persatuan 60 gram, dihitung standar deviasi pakai rumus Excel dapat 10 gram, jadi kisaran berat standar yang diperkenankan 50 -70 gram per piece (kata dia sih).

Bagaimana dengan hasil pembagian dough kami? Ternyata yang paling ringan 44 gram dan yang paling berat 81 gram. Ada yang kecil sekali dan ada yang besar, Nggak imbang nih! Lain kali bikin sesuai standar saja deh bila perlu ditimbang.


Sekarang terima dough apa adanya.. Mari bersiap-siap untuk bikin DIY Bread alias bentuk suka-suka sesuai kreasi-mu sendiri..


Mari berkreasi! Si Albert dan Jeremy heboh banget. Jeremy bikin kan jelek kurang bagus bentuknya, trus dia bikin suka-suka dia, Albert protes sambil perbaiki, Jeremy tersinggung sambil ngomel nggak senang. Tapi "Ah sudahlah!" tetap DIY (Do it yourself)..



Setelah berjuang keras, akhirnya dough kami pun selesai.. Entar ada yang mau dipanggang dan juga ada yang di goreng..


Eh itu roti sobek isi apa? Yang mana isi keju? Yang mana isi coklat? Nggak tahu-lah..


Seteleh digoreng untuk donat dan burger masih ada kelanjutan. Donat kita lapisi dengan cream cheese atasnya taburi meises atau keju parut dan burger diisi dengan homemade beef burger.


Sudah malam ya? Akhirnya selesai juga yang hasilnya dapat roti goreng coklat, roti sosis goreng dan donat cream cheese coklat dan keju.

Untuk yang dipanggang dapat roti sobek dan beef burger..

Roti goreng coklat, roti sosis goreng, donat

Beef burger, roti sobek
Hmm sebelum disimpan, foto dulu dong dengan hasil karya..


Selesai-lah baking kita hari ini.. see you..

Happy Baking


Senin, 10 September 2018

Our New Kitchen Gadget

Ting tong.. Ting tong.. Siapa? dijawab dari luar: Pakeeet, langsung berlarian-lah kita semua dengan penasaran. Paket apa ya? Wow kardus-nya besar sekali.. Jadi ingat siapa ya yang pesan?

Ternyata yang datang adalah paket gadget pelengkap acara baking kita.. supaya lebih asyik dan praktis, beli online. Duh senangnya!! Bukan cuma saya yang senang tapi juga papa dan kids.. Foto-foto dulu! Berjejerlah kita dengan cantik, tapi.. siapa yang mau foto? Sudah papa saja yang fotoin.. Ha.. ha.. ha.. ha.. cekrek!!


Kitchen member terbaru kita kali ini adalah Mixer BOSCH Type MUM 6N11 yang katanya kuat dan tahan lama. Oke banget untuk membuat adonan roti dibanding merk lainnya.

Kalau di rumah banyakan pakai elektronik untuk baking merk Philips, mulai dari mixer, blender, food processor sampai ke rice cooker dan juga setrika. Tapi sepertinya untuk "heavy duty" harus mempertimbangkan merk lain yang harganya masih "reasonable" dan pilihan kita jatuh pada si "kardus besar" ini..


Dibuka bungkusnya.. Eh ada buku resep, entar coba bikin ya! dirakit bareng-bareng jadinya kok rebutan ya? Pada kepo nih! Dan hasilnya..


Ya ampun!! Ada bocah yang tertarik sama buku resep-nya, dibolak-balik dengan antusias ada snowman cookies, ada cupcakes, ada.. ada.. Coba ya kalau dia belajar di sekolah penuh semangat kayak gitu! Juara dah.. ha.. ha.. ha..


Untuk test mesin, pertama bikin apa ya? Dari buku resepnya aja ya.. Pilihan kita jatuh pada.. Italian Pizza. Yuuk! Sekalian siapkan bahannya.. ragi diaktifkan dulu supaya tahu masih bisa dipakai atau tidak. Kalau di resep mah campur semua terus "biarkan mesin itu bekerja".


Kenapa pilih pizza? Soalnya favorite dan juga simple (Baca : Cinta Dalam Sepotong Pizza)

Mari kita bikin pizza bersama.. Resep dough agak beda dari yang biasa saya bikin. Enak nggak ya? Jeremy yang masukin tepung, Albert yang pecahin telur dan saya yang menuang ragi yang sudah aktif perlahan-lahan sambil diaduk. Papa yang syuting sekalian fotoin..


Ada perbedaan nggak ya ngadon sampai kalis dengan tangan atau pakai mesin? airnya kurang nggak ya? Ini resep benar nggak ya? Biarlah mesin itu melaksanakan tugas. Kalau gagal jangan salahkan mesin-nya salahkan saja resepnya "kenapa kurang air?" Ha.. ha.. ha.. Atau salahkan saya? Jangan dong..


Akhirnya dough-nya beres, sambil menunggu si dough mengembang ke kanan ke kiri bikin topping Italian-nya yuk! Ala-ala bolognese..


Nah mari kita bentuk dough pizza-nya, bagi empat bagian yuuk! Entar bikin pizza tipis saja.


Istilah si papa David pizza tipis itu ala Italia terus dipanggang lamaan sampai keras biar dimakan rada crunchy, kalau yang dough tebelan itu pizza Amerika dipanggang sebentar supaya tetap lembut saat dimakan..

Emang benar begitu ya? biar masyarakat yang menilai *gaya politisi

Eh tapi kok kayaknya anggota Funtastic Four kurang satu. Ada yang lari dari kenyataan tanggung jawab nih. Ngapain ya? Ho.. ho.. ho.. ternyata si dia lagi asyik nge-game..


Contoh yang ini dong! Tetap semangat..


Apalagi yang ini, si bocah berusaha menyelesaikan topping seloyang pizza buatan sendiri..



Lagi asyik tiba-tiba muncul-lah si papa yang langsung nambahin jamur diatasnya katanya supaya lebih enak.. Jeremy protes katanya "Jamur-nya tiga aja untuk papa, aku nggak suka jamur"..


Si Papa nawarin bantuan dia aja yang parut keju, tapi Jeremy nolak pengen parut keju sendiri. Ya sudah tapi tetap dengan pengawasan orang tua..


Selain Italian Pizza bikin topping apalagi ya? Pizza Pesto aja yuk! Andalan juga tuh.. Soal Topping memang enaknya DIY (Do it Yourself) alias suka-suka abang-lah kita mah bisa apa..


Akhirnya selesai juga mari kita panggang satu persatu..


Doughnya cuma dua ya? Nggak kok.. jadinya enam loyang tapi kelebihan dough nggak usah khawatir, nggak harus bikin pizza banyak-banyak tapi sesuai kebutuhan saja sisanya tinggal dibekuin..


Nah lumayan kan makanan bekunya jadi nambah.. apa aja ya? Ada bola-bola makaroni, bitterballen, nugget, kroket, beef burger, semuanya homemade.. Ada juga daging mentah tapi diatur rapi dalam kotak.. (Baca : Makanan Beku Rumahan)


Sisa topping pizza-nya bagaimana? Gampang.. Rebus spaghetti, tumis sebentar terus taruhlah topping bolognese diatasnya, jangan lupa taburi keju parut..


Jadilah menu makan malam kami ala Resto Italia KW1.. Ha.. ha.. ha..


Serbu!! nggak usah malu-malu..


Menghabiskan waktu bersama saat weekend pun menjadi menyenangkan..

"Have A Blessed Weekend Guys, See You!!"

Just Sharing

Senin, 23 Oktober 2017

Go.. Go.. Mari Kita Komsel!!

Komsel itu apa sih? Yang saya tahu dari pengalaman dan juga dengar apa kata orang, Komsel itu adalah keluarga rohani yang bikin kita saling belajar banyak hal mulai dari membangun persekutuan pribadi dengan Tuhan lewat baca kitab suci, sharing firman Tuhan, dan berbagi kesaksian yang menguatkan.

Jadi ceritanya Kelompok Sel atau yang disingkat Komsel itu terdiri dari sekelompok orang Kristen yang anggotanya terbatas (biasanya 12 orang bisa lebih atau kurang) berkumpul bersama dipimpin oleh seorang pemimpin sel.

Kelompok itu diharapkan saling menjaga, akrab, saling menopang dan juga menjadi keluarga rohani yang tidak hanya bertemu seminggu sekali di gereja. Suasananya juga lebih kekeluargaan dan kesannya santai banget, makanya tidak heran tiap kali ada pertemuan bisa ada acara makan-makannya.

Kalau saya lihat Komsel itu sudah menjadi trend di gereja-gereja. Hampir semua gereja bikin yang namanya Komsel, walaupun pakai nama yang berbeda, mungkin mau bikin ciri khas sendiri kali ya?

Di sini saya nggak mau cerita banyak tentang Komsel, ngapain aja di Komsel, kesaksian apa yang dibagikan, bla.. bla.. bla.. Tapi lebih ke arah sisi lain dari kegiatan berkumpul saat Komsel, yaitu makan-makan. Loh? Kenapa? Ya.. iyalah.. Ini penting juga.. ha.. ha.. ha..

Jadi ceritanya rumah kami mendapat giliran menjadi tempat Komsel. Tentu saja kami bersedia dan juga bersuka cita. Seperti kata David walaupun rumah kami tidak terlalu besar, tetapi di dalam rumah harus selalu ada pujian dan penyembahan serta ucapan syukur secara pribadi melalui mezbah doa keluarga. Apalagi sekarang akan berkumpul saudara seiman yang akan saling mendoakan. Jadi ingat lagu favorit Jeremy si bungsu " 🎵Ini keluargaku Tuhan 🎶 berkati dan lindungi semua.. jagaiku dan seisi rumahku.. sampai akhir hidupku Tuhan, ku mau setia melayani-Mu.. ku bahagia jadi keluarga Allah 🎶 la.. la.. la.. "

Ayo kita persiapkan! Kalau nggak mau repot kita pesan jajanan pasar dan tumpeng saja yuuk? Itu loh seperti saat syukuran di rumah kami dua bulan lalu (Bulan Agustus 2017). Saya suka banget lihat tumpeng dengan hiasan-hiasannya (maklumlah saya kurang ahli dalam soal menghias), jadi sering kagum tuh lihat tumpeng sudah kayak pohon natal saja bentuknya.. Tapi? ini kan bukan acara syukuran, Ha.. ha.. ha..

Jeremy dan Tumpeng
Atau? Pesan nasi kotak saja? Bukan nasi bungkus pakai karet. bikin Nasi goreng Yangzhou? ceritanya lagi diskusi. Terdengar suara si papa David berseru, "Jangan! Kalau masak nasi goreng terlalu banyak rasanya jadi kurang stabil trus tidak merata, susah ngaduknya" Albert pun menambahkan "Lagian kita tidak punya kuali besar, yang ada sekarang ini cuma cukup untuk kita berempat saja, mama lupa ya?"
Iya juga ya? Sambil ngangguk-ngangguk..

Aha? Tiba-tiba terlintas suatu ide memang sih agak repot tapi mengingat slogan keluarga kami memasak adalah cinta, berbagi dan menikmati, bolehlah kita terapkan sekarang dalam skala yang lebih besar. Karena ada cinta, kita mau memasak kemudian berbagi dengan yang lain dan menikmatinya bersama.

C'mon kita mulai! Rencananya untuk cemilan kita mau buat dua macam yaitu Brownies Coklat dan juga Kroket Kentang supaya ada cita rasa manis dan asin seperti kehidupan ini.. Ha.. ha.. ha..
Untuk menu utamanya tentu saja ada nasi putih, Kakap goreng asam manis, tempe bacem yang dipadukan dengan sambel embe-Bali dan juga soup Bacon and Potato ala Jerman (resep dari Game NDS) supaya cita rasa internasional-nya juga ada.. Ha.. ha.. ha.. tapi bacon-nya saya ganti dengan Ma Ling babi..oops..

Supaya semua terlaksana dengan baik, sehari sebelumnya kita sudah harus mulai mempersiapkan diri dan bahan yang bisa diolah. Kita mulai dari membuat tempe bacem yang rasanya cuit..cuit.. enak versi saya. Bumbu ungkepnya bisa juga dipakai untuk membuat ayam goreng bacem.. Penasaran? lihat resep : Ayam Goreng Bacem

Tempe bacem sedang diungkep

Siap digoreng keesokan harinya
Lanjut bikin kroket kentang isi daging dan wortel yang rasanya tidak kalah enak. Salah satu cemilan kesukaan keluarga kami. Penasaran? Lihat resepnya di Kroket Kentang Isi Daging



Kroket siap digoreng keesokan harinya
Sekarang giliran Brownies Coklat yang rasanya tralala enak.. enak.. enak versi kids yang dibuat dengan cinta. Penasaran? Lihat resep : Brownies Coklat.

Mulai! Action! Ceritanya bahan-bahan sudah kita siapkan di meja tinggal kita buat saja. Foto dulu dong! Cheers! No pic = hoax.. Ha.. ha.. ha.. mulai datang isengnya..


Tiba-tiba terdengar suara protes "Jul yang serius? Pencitraan dikit dong?" Oke baiklah mas, kayak gini ya? Sambil pose serius. Eh tapi hasil fotonya bagus kan? Si papa David menjawab santai "Bagus dong! Cantik.. tuh kuncirnya sudah kayak Lara Croft" Hmm benar-benar deh..


Ngomong-ngomong tentang pencitraan, jadi ingat siapa ya? Hmm gabener.. ah sudahlah, saya pura-pura lupa..

Lanjut kita selesaikan bersama!


Selesailah rangkaian persiapan untuk hari ini, semua bahan kita simpan di kulkas untuk kita olah secara matang esok hari. Tempe bacem dan kroket kentang tinggal digoreng dan brownies-nya tinggal ditaruh pada suhu ruang. Siip.. siip beres! Hati mulai tenang dan tentram.. Ha.. ha.. ha..

Eh tapi ada yang kurang? Yup tambahan lauk kakap asam manis. Kalau yang itu serahkan saja sama ahlinya. Buka daftar menu dan mulai order minta diantar ke rumah sesuai hari dan jam yang kita inginkan.. Hallo! bla..bla.. bla.. Finally.. Done..

 
Yuhuu!! Tibalah hari sabtu tepat sesuai giliran Komsel yang akan diadakan di rumah kami malam harinya. Tapi? kenapa saya susah bangun pagi ini dan badan terasa capek ya? Anak-anak sudah pada bangun dan mulai kasak kusuk nanyain "Jadi nggak olah raga-nya?". Kegiatan rutinitas hari Sabtu dan Minggu, jalan pagi dan berakhir dengan makan bubur ayam atau nasi kuning. Si papa David yang juga masih ngantuk ikutan nanyain, "Jadi nggak? Kalau nggak jadi, kita tiduran lagi sebentar" Ha.. ha.. ha.. memang kalau mau melakukan sesuatu secara konsisten banyak godaannya.

Akhirnya Jeremy main sepeda dan Albert nawarin diri untuk membuat sarapan nasi goreng tomat yang banyak lauknya. Sepertinya dia konsisten dengan slogan yang kita buat bersama memasak adalah cinta, berbagi dan menikmati. Karena cinta Albert memasak untuk dibagikan kepada kami dan kami sekeluarga bisa menikmati sarapan bersama. Sederhana 'kan?



Albert  mengingatkan kembali undangan untuk orang tua menghadiri seminar parenting di sekolahnya dengan tema "My Parents, My Mentor" dan juga berhubung di undangannya tertulis "Dalam rangka memperlengkapi peran ayah (orang tua) dalam mengenal perbedaan cara pandang dan perilaku generasi saat ini serta menjalin hubungan ayah (orang tua) dan anak yang lebih berkualitas maka seminar ini diselenggarakan" jadi si ayah David pun menyempatkan diri untuk hadir di tengah kesibukannya.. Ha.. ha.. ha..


Saya melanjutkan tugas mulia mempersiapkan bahan-bahan makanan sentuhan terakhir yaitu sup Ma Ling babi.. oops dan juga sambal embe.. Mari kita kupas dan potong-potong kentang dan wortel serta mengiris bawang dan jangan lupa mengulek cabe rawit..


Setelah itu langsung meluncur ke warung bakmie dekat sekolahan untuk lunch bersama sambil dengerin hasil seminar parenting hari ini dan kita diskusi-in. Saya tulis intisari-nya supaya nggak lupa. Ceritanya situasi saat seminar anak dan ayah dipisah, anak di suruh gambar pohon dan kado untuk orang tuanya di ruangan lain, sementara si ayah mendengarkan materi seminar yang disampaikan narasumber setelah selesai baru mereka dipertemukan kembali untuk berdiskusi.

Saat lagi makan si ayah David mulai bercerita tentang seminar yang dia ikuti tadi, katanya topik kali ini adalah kebahagiaan anak di masa kecil adalah kunci sukses masa depannya. Pembicaranya juga bilang pernikahan yang bahagia adalah perkawinan dua orang yang sudah bahagia, bukan dua orang yang belum bahagia lalu menikah untuk mencari kebahagiaan. Dan juga katanya warisan terbesar orang tua adalah membuat anak tidak membutuhkan warisan karena sudah mendapatkan semua yang dia butuhkan untuk mencapai impiannya. Terakhir sekolah yang hebat adalah sekolah yang mendidik orang tua menjadi orang yang hebat juga dalam mendidik anak..

Cerita seminar belum selesai hanya di warung bakmie, masih panjang lebar diceritakan dalam mobil, katanya pembicara juga menceritakan pengalaman hidup dia serta tidak lupa memberi contoh-contoh dan perbandingan..

Eits hampir lupa singgah sebentar beli karpet untuk Komsel nanti soalnya kita mau lesehan. Malu dong pinjam karpet terbang melulu. Tapi sepertinya karpetnya agak kekecilan deh. Mudah-mudahan yang duduk di lantai tidak kedinginan dengan setelan AC maksimal. Cobain duduk lantai? Ah biasa saja tidak terlalu dingin.. Ha.. ha.. ha..


Makan bakmie sudah, beli karpet sudah.. santai dulu dong! Sebelum berkutat lagi dengan masakan. Si papa David malah ketiduran sampai sore..

Sudah sore! Saatnya menggoreng tempe bacem dan kroket kentang serta membuat sup dan sambel.. Cia yoo!


Dan hasilnya.. terdapatlah tempe bacem yang akan dinikmati dengan sambel embe (sambel bawang goreng) Hmm nikmat..


Ada juga sup kentang wortel yang terasa nikmat dengan taburan bawang goreng.. Hmm lezatnya..


Ditambah lagi dengan kakap goreng asam manis yang rasanya lumayan..


Semua makanan itu dapat dinikmati dengan nasi putih hangat..

Untuk cemilan sambil menunggu anggota Komsel lengkap adalah Brownies coklat dan Kroket kentang..

Brownies Coklat

Kroket Kentang
Setelah semuanya selesai, hmm.. harum bawang dan sambel mendominasi ruangan.. haaciih harus cepat-cepat mandi dan bersiap-siap..

Acara Komsel berlangsung lancar, sambil menunggu kehadiran yang lain, Jeremy berinisiatif bagi-bagi kue, Albert yang bagiin minumannya. Semua tertawa mendengar celetukan Jeremy yang bilang bikin kue itu repot loh, harus pakai blender muter-muter (maksud dia mixer) trus pakai nanyain "enak nggak?" Ha.. ha.. ha..

Just Sharing