Tampilkan postingan dengan label Banten. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banten. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Desember 2016

Archipelago Beach Rupanya Keren

Karena sudah siang dari Tanjung Lesung, kami berencana mau makan siang dulu di Kampung Nelayan yang tidak terlalu jauh dari kawasan hotel dan villa, tempatnya lumayan besar dan makanannya pun lumayan enak. Kami pilih sendiri ikannya trus ditimbang entar mereka yang masakin sesuai permintaan.




Setelah perut kenyang hati senang kami melanjutkan perjalanan lagi. Kali ini mau ke Archipelago Beach Hotel tempat di mana kami akan menghabiskan hari terakhir masa liburan kami.

Sebelum sampai tempat tujuan, kami tergoda untuk mampir ke Pantai Carita yang kebetulan kami lewati dalam perjalanan, karena kata David kurang afdol kalau nggak mampir foto-foto di "pantai rakyat" yang dia bilang pantai original.. ha.. ha.. ha..

Di pantai Carita ini memang benar-benar diperuntukkan untuk umum, kami sempat di tawarin naik banana boat dengan harga Rp 150.000 per boat untuk berempat, tapi kami tolak karena memang benar-benar tidak siap, kan rencananya cuma mampir mau foto-foto.





Setelah puas foto-foto di pantai Carita kami langsung ke Archipelago Beach Hotel yang hanya berjarak kurang lebih 10 menit perjalanan pakai mobil.
Setelah sampai kami langsung check in hotel dan ditempatkan di Room Jakarta.

Kalau minat bisa langsung menghubungi :
Archipelago Beach Hotel
 Jl. Raya Carita KM.10, Sukarame, Pandeglang
No.Telpon : (0253) 880888

Setelah menaruh barang di kamar, kami langsung berganti baju renang, karena ceritanya mau water sports dulu mau naik slider boat atau yang dikenal juga dengan nama donat boat.
Ternyata tegang juga ya, takut terlempar ke laut, saya sudah pesan sama Jeremy supaya pegang talinya kencang-kencang.


Perahu karet yang ditarik speed boat

Inilah kami
Setelah puas main donat boat kami pun langsung berenang di infinity pool. Jeremy senang sekali apalagi dia dapat teman baru sesama anak kecil jadi mereka bisa main bersama.

Infinity pool yang berbatasan dengan laut lepas

Kami bergembira

under water
Karena sudah sore ceritanya David mau foto sunset jadi dia kembali ke kamar untuk mandi dan siap-siap hunting foto, yang lain tetap aja di Infinity pool.

Hasil fotonya bagus-bagus kok...





Untuk menambah efek dramatis, perlu model siluet dong, jadi Albert pun diajak untuk jadi model. Dia sih senang-senang aja, tapi waktu mau di foto, disuruh pegang pohon kelapa nggak sengaja tangannya digigit semut rang-rang. Albert pun marah-marah dan menolak dijadikan model siluet lagi.. ha.. ha.. ha..

Model siluet pegang pohon kelapa

Model siluet ceritanya pandang lautan
Nggak terasa hari sudah malam saatnya istirahat.

Besok paginya saat breakfast kami pesan makanan lewat hotel. Hotelnya sendiri tidak ada restoran, jadi mereka pun pesan dari luar yang nantinya makanannya diantarkan ke kamar kami.

Setelah makan kami pun jalan-jalan seputar hotel sambil foto-foto.

Di Archipelago ini type villanya beda-beda, ada type Toraja, Bali dan Jakarta, mungkin ada juga type lain tapi saya tidak terlalu memperhatikan.

Pagi hari ini kami menikmati pemandangan laut yang indah, terlihat juga karyawan-karyawan hotel membersihkan dan merapikan pasir pantai, cuaca cukup cerah cenderung terik.

Ceritanya lagi mandangin laut

Ceritanya lagi santai

Villa type Toraja
Setelah menyelesaikan seluruh pembayaran di hotel, kami pun check out, siap-siap pulang ke rumah.
Rencananya akan makan siang dulu di Pondok BM daerah Anyer yang di rekomendasikan koko saya.

Seperti biasa saat jalan-jalan akan banyak teralih perhatian mengunjungi tempat-tempat lain, kali ini kita singgah sebentar ke Pantai Karang Bolong di daerah Anyer, kan kurang afdol ngelewatin Anyer tapi tidak singgah sebentar untuk berfoto-foto ria.

Pantai Karang bolong ini termasuk unik juga seperti namanya tentu saja kelihatan bolong karangnya, mungkin karena peristiwa alam atau memang kebetulan sudah begitu ya bentuknya, mungkin loh ya?? Untuk masuk bayar parkir mobil Rp 10.000 dan untuk pengunjung Rp 15.000/orang.




Dari sini kami melanjutkan perjalanan ke Pondok BM untuk makan siang, letaknya di Jl. Raya Karang Bolong depan Jayakarta Hotel, Anyer.

Makanannya lumayan enak, kami pesan ikan baronang tapi karena ukurannya besar jadi kami minta ikannya dibagi 2, yang satu dimasak goreng asam manis dan yang satunya lagi bakar kecap, tinggal nambahin cumi goreng tepung dan tumis kangkung, otak-otak di Pondok BM enak juga kok.

Ada beberapa lalat nakal yang cukup mengganggu, ngusirnya gampang tinggal minta lilin pasang di meja, aman deh...

Soal harga masih masuk di kantonglah alias tidak terlalu mahal. Pengunjungnya juga banyak, jadi lumayan recommended. O ya kata si mbak yang tanpa ditanya langsung bilang Pondok BM ini sama dengan yang di Cikoneng, mungkin maksudnya cabang kali ya??

Pondok BM (makan lesehan)
Setelah kenyang hati senang, kami iseng pulang lewat Cilegon terus menuju ke Serang mampir di Asipa Shop, toko cenderamata ini menjual berbagai produk UKM, katanya yang bikin ada yang langsung dari suku Baduy. Setelah membeli beberapa cenderamata penambah koleksi, kami pun pulang ke rumah.. Home Sweet Home.

Walaupun pantai barat daerah Banten ini tidak seindah pantai-pantai di daerah Lombok dan Bali, tapi cukup layaklah untuk dikunjungi, bukankah setiap tempat punya daya tarik dan keunikan tersendiri?
Ayo majukan pariwisata Indonesia!!

Wonderful Indonesia

Selasa, 20 Desember 2016

Mau dong ke Tanjung Lesung

Dari Coconut Island Carita kami melanjutkan perjalanan menuju ke Tanjung Lesung dengan menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam. Saat dalam perjalanan ke Tanjung Lesung, hujan sudah berhenti dan cuaca agak cerah.

Di Tanjung Lesung ini kami akan menginap di Tanjung Lesung Beach Hotel yang sudah kami booking terlebih dahulu via booking.com yang kebetulan lagi promo. Sebelum check in, saya menyempatkan diri mampir sebentar beli gantungan kunci berbentuk badak bercula satu yang ada tulisan Tanjung Lesung di toko souvenir hotel.

Setelah check in kami diantar ke kamar dengan mobil golf.

Di hotel inilah kami menginap

Deretan hotelnya

Mobil golf sebagai transportasi
Sampai di kamar atur-atur barang sebentar, lalu bersiap-siap untuk ke Beach Club mau main water sports, kami berjalan kaki menyusuri pantai, lalu sampai di Beach Club sekitar setengah jam jalan kaki.

Kami berjalan-jalan melihat pantai yang ombaknya lumayan besar, sambil foto-foto sepanjang perjalanan. Banyak juga spot-spot menarik untuk berfoto jadi tidak berasa capek malahan senang





Sampai di Beach Club kami menuju ke loket watersport, ngobrol-ngobrol di sana sambil melihat harga paket yang ditawarkan. Hmm lumayan mahal juga sih, tidak masuk budget nih. Saya sampai nanya ke bapak-bapak petugas loket, "Kok mahal sih Pak sekarang?" Kemudian si Bapak menjawab "Iya Bu, ini baru dinaikkan, sudah 4 bulananlah harganya".

Trus dia cerita juga di bulan Desember ini susah banget jual paket watersport karena cuaca yang tidak mendukung dan ombaknya lagi besar, tamu-tamu hotel dan villa jadi tidak nyaman kalau mau main.
Si Bapak juga menambahkan, itu jembatan putih tempat biasa dipakai foto-foto juga sudah rusak diterjang ombak di bulan Agustus lalu jadi sekalian dihancurkan saja demi keamanan, si Bapak menawarkan kami besok datang lagi untuk main, saya sih cuma bilang "Lihat kondisi besok aja Pak"

Rencana awalnya mau naik banana boat atau slider boat, ternyata hitungan seorang kena Rp. 110.000,- sedangkan kami berempat, lumayan mahalkan?

Karena sudah jam 5-an kami berencana balik ke hotel jadi minta tolong dipanggilkan mobil shuttle untuk menjemput kami di Beach Club. Sambil menunggu jemputan, kami foto-foto lagi sebentar.





Setelah dijemput pakai mobil shuttle kami diantar ke lobby, karena Albert nggak mau jalan kaki jadilah kami diantar naik mobil golf lagi ke kamar.. Hmm pelayanan yang baik sekali. Di kamar kami beristirahat sebentar.

Makan malam di restoran hotel saja, tinggal tanya sama mas-nya mana yang enak. Rekomendasi dia Nasi Goreng Tanjung Lesung, jadi saya pesan sesuai rekomendasi dia saja. Yang lain masing-masing pesan paket ikan bakar. Harganya sesuai standar hotel ya.

Setelah kenyang kids diajak main bilyard yang kebetulan ada dekat restoran hotel. Kami tanya apakah boleh main bilyard free ataukah mesti bayar. Karena diperbolehkan main bilyard free oleh  pegawai hotel, kami pun main-main iseng sebentar. Setelah puas kami kembali ke kamar untuk istirahat.

Belajar dari pakar ya?
Besok pagi saat bangun hujan turun lagi, tapi untung cuma sebentar, jadi kami bisa jalan kaki untuk breakfast dan main-main di private beachnya. Pantainya bagus dan pasirnya putih nampak terawat sekali. Kami jalan-jalan menikmati udara segar dengan pemandangan yang indah, kegiatan terakhir Albert dan Jeremy nyemplung di infinity pool-nya.

Mengukir nama di pantai Tanjung Lesung
Setelah puas di Tanjung lesung beach kami pun siap-siap memulai petualangan baru menuju Archipelago Beach.
Baca di Archipelago Beach Rupanya keren.. see you..

Wonderful Indonesia

Senin, 19 Desember 2016

Coconut Island Pulau tanpa Kelapa

Yihaa... tibalah saatnya untuk berlibur, kami memulai perjalanan liburan hari pertama ini menuju Coconut Island Carita melalui jalur Pandeglang sebelumnya singgah sebentar di toko roti untuk membeli sedikit cemilan untuk bekal perjalanan.

Tiba di Coconut Island kira-kira jam 12.30, karena waktu check in mulai jam 2 siang kami dipersilahkan menunggu sambil makan siang di Bistro (restoran), hidangan yang sudah disiapkan adalah ayam goreng mentega, omelet telur, ikan goreng, soto ayam dan sambal dabu-dabu. Yang memang enak sih soto ayamnya.

Setelah kenyang kami menuju ke mobil untuk mengambil barang bersama porter yang akan membantu mengangkat tas kami, dia juga yang bantuin kami foto didepan tulisan Coconut Island.
Ramai sekali hari itu, ada beberapa bis besar yang berada di parkiran. Katanya sih ada gathering perusahaan.


Kami diantar menuju kamar yang akan kami tempati bentuknya seperti saung bambu, karena memang saat booking dibilang kami cocok di Saung Bambu yang muat untuk 4 orang, kalau Saung Pinang katanya muat untuk 2 orang, padahal sih sebenarnya sama saja dindingnya juga dari bambu cuma Saung Pinang lebih kecil, itulah type kamar di Coconut Island yang cuma ada 2 pilihan.

Sampai di Saung Bambu, kami tidak terlalu memperhatikan detailnya karena mau cepat-cepat berenang. Jeremy maksa harus cepat-cepat renang. Setelah berganti baju renang kami langsung jalan kaki menuju kolam renang.

Deretan Saung Bambu
Kolam renangnya sih biasa saja malah cenderung kecil, hampir tidak ada yang istimewa. Di situ hanya punya satu permainan air yaitu waterslide. Ramai benar hari itu, saat kami mau menyewa ban ternyata sudah habis tersewa semua.

Ya sudahlah kami pun masuk ke dalam kolam yang sudah penuh orang. Tiba-tiba ada anak kecil seumuran Albert datang nyamperin ngasih ban trus bilang "pakai saja", oke deh ma kasih ya..

Kami berenang sambil naik di atas ban, karena ramai jadi kepentok sana sini bannya sama yang lain.
David dan Albert ikut nyobain waterslide, saya dan Jeremy tetap santai di atas ban.

Kami agak lama di dalam kolam renang karena Jeremy masih betah main air, padahal benar-benar sudah bosan loh.





Lagi mikir "kayaknya ada yang salah dengan tempat ini"
Setelah puas kami pun berjalan kaki menuju Saung Bambu, sempat lihat ada juga permainan ATV. sampai di kamar, kami ngantri mandi bergantian. Setelah bersih dan kering kami pun beristirahat sebentar.

Sepertinya konsep dari Saung Bambu ini dibuat dengan suasana pedesaan tapi bukan di tepi sawah melainkan di pinggir pantai, tidurnya pun di atas matras ala tatami ditutupin kelambu, di depannya ada teras yang bisa dipasang matras untuk santai-santai. Di sini pastinya tidak disediakan televisi ya. Suasananya agak gelap dalam kamar apalagi waktu malam.

Tidur di matras ala tatami

Teras tempat bersantai
Karena sudah waktunya makan malam dan perut juga sudah lapar kami pun berjalan kaki menuju Bistro. Menu yang disediakan ala bakar-bakaran, ada ikan bakar, ayam bakar, cumi bakar, tumis kangkung, tempe goreng, sambel mata dan sambel kecap, dessertnya es krim tape. Hmm lumayan enak sih. setelah kenyang kami iseng-iseng foto depan bistronya, jalan-jalan sebentar ditengah kegelapan malam yang sebenarnya sih nyasar, sampai saung langsung cuci muka, sikat gigi, ganti baju dan bersiap tidur ditemenin suara jangkrik dan deburan ombak.

Kalau minat bisa booking di : Coconut Island Carita
Jl. Raya Carita Labuan, KM 3,8, Caringin, Pandeglang
Telpon : (0253) 805600

Keesokan harinya saat kami bangun, ternyata lagi hujan deras. Mikir juga sih bagaimana caranya ke Bistro untuk breakfast, akhirnya telpon receptionist minta dibawain payung, ternyata katanya payungnya banyak yang rusak tapi dia bilang entar mau koordinasi dengan bagian dapur untuk mengantarkan sarapan kami ke saung. Ya sudahlah kalau maunya begitu kami tunggu ya..

Akhirnya hujan pun berhenti, tapi kok breakfast kami belum diantar, ternyata.. oh.. ternyata.. datanglah salah satu pegawai bistro yang akan menjemput kami untuk jalan kaki bersama ke Bistro, karena breakfast sudah siap.

Setelah breakfast dan cuaca cukup cerah, kami putuskan mau langsung lihat-lihat pantainya, pantainya sih biasa saja, tidak bisa di pakai untuk berenang hanya main pasir saja. Tetapi
baru saja sampai pantainya tiba-tiba bertiup angin kencang menandakan mau hujan lagi. Jeremy pun teriak "ada badai"... dan kami pun berlarian bersama tamu-tamu lain menuju saung masing-masing.

Pantai di Coconut Island sesaat sebelum hujan
Waduh ini hujan berhenti sebentar supaya kami bisa makan pagi kayaknya. Ya sudahlah tunggu hujan berhenti di kamar sambil beres-beres dan ngantri mandi.

Sampai siang belum ada tanda-tanda hujan mau berhenti, kami putuskan tetap check out saja, telpon receptionist minta diantar pakai mobil operasional menuju ke mobil kami di area parkiran, semua tamu saung pun melakukan hal yang sama.

Yang menyenangkan dari Coconut Island ini adalah pegawai-pegawainya yang super duper ramah, fast response dan makanannya lumayan enak (katanya sih makanannya tergantung chef nya)

Karena sudah siang kami berencana mau lunch dulu di RM. Bu Entin cabang Labuan, yang kebetulan dekat dengan Coconut Island kurang lebih 10 menit perjalanan.

RM. Bu Entin ini ramai juga pengunjungnya, hidangannya sudah disediakan di atas meja tinggal mereka nambahin ikan bakar, udang bakar, ayam bakar dan lain-lain yang katanya baru dibakar, tapi kok sudah dingin ya?? Konsepnya dihidangkan ala restoran padang gitu deh.

Tiba-tiba terdengar suara dari meja seberang yang teriak bilang "Ini gelasnya diganti ya, sudah dilalerin" saya yang dari awal sudah tidak nafsu makan langsung saja tambah susah telan nasinya.
Mungkin ini soal selera ya, saya lihat banyak yang makan dengan lahap pakai tangan langsung disuapkan ke mulut, trus waktu mau bayar di kasir ada juga tuh yang pesan otak-otak 50 biji padahal saya tidak cocok selera.

Jadi memang soal selera itu masing-masing ya.

Setelah makan siang, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Lesung
Baca ceritanya di Mau dong ke Tanjung Lesung.. see you!!

Wonderful Indonesia