Tampilkan postingan dengan label Jawa Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Barat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 April 2019

Serunya Bermain Salju di TRANS SNOW WORLD Bekasi

Setelah berpanas-panasan keliling Jakarta naik MRT (Baca : Hore! Jakarta punya MRT.. Mari Kita PIKNIK, Darling!) tiba saatnya ganti suasana cari yang adem.

Hmm seperti berasa berada di sebuah pedesaan di Swiss dengan pemandangan ala pegunungan Alpen.. Horee aku lagi naik cable car di Trans Snow World. Bagus ya?


Lebih keren lagi kalau gambarnya 3D jadi kayak beneran..

Jangan lupa breakfast sebelum bepergian. Kata Jeremy breakfast jangan yang berat kalau nggak mau gendut, cukup dessert-nya makan jeruk dan minum air putih.


Albert bilang se-cup yogurt bisa cukup mengenyangkan sampai siang.. Ha? Yang benar? Perasaan dari tadi Albert mondar-mandir ngambil makanan, dijawab si bocah "Nggak pakai nasi cuma protein, Mam!".. Terserah-lah..

Kurang lebih kayak begini menu di Golden Boutique Hotel.. Hidangan nasi kuning dengan pelengkapnya. Terus mampir pada pilihan nasi goreng, kwetiau goreng dengan tambahan lauk ayam teriyaki, sosis, sayur, kerupuk dan lain-lain.. Cobain dikit-dikit aja lama-lama jadi bukit..



Dessert-nya kebanyakan jajanan pasar kayak dadar gulung, kue sus, kue lapis.. itu bisa dilewatkan.. Roti panggang lewatkan saja, sudah biasa..

Terus isi perut lagi dengan bubur ketan item dan kacang merah, beri sedikit santan.. Sebagai penambah semangat pagi hari secangkir kopi terasa sudah cukup..

Semangat! Check out hotel.. langsung cap cus dari Blok M menuju Bekasi dengan kondisi jalanan ramai lancar. kurang lebih 2 jam perjalanan.

Terlihat pembangunan LRT di sepanjang jalan menuju Bekasi. Asyik juga ya? Entar mau cobain naik LRT kalau sudah jadi.

Akhirnya sampai juga langsung masuk mall disambut kapal besar dan bunga-bunga bermekaran ala musim semi.

Foto dulu sama kapal pesiar dalam mall sambil nunggu makan siang disiapkan.


kemudian langsung naik ke lantai 3 area tempat bermain anak di Trans Park Juanda. Beli tiket seorang IDR 200.000 di hari biasa, kalau weekend IDR 275.000 dengan waktu bermain selama 2 jam.. Cukup lah ya? Supaya bisa gantian dengan yang lain dan di dalam juga bisa bermain dengan nyaman.

Begitu masuk ke dalam. Langsung disambut patung sapi.. Ho.. ho.. ho.. wajib foto dengan si sapi sebagai penambah semangat..


Oya tiket yang tadi dibeli sudah termasuk dengan peminjaman sepatu dan diberi kaos kaki, juga jam yang akan berubah warna sesuai dengan berapa lama kita di dalam. Jaket dan sarung tangan bawa sendiri atau bisa beli di Snow Store.


Siap! Mari kita masuk tapi sebelumnya jangan lupa titip sepatu dan barang bawaan di locker.. Gratis..

Terlihatlah lorong besar dengan gambar pohon pinus ala pegunungan Alpen.. Seakan-akan membawa kita ke sebuah desa di Swiss.. Foto yuuk!


Lebih dalam lagi kita berjalan tampak wahana bersalju dengan berbagai permainan..


Jeremy langsung berlari melesat bagai The Flash.. dia nggak mau ngantri photo booth yang hasil fotonya bisa diambil di counter tinggal bayar.. akibatnya kita pun ikutan berlari sama dia..

Eh kok dia dapat ban luncuran ya? Ambil darimana? Bukannya itu harus sewa?


Ini harga rental-nya:


Celingak-celinguk cari pemiliknya tapi nggak ada yang ngaku.. Ya sudahlah kita pakai saja sesuka hati.. gantian ya!



Kita lagi asyik main ban luncuran.. Jeremy sudah beralih ke motoran salju..


Kids pun berlomba main seluncuran..



Naik cable car juga bisa menjadi pilihan asyik..


Terlihat para pengunjung menikmati fasilitas permainan yang disediakan.. ada yang lagi ngantri naik cable car, main seluncuran, latihan main ski dan merasakan sensasi turun hujan salju..


Berfoto dengan pemandangan ala musim dingin pun bisa dilakukan di negara tropis, kemudian mengunggahnya di media sosial..



Bagi yang ingin melihat videonya silakan lihat video YouTube berikut ini:



Pengen ngemil? Butuh secangkir minuman hangat? Tersedia cafe dengan harga yang "masih" masuk akal untuk ukuran theme park. Secangkir hot coffee latte dengan sandwich bisa menjadi pilihan ringan atau pasta ukuran kecil pun bisa cukup menenangkan untuk dibawa pulang.



Kids nggak mau beranjak dari arena permainan, Jeremy bilang "nggak mau buang waktu untuk makan atau foto-foto" *sambil garuk-garuk salju, Eh ketemu teman sekolahnya bikin dia tambah semangat.

Ya sudahlah! Makanannya bungkus saja ya? Mama pergi ngemil sambil ngobrol dengan mami teman Jeremy.

Si mami teman Jeremy cerita katanya "Untung kemarin kita nggak datang pas tanggal merah (libur Isra Miraj) penuh sampai ribuan orang, antriannya.. bla..bla.. " Saya pasang muka antusias nanya "Tahu darimana ada wahana salju begini?" dijawab "Lihat FB teman.. bla.. bla.." Eh itu ada lagi teman satu sekolah anak-anak.. tambah ramai dah..

Jam berubah warna kerlap-kerlip, waktu tinggal 10 menit.. berlarilah saya turun ngajakin keluar wahana salju. Baju Jeremy sudah basah semua dengan tampang kucel dan badan dingin..

Dengan wajah serius sedikit kesal dia bilang "Aku ditabrak anak lain terus jatuh jadi baju aku basah semua sampai ke rambut.." Albert bilang kejadiannya terlalu cepat tapi nggak sengaja kayaknya..

Jeremy menambahkan dengan muka kesal, "Anak yang nabrak langsung lari nggak minta maaf"

Ya sudahlah! Nggak apa-apa toh nggak terlalu serius juga. Bagaimana? Senang hari ini? Senang dong..

Mari kita pulang!!

Bye.. bye.. Sampai jumpa dicerita selanjutnya.. see you..

Just Sharing


Jumat, 05 Mei 2017

Ngidam Ke Taman Bunga Nusantara

Katakan cinta dengan bunga? saya sih hanya bisa bilang "Nggak perlulah seperti itu, sebagai tanda cinta bawalah aku ke taman bunga" Ha.. ha.. ha..

Serius! saat itu saya lagi hamil anak ke-2, jadi bila terlihat saya kelihatan gendut itu bukan karena banyak makan tapi sedang mengandung sang buah hati untuk kedua kalinya.

Saya agak sensitif soalnya waktu hamil dulu, bayangin aja waktu jalan-jalan ke mall ada SPG yang nawarin jamu pelangsing promosinya berlebihan lagi pakai kata dijamin segala. trus ketemu teman-teman lama ada yang ngomong "gemukan ya sekarang?"

Tapi yang lebih serius lagi Taman Bunga Nusantara (TBN) ini benar-benar indah, versi saya loh! atau mungkin bawaan orok dalam perut juga bisa. Ibu hamil kan perlu piknik juga, ceritanya ibu bahagia anak dalam kandungan pun sejahtera.. Ha.. ha.. ha..

Cuma ya itu akses masuk kedalamnya jalanannya rusak, sampai saya harus pegang perut supaya tidak tergoncang-goncang selama perjalanan. Terbayar kok setelah sampai...

Yang bantuin foto kurang ahli
Depan pintu masuk

Sampai di lokasi saya cepat-cepat cari tempat duduk, David segera pergi membeli tiket masuk TBN di loket, setelah beli tiket dia pun balik trus ngasih tahu beli tiketnya sekalian dengan tram untuk keliling-keliling taman bunga, soalnya takut saya kecapean.. oh.. oh.. pengertiannya suamiku ini. hati menjadi berbunga-bunga di taman yang penuh bunga ini sepertinya si taman bunga ini menjadi lebih indah dari sebelumnya.. ha.. ha.. ha.. Kan kata orang bijak bila hati gembira maka segala sesuatu menjadi lebih indah.

Kami langsung naik tram untuk mengelilingi TBN sambil nandain yang mana yang bagus untuk kami datangin lagi foto-foto. Ada juga kereta wara wiri yang jalurnya dari lokasi ke lokasi, rencananya entar kita mau naik itu juga supaya nggak terlalu capek jalan kaki, kan lagi hamil ceritanya.
Kalau kuat atau mau hemat bisa jalan kaki juga pastinya, saya rasa tidak terlalu berasa lelah berjalan di tengah indahnya taman bunga dan udara sejuk.

 Naik Tram
Taman Bunga Nusantara ini benar-benar memanjakan mata kami, terlihat hamparan bunga nan indah dan juga ada patung-patung binatang seperti Dinosaurus dan Merak dalam ukuran raksasa
Hamparan bunga nan indah

Menyejukkan hati yang melihat

Burung Merak Raksasa

Dinosaurus raksasa
Ada beberapa titik lokasi taman dengan gaya yang berbeda, ada taman Bali, taman Jepang, taman Mediterania, taman Perancis, taman Amerika, taman labirin, taman mawar, taman palem, taman air dan masih banyak lagi karena itu belum semua disebutkan.






Untuk yang bawa anak-anak tidak perlu khawatir ada juga tempat bermainnya kok, kayak kereta-keretaan, naik kuda dan masih banyak lagi.

Naik kuda keliling-keliling
Main kapal-kapalan
Taman Bunga Nusantara ini biasa juga dijadikan sebagai tempat foto prewedding. Pokoknya tidak rugilah bila datang ke tempat ini. Banyak keluarga atau pasangan muda mudi yang datang menikmati keindahan taman bunga ini.

Hmm mungkin cocok juga kali ya sesi foto disini pakai kostum ala India trus pura-puranya lagi lari-lari di taman sambil nyanyi-nyanyi dan menari..Ha.. ha.. ha..

Puas explore taman bunga cantik ini kami pun pulang...

Sebelum pulang kami lunch dulu di RM. Rindu Alam, sesuai dengan namanya disinilah tempat kita bisa menuntaskan rindu dengan rasa makanan yang tidak berubah dan juga dengan kenangan yang begitu melekat di hati. Ha.. ha.. ha.. Jangan lupa pesan sate ayam nya ya. Resto ini sendiri sudah ada sejak tahun 1980-an.

RM. Rindu Alam yang selalu di rindu
Karena didaerah Puncak banyak kebun teh, saya pun minta difotoin di area kebun teh.
Akhirnya parkir mobil sebentar di pinggir jalan kami pun bersiap melakukan sesi foto.
Jepret... terlihatlah senyum bahagia si ibu hamil yaitu saya sendiri... ha..ha..ha..

Area kebun teh pinggir jalan
 Oya cerita tentang taman bunga yang lainnya bisa baca di Keukenhof Gardens.

Wonderful Indonesia

Minggu, 04 Desember 2016

Bandung Bagaikan Magnet

Membicarakan Kota Bandung memang tidak ada habis-habisnya, pasti ada sisi positif dan negatifnya.
biasanya sih orang lebih ingat sisi negatifnya kan?
Saya pribadi beberapa kali ke Bandung, tidak sering juga masih bisa-lah dihitung dengan jari.
Pernah sekali waktu berdua dengan David mau foto di Gedung Sate, tapi kok ramai? ternyata.. oh.. ternyata ada demo, lupa tahun berapa waktu itu? berasa illfil-lah.

Tapi bagaikan magnet ada saja alasan untuk datang kembali, Bulan Oktober 2012, kami kembali ke Bandung dan nginap di Hotel Horison kebetulan disana ada seminar yang David mau ikutin, tidak mau rugi sehari sebelumnya kami jalan-jalan dulu ke De Ranch, tempatnya menyenangkan bisa naik kuda, ada playground juga... Pokoknya recommended-lah, tiket masuknya bisa ditukar dengan susu segar.






Malamnya kita makan di Kampung Daun, tempatnya asyik dan makanannya juga enak khas Sunda.




Selesai dinner kami kembali ke hotel untuk istirahat, tidak ada yang salah sampai disini semua nya berjalan lancar... tapi ada peristiwa Jeremy harus dibawa ke UGD, karena..... (panjang ceritanya...)
Tapi kok harus di Bandung??

Magnet itu kembali menarik kami untuk datang ke Bandung dengan sengaja, karena apa? Ya karena ada Trans Studio Bandung tentunya. Libur Lebaran bulan Agustus 2013 kami kembali ke Bandung, ramai banget, harga-harga high season semua... maknyus dah




Untuk nginap pilihan jatuh ke Trans Luxury Hotel Bandung soalnya dekat dengan Trans Studio Bandung dan Bandung Supermall (sekarang namanya Trans Studio Mall) sehingga bisa menjadi tujuan tepat untuk one stop entertainment... Hotelnya oke banget, ada playground-nya, yang bikin kids lebih senang lagi saat diajakin berenang di Swimming pool hotel, emang sih ada rupa ada harga!!

Lobby Hotel

Kamar Trans Luxury

Swimming poolnya bikin kids senang

Bisa main pasir

Sempat juga jalan-jalan ke Paris Van Java untuk makan malam dan beli susu untuk Jeremy, foto-foto juga pastinya. Hmmm keliatannya semua berjalan lancar, sampai.. David sakit perut terkena diare hingga harus istirahat di kamar... kenapa harus di Bandung sih??
yang lain tentu saja tetap menggunakan fasilitas yang ada dan tetap nge-mall dong...

Tidak kapok-kapoknya magnet itu terus menarik kami untuk datang ke Bandung, kali ini alasannya ada gathering. Tanggal 17 Agustus 2016 bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI yang ke 71. Akhirnya kami datang lagi ke Bandung...
Nginap kali ini di Terminal Wisata Graha Cikole, Gathering juga diadakan disini kok..tempatnya cukup oke memang biasa dipakai untuk Outbond, saat reservasi saya pilih type Hotel, ada juga type Camping bisa untuk 6 orang, ceritanya type camping ini kayak rumah Hobbit gitu deh..

Sebelum ke Graha Cikole, kami sempatkan dulu wisata ke Gunung Tangkuban Perahu yang melegenda dengan cerita Sangkuriang dan Dayang Sumbi, tapi hujan deras ikut menemani perjalanan kami, kok bisa gini ya di Bandung??
Awalnya mau ke Kawah Domas dulu lihat-lihat sambil foto-foto, karena hujan kita lanjut aja naik ke atas menuju Kawah Ratu dengan berharap hujan tiba-tiba berhenti, selama perjalanan hujan tetap aja deras..Eh ternyata sampai di parkiran Kawah Ratu hujan tiba-tiba berhenti.
Cihui kami turun cepat-cepat untuk foto-foto sambil cari-cari gunung yang berwujud seperti perahu terbalik tapi kok nggak ada ya? Kata mas penjual souvenir bisa di lihat dari Lembang (nggak tahu benar atau tidak) jalannya agak licin jadi harus hati-hati, singgah sebentar beli souvenir dan minuman di toko pinggir jalan, tiba-tiba hujan deras turun lagi, berlarianlah kami kembali ke mobil.
Anggap aja sudah puas, kami balik ke Hotel Graha Cikole untuk istirahat, letak hotelnya di bawah kaki Gunung Tangkuban Perahu.



 

Hari berikutnya untuk breakfast kami harus berjalan lumayan jauh menuju Pendopo Hutan, ini semacam restoran Sunda dengan balkon yang menghadap kearah hutan pinus, tapi menyenangkan kok tidak berasa capek, udaranya dingin dan segar, pemandangannya juga indah.
Agak siangan David ikut gathering. Saya ngajak kids Outbond, metik strawberry, naik ATV, lewatin jembatan gantung, kids nolak waktu diajakin Flying Fox (sebenarnya sih iseng aja ngajaknya, ngeri kali tuh Flying Fox).

Pemandangan hutan pinus

Hobbiton

Petik strawberry

Dari Graha Cikole kami lanjut ke Farm House Lembang, tempatnya keren ala Eropa gitu-lah, Begitu masuk rame banget. Tapi kok banyak noni-noni Belanda bersliweran?? Mereka berfoto dimana saja mereka suka, awalnya sih bingung sempat salah fokus perhatiin kostumnya, soalnya beda dengan kostum yang kami pakai waktu di Volendam. Ada petugas yang nyamperin kemudian cerita tentang Farm House ini trus nganterin kita ke tempat penyewaan kostum...Alamak antriannya panjang banget, apalagi si bapak itu pakai bilang kita bisa kena giliran se-jam lagi kira-kira. Untung pernah foto pakai kostum Belanda di Volendam bulan Maret 2008, jadi emang nggak terlalu pengen cuma penasaran.

Traditional Dutch Costumes

Kami jalan-jalan lagi lihat Rumah Hobbit, taman bunga dan Petting Zoo, kalau mau foto ya tetap harus rela ngantri ya. dekat Petting Zoo ada tempat penyewaan kostum ala Indian dan Cowboy yang sepi pengunjung, mungkin tempatnya kurang strategis atau bisa aja kurang peminat.
Akhirnya kita putuskan berpose disini ditemani domba-domba ber-pampers. Si mbak yang baik hati bantuin kita foto sekalian ngarahin gayanya, kamera pakai punya sendiri. Hasilnya oke banget, thanks mbak cantik. Karena sudah sore jam 5-an, entar lagi Farm House tutup, kita putuskan untuk kembali ke Jakarta, Dinner di Rest Area tentunya. Tapi pulangnya kok macet ya di Bandung??







Wonderful Indonesia