Tampilkan postingan dengan label SCB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SCB. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Februari 2021

Do Your Duty Happily


Masuk tema pelajaran baru di kelas 3 semester 2 ini anak-anak diajarkan tentang hak dan kewajiban mereka baik dirumah, di sekolah maupun di masyarakat.

Saya perhatikan Jeremy sepertinya sangat mengerti apa yang menjadi hak dia dan apa yang menjadi kewajibannya. 

Terlihat dari jawaban-jawaban Jeremy saat menjawab pertanyaan yang diberikan gurunya.

Untuk mengerjakan tugas "Do Your Duty Happily" dimulai dari tahap eksploring, dia mulai mengeksplor apa saja yang menjadi hak dan kewajiban secara umum serta dikerjakan dengan senang. 

Kemudian melakukan planning yang tujuannya memahami kewajiban di rumah dan melakukannya. Rencananya untuk media komunikasinya Jeremy mau buat poster.

Masuk tahap Doing dikasih waktu 2 minggu untuk melaksanakan kewajibannya sebagai anak di rumah dan difoto sebagai bukti.

Biasa-lah kewajiban anak dirumah selain bantu-bantu orang tua, yang paling penting itu belajar yang rajin nggak usah disuruh-suruh lagi, kalau malam doa bersama keluarga dan bergantian baca alkitab yang lainnya sesuai rutinitas wajib dia saja.



Hasilnya media komunikasi Poster-nya..


Setelah itu tinggal mempresentasikan tugasnya dan menulis refleksi. Untuk presenting karena masih pandemi jadinya divideo-in baru dikirim ke GC (google classroom)
Biasanya sih presenting di depan kelas.

Done! tugas selesai dan sudah dikumpulkan..

Happy E-Learning



Sabtu, 30 Januari 2021

INDONESIAN CULINARY

Kali ini Jeremy lagi belajar tentang Keberagaman Budaya Indonesia. Pada tahap eksploring, dia mengeksplor semua hal tentang rumah adat, pakaian adat, makanan dan minuman khas berbagai daerah, lagu dan tarian daerah serta provinsi yang ada di Indonesia.

Jeremy akhirnya sadar betapa kaya dan beragam-nya budaya Indonesia. Masuk tahap Planning, anak-anak mendapat tugas memilih makanan khas daerah-nya dan menceritakan riwayat dibalik terciptanya makanan khas tersebut. 

And then mari kita Doing.. buat JALANGKOTE.

Disebut JALANGKOTE karena pada jaman dulu kebanyakan yang berjualan adalah anak-anak kecil sepulang sekolah, nah biasanya mereka berjualan dengan cara jalan (JALANG) kaki sambil membawa terompet yang berbunyi KOTE, itulah makanya dinamakan JALANGKOTE. Jualannya dari rumah ke rumah.. 

Kayak ini ya? *lihat foto anak kecil yang tersenyum manis mengangkat sepiring jalangkote

Kalau yang ini bukan mau jualan tapi sedang menjalankan tugas dari sekolah membuat POE Indonesian Culinary untuk bulan budaya, membuat makanan khas daerah asal-nya.

Pilah pilih akhirnya pilihan jatuh pada si Jalangkote yang kebetulan juga adalah salah satu cemilan favorite keluarga kami.

Awalnya Jeremy pengen bikin kerak telur.. Tapi? Kerak telur itu berat (ribet bikinnya) biar si abang saja entar kita tinggal beli.

Finally! Kasih main 1 ons tepung untuk dia aduk-aduk, wortel dan kentang pilih yang paling kecil untuk dipotong dan ditumis (takaran bumbu tetap Mama) tidak perlu pakai pasta maker atau rolling pin cukup dia pipihkan adonan pakai botol sambil bahagia, bagian bikin pinggiran dan goreng kembali diambil alih.. Done! Tugas sudah dikumpulkan..


Resep yang biasa kami pakai ala keluarga kami adalah JALANGKOTE MAKASSAR



Senin, 22 April 2019

Beli Beras Jepang Bikin ONIGIRI ANEKA ISI.. Eits ada yang belajar sampai 7 jam!

Onigiri adalah nama Jepang untuk makanan berupa nasi yang dipadatkan sewaktu masih hangat, bisa berbentuk segitiga, bulat atau seperti karung beras. Untuk lebih mudahnya kita sebut saja nasi kepal.


Bermula dari si Papa cerita  "Jul, tahu nggak si anu sekarang jualan beras loh!" Saya menjawab "Hah? Masa sih?" Dijawab "Iya.. bla.. bla.. katanya asli tanpa pengawet, kerjasama bla.. bla.." *ngomong pindah topik ke mana-mana.. saya ngikutin alur.. sampai.. mau beras yang mana? Saya cuma ngangguk-ngangguk *bingung kebanyakan informasi.. Haiya..

Hingga akhirnya si Papa David pulang bawa.. Tarra! beras Jepang!


Saya nanya "Kamu jadi pesan yang ini? Bukannya beras merah lebih bagus?

David pun menjawab "Sebenarnya belum pesan beras apa-apa! Lupa jawab WA si anu.. Langsung dia bawain aja saat ngumpul.. Katanya cocok untuk kita, makan sedikit aja langsung kenyang.

Tapi? Si Papa malah nanya "Emang kita rencana mau pesan beras apa ya?" Malah saya yang bingung.. Ha.. ha.. ha..

Karena sudah telanjur beli beras Jepang, kita olah saja dan buktikan "Benarkah makan sedikit bisa mengenyangkan?"

Yang cocok untuk beras Jepang yang teksturnya lebih pulen dan lengket tentu saja membuat hidangan ala Jepang.

Yang paling gampang dan sederhana tentu saja Onigiri alias nasi kepal.

Beras dicuci bersih dimasak sesuai petunjuk rice cooker tinggal tambahin air kaldu, beri sedikit garam dan gula..

Siapkan isinya : Ayam suwir, Tongkol suwir kemangi dan tuna kaleng ditumis sebentar, campur dengan mayonaise dan sedikit thousand island..


Mari kita bikin bersama, masukkan nasi dalam cetakan, isi dalamnya dengan ayam suwir atau yang lainnya jangan lupa beri nori.

Tanpa cetakan juga bisa, nasi di kepal beri adonan isi, bentuk segitiga


Hasilnya.. Tarra! cantik ya.. Nyam.. nyam..


Albert pun turut berpartisipasi, dia bikin bentuk bola.. Tiba-tiba si bocah berpikir "Kira-kira teman Albert suka nggak ya?" Mereka rencana besok mau belajar bersama.. Ya sudah, entar bikinin aja..


Jadilah onigiri bentuk bola yang dilapisi nori..


Si Papa nyamperin dengan bingung "Makan siang kita cuma 'ini' nggak pakai lauk? Ho.. ho.. ho.. tenang saja. Pilih mana? Tongkol suwir kemangi saja ya? Di aduk-aduk dengan nasi terus dicetak tambahin lauk tempe orek plus sayur.. Oh sok romantis so sweet..


Tiba-tiba Albert mengurungkan niat bikinin teman-nya bola nasi, katanya takut temannya nggak suka.

Jadi? Teman aku suka donat.. Ha.. ha..ha.. Jeremy langsung teriak.. donat.. donat.. yeay!

Si Papa yang baru makan onigiri lambang cinta tanpa berpikir panjang langsung setuju pergi beli.. berhasil.. berhasil..


Keesokan harinya sesuai janji teman-teman Albert datang belajar jam 11.00 siang, saya pikir paling belajar sekitar 2-3 jam, rekor terlama mereka kira-kira 4-5 jam.. personel ganti-ganti..

Ternyata mereka belajar sampai 7 jam.. Kadang terdengar suara tawa mereka, nyanyi-nyanyi dan main bareng. Jeremy juga ikutan nimbrung..


Rajin ya anak-anak itu.. Belajar dari jam 11.00 - 18.00, akhirnya teman-teman Albert satu persatu dijemput orang tuanya.

Saya ngasih tahu Albert cara belajar bersama yang efektif sebagai tips.. Saya bilang kalau PR-nya banyak tumpukan dari 3 hari libur sebaiknya dikerjain secara nyicil masing-masing anak, terus ketemuan untuk cocokin jawaban, catat yang nggak dimengerti, entar yang bisa ngajarin, jadi waktu tidak terbuang percuma, sekarang PR kamu juga nggak selesai kan? Si Albert bilang iya..

Si bocah nyambung "Albert dengan teman-teman lebih suka kerjain bersama, kita saling berbagi, nggak mau kerjain sendiri-sendiri di rumah"

Jeremy langsung bilang "Koko main Nerf Gun sama teman-temannya, kalau mama datang mereka cepat-cepat belajar takut dimarahin.. Ha.. ha.. ha..

Just Sharing



Senin, 01 April 2019

SLC 2019

SLC singkatan dari Student Led Conference yang merupakan sarana untuk siswa mempresentasikan hasil belajarnya kepada orang tua, sehingga orang tua bisa melihat secara langsung hasil belajar siswa dan juga pemahaman mereka. Guru pun berperan serta menjelaskan perkembangan siswa.

Entar orang tua bisa memberi penilaian dan feedback serta berdiskusi dengan guru tentang hal-hal yang perlu dikembangkan dan juga target belajar siswa untuk term selanjutnya.

Hom pim pa.. Baiklah saya yang akan datang untuk memberikan feedback dan penilaian hasil belajar kids..


Biasanya SLC dilakukan pada akhir term 3 (Mid-Semester 2). Untuk tahun ini jatuh pada tanggal 29-30 Maret 2019 tergantung jadwal yang didapat si anak.

C'mon kids kita dengar presentasi kalian! Kita dapat jadwal hari Sabtu tanggal 30 Maret 2019. Sebelum masuk foto dulu..


Sesuai jadwal ke SMP dulu. Kali ini lebih simple dibanding yang dulu-dulu (Baca : SLC)

Albert langsung ngajak ke kelasnya bertemu wali kelas dan langsung presentasi pelajaran apa yang sudah dia dapatkan selama ini. Semua dilakukan dalam kelasnya sendiri.

Dari pelajaran IPA sampai matematika.. Gurunya bilang banyak hasil karya Albert dan teman-temannya dipajang menghiasi kelas..



Albert berbisik minta difotoin "sesuatu" yang luput dari perhatian. Mungkin karena kurang mencolok warnanya..

Tapi mengandung makna WELCOME PARENTS berisi gambar kartun yang ceritanya dunia bawah air. Gurunya jadi tour leader, temannya ada yang jadi putri duyung, ada yang dililit gurita besar sampai teriak minta tolong, ada yang berada dalam cangkang kerang..

Penasaran Albert dimana? Ternyata dia dalam rumah nanas. Albert jadi Spongebob ya? Si bocah tertawa-tawa geli.. Ada-ada saja..


Kita diarahkan ke Mini Hall bertemu guru BK (Bimbingan Konseling) untuk melihat target yang ingin dicapai, apakah sudah dicapai, apa yang murid lakukan untuk mencapainya, dan juga apa peran guru dalam membimbing..


Setelah selesai kami bersalaman dan guru BK bertanya pada Albert "Apa cita-cita-mu?" dan dijawab__ dan si guru-pun mengacungkan jempol.. *kasih tau nggak ya?.. Ha.. ha.. ha..

"Semua mimpimu akan terwujud asalkan kamu punya keberanian untuk mengejarnya - Walt Disney"

Setelah itu jalan ke ruang komputer, anak akan membuat 3D SkechUp untuk diperlihatkan kepada orang tua..


Kembali ke wali kelas untuk konsultasi. Guru-nya bilang Albert nggak ada masalah di pelajaran. Cuma memang anaknya kalau ditanya menjawab seperlunya..

Saya ditanya "Bagaimana dengan SLC tahun ini?" Pertanyaan standart saya pun menjawab standart "Bagus, lebih simple" Sang guru pun menyinggung tentang ulang tahun Albert yang kebetulan dia lupa. Sampai Albert menulis di group WA.. Happy Birthday To Me..

Ho.. ho.. ho.. saya tahu sekarang kenapa sepanjang perjalanan di mobil dia diam saja sibuk main HP sambil senyum-senyum rupanya dia lagi nge-chat.. (Baca : Albert's 14th Birthday)

Konon katanya kalau ada anak yang berulang tahun suka dipanggil ke depan dan didoakan bersama-sama, tapi ulang tahun Albert, sang guru lupa. Mungkin kurang kasak-kusuknya ya.. ha.. ha.. ha..

Akhir kata kita berharap Albert lebih antusias dalam berbicara dan berkomunikasi dengan baik dengan siapa saja. Kalau saya perhatikan Albert memang hanya suka berbicara dengan orang yang dia merasa nyaman dan nyambung..

Setelah itu kita langsung jalan menuju ke SD ruangan kelas 1. Sepi.. Wali kelas-nya lagi nggak ada. Hanya ada beberapa orang tua lagi menunggu.

Kami ikutan nongkrong nungguin dong sambil lihat-lihat. Ada tulisan besar menarik perhatian di luar kelas yang dipasang di papan kegiatan siswa..

TOLERANSI Itu.. BERANI MENGHARGAI PERBEDAAN "Setiap kita diciptakan dengan kondisi dan potensi yang berbeda, Namun.. Kita harus berani menghargai dan menerima satu dengan yang lain"

Semoga bukan hanya slogan tapi diterapkan juga di lingkungan sekolah..

Akhirnya wali kelas Jeremy datang dan dia heran "Kok belum mulai?" Kita juga heran "Kan lagi nunggu?" Kemudian wali kelas menjelaskan dia pergi sebentar ikut SLC anaknya soalnya tadi sepi..
Dan memang sudah ditulis panduan SLC di papan..


Oh baiklah.. Mari kita mulai.. Dari Math di mana anak diberi soal penjumlahan, agama menjelaskan kisah penciptaan sampai ciri khas anggota keluarga dan juga ketik kata di komputer..





Nggak ada yang istimewa, cuma saya agak terkaget mendengar ada teman Jeremy bicara kasar tanpa ditegur orang tuanya dan dianggap biasa saja..

Nilai Jeremy juga lumayan masih di atas KKM, cuma kata wali kelasnya ada form yang harus diisi bulan Desember 2018 waktu ambil raport, cuma Papanya buru-buru jadi bilang entar aja.. Dan sekarang menjadi tugas saya untuk ngisi..

Hmm jadi lapar, terdengar suara Albert "Mam kita makan di mana?" Saya balik nanya "Di mana ya?" Kids langsung teriak Bakmi Sin-sin.. Baiklah!

Telpon Papa dan dia mau join makan bakmi.. pesan 4 mangkuk ya! Bakminya enak..


Ngobrol asyik sama si Papa, langsung kita diajak nge-mal sekalian mau reunian dadakan sama teman masa muda..

Meluncur.. toh habis SLC dikasih libur seminggu, lumayan bisa refreshing..


Ho.. ho.. ho.. Menyenangkan sekali..

Just Sharing



Selasa, 26 Maret 2019

Parents Moments : BAHASA KASIH

Keluarga yang baik dimulai dengan cinta
dibangun dengan kasih sayang
dan dipelihara dengan kesetiaan

Tidak ada keluarga yang sempurna
namun jangan berhenti belajar menjadi sempurna

Demikianlah kata-kata mutiara yang tertulis dalam surat undangan seminar disertai Rundown acara dari sekolah Albert yang saya terima. Cukup menarik ya? Terutama kata-kata "Jangan berhenti belajar"

Baiklah saya akan hadir! Saya juga mau belajar, kan asyik tuh punya keluarga sempurna.

C'mon Albert! Mari kita belajar, dimulai dari kita berdua dulu.. Entar si Papa kita kasih tau terus praktekin ke Jeremy juga..


Sempurna menurut siapa yak? Kan sudut pandang orang beda-beda toh. Kalau di foto semua kelihatan sempurna ya.

Acaranya akan dilaksanakan hari Jumat, 22 Maret 2019, mulai pukul 08.00 - 11.00, lama juga ya?
baru mau mikir datang telat, eh masih ada sambungan kata mutiaranya..

Uang bisa dicari, ilmu bisa digali
namun kesempatan untuk mengasihi
mungkin tidak terulang kembali

Maksudnya? Saya tambah tidak mengerti. Nyambung nggak ya itu kata mutiara yang di invitation dengan topik seminar yang diadakan, kok kayak "dalam" banget? Padahal topiknya bahasa kasih untuk anak SMP..

Let me see!

Itu kata mutiara kutip darimana yak? Keren.. menyentuh jiwa, saya jadi terharu.. hiks

Saat kami masuk dalam ruangan, pembicara lagi memperkenalkan diri. Dari kesan pertama tertangkap orangnya asyik dan bakal nggak ngebosenin. Banyak candaan segar dan cerita menarik yang sebenarnya sudah terjadi dalam keluarga.. Tapi.. tetap saja suara tawa audiens terdengar.

Pembicara yang ditampilkan Ibu Henny Wirawan (Founder and Director of Meliora Learning Academy)


Beliau mengatakan kondisi yang paling sering ditemukan dalam banyak keluarga  adalah "I'm So BUSY" Sibuk dengan urusan masing-masing, tidak cukup waktu bertemu, berbicara apalagi berkegiatan bersama.

Oleh karena itu "Bonding Time", kebersamaan dalam keluarga dengan melakukan kegiatan yang bermakna bisa dilakukan.

Seperti makan bersama, nonton film, liburan, bermain dan tertawa juga bercerita tentang berbagai hal termasuk nilai-nilai penting kehidupan bisa dilakukan bersama keluarga.

Kuncinya "Be really present, here and now" Singkirkan potensi distraksi seperti TV, media sosial dan chat..

Jangan sampai kita "cuma" bisa menyuruh anak mengerjakan PR. Orang tua, si Mama main gadget terus si Papa jadi Youtuber "Jadi pemirsah.. bla.. bla..bla.."

Jadi kapan dong orang tua bisa senang-senang? "Entar kalau anak sudah besar, jangan sampai terlambat, saat anak sudah besar dan menjauh dari orang tua" Beliau bertanya, dia pula yang menjawab, audiens hanya bisa tertawa.. ha.. ha.. ha.. ada juga yang wkwkwk..

" Let your children LOVE YOU don't too busy or distracted. You may miss the PRECIOUS instant when YOUR KIDS NATURALLY want to give you A Hug or A Kiss. BE PRESENT in their PRESENCE"

Karena "Kelak, anak akan mengingat (seberapa banyak dan berkualitas) kebersamaan dengan anda"
Papa-mama hadir saat saya perform, saat anak sedih dan mendapat pelukan hangat disertai kata-kata semangat"

TO BE IN YOUR CHILDREN'S MEMORIES TOMORROW, YOU HAVE TO BE IN THEIR LIVES TODAY. -Unknown

Resep agar anak merasa dicintai..
  • 8-12 sentuhan perhari. 8 kali, agar anak merasa terhubung dengan orang tuanya dan 12 kali ketika anak menghadapi waktu-waktu sulit.
  • 1 percakapan bermakna, eye-to-eye.
  • 9 menit penting dalam tiap hari. 3 menit segera setelah bangun pagi, 3 menit setelah kembali dari sekolah dan 3 menit sebelum tidur.
Sekarang kita semua diajak untuk praktek secara langsung, hubungan orang tua dan anak agar lebih bisa saling memahami.

C'mon Albert! Kita saling memandang dan berkata seperti yang disuruh speaker, kita berpelukan dan Mama cium pipi Albert dan memberikan kata-kata yang membangun. 

Guru-guru sibuk mengabadikan moment terutama yang menjiwai peran terus ditampilkan di layar. Lagu-lagu tentang hubungan orang tua dan anak diperdengarkan supaya suasana lebih "dapat" 
♬ sewaktu ku masih kecil, gembira dan senang.. lanjut dengan lagu ♫ ambilkan bulan bu.. la.. la.. untuk menerangi di malam gelap.. ♬

Jangan pernah membandingkan anak kita apalagi menghina dengan kata-kata menyakitkan.

WORDS MATTER, WHAT YOU SAY, WHEN YOU SAY IT AND HOW YOUR MESSAGE IS DELIVERED DRIVES RESULTS.

Kalau kata si Papa David tentang memahami bahasa cinta tidak sulit. katanya "Kalian sudah jadi satelit sekian lama" Jadi tahu-lah bahasa cinta masing-masing..

Seperti Albert yang anaknya rada pendiam dan cuek, ngomong seperlunya, tipe pemikir tapi dia tahu disayang dengan mengelus rambutnya, memeluk dan memberi kata-kata positif.

Kalau si kecil Jeremy suka didengarkan walaupun cerita dia aneh dan kadang susah dimengerti, tentang Thanos vs Doomsday atau cerita dia bikin komik yang gambarnya "alamak" langsung kita kasih les dia di Global Art ambil cartoon comic. Supaya gambarnya lebih bagusan, konsep cerita sudah oke walaupun sedikit aneh. Tapi-kan si bocah juga ingin dimengerti.. Ha.. ha.. ha..

Kalau saya? Sama dengan yang lain-lah "Wanita ingin didengar, dimengerti dan disayang"
Kalau si Papa? Sama dengan pria lain dengan tambahan "hargailah dia sekecil apapun pengorbanannya" Contoh kecil "Thank you sudah ambilin minum"

Ternyata kata-kata mutiara ".. namun kesempatan untuk mengasihi, mungkin tidak terulang kembali" yang ada di invitation ternyata berkorelasi dengan kata-kata yang diucapkan speaker "Nikmatilah hari ini.."

You will never have this day with your children again. Tomorrow they'll be a little older than they were today. This day is a gift. just breathe, notice, study their faces and little feet. Pay attention. Relish the charms of the present. Enjoy today, it will be over before you know it.

Tanpa sadar saya langsung bernafas lebih dalam dan memperhatikan wajah Albert, teringat wajah dan langkah kecilnya sewaktu dia belajar jalan dan sekarang dia sudah menjadi besar. Mulai sekarang saya akan belajar menikmati kehadiran dan tingkah remajanya yang kadang sulit dimengerti.

Speaker masih terus berbicara, samar terdengar "dan untuk anak sendiri bisa belajar, waktu bersama orang tua terbatas, suatu hari kelak kamu akan kuliah, bekerja dan berkeluarga, punya kesibukan sendiri dan orang tuamu pun sudah menjadi tua, jadi nikmatilah setiap moment berharga bersama orang tua-mu.."

Tahap demi tahap kami lewati, Tanya jawab berlangsung seru semua seputar remaja dan permasalahannya. Ada orang tua yang merasa semakin besar anak semakin ada jarak, ada yang anaknya malu dipeluk orang tua, ada yang anak diajak family time tapi menolak karena lebih suka pergi dengan teman-temannya, juga soal gadget pun dibahas..

Akhirnya tiba saat family time sekaligus menikmati snack yang disajikan. Anak mojok bersama orang tua ngobrol asyik, bercerita tentang apa saja. Saya lihat suasana cair, ada orang tua yang elus rambut anak dengan sayang. Kami juga larut dalam cerita seru. Kesempatan ini dipakai guru untuk mengambil moment foto.. Cheers..


Sekarang masuk tahap Play and Share.. alias bermain bersama antara anak dan orang tua..
Kita diberi kertas untuk mencocokkan jawaban, kompak nggak orang tua dan anak.. Gampanglah itu walaupun ada juga jawaban yang nggak cocok..

Tapi pas pertanyaan "Apakah anak anda pernah jatuh cinta?" Saya jawab "nggak pernah" ternyata Albert "merasa pernah." Ha? Kapan? Dia dengan santai jawab "Mama lupa ya? Itu waktu TK, Mama juga yang nolongin waktu Albert jatuh dari tangga" Ha.. ha.. ha.. salah dengar dia..

Tanpa terasa seminar pun selesai, asyik dan tidak membosankan.. 

Orang tua diijinkan pulang dan anak lanjut belajar..

Lewat kedai bakmi langsung ngerasa lapar. Cukuplah semangkuk bakmi ayam jamur pakai bakso mengisi energi kembali.. nyam.. nyam..


Bye.. bye.. sampai jumpa dicerita selanjutnya.. see you..

Just Sharing


Sabtu, 09 Maret 2019

PLANTS and ANIMALS Lovers

Seperti biasa setiap akhir tema pelajaran, siswa diberi tugas untuk membuat karya yang berhubungan dengan tema yang sudah dipelajari.

Belajar tema DIRIKU mereka membuat jurnal tentang cara merawat anggota tubuh mereka sendiri dalam bentuk jurnal (Baca di : My Super Body) kalau belajar tema KELUARGAKU para siswa ditugaskan membuat dokumentasi bersama keluarga inti tentang kegiatan apa saja yang dilakukan bersama (Baca di : LET US MAKE A MOMENT)

Kali ini para siswa di kelas Jeremy masuk ke tema tentang benda, hewan dan tumbuhan. Belajar tentang hewan berkaki empat, berkaki dua dan juga tanaman obat, tanaman hias dan lain-lain. Jeremy jadi suka ngomong tentang herbivora, karnivora terus cara hewan bernafas. Gunanya kumis kucing, daun sirih dan lain-lain..

Menyambung pelajaran di sekolah untuk lebih mengerti tentang pelajaran yang sudah diajarkan para siswa diajak ikut wisata edukasi ke Bogor untuk melihat lebih dekat tanaman dan hewan serta berinteraksi didalamnya (Baca ceritanya di : Field Trip ke KUNTUM FARMFIELD BOGOR)

Tidak sampai disitu, anak-anakpun ditugaskan membuat jurnal yang inovatif tentang merawat hewan atau tumbuhan yang bisa mereka pilih sendiri.

Dan pilihan Jeremy adalah tumbuhan yang paling mudah dirawat yaitu kaktus. apalagi si kaktus bisa dijadikan tanaman meja dan bisa di taruh dalam rumah atau dihalaman. Praktiskan?


Nah sebelum membuat jurnal diberikan kertas planning yang mereka isi sendiri. Lumayan-lah Jeremy sudah mulai mengerti seperti apa jurnal yang ingin dia buat. Kayaknya dia mulai serius mau merawat tanaman. Tapi?

Pas pada pertanyaan "Aku merawat hewan/tumbuhan karena____" dijawab si bocah dengan santai "tugas dari sekolah" Ha.. ha.. ha.. belum ada kesadaran bercocok tanam, tapi pada pertanyaan " Aku bersyukur karena___" Jeremy pun menjawab "bisa belajar merawat tanaman" Hmm akhirnya ada kesadaran juga..

Ya sudahlah kita beli aja yuk! terlihatlah deretan kaktus yang dijual..


Pilihan Jeremy kaktus kecil yang kayak di padang gurun ada duri-durinya..


Ada petunjuk perawatannya, kurang lebih seperti ini cara merawat kaktus :
  • Penyiraman dilakukan 2 x seminggu, jangan sampai terlalu basah atau sampai tergenang.
  • Pemupukan cukup dilakukan 1 bulan sekali. Bisa pakai pupuk NPK 5-8 butir dibenamkan disekeliling media tanam.
  • Letakkan tanaman pada tempat yang tidak terkena hujan tetapi cukup mendapat sinar matahari.
  • Untuk tanaman dalam ruangan, secara berkala setiap 4-5 hari sekali dibawa keluar untuk mendapatkan sinar matahari selama 1 hari.
Mudah banget ya cara merawatnya? 

Jeremy rajin siram kaktusnya 2 x seminggu..



Bahkan seminggu sekali diajak jalan-jalan berjemur, diangkat dan diliatin.. Biasa-lah mainan baru.


Akhirnya setelah 2 minggu merawat si kaktus, jurnalpun selesai dan siap dikumpul disekolah..


Tugas ini akan dipresentasikan depan kelas, anak-anak akan menceritakan tentang tumbuhan pilihan mereka dan perasaan saat melakukan "Doing"

Just Sharing



Senin, 25 Februari 2019

Colour FUN WALK and FUN GAMES

Kegiatan Family day untuk SD kali ini mengusung tema "Happy Family & Stay Together in SCB" yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 23 Februari 2019.


Dari judulnya saja sudah jalan santai berwarna, seperti apa ya? Terus games keluarganya seperti apa? Jeremy bilang cuma disuruh bawa sarung dan penutup mata untuk main game terus ikat pita di tangan sesuai dengan kelas masing-masing anak.

Tibalah hari H, siap-siap sekeluarga ikutan Family Day di sekolah Jeremy. Tapi? Kok yang datang pada pakai baju kaos putih ya? Ya ampun saya lupa dress code-nya emang disuruh pakai kaos putih yang akan terkena warna. Ada lomba mewarnai-kah?

Jadi bagaimana dong? Albert hampir mogok terus bilang tadi pagi sempat nanyain pakai baju apa? Kata mama "yang ada aja"

Si Papa malah bilang lihat saya pakai kaos hitam dia jadi ikut-ikutan.. Ha.. ha.. ha..

Mereka berdua berencana pulang ganti baju, saya disuruh masuk antar Jeremy sendiri.

Ha? Masalah kecil dibesar-besarkan. Sudahlah mari kita salah kostum bersama.. Ha.. ha.. ha.. yang penting Jeremy sudah pakai kaos putih, kita kan cuma pemanis eh pendamping.

Akhirnya Jeremy berkumpul ditengah lapangan bersama teman-temannya diatur sesuai kelas.

Para pendamping di pinggir lapangan ber"transaksi" di bazar makanan..

Ceritanya sekolah menyediakan lapak gratis berupa meja dan yang "buka lapak" perwakilan masing-masing kelas. Banyakan sih jualan makanan. ini nih lapak kelas Jeremy yang jualan mie goreng, choi pan, roti boy, puding.. semuanya enak-enak dan buatan sendiri dari para mami perwakilan kelas.


Jangan sampai ketinggalan beli juga dong! Sedikit dulu entar rencana mau lihat jualan kelas lain juga.


Sebenarnya pengen dengar apa sih yang diomongin ke anak-anak yang ngumpul, tapi apa daya "buka lapak" alias bazar lebih menarik. Sambil ngemil dengerin sepintas tentang "untuk apa family day?" tema yang diambil tahun ini, entar saat mulai jalan bagaimana rutenya.. bla.. bla..

Anak-anakpun bubar dengan teratur untuk berjalan bersama guru dan didampingi orang tua sesuai kelas. Mulai dari kelas VI SD diikuti kelas berikutnya..


Mari kita jalan bersama.


Dari sinilah saya mengerti arti "Colour Fun Walk" dan mengapa dress code-nya kaos putih.. Rupanya sepanjang jalan ada yang lempar-lemparin baju kita pakai tepung berwarna-warni bahkan ada mobil panitia yang lewat juga ikut lemparin tepung berwarna-warni sambil nyanyi-nyanyi..

Sepanjang jalan ada keseruan, bernyanyi bersama, bercanda dan sesekali perang tepung berwarna terdengar teriakan dan tawa sepanjang perjalanan.. Lumayan capek juga tapi nggak terlalu berasa. Sepertinya ada tuh kita jalan 2 km lebih..

Akhirnya tiba di sekolah.. bubur ayam menanti!! Bahkan ditawarin yang kaos putihnya belum berwarna mau diwarnain lagi sama panitia alias dilemparin tepung berwarna..


Acara pun berlanjut dengan acara adu bakat, ceritanya yang menang entar dapat hadiah dan juga ada lomba-lomba keluarga. Yang mau ikut daftar dulu dan diakhiri dengan door prize.

Berhubung ada acara lain, kita sih nggak ngikutin Family Day sampai selesai..

Menyenangkan dan seru pastinya..

Just Sharing


Rabu, 20 Februari 2019

Field Trip Ke KUNTUM FARMFIELD BOGOR

Proses belajar mengajar siswa tentu saja tidak hanya di sekolah tetapi mereka juga diajak untuk melihat lingkungan di sekitarnya.

Banyak hal yang bisa dipelajari dari proses belajar mengajar di luar sekolah, paling bagus sih sesuai dengan tema yang sudah diajarkan, jadi anak lebih mengerti secara mendalam.

Sekolah Jeremy pun melakukan hal yang sama. Beberapa kali anak diajak ikut field trip tentu saja si bocah senang dan pulang bercerita dengan antusias.

Yeeay! Karena lagi belajar tentang Benda, Hewan, dan Tananaman di Sekitarku, program outing-nya kali ini mereka diajak untuk belajar berkebun dan merawat hewan dan tanaman. Asyik ya wisata edukasinya.


Akhirnya hari yang dinantikan pun tiba tepat tanggal 15 Februari 2019 sesuai rencana program EOTC akan dilaksanakan. Sehari sebelumnya para siswa SD kelas 1 dibriefing dulu..

Tapi? Pulang sekolah..

Jeremy yang awalnya semangat jadi layu sebelum berkembang. Si dia bilang "Nggak jadi ikut deh" terus dia cerita disuruh bawa botol kosong soalnya. Untuk apa? Katanya kalau di bis nggak bisa nahan pipis, disuruh pipis dulu di botol. Bayangin? Pipis sambil diliatin teman, terus kalau teman aku pipis, bis-nya goyang-goyang tumpah kena aku gimana?

Haiya masalah kecil itu! Setiap masalah pasti ada jalan keluar tinggal dicarikan solusinya. Benar kan? "Serahkan kekhawatiranmu pada Tuhan"

Justru moment seperti ini sayang untuk dilewatkan. Sebenarnya sudah agak lama saya berencana pengen bawa kids ke sana berwisata sambil belajar, cuma akan lebih menyenangkan bersama dengan teman-teman seumuran dan juga dibimbing sama guru dan guide dari Kuntum untuk menjelaskan. Di sana mereka bisa belajar, bermain dan tertawa bersama..

Akhirnya.. Taraa siap-siap dari sekolah menuju bis..


Entar tinggal dengar ceritanya dari Jeremy saja, tapi gambaran besarnya kurang lebih sudah tau-lah banyak wisata edukasi model begitu, cuma pemandangan dan keseruannya saja yang berbeda.

Kalau saya bilang sih itu anak-anak bakalan senang mereka bisa memberi makan ikan, anak sapi, petik sayuran dan kalau beruntung bisa diajak naik kuda.

Eh beneran! Jeremy pulang sekolah bawa kantong yang isinya ubi merah yang penuh tanah dan daun salada yang masih berakar di tangan kiri terus tangan kanannya bawa kantung tanah berisi tanaman yang katanya mau dia rawat, siram 2 kali sehari.

Si bocah bilang dia paling suka kasih makan kelinci, terus cabut-cabut sayur tapi nggak suka kasih susu ke sapi. Di sana harus tahan bau soalnya tanahnya dikasih pupuk, nggak boleh takut kotor entar bisa cuci tangan. Pada dasarnya si bocah senang dan menikmati.

Dengan bangga dia bilang makan siang pakai sayur tawar.. salad. walaupun nggak enak tapi sehat.

WC-nya walaupun tidak terlalu bersih tapi nggak jorok dan bau, jadi bisa pipis.

Terus ada barang yang mama suka! Jeremy tersenyum rahasia sambil ngambil sesuatu dari tas-nya dan taraa.. gantungan kunci Kuntum Farmfield.

Mari kita simpan sebagai tambahan koleksi dilemari pajangan.. Ma kasih sayang..


Hmm lumayan positif responnya..

Untuk anak-anak seusia mereka terkadang ada rasa khawatir saat melepaskan mereka pergi field trip, entar begini.. entar begitu.. tapi tetap berdoa dan percaya banyak hal positif yang bisa mereka dapatkan melalui belajar dengan alam dan berinteraksi dengan teman dan guru juga melatih kemandirian mereka..

Tetap Semangat!


Selasa, 13 November 2018

LET US MAKE A MOMENT

Seperti biasanya, di sekolah Jeremy setiap akhir tema, siswa wajib membuat karya sesuai dengan tema yang sudah dipelajari.

Kali ini mereka belajar tentang keluargaku, apa arti keluarga, siapa saja anggota dalam keluarga inti, peran dan tugas masing-masing anggota keluarga inti. Juga diajarkan cara berinteraksi yang baik dengan anggota keluarga yang lain dan juga harus mematuhi tata tertib yang sudah disepakati bersama.

C'mon Funtastic Four "Let Us Make a Moment." alias mari kita foto bareng.. Action! Biarkan semua momen itu terbingkai indah dalam kenangan yang tidak terlupakan.


Tema pelajaran yang lalu tentang Diriku, siswa ditugaskan membuat jurnal kreatif tentang cara merawat anggota tubuh yang mereka pilih sendiri dengan tema My Super Body.

Nah yang sekarang temanya "Let us make a moment" belajar tentang keluargaku.

Untuk membuat tugas tentu saja ada tahapannya, dimulai dari tahap Planning kemudian Doing yang dikerjakan siswa dibantu orang tua baru kemudian masuk tahap Communicating, semacam presentasi didepan kelas..


Dalam tema "Let Us Make a Moment" siswa ditugaskan membuat perencanaan sebuah dokumentasi momen bersama keluarga sebagai ucapan terima kasih kepada keluarga inti (bentuk dokumentasi sesuai imajinasi siswa)

Si bocah mengisi sendiri form kertas Planning sesuai dengan keinginan dia, saya sih nggak ngarahin.. biarin saja. Iseng ngintipin dia nulis katanya mau bikin dokumentasi dalam bentuk kolase mini album karena bagus. Alat dan cara membuat semuanya dia jabarkan dengan baik..


Sampai pada pertanyaan Dokumentasi ini aku buat sebagai ucapan terima kasihku kepada : (dijawab) Mama,  Karena : dibantuin. Saya godain Jeremy "Kok Papa dan Koko nggak diucapin terima kasih sih? Terus kenapa nggak bilang aja karena disayang?"

Dijawab si bocah, Papa dan Koko suka marah-marah, kalau Mama kadang suka marah-marah, miss di sekolah suka marah-marah kalau aku tulis salah-salah, teman aku suka tuduh-tuduh aku, beginilah.. begitulah.. Eh malah curhat si bocah.. Ha.. ha.. ha..

Terus? Iya semua orang di dunia ini suka marah-marah kecuali Jeremy (pasang tampang cemberut).. Ha.. ha.. ha

Nggak salah? Albert bilang, "Siapa yang suka main game kalah marah-marah?" "Terus kalau nggak dibantuin bikin prakarya marah-marah? Nggak dibeliin mainan marah-marah?" Si bocah langsung tertawa malu.. Ha.. ha.. ha..

Ada lagi "Eh kalau bilang Papa suka marah-marah nggak dibeliin hadiah Natal nih!"

Tambahan lagi "Iya tuh! Jadi siapa yang suka marah-marah?" Saya juga nggak mau kalah.. Ha.. ha.. ha..

Kalau bikin tugas ya begini banyak intermezzo-nya..

Planning sudah selesai dikerjakan sekarang masuk ke dalam tahap Doing..

Rencananya entar mau dikerjakan di sekolah tapi bahan-bahan yang dibutuhkan entar saya bantu siapkan. Kan Planningnya saya yang cetakin foto, gunting dan buatin keterangan. Entar Jeremy bagian hias dan tempel-tempel.

C'mon Jeremy, pilih fotonya! Terus kamu mau dokumentasi foto tentang apa? Pilihan Jeremy waktu liburan di Legoland, saat ulang tahun dan juga kegiatan bersama di rumah, kata dia seru..

Pas mau di-print fotonya, baru sadar printer di rumah bermasalah warna hitam nggak keluar, jadinya gambarnya pucat dan bergaris. Si Papa sudah berusaha benerin eh bukannya tambah benar malah sekalian nggak bisa nge-print.. Ya sudah-lah bawa ke service center itu printer kesayangan.. Cetak di pusat cuci cetak foto aja, Rp 2000-an selembar.

Nah ini nih alat dan bahan yang diperlukan, sederhana dan mudah diperoleh nggak usah ribet yang penting maksud dan tujuan tercapai. Captionnya tulisan saya saja terus ditebalkan sama Jeremy. Hias dengan sticker kata-kata Nice, Fabulous, Cool, Proud of you dan lain-lain..


Entar Doing-nya di sekolah tapi ajarin dulu posisi peletakan fotonya di rumah nanti tinggal tempel di sekolah terus hias dengan sticker, kurang lebih kayak begini hasilnya..




Jeremy mempersiapkan kata-kata untuk Communicating, eh si bocah langsung berubah dari rencana semula, katanya dia berterima kasih pada Papa, Mama dan Koko yang sudah sayang sama dia dan dia bersyukur punya keluarga yang seru.. Ha.. ha.. ha..

Jeremy langsung peluk dan cium kami satu persatu dan kami pun berpelukan bersama.. Berpelukan!!

Memang terkadang sebuah momen bisa terlupakan begitu saja. Dalam berkeluarga tidak semua hal itu indah tapi butuh perjuangan dari setiap anggota keluarga termasuk anak-anak. Harus ada cinta, pengertian dan pengorbanan..

Pengorbanan? Ya iya-lah.. didalam pengorbanan tentu saja ada pengertian yang didasari cinta.. Topiknya makin berat ya? Padahal cuma bantu Jeremy ngerjain tugas dokumentasi dia.. ha.. ha.. ha..

Sebuah momen keluarga tidak hanya disimpan dalam hati saja bisa lupa soalnya, tapi bagus juga di jaman yang serba canggih ini secara berkala ditiap momen penting dalam hidup boleh-lah diabadikan sebagai pengingat..

Di rumah, kami juga membingkai foto-foto dan diletakkan ditempat strategis seperti di tangga, bahkan rak sepatu juga dipercantik dengan momen kebersamaan melalui foto dan juga tempat-tempat yang mudah dilihat sekalian mempercantik dinding.


Albert pernah bilang kalau lagi jengkel sama Jeremy adiknya terus lihat foto kebersamaan mereka berdua saat bermain, berlibur bersama apalagi waktu Jeremy masih kecil lucu banget terutama kakinya yang gemuk dan kenyal kayak squishy, dia langsung nyesal habis marahin adiknya. Yang terjadi mereka bermaaf-maafan padahal belum lebaran dan damai kembali..

Oke guys! LET US MAKE A MOMENT

Just Sharing