Masih dalam suasana tahun baru tepatnya hari ketiga di tahun 2021. Suasana libur Natal dan Tahun Baru masih terasa hangat menyapa.
Kita jadi pengen plesiran dong, tapi ke mana? Ahaa.. *lampu dikepala menyala.. ke Pantjoran PIK aja lagi yuk!
Suasana Pecinan mulai terasa dari gerbang masuknya yang banyak orang foto-foto.. Lumayan ramai-lah tapi masih terkendali.
Di seberangnya ada Pohon Natal besar yang menjadi daya tarik untuk berfoto, apalagi ada kereta-keretaan Santa.. Gantian-lah pengunjung berfoto dengan riang. Kayaknya ini pohon Natal mejeng karena memang lagi season Natal dan Tahun Baru.
Cuaca mendung menyapa, sedikit rintik hujan mulai turun, wah harus cepat-cepat ini.. lapangan terbuka begini kalau tiba-tiba hujan bisa bubar jalan berlarian ke mana-mana mencari tempat berteduh, nggak bawa payung soalnya.
Dalam hati sih berharap kalau bisa jangan hujan dulu. Tunggu selesai plesiran kita..
C'mon kita masuk ke area kuliner-nya. Masih terlihat orang-orang antusias berfoto di spot-spot unik dengan berbagai gaya, itu bus merah juga nggak lepas dari sasaran..
Masuk lebih ke dalam terlihat jalanan kecil yang kiri kanan-nya banyak resto-resto chinese food, Hmm menarik! Mirip di Glodok tapi yang ini lebih nyaman dengan gaya klasik modern.
Ada Cai Shen Ye yang merupakan dewa kekayaan, harta atau rezeki yang memberi kemakmuran dalam mitologi China.
Eh terlihat pula jasa penyewaan baju tradisional Tionghoa, cocok-lah biar berasa-rasa kayak di negeri China. Kalau dipikir di jaman lagi pandemi COVID-19 begini ada yang mau nggak ya? Mungkin saja ada tapi berani nggak ya?
Akhirnya sampailah kita di resto pilihan yaitu May Star yang adalah chinese dimsum resto, ini resto punya beberapa cabang yang kebanyakan di mal, awal berdirinya tahun 2007.
Nah kita mau yam cha di May Star jadi pesan 2 porsi nasi goreng dan 6 macam dimsum. Di cabang PIK ini cuma ada 2 macam nasi goreng yaitu Nasi Goreng Ayam atau Ikan Asin dan Nasi Goreng Pantjoran, yang kata mbak-nya seporsi bisa untuk 3-4 orang. Alamak mana cukup 😀 pesan 2 dah!!
Dimsumnya pao telur asin yang warnanya item (pengen tampil beda dari resto dimsum lainnya) cha siew pao, siu mai spesial, xiao long pao, lumpia dan hakau.
Seperti biasa sambil nunggu kita foto dulu dong..
Ngelirik ke bawah.. wuiss kayak ngelihat pemandangan di film-film silat..
Resto-nya cozy dan bersih, model-model klasik modern, penataan meja rapat-rapat jadi terkesan sempit mirip-mirip-lah dengan resto dimsum di Hong Kong.
C'mon kita lanjut jalan-jalan lagi! Eh itu ada dessert kayaknya enak. Singgahlah sebentar ikut antrian..
Taraa.. es keju pun siap jadi penutup kuliner hari ini..
Oh tidaaak 😜😅 ternyata masih ada lagi.. I Fumie Binjai porsi besar sudah menanti, bisa dibagi-bagi kedalam 4-6 porsi kecil, rasanya sih tidak wow.. tapi menang banyak doang..
Nggak habis.. Bungkus koko!!
Kayaknya kalau di tempat kulineran begini, peganglah tangan pasanganmu jangan sampai lepas.. ha.. ha.. ha..
Mari kita pulang!! Gantianlah sama yang lain.. Naik mobil, baru jalan sebentar tiba-tiba.. turunlah hujan yang lumayan deras..
See you.. sampai jumpa dicerita selanjutnya. God Bless..
Siap-siap! kata si Papa David.. Mau ke mana? Dijawab: kulineran dunk.. ke Wong Fu Kie, itu salah satu resto legendaris yang sekarang buka di PIK, pusatnya di Perniagaan.
Baiklah mari kita pergi! Siapa sih yang bisa nolak kalau diajak makan apalagi yang legend gitu.
Sampai di Pantjoran PIK, suasana Pecinan terasa hangat menyambut.. lebih tepatnya panas terik.
Olala bertebaran-lah resto-resto favorite dari yang jadoel sampai yang masih pendatang baru tapi sudah lekat di hati.
Menetapkan hati tetap ke tujuan semula. Setelah sampai pesan ini itu, Kata si mbak-nya sih yang favorite dan banyak disukai itu Mun Kiaw Mien sama Lindung cah Fumak. Baik-lah itu mie kita pesan tapi yang lindung (belut) kita ganti dengan Gurame Tahu Tausi ditambah Kodok Goreng Mentega, Lumpia udang dan Pokcoy Bawang Putih.
Sambil tunggu, foto dulu dong..
Sekalian foto suasananya, ramai terkendali tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Akhirnya yang dinanti pun tiba.. Asyiiik.. nyam..nyam..
Awalnya saya tidak tahu ini resto dibilang legendaris dari mana, sambil lihat-lihat sekeliling, dari arsitekturnya dibikin model-model retro, tempatnya bersih dan rapi.. ya.. iyalah namanya juga bangunan baru..
Sambil nunggu yang lain sapu bersih makanan entah itu jahe-nya, potongan timun, tausi-nya pokoknya "makan jangan bersuara" saya pun menuju kasir. Diminta mbak kasir ngisi angket..
Beres.. siap-siap balik meja tiba-tiba disamperin engko2 yang cukup berumur bilang "Ini untuk kamu!" ngobrol sebentar terus pas saya buka.. Taraaa.. Sumpit bertuliskan "Wong Fu Kie since 1925"
Hmmm sekarang tanggal 26 Desember 2020. Sudah berapa tahun ya ini resto? Masuk "Legend"-lah.
Anggap-lah ini resto jadoel di lokasi baru yang tempatnya lebih homy, nyaman pakai AC lagi.. sesuatu banget di saat panas terik.
Bye.. bye sampai jumpa lagi di cerita selanjutnya..
MRT yang merupakan singkatan dari Mass Rapid Transit, kalau di Jakarta diterjemahkan jadi Moda Raya Terpadu, adalah sistem transportasi mengunakan kereta rel listrik yang berjalan cepat.
Senang dong? Mau coba naik? Mau.. mau.. tidak pakai nolak. Akhirnya kesempatan itu datang. Tanggal 3 April 2019 bertepatan dengan libur Isra Miraj, kita sepakat untuk cobain sekalian staycation, mumpung kids juga libur sekolah, kan habis SLC 2019.
Kayaknya kalau ambil jalur MRT dari stasiun Blok M, asyik juga ya? Sekalian nge-mal dan nginap daerah sana..
C'mon guys kita mulai perjalanan! Titip barang di hotel, karena belum bisa check in.. Langsung cap cus nyebrang..
Oya hotel pilihan kami Golden Boutique Hotel yang terletak di area Blok M Square. Di sepanjang perjalanan ke Plaza Blok M, kita akan disuguhi pemandangan tempat kuliner khas Jepang, hiburan dan pijat, sampai David bilang ini area Little Tokyo. Beneran nggak sih?
Tamu hotel kayaknya kebanyakan kiriman dari perusahaan untuk pelatihan ataupun perjalanan bisnis, tidak ada kolam renang, tapi disediakan ruang karaoke keluarga..
Lokasi strategis dekat dengan Mall dan tempat makan..
Kita langsung nyebrang menuju Blok M Plaza, rencananya mau makan siang. Di mana ya? Pilihan kami jatuh di Ta Wan, dan setelah selesai makan langsung naik ke MRT Station yang terintegrasi dengan mall.
Tapi kok banyak tenant makanan yang biasa ada di beberapa mall baru mau buka? Ada Holysteak, makanan Korea, Ramen Jepang dan lain-lain..
Suasana mall cukup oke, tapi kelihatannya dulu pernah sepi, soalnya banyak toko yang tutup dan sekarang mulai bangkit lagi dengan tenant baru dan tenant lama yang ceritanya "New Concept".
Kata si Papa David soalnya untuk ke sini aksesnya susah jadi bikin orang malas tapi dengan adanya MRT jadi 'hidup' kembali.. Kok si doi pintar ya? Jadi kayak kamus berjalan..
Baca berita dong sayang, kan tinggal google cari beritanya.. Ha.. ha.. ha.. Haiya..
And so guys, rajin membaca nggak ada ruginya kok, yang penting jangan nge-hoax ya.. Sama satu lagi nonton iklan! Asyik juga bisa dapat tempat rekreasi baru yang kekinian ala main-main salju biar adem (Baca di postingan selanjutnya)
Kalau jalur MRT terintegrasi dengan mall asyik juga ya? Jadi kayak di Singapura..
Mulailah kita berjalan masuk.. Menurut info yang didapat dari internet, mulai bulan April kita sudah bisa beli tiket di mesin tiket otomatis, kenyataannya kita pun disuruh antri untuk membeli tiket.. capek deh..
Panjang juga ya antriannya? Mungkin pada mau cobain MRT Jakarta kali yak.. Lagi diskon 50 persen selama bulan April 2019, bukan yang uji coba gratis..
Kita pun masuk dalam antrian untuk membeli 4 buah tiket menuju Stasiun MRT Bundaran HI, tiket ini bisa dipakai sekali jalan saja sesuai tujuan stasiun.
Kalau mau lanjut ke stasiun lain lagi tinggal top up, kalau sdh selesai bisa refund. Tapi ngantrinya bikin takjub ya? Kayaknya waktu terbuang banyak deh..
Tapi tenang saja ada roll banner yang menutupi mesin tiket otomatis yang lagi "out of service" tertulis "Satu Kartu Untuk Semua Perjalanan" dan si kartu dinamakan Jak Lingko. Tunggu saja tanggal rilisnya..
Mari kita ngantri lagi untuk masuk ke dalam MRT nya. Antrian juga membludak karena mesin tap-nya tidak berfungsi baik. Kadang bisa kadang macet.. Tertinggal-lah si Papa dan anak-anaknya..
Petugas tidak tahu masalah dimana, kita juga nggak mengerti.. Tapi semua terselesaikan dengan baik.. Petugasnya yang nge-tap, kalau macet dia pakai kunci supaya bisa terbuka..
Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih baik..
Kita pun bersiap untuk naik MRT yang katanya tiba setiap 10 menit, nggak terlalu ramai jadi bisa duduk menunggu dengan sabar..
Tapi jangan ditanya.. begitu kita masuk "alamak" penuh sekali jadi berdesak-desakan. Untung dalam MRT dingin jadi nggak ada yang keringetan.. Aman dah! Ini salah gerbong atau apa ya? Ramai banget..
Hidup memang berwarna-warni seperti kaos yang kami pakai hari itu.. Kata si biru "Stay Creative" disambut si merah "Simple is Beautiful" dan si kuning menjawab "Feel Good" semua akan merasa seperti si putih "Fantastic".. Cia yo!
Jarak dari Blok M ke Bundaran HI sekitar 15 menit naik MRT, tidak berasa lama dan cukup menyenangkan..
Terdengar suara si Papa.. "Foto dulu sebelum pintu MRT tertutup" dan si doi bergaya bak superhero.. Keren darling! Daripada dia minta foto ulang-ulang bisa berabe kan.. Ha.. ha.. ha..
Sampai di stasiun Bundaran HI ternyata ramai sekali, baik jalur yang masuk maupun keluar..
Kids merasa lelah sepertinya dari tadi belum duduk..
Mungkin ini salah satu penyebabnya kenapa banyak yang duduk di lantai dan mulai mengeluarkan bekal. Seperti yang terlihat di sebuah media sosial yang beredar.
Kami sih sebelum naik MRT sudah makan dulu untuk antisipasi keadaan seperti ini..
Sebenarnya pengen naik MRT lanjut ke Senayan City mau lihat Bazar Kids Station. Tapi? Pilihan terbaik saat ini keluar stasiun bundaran HI..
Dan berjalan-jalan bagaikan turis di tengah panas terik menuju Plaza Indonesia cari tempat ngadem sekalian ngemil.
Melihat kondisi jalanan yang macet dan berfoto serta menyeberang lewat pelican crossing bukanlah ide yang buruk untuk jalan-jalan di Jakarta..
Foto dulu di pelican crossing
Mengambil foto dari berbagai sudut di Bundaran HI menarik juga..
Sampai di Plaza Indonesia langsung cari tempat ngemil, pilihan kami Ya Kun Kaya Toast originally Singapore yang katanya berdiri dari tahun 1944.
Sepertinya dua minuman dingin dan satu porsi kaya toast isi 4 potong roti cukup deh.. terdengar tawaran penjual "Nggak sekalian tahu pong dengan tempe crispy, Bu?" "Nggak entar saya goreng sendiri saja..", si abang langsung tertawa.. Emang ada yang aneh?
Setelah rasa lelah hilang, langsung pesan Grab ke Senayan City.. Entar balik hotel naik MRT lagi dari Sency..
Ngobrol sama abang Grab yang bilang "Pelican crossing bikin macet, enakan dulu pakai bla.. bla.." nyambung "mall yang sudah kayak magnet GI, PI dan Kokas, bla.. bla.." Sekalian kita tanya cara naik MRT dari Sency ke Blok M.. Cocok-lah si abang ini dapat bintang lima..
Sampai-lah di Sency setelah melewati macet.. Eh sebentar lagi mau Paskah ya? Itu telur dan kelinci sudah terpajang..
Pulangnya kita mengikuti petunjuk abang Grab menuju Senayan MRT Station yang terletak dekat Ratu Plaza.. Lumayan jauh juga jalannya.. Tapi kalau jalan sambil bercanda tidak berasa lelah.. Sebelum jalan, foto dulu ah sama patung McD di STC..
Akhirnya sampai juga, langsung turun menuju stasiun..
Ikuti proses mulai dari ngantri tiket, yang antriannya ular naga panjangnya..
Di Senayan MRT station ada 2 store yang jualan makanan. Bahkan ada yang jual mie instan cup yang tinggal dituang air panas.. tapi tidak ada kursi, jadi u know lah apa yang terjadi.. melantai sambil makan..
Naik MRT dari Senayan ke Blok M melewati 2 stasiun, kita tetap berdiri nggak dapat kursi..
Akhirnya tiba juga di Blok M station. Sebelum pintu MRT tertutup.. Foto dulu dong! Keren Pap, sudah kayak model.. Ha.. ha.. ha..
Dari sini langsung masuk ke dalam Blok M Plaza.. terlihat hujan gerimis mulai turun, sepertinya enak makan ramen ala Jepang Hana Maru.. yang sayangnya porsinya kecil.. rasanya jadi nanggung..
Setelah itu jalan-jalan sebentar, sebelum balik hotel beli sedikit makanan tambahan untuk dimakan di kamar..
Bagaimana piknik kita hari ini darling? Lumayan menyenangkan-lah ya..
Malamnya tidur nyenyak karena kelelahan..
Tapi Jeremy mulai berulah dan nggak mau tidur.. Kenapa? "Because I'm Batman" salah kostum rupanya dia.. Albert bilang "Beliin Jeremy baju tidur sleeping beauty aja" Ha.. ha.. ha..
Bagi yang ingin menonton video YouTube-nya silakan klik video di bawah ini: