Tampilkan postingan dengan label New Year. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label New Year. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Januari 2018

It's Pingoo Time : Goes Mall To Mall.. Again??

Cerita jalan-jalan kita di mall tentu saja masih berlanjut, soalnya Santa Papa lagi berusaha cari muka eh mewujudkan impian anak-anak yang baik hati dan tidak sombong itu. Si Papa pikir kids pasti senang diajak nge-mal mumpung jalan nggak terlalu macet dan juga penampilan Mal di bulan Desember kan berbeda: terlihat lebih keren.. (Baca cerita yang lalu di December Holiday Season : Goes Mall To Mall...)

C'mon kids mari kita nge-mal lagi! Kali ini menikmati lunch sambil memberi makan Pinguin. Asyiik ya!


Mau makan saat Christmas di mana? Setelah melalui perundingan, kita pun memutuskan untuk mencoba makan di restoran Pingoo yang terletak di Neo Soho. Soalnya sudah pernah jalan-jalan ke Jakarta Aquarium, sayang kan kalau nggak sekalian nyobain makan di restoran sebelahnya yang masih dalam satu bagian.. biar komplit gitu deh. (Baca : Indahnya Menjelajah Jakarta Aquarium).

Sengaja parkir mobil di Mall Central Park (Mall CP) yang terletak berseberangan dengan Neo Soho supaya bisa nyebrang lewat Eco Skywalk yang menghubungkan Mall CP dengan Neo Soho. Biar serasa kayak di Helix Bridge Singapura ya.. Ha.. ha.. ha..

Jembatan ini akan terlihat lebih indah pada malam hari.. Disediakan juga spot-spot foto menarik yang menampilkan keceriaan saat bulan Desember. Penuh sukacita dan kebahagiaan..

Jembatan Eco Skywalk
Jalan-jalan di mall ini suka nggak berasa, apalagi tema yang ditampilkan saat Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 tentang Pinkfong dan Baby Shark yang sedang naik daun.. ♩♫ Baby shark.. du.. du.. du.. du.. duuu..♬♫



Akhirnya sampai juga di Jakarta Aquarium yang bersebelahan dengan Pingoo Resto. Yuuk foto dulu!


Nah ini baru beneran sampai ke restonya. Terlihat antrian panjang menanti, soalnya bayaran menentukan posisi tempat sih..


Untuk makan ditemenin pinguin ada minimal order. Kalau saya lihat makanannya juga terbilang mahal dibandingkan resto yang lain. Tapi memang cocok untuk anak-anak sih. Kurang lebih suasana makannya kayak begini..


Pelayanannya juga kurang maksimal, kayaknya kurang antisipasi terhadap membludaknya pengunjung. Ini termasuk resto lama tunggu loh!

Tapi tidak terlalu terasa bosan karena kita bisa nonton aksi pinguin. Kayak Pinguin di film Madagascar ya?




Pilihan pesanan makanan kami Macaroni and Cheese, Fish and Chips, Spaghetti Vongolie dan Grandma Fried Chicken. Rasanya? Not bad lumayan enak, cuma pelayanannya lama. Apalagi makanan pesanan Albert yaitu Grandma Fried Chicken baru muncul saat makanan yang lain sudah habis tandas..


Untuk dessert pilihan kami jatuh pada Norwegian Omelette yang rasanya enak dan juga bentuknya unik seperti durian.. dengan krim rasa tiramisu dan didalamnya ada es krim tiga rasa (coklat, strawberi dan vanila)


Mari makan bersama.. Sensasi rebutan mulai terasa.. Ha.. ha.. ha..
Oya untuk anak-anak juga diberikan dessert es krim gratis yang bisa diambil sendiri.


Tiba saat-nya pinguin-pinguin lucu diberi makan. Kita nggak mau melewatkan kesempatan dong, ternyata yang diijinkan masuk memberi makan hanya 2 orang/meja. Kids langsung lari ke dalam untuk memberi makan..



Setelah kenyang hati senang dan kids dapat pengalaman baru memberi makan pinguin, yuk pulang! tapi foto dulu di pohon Natal yang ikonik sekalian jalan-jalan sebentar lagi..


Si Papa mulai iseng lagi, pakai nanya "Mau nge-mal kemana lagi? Kids bingung dong dikasih tantangan kayak begitu. Jeremy dengan polosnya bilang "Sebenarnya pengen ke Hotel Legoland, bolehkah?" dengan muka harap-harap cemas..

Ho.. ho.. ho.. Apa sih yang tidak bisa di bulan Desember ini.. C'mon kids kita nginap di hotel! Kids langsung senang membayangkan main di Theme Park Legoland yang samar-samar masih ada dalam ingatan mereka. Soalnya waktu diajak kesana kids masih terlalu kecil, jadi masih belum bisa explore dengan maksimal.. (Baca : Legoland Malaysia)

Tapi kok naik mobil? Nggak salah tempat kan? Tenang entar juga sampai.. Taara terlihatlah Lobby Hotel Ciputra. Mari kita check in! Di sinilah kita akan menyongsong Tahun Baru 2018 untuk tiga hari dua malam ke depan.. Whaat? Kids akhirnya menerima dengan senang hati..

Kamar di Hotel Ciputra
Dan Staycation kali ini kita dikasih pemandangan kolam renang bukan Sungai Ciliwung lagi seperti sebelumnya (Baca : Ciputra Staycation). Akses yang dekat kolam renang malah membuat kids jadi lebih sering berendam eh berenang..


Oya saat masuk lobby ada hal yang menarik perhatian karena terdapat Gingerbread House Village. Yang paling senang tentu saja Jeremy, dia langsung lari dan mau colek itu Gingerbread House, untung segera kita cegah.. Ha.. ha.. ha..


Sebenarnya untuk kue Natal, Jeremy berharap dibikinin gingerbread entah itu bentuk orang, tongkat atau rumah. Saya nggak bisa bikinnya-lah. Untunglah di penghujung Tahun ini si Gingerbread bisa dia dapatkan dengan harga spesial..


Selain itu tetap jalan-jalan di sekitaran Hotel Ciputra sekalian nge-mal menikmati keramaian..


Di akhir cerita di malam pergantian tahun yang indah, kami sekeluarga berdoa bersama dan mengucapkan :
Selamat Tahun Baru 2018

Hari pertama yang kami lakukan di rumah adalah membereskan dan merapikan pohon Natal dan menyimpannya dengan baik supaya bisa dipakai lagi pada bulan Desember 2018.

Kalau tahun lalu kami merayakannya di Happy Day Resto dengan penuh sukacita (Baca : Happy Day In The New Year 2017)

Maka Tahun ini kita masak sendiri Swedish Meatbals ala Julie's Kitchen.. Hmm ada cinta disetiap makanan Bunda.. Ha.. ha.. ha..


Just Sharing

Jumat, 24 Maret 2017

Past Holiday In Jayapura

Mau jalan-jalan ke Jayapura? Tentu saja, sepertinya sih memang harus apalagi kalau bawa anak untuk mengunjungi opa dan omanya yang tinggal di Distrik Hamadi, kira-kira setengah jam perjalanan dari Kota Jayapura. Kami memilih untuk datang berkunjung di minggu terakhir bulan Desember 2008 sekalian untuk merayakan Natal dan menyambut Tahun Baru 2009. Berangkatnya dari Timika tempat kami tinggal selama setahun di sana.

Bandar Udara Sentani
Rumah kami di Jayapura terletak tidak jauh dari Pantai Hamadi, yang pada masa Perang Dunia II dikenal sebagai tempat pendaratan tank amfibi pasukan Sekutu pada tanggal 22 April 1944. Untuk membeli suvenir kerajinan tangan ataupun barang-barang seni Baliem dan Asmat, kita dapat mampir sebentar di kios-kios penjual cenderamata di Pasar Hamadi.

Tidak mau melewatkan kesempatan, kami mengunjungi Puncak Ifar gunung, di mana di puncaknya terdapat Tugu Mac Arthur dengan latar belakang pemandangan yang sangat mengesankan. Monumen Mac Arthur merupakan simbol bangsa Amerika dan angkatan bersenjata Sekutu yang berkuasa di Papua pada waktu itu, di bawah pimpinan Jenderal Douglas Mac Arthur pada Perang Dunia II. Pada waktu itu, sang jenderal membangun Markas Besar Perang Pasifik Barat di Hollandia (sekarang Jayapura). Monumen tersebut dibangun untuk memperingati keberhasilan Jenderal Mac Arthur dengan sumpahnya yang terkenal “Saya akan kembali”, yang dipahat pada kaki monumen.

Tugu Mac Arthur
Kita dapat menikmati keindahan Danau Sentani dari puncak Ifar gunung. Danau Sentani merupakan danau alam dengan pulau-pulau yang berbukit-bukit di tengah-tengah danau. Di lokasi danau ini juga terdapat pemandangan alam yang indah, dengan beberapa tempat pemancingan yang dilengkapi pondok-pondok yang berbentuk panggung. Di sini banyak ditemukan ikan-ikan yang masih segar.

View Danau Sentani dari Ifar gunung
Setelah menikmati sejarah dan indahnya pemandangan alam dari puncak bukit. Kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke perbatasan RI-PNG yaitu Desa Wutung, pura-puranya mau ke luar negeri tapi tanpa paspor hanya wajib lapor saja. Asyik bisa ke luar negeri!! Walaupun hanya di perbatasan saja...

Shopping dulu dah produk khasnya, kan kurang afdol rasanya jalan-jalan tanpa membeli buah tangan khas sana apalagi sedang berada di luar negeri. Apa kata dunia?? Ha.. ha.. ha.. Kesukaan saya sedari kecil ya twisties semacam cemilan kriuk-kriuk kayak chiki, tapi serius enakan twisties yang memang produk buatan Papua New Guinea (PNG). Beli sendiri saja ya kalau sempat mampir ke sana!



Malam Tahun Baru di Jayapura cukup meriah. Kita dapat mendengar bunyi petasan dan melihat kembang api yang dinyalakan dari rumah-rumah berganti-gantian. Sebelumnya kami ke gereja sekeluarga ikut ibadah tutup tahun dan saling mengucapkan :

Merry Christmas 2008
&;
 Happy New Year 2009

Ibadah Tutup Tahun Bersama Keluarga Dalam Tuhan




Minggu, 01 Januari 2017

Happy Day In The New Year 2017

Happy New Year everyone!! Hari ini berasa beda loh soalnya kan sudah tahun baru dan juga di awal bulan baru... Harapan-harapan baru sudah di depan mata, lupakan yang telah lalu jangan ada lagi rasa saling curiga, saling menjelek-jelekkan, saling menebar kebencian, saling menjatuhkan satu dengan yang lainnya. Awali segala sesuatu dengan baik. Senang loh hari ini bisa ngajak adiknya David dan istrinya untuk bersama kami di Tahun Baru ini... Biarlah pemulihan keluarga bisa terjadi dari sekarang sampai ke tahun-tahun mendatang...

Happy New Year everyone
Di Tahun Baru ini makan apa ya? Posisi masih di Central Park dekat-dekat Neo Soho. Saya kok tiba-tiba ingat sebuah restoran yang dulu saya suka banget, resto itu berdiri di tahun 90-an di daerah Jalan Juanda. Terakhir saya mengunjungi resto itu sudah lima tahun yang lalu. Yang saya suka sebenarnya selain rasa makanannya adalah mottonya yaitu Everyday is a Happy Day... keren kan?
Mottonya cocok banget diterapkan mulai Tahun Baru ini dan seterusnya setiap hari, tapi bukan setiap hari makan di Happy Day ya, entar bilang kantong jebol lagi.. Ha.. ha.. ha..

Motto yang mengingatkan kita untuk bahagia
Ternyata Happy Day resto masih ada, coba kalau sudah tutup apa kata orang-orang yang saya ajak dan sudah kelaparan begitu? Apalagi kalau beneran tutup kemudian saya ajak ke resto Padang dekat situ ya? Soalnya sempat terlintas di pikiran saya nggak ada rotan akar pun jadi. Ha.. ha.. ha..

Mari kita pesan makanan dan mulai menikmatinya. Eits tunggu dulu foto dulu makanannya.. Ha.. ha.. ha.. biasa kan ikutan kekinian... Orangnya entar saja yang penting makanannya (langsung diprotes kids) kata mereka biasa cuma sesi foto keluarga untuk kenang-kenangan.







Soal rasanya bagaimana? Kok saya merasa jadi biasa saja ya rasa makanannya malahan yang dulu kayaknya lebih enak, mungkin saya sudah berubah.. Ah sudahlah yang penting mottonya Everyday is a Happy Day.

Sebelumnya, kami juga mengikuti ibadah awal tahun di tanggal 1 Januari 2017. Firmannya sangat memberkati kami dan membuat kami semakin percaya dan yakin bahwa di tahun ini Tuhan berkenan menyatakan kebaikannya dalam hidup kami. Tidak semua yang baik yang kita alami adalah hasil kerja kita, sebaliknya seringkali adalah favor dari Tuhan (baca II Korintus 6:2) Now is the time for favor.

Favor = kebaikan hati, kemurahan hati, berkat.

Jadi sebelum favor itu tiba, lakukanlah yang terbaik yang bisa kita lakukan dan begitu waktu favor itu tiba, tetaplah rendah hati dan belajar mengalir dalam gelombang favor-nya Tuhan.


Just Sharing