Tampilkan postingan dengan label Kids. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kids. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Februari 2021

Do Your Duty Happily


Masuk tema pelajaran baru di kelas 3 semester 2 ini anak-anak diajarkan tentang hak dan kewajiban mereka baik dirumah, di sekolah maupun di masyarakat.

Saya perhatikan Jeremy sepertinya sangat mengerti apa yang menjadi hak dia dan apa yang menjadi kewajibannya. 

Terlihat dari jawaban-jawaban Jeremy saat menjawab pertanyaan yang diberikan gurunya.

Untuk mengerjakan tugas "Do Your Duty Happily" dimulai dari tahap eksploring, dia mulai mengeksplor apa saja yang menjadi hak dan kewajiban secara umum serta dikerjakan dengan senang. 

Kemudian melakukan planning yang tujuannya memahami kewajiban di rumah dan melakukannya. Rencananya untuk media komunikasinya Jeremy mau buat poster.

Masuk tahap Doing dikasih waktu 2 minggu untuk melaksanakan kewajibannya sebagai anak di rumah dan difoto sebagai bukti.

Biasa-lah kewajiban anak dirumah selain bantu-bantu orang tua, yang paling penting itu belajar yang rajin nggak usah disuruh-suruh lagi, kalau malam doa bersama keluarga dan bergantian baca alkitab yang lainnya sesuai rutinitas wajib dia saja.



Hasilnya media komunikasi Poster-nya..


Setelah itu tinggal mempresentasikan tugasnya dan menulis refleksi. Untuk presenting karena masih pandemi jadinya divideo-in baru dikirim ke GC (google classroom)
Biasanya sih presenting di depan kelas.

Done! tugas selesai dan sudah dikumpulkan..

Happy E-Learning



Sabtu, 30 Januari 2021

LES ANAK JAMAN NOW - PART 3

Akhirnya masuk ke sesi terakhir dari dunia anak-anak yang tidak jauh dari sekolah, les, ekskul, lomba dan lain-lain. Tapi sebelumnya baca dulu LES ANAK JAMAN NOW - PART 2 ceritanya dibikin berseri soalnya. Jadi jangan sampai ketinggalan ya.. 😀

Kalau Jeremy dikasih les yang santai saja sesuai minat terus tempatnya nggak usah jauh-jauh cukup berjalan kaki dari rumah, supaya saat mengikuti les si bocah bahagia..


Setelah ikut les, diikut serta-kan juga dalam berbagai lomba, supaya ada kenangan masa kecil ikutan kompetisi.


Untuk hasilnya menang kalah biasa yang penting terbangun jiwa sportif yaitu sikap mau menerima kekalahan, menghargai dan mengakui kemenangan lawan tanding. 

Kalau menang jangan sombong tetapi tetap mau berlatih supaya kedepan-nya tetap baik.

Berhubung saat ceritain tentang les ini bulan Desember yang kita tahu bulan bahagia penuh dengan warna-warni, lagian tempat les Jeremy juga ada kegiatan melukis di kanvas yang hasilnya gambar snowman, pohon Natal, suasana bersalju, jadi mudah sekali ketebak Natal hampit tiba..

Waktu lihat pertama kali lumayan takjub.. Beneran ini hasil karya Jeremy? si guru pun menjawab "Beneran mami dibimbing sama miss Siti"

Untuk mengukir kenangan berfoto-lah dengan karyanya yang berbau-bau christmas..


Jeremy les di Global Art Citra Raya, tempatnya dekat rumah jadi bisa jalan kaki ke tempat les.


Sampai saat ini masih les, berhubung ada pandemi Covid-19 jadinya proses belajar mengajarnya lewat E-Learning..

Stay Healthy Temans.. See you..


INDONESIAN CULINARY

Kali ini Jeremy lagi belajar tentang Keberagaman Budaya Indonesia. Pada tahap eksploring, dia mengeksplor semua hal tentang rumah adat, pakaian adat, makanan dan minuman khas berbagai daerah, lagu dan tarian daerah serta provinsi yang ada di Indonesia.

Jeremy akhirnya sadar betapa kaya dan beragam-nya budaya Indonesia. Masuk tahap Planning, anak-anak mendapat tugas memilih makanan khas daerah-nya dan menceritakan riwayat dibalik terciptanya makanan khas tersebut. 

And then mari kita Doing.. buat JALANGKOTE.

Disebut JALANGKOTE karena pada jaman dulu kebanyakan yang berjualan adalah anak-anak kecil sepulang sekolah, nah biasanya mereka berjualan dengan cara jalan (JALANG) kaki sambil membawa terompet yang berbunyi KOTE, itulah makanya dinamakan JALANGKOTE. Jualannya dari rumah ke rumah.. 

Kayak ini ya? *lihat foto anak kecil yang tersenyum manis mengangkat sepiring jalangkote

Kalau yang ini bukan mau jualan tapi sedang menjalankan tugas dari sekolah membuat POE Indonesian Culinary untuk bulan budaya, membuat makanan khas daerah asal-nya.

Pilah pilih akhirnya pilihan jatuh pada si Jalangkote yang kebetulan juga adalah salah satu cemilan favorite keluarga kami.

Awalnya Jeremy pengen bikin kerak telur.. Tapi? Kerak telur itu berat (ribet bikinnya) biar si abang saja entar kita tinggal beli.

Finally! Kasih main 1 ons tepung untuk dia aduk-aduk, wortel dan kentang pilih yang paling kecil untuk dipotong dan ditumis (takaran bumbu tetap Mama) tidak perlu pakai pasta maker atau rolling pin cukup dia pipihkan adonan pakai botol sambil bahagia, bagian bikin pinggiran dan goreng kembali diambil alih.. Done! Tugas sudah dikumpulkan..


Resep yang biasa kami pakai ala keluarga kami adalah JALANGKOTE MAKASSAR



Selasa, 10 Desember 2019

LES ANAK JAMAN NOW - PART 2

Hai.. hai.. mari kita lanjut lagi cerita yang lalu.. Tapi baca dulu LES ANAK JAMAN NOW - PART 1

Padahal lumayan juga bisa menyabet juara 3 kategori "Junior Maze Solving Robot Competition" setelah bertarung dari tanggal 4-7 Juni 2015 di Mall of Indonesia-Jakarta.


Awalnya dia pengen tekunin bidang Robotic bahkan sempat dapat free biaya kursus setahun di Sekolah Robot Indonesia (SARI).


Tapi? sayangnya baru dia jalanin sebentar kita sudah pindah ke kota Tangerang.. Hiks

Akhirnya lanjutin kelas Robotic lagi di kota yang baru dengan tempat kursus yang berbeda rekanan dari sekolah baru. Tapi ya begitulah nggak seindah harapan.

Albert bilang metode pengajarannya banyakan teori, terus mereka nggak dikasih pegang robot untuk diotak-atik. Kadang-kadang aja dikasih. Yang lebih parah, kakak yang ngajar nggak disiplin janji jam berapa datang jam berapa dia baru datang alasannya macet, jadi kadang Albert nungguin bisa 2 jam. Ekskul diluar jam sekolah.

Albert merasa nggak ada ilmu yang bisa dia dapat dan juga mulai bosan dan nggak tertarik lagi.. Ya apa boleh buat.. Putus!

Sibocah bilang dia mau belajar lagi kalau di SARI.. Ah lupakan-lah siapa yang mau ngantar kamu kesana..

Ya begitulah suka duka les anak jaman now, banyak yang buka tempat kursus tapi tidak banyak yang recommended. Anak-anak sekarang mulai pintar mereka tahu apa yang mereka inginkan..

Ada lagi tempat les yang saya yang pilihkan untuk menunjang pelajaran dia disekolah yaitu KUMON waktu Albert kelas 2 SD. Eh Albert-nya nggak suka hanya bertahan 3 bulan ngadat nggak mau lanjut lagi, pakai demo berseri setiap mau les.. Bibir dimancungin jalan ogah-ogahan terus pake bilang "Mama raja tega"

Saya bilang ke gurunya ditempat les, Habis periode ini kita mau pikir-pikir dulu ya.. ikut lanjut atau tidak soalnya si anak mulai malas les, akibatnya tugas dia numpuk. Nggak masuk tetap ambil tugas..

Sorenya saya langsung ditelpon sama ownernya (yang punya franchise) yang cerita betapa pentingnya Kumon untuk melatih disiplin anak sejak dini.. bla.. bla.. bla.. agak berat di awal kalau punya anak tidak ada kesadaran belajar.

Dia lihat Albert nggak punya kesadaran belajar dan kurang semangat, makanya harus dibentuk pola belajarnya. Si owner nambahin lagi "jangan sampai menyesal, anak harus dididik sejak kecil supaya disiplin dan ada kesadaran belajar, salah satunya ya lewat KUMON.

Saat saya menerima telpon kebetulan ada Albert.. Saya liatin muka dia langsung "mendadak iba" dan mengambil keputusan.. "Tidak melanjutkan les lagi" toh tujuan awal les supaya memudahkan Albert belajar math disekolah tapi malah menjadi beban untuk dia.

Maklum-lah Albert anak pertama jadi berusaha memberikan yang terbaik saja untuk dia.

Tapi untungnya tanpa tambahan les yang "menguras otak" Albert lumayan bisa ngikutin pelajaran.

Terbukti saat kelas 5 SD tahun 2015, saat pulang sekolah tiba-tiba terdengar suara "Ma, Albert ikut OSN bidang IPA" Ha? serius? apa itu OSN? emak2 mana ngerti, apalagi tau anaknya belajar sesuai kebutuhan saja kalau pas ada PR atau mau ulangan, bukan tipe kutu buku.

Jadi OSN itu Olimpiade Sains Nasional (OSN) ajang kompetisi dalam bidang sains.. bla..bla..bla.. (google sendiri aja ya)

Persiapannya Albert harus belajar dengan serius, dibimbing juga dari sekolah. Pulang sekolah lebih sore dapat pelajaran tambahan. Mama dan Papa mendadak jadi motivator andal yang "No Action Talk Only (NATO)" Ha.. ha.. ha..

Akhirnya perjuangan Albert hanya sampai tingkat Kecamatan. Normalnya sih kalau lolos seleksi tingkat Kecamatan lanjut lagi tingkat Kabupaten untuk memilih 6 anak terbaik dari berbagai sekolah baik negeri maupun swasta untuk bertanding di tingkat Propinsi. Semua proses sampai nganter anak kompetisi ditemenin guru pembimbing.

Tapi? si anak malah senang katanya "Akhirnya.. selesai juga" game.. mana game..

Sekarang dia sudah pensiun katanya ternyata bakat dia bukan bidang akademik tapi art.. Haiya.. Si anak menambahkan "Yang penting sudah mencoba prosesnya" dan dia salut sama yang berhasil menang apalagi yang diajak kompetisi sampai ke luar negeri.

Waktu Albert kecil, Les anak jaman now-nya yang dia suka saja.

Seperti kelas Clay art jadi hasilnya bisa kita simpan, tentu saja yang bagus-bagus.


Dirumah juga dia suka berkreasi bikin ini, itu.. bentuk ayam, donat sampai membuat "Mini Jeremy" adiknya yang saat itu masih bayi..


Coba lagi yang lain kali ini ikut kelas Comic Rider yang mengajarkan anak menggambar komik dan mewarnai di tingkat SD.

Tak disangka dan tak diduga terdengar suara Albert waktu kecil yang minta uang untuk daftar lomba katanya entar dia ganti kalau menang. katanya "Lumayan kalau menang balik modal terus masih ada tambahan uang lagi." Haiya..

Terus lombanya dimana? Siapa yang nganter kamu? si anak (waktu itu kelas 3SD) menjawab daftar lewat sekolah entar ikut mobil sekolah ada guru yang temenin..

Hasilnya dia pulang kayak orang kalah perang, ngomong "Kalah ma, nggak jadi ganti uang pendaftaran ya?"

Saya menjawab "Apaa?" *pura-pura murka terus ngomong "Ya sudah! Lain kali usaha lagi ya!" balik badan senyum-senyum, toh nggak ada niat suruh bayar balik uang pendaftaraan, dia niat ikut lomba sendiri kita juga sudah bersyukur.

Dalam berkompetisi pasti ada yang menang dan kalah, Kalau menang tentu senang dan bangga. Tapi hal yang paling sulit ya mempertahankan dan konsisten dengan kemenangan itu.

Saya bilang selama Albert masih kecil boleh-lah mencoba setiap hal yang kamu suka. Terus untuk menguji kemampuan dengan ikut berkompetisi.

Mau ditunjuk dari sekolah atau kamu daftar sendiri terserah.. Hal itu hanya untuk menilai hasil yang sudah kamu pelajari, jangan jadi beban.. Albert"s Past Achievement

Biasanya les macam clay art atau comic rider kita dapat dari ekskul rekanan sekolah, kalau anak-anak mau tekunin atau memang suka kita tawarkan untuk les di luar sekolah supaya bisa lebih intensif.

Bagaimana dengan anak yang satu lagi? tentu setiap anak berbeda biarpun mereka bersaudara. kalau Jeremy mood-nya cepat berubah semudah membalik-kan telapak tangan..

Guru di sekolah-nya aja pernah bilang "Masih ada PR untuk lebih mengenal Jeremy" Ya iya-lah kan Tuhan menciptakan setiap anak unik..

Kalau guru les-nya bilang "Sekarang mulai terlihat hasilnya.. "

Sampai disini dulu ya.. Entar lanjut lagi Part 3.. See You..

Just Sharing

Senin, 09 Desember 2019

LES ANAK JAMAN NOW - PART 1

Dalam rangka merayakan hari kemerdekaan 17 Agustus 2019 ESDA ngadain lomba 3D secara live di mall Pluit Village. Jadi yang merasa sebagai praktisi 3D boleh dong ikutan berkompetisi menunjukkan bakatnya.


Sang praktisi 3D ternyata bisa ngebuktiin juga kalau dia berprestasi dengan karya..


Ceile sejak kapan Albert jadi praktisi 3D yak? Coba diingat-ingat dulu.. Ya.. ya.. ya waktu kita jalan-jalan bulan Desember pas di hari Natal 2017, lihat ada pameran robotic dengan kursus 3D Animasi dari Savier, langsung kita samperin tanya-tanya..

Si Papa langsung melihat peluang masa depan untuk Albert di kursus 3D. Soalnya dia lihat itu anak ada bakat-lah.

Albert ditanyain, si bocah langsung tertarik. Pokoknya segala yang berjenis robotic, animasi, modelling, ngerakit gundam semacam begitulah dia suka. Coba suruh dia ikut futsal, badminton, lari, pencak silat dan sejenisnya pasti dia jawab BIG NO..

Baiklah mari kita daftar.. biasanya kalau pameran itu suka ada promonya. Untuk menunjukkan keseriusan kita langsung bayar 4 level. Dan menjadi hadiah Natal untuk Albert.

Albert mulai periode kursus di Savier bulan Januari 2018 sampai setahun ke depan.. sistemnya boleh datang kapan saja dan berapa jam belajarnya suka-suka selama jam operasional.

Berhubung tempatnya lumayan jauh dan Albert juga sekolah, jadilah kita pilih setiap hari Sabtu.

Albert ikut kursus dengan sukacita pada awalnya, jauh dan macet ditempuh dengan semangat..




Tapi? Yang nganter dia nggak kuat, siapa lagi kalau bukan Papa, Mama dan Jeremy.. pinggang encok, bosan saat macet, tungguin dia les sambil nge-mall yang berakibat besar pasak daripada tiang.. Haiya.. Nggak asyik banget-kan?

Pakai driver kenalan yang cuma tahan sebulan, dia dapat kerja yang masuk juga hari Sabtu.

Albert disuruh pakai Grab, dia cuma mau perginya tapi pulangnya harus kita jemput. Akhirnya dengan tabah kita jalani.. Hiks..

Akhirnya selesai juga kursusnya di bulan januari 2019, kita kasih tahu pihak Savier nggak lanjut dulu, tunggu anaknya mandiri bisa pulang pergi sendiri.. ya paling tidak pas SMA-lah..

Mereka sih menyayangkan soalnya terlihat Albert punya bakat dan juga tertarik dengan 3D. Tapi mau bagaimana lagi? Sudah nggak kuat Ferguso..

Hanya beberapa bulan Albert tidak les, tiba-tiba terlihat tulisan Enspire School of Digital Art (ESDA) di salah satu ruko yang sering kita lewati kalau mau ke gereja. Si Papa bilang itu kayaknya tempat kursus 3D.

Pulang gereja kita singgah ngintip-ngintip dari luar tapi kok tutup ya? Ada tuh 2 kali.. Kita pikir kurang peminat kali yak makanya tutup.. Ha.. ha.. ha..

Nggak sadar.. mana ada tempat kursus yang buka hari Minggu??

Sampai si Papa baca WhatsApp group yang share tentang Grand Opening ESDA CIKUPA dan juga ada seminar, free trial, snack, potongan harga, dan lain-lain.

Ya ampun ternyata kita kenal juga sama yang buka tempat kursus.. ternyata masih mantan tetangga di daerah CitraRaya. Memang jodoh nggak lari kemana. Ngobrol sama istrinya katanya dia ambil franchise-nya soalnya anaknya juga mau kursus.

Kita ikut seminarnya tanggal 3 Agustus 2019, yang bawain seminar Andre Surya founder dari ESDA, seorang Animator 3D International dan sudah berpengalaman ceritanya.

Dengerin seminar tentang pengalaman dia, tentang 3D di masa depan dan bla.. bla.. sambil ngemil lemper terus bisik-bisikan sama Albert.. Gimana?.. Gimana?..

Sesi tanya jawab diganti dengan diskusi. Terakhir kita tertarik untuk ikut tapi kalau bisa jangan dari awal lagi. Nah pak Andre ini mau lihat portofolio Albert untuk dinilai dan juga sertifikatnya. langsung dikirim ke ESDA Pusat.

Puji Tuhan! Albert bisa ikut di level selanjutnya.. Thanks God..

Tidak menunggu lama.. Awal Agustus 2019 Albert mulai les. Eh dikasih tau sama kakak di ESDA ada lomba 3D. "Albert minat ikut nggak? Kalau mau lihat Instagramnya langsung daftar sendiri di panitianya"

Awalnya Albert ragu soalnya sudah 6 bulan vakum terus dia juga masih level 4. Kita dorong dia kasih semangat.. Cia yo! Nggak geming tapi pas lihat hadiahnya.. matanya langsung berbinar-binar.. Albert ikut!

Prosesnya dia jalanin sendiri mulai dari whatsapp panitia dan juga pinjam laptop dari panitia. Albert masuk kategori murid ESDA jadi nggak bayar uang pendaftaran.

Albert daftar di hari terakhir lomba, kesempatan belajar seminggu lagi dia pakai sebaik-baiknya di tempat les dibantu kakak pembimbing..

Kategori lomba ada 2 yaitu animasi dan modelling juga dibedakan dari tingkat usia. Albert ikut 3D Modelling kategori anak. yang hadiahnya :
Juara 1 : Paket tour untuk 2 orang (Pilih Bali, Singapura atau Thailand)
Juara 2 : Uang tunai 7.500.000
Juara 3 : Printer 3D (sponsor)

Ternyata Albert berharap dapat juara 3, langsung adiknya bilang "Ko, juara II juga nggak apa, entar beli printernya terus sisa uang ditabung." Kalau dipikir kok pinteran yang kecil ya.. Ha.. ha.. ha..

Itu anak berdua nggak berharap dapat juara 1 katanya yang berangkat entar cuma 2 orang, kalau tambah orang entar suruh bayar lagi.. Rugi bandar.. Ha.. ha.. ha..

Saya bilang belum juga lomba sudah mikirin dapat hadiahnya.. Hadeeh *tepuk jidat

Tiba hari yang dinanti tepat di hari kemerdekaan Indonesia tgl 17 Agustus 2019.. kita datang ke lokasi langsung daftar ulang terus cari panitia yang mau pinjamin laptop.

Lihat peserta lain bawa laptop, PC sendiri bahkan ada yang bawa PC Gaming canggih.. Si Papa langsung merasa tertampar bisikin ke saya "Lain kali kita nggak boleh cuek ya?" Maksud lo? Modalin si Albert juga dong.. Ha.. ha.. ha..

Yang ikut ternyata banyak juga. Tema lomba belum dikasih tahu hanya dibilang dalam lomba jangan ada kecurangan entar dapat sanksi bla..bla..bla..

Selama lomba ada perform dari sekolah dan juga dari berbagai tempat kursus vokal dimana murid-muridnya nyanyi lagu perjuangan..


Sang adik pesan sama koko Albert "Ko, tetap semangat jangan sampai nggak menang! Entar Jeremy doain supaya koko menang" Terus si bocah tanya lagi "Mau makan apa? Entar Jeremy beliin chatime"

Apa yang terjadi? Jeremy yang nawarin Mama juga yang disuruh pergi beli. Mereka duduk manis katanya mau kasih semangat si Koko.

Jadi sambil nge-design peserta boleh makan dan minum.. Santai saja bro!

Tiba saat pengumuman.. Kok kita semua deg-degan ya? Masalahnya sudah ikut nungguin lombanya 5 jam, kaki capek jalan di Mall, Jeremy bahkan bilang, "Nggak usah lihat atau beli mainan, Yang penting koko menang" *sambil komat-kamit doa..

Akhirnya! Tidak sia-sia penantian kami.. Thanks God! Albert dapat juara 2. Langsung Pak Andre salamin kami berdua. Jeremy langsung lari peluk Koko sebelum naik panggung.. Waktu serasa berhenti sejenak "moment yang indah" dan berharap ini jadi langkah awal bagi Albert..


Terpilih 18 pemenang berbagai kategori, dipanggil satu persatu yang maju dengan bangga dan haru menerima penghargaan.. ♫ We are the champion, my friends ♬ And we'll keep on fighting 'till the end ♪ la.. la..

Pas giliran Albert, iseng dia ditanyain "Entar uangnya untuk apa?" Albert menjawab dengan polos beli printer 3D, langsung terdengar suara tawa membahana dari para hadirin.. Pak Andre tertawa sambil bercanda bilang "Waduh hadiahnya bisa tukaran dengan juara 3 dong"


Selesailah prosesi penghargaan, yang menang langsung diajak foto dengan piala dan hadiahnya.


Kami ikut senang dengan prestasi Albert, kayaknya nggak sia-sia deh dia kursus 3D dan juga bisa membuktikan bahwa dia benar-benar minat dan juga suka nge-design gambar 3D.


Singkat kata kita pulang kayak pasukan menang perang. Dipanggil lagi dikasih koper travelling, lebih sumringah lagi dong. Suruh Jeremy yang dorong kopernya..


Sekarang Albert ikut kursus 3D di ESDA CIKUPA..

Hasil karya 3D Albert biasa dia share di IG pribadinya j_albert05 (kalau lagi rajin). Kayak gini nih beberapa contoh..





Sebelum ikut kursus 3D Albert sempat juga ikut ekskul kelas Robotic waktu masih SD di Jakarta, Rekanan sekolahnya dengan Sekolah Robot Indonesia (SARI), yang sayangnya tidak dia tekuni lagi.

Mengapa? Lanjut di Part 2 ya.. see you..

Just Sharing

Senin, 02 Desember 2019

Hari PEMBAPTISAN Albert and Friends

Puji Tuhan akhirnya hari Minggu tanggal 1 Desember 2019, Albert dan teman-temannya dibaptis juga.. 


Sebelumnya Albert ikut kelas baptis setiap sabtu sepanjang bulan November. Hari pertama dia cerita katanya guru pembimbing tanyain mereka satu-satu.. "Kalau meninggal kalian sudah tahu akan ke mana?" Untuk anak-anak remaja lumayan berat juga ya pertanyaannya..

Baptisan bukanlah tindakan yang membawa kita ke Surga, karena hanya iman dalam Yesus Kristus-lah yang memberikan jaminan. Baptisan hanya langkah rohani bahwa seseorang telah menjadi percaya akan Yesus Kristus - dia telah dipisahkan dari dunia untuk memasuki suatu hidup yang baru.

Simple-nya begini kata si Papa.. "Ini ada tiket Hong Kong Disneyland, kamu bisa langsung masuk ke dalam terus main nggak?" Albert bilang "Nggak bisa, kalau nggak ada tiket pesawat ke sana.." Nah dapat poin-nya kan?

Tindakan saat ditenggelamkan dan terangkat keluar dari air melambangkan kematian untuk kehidupan kita yang lama, yang mencerminkan kematian, penguburan dan kebangkitan Tuhan kita.

Saat akan ditenggelamkan

Diangkat keluar dari air kemudian didoakan
Yeay! Akhirnya Albert mengikuti teladan dari Tuhan Yesus..


Tuhan Yesus sendiri dibaptis. Dia bukanlah orang yang berdosa, tetapi Dia merendahkan diri-Nya dalam ketaatan untuk menjadi teladan buat kita.

"Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes." Markus 1:9

Jadi setiap orang yang memutuskan percaya kepada Tuhan Yesus dan telah mencapai usia minimal 12 tahun di mana dia sudah mengerti dan dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya, maka dia sudah dapat dibaptis.

"Orang-orang yang menerima perkataannya itu dan memberi diri dibaptis.." Kis 2:41



Berbeda dengan saat Albert masih kecil, kami sebagai orang tua didampingi opa dan omanya dengan kesadaran penuh melakukan penyerahan anak pada saat usianya 40 hari (8 Mei 2005). Kami berdoa bersama jemaat untuk memberkati Albert agar kiranya dalam proses tumbuh kembangnya akan menjadi pribadi yang percaya dan mencintai Tuhan sepanjang hidupnya..


Akhirnya selesai juga acara baptisan, foto bersama dulu sebelum berpisah pulang ke rumah masing-masing..


Bye.. bye sampai jumpa di cerita selanjutnya.. 


Senin, 22 April 2019

Beli Beras Jepang Bikin ONIGIRI ANEKA ISI.. Eits ada yang belajar sampai 7 jam!

Onigiri adalah nama Jepang untuk makanan berupa nasi yang dipadatkan sewaktu masih hangat, bisa berbentuk segitiga, bulat atau seperti karung beras. Untuk lebih mudahnya kita sebut saja nasi kepal.


Bermula dari si Papa cerita  "Jul, tahu nggak si anu sekarang jualan beras loh!" Saya menjawab "Hah? Masa sih?" Dijawab "Iya.. bla.. bla.. katanya asli tanpa pengawet, kerjasama bla.. bla.." *ngomong pindah topik ke mana-mana.. saya ngikutin alur.. sampai.. mau beras yang mana? Saya cuma ngangguk-ngangguk *bingung kebanyakan informasi.. Haiya..

Hingga akhirnya si Papa David pulang bawa.. Tarra! beras Jepang!


Saya nanya "Kamu jadi pesan yang ini? Bukannya beras merah lebih bagus?

David pun menjawab "Sebenarnya belum pesan beras apa-apa! Lupa jawab WA si anu.. Langsung dia bawain aja saat ngumpul.. Katanya cocok untuk kita, makan sedikit aja langsung kenyang.

Tapi? Si Papa malah nanya "Emang kita rencana mau pesan beras apa ya?" Malah saya yang bingung.. Ha.. ha.. ha..

Karena sudah telanjur beli beras Jepang, kita olah saja dan buktikan "Benarkah makan sedikit bisa mengenyangkan?"

Yang cocok untuk beras Jepang yang teksturnya lebih pulen dan lengket tentu saja membuat hidangan ala Jepang.

Yang paling gampang dan sederhana tentu saja Onigiri alias nasi kepal.

Beras dicuci bersih dimasak sesuai petunjuk rice cooker tinggal tambahin air kaldu, beri sedikit garam dan gula..

Siapkan isinya : Ayam suwir, Tongkol suwir kemangi dan tuna kaleng ditumis sebentar, campur dengan mayonaise dan sedikit thousand island..


Mari kita bikin bersama, masukkan nasi dalam cetakan, isi dalamnya dengan ayam suwir atau yang lainnya jangan lupa beri nori.

Tanpa cetakan juga bisa, nasi di kepal beri adonan isi, bentuk segitiga


Hasilnya.. Tarra! cantik ya.. Nyam.. nyam..


Albert pun turut berpartisipasi, dia bikin bentuk bola.. Tiba-tiba si bocah berpikir "Kira-kira teman Albert suka nggak ya?" Mereka rencana besok mau belajar bersama.. Ya sudah, entar bikinin aja..


Jadilah onigiri bentuk bola yang dilapisi nori..


Si Papa nyamperin dengan bingung "Makan siang kita cuma 'ini' nggak pakai lauk? Ho.. ho.. ho.. tenang saja. Pilih mana? Tongkol suwir kemangi saja ya? Di aduk-aduk dengan nasi terus dicetak tambahin lauk tempe orek plus sayur.. Oh sok romantis so sweet..


Tiba-tiba Albert mengurungkan niat bikinin teman-nya bola nasi, katanya takut temannya nggak suka.

Jadi? Teman aku suka donat.. Ha.. ha..ha.. Jeremy langsung teriak.. donat.. donat.. yeay!

Si Papa yang baru makan onigiri lambang cinta tanpa berpikir panjang langsung setuju pergi beli.. berhasil.. berhasil..


Keesokan harinya sesuai janji teman-teman Albert datang belajar jam 11.00 siang, saya pikir paling belajar sekitar 2-3 jam, rekor terlama mereka kira-kira 4-5 jam.. personel ganti-ganti..

Ternyata mereka belajar sampai 7 jam.. Kadang terdengar suara tawa mereka, nyanyi-nyanyi dan main bareng. Jeremy juga ikutan nimbrung..


Rajin ya anak-anak itu.. Belajar dari jam 11.00 - 18.00, akhirnya teman-teman Albert satu persatu dijemput orang tuanya.

Saya ngasih tahu Albert cara belajar bersama yang efektif sebagai tips.. Saya bilang kalau PR-nya banyak tumpukan dari 3 hari libur sebaiknya dikerjain secara nyicil masing-masing anak, terus ketemuan untuk cocokin jawaban, catat yang nggak dimengerti, entar yang bisa ngajarin, jadi waktu tidak terbuang percuma, sekarang PR kamu juga nggak selesai kan? Si Albert bilang iya..

Si bocah nyambung "Albert dengan teman-teman lebih suka kerjain bersama, kita saling berbagi, nggak mau kerjain sendiri-sendiri di rumah"

Jeremy langsung bilang "Koko main Nerf Gun sama teman-temannya, kalau mama datang mereka cepat-cepat belajar takut dimarahin.. Ha.. ha.. ha..

Just Sharing



Senin, 01 April 2019

SLC 2019

SLC singkatan dari Student Led Conference yang merupakan sarana untuk siswa mempresentasikan hasil belajarnya kepada orang tua, sehingga orang tua bisa melihat secara langsung hasil belajar siswa dan juga pemahaman mereka. Guru pun berperan serta menjelaskan perkembangan siswa.

Entar orang tua bisa memberi penilaian dan feedback serta berdiskusi dengan guru tentang hal-hal yang perlu dikembangkan dan juga target belajar siswa untuk term selanjutnya.

Hom pim pa.. Baiklah saya yang akan datang untuk memberikan feedback dan penilaian hasil belajar kids..


Biasanya SLC dilakukan pada akhir term 3 (Mid-Semester 2). Untuk tahun ini jatuh pada tanggal 29-30 Maret 2019 tergantung jadwal yang didapat si anak.

C'mon kids kita dengar presentasi kalian! Kita dapat jadwal hari Sabtu tanggal 30 Maret 2019. Sebelum masuk foto dulu..


Sesuai jadwal ke SMP dulu. Kali ini lebih simple dibanding yang dulu-dulu (Baca : SLC)

Albert langsung ngajak ke kelasnya bertemu wali kelas dan langsung presentasi pelajaran apa yang sudah dia dapatkan selama ini. Semua dilakukan dalam kelasnya sendiri.

Dari pelajaran IPA sampai matematika.. Gurunya bilang banyak hasil karya Albert dan teman-temannya dipajang menghiasi kelas..



Albert berbisik minta difotoin "sesuatu" yang luput dari perhatian. Mungkin karena kurang mencolok warnanya..

Tapi mengandung makna WELCOME PARENTS berisi gambar kartun yang ceritanya dunia bawah air. Gurunya jadi tour leader, temannya ada yang jadi putri duyung, ada yang dililit gurita besar sampai teriak minta tolong, ada yang berada dalam cangkang kerang..

Penasaran Albert dimana? Ternyata dia dalam rumah nanas. Albert jadi Spongebob ya? Si bocah tertawa-tawa geli.. Ada-ada saja..


Kita diarahkan ke Mini Hall bertemu guru BK (Bimbingan Konseling) untuk melihat target yang ingin dicapai, apakah sudah dicapai, apa yang murid lakukan untuk mencapainya, dan juga apa peran guru dalam membimbing..


Setelah selesai kami bersalaman dan guru BK bertanya pada Albert "Apa cita-cita-mu?" dan dijawab__ dan si guru-pun mengacungkan jempol.. *kasih tau nggak ya?.. Ha.. ha.. ha..

"Semua mimpimu akan terwujud asalkan kamu punya keberanian untuk mengejarnya - Walt Disney"

Setelah itu jalan ke ruang komputer, anak akan membuat 3D SkechUp untuk diperlihatkan kepada orang tua..


Kembali ke wali kelas untuk konsultasi. Guru-nya bilang Albert nggak ada masalah di pelajaran. Cuma memang anaknya kalau ditanya menjawab seperlunya..

Saya ditanya "Bagaimana dengan SLC tahun ini?" Pertanyaan standart saya pun menjawab standart "Bagus, lebih simple" Sang guru pun menyinggung tentang ulang tahun Albert yang kebetulan dia lupa. Sampai Albert menulis di group WA.. Happy Birthday To Me..

Ho.. ho.. ho.. saya tahu sekarang kenapa sepanjang perjalanan di mobil dia diam saja sibuk main HP sambil senyum-senyum rupanya dia lagi nge-chat.. (Baca : Albert's 14th Birthday)

Konon katanya kalau ada anak yang berulang tahun suka dipanggil ke depan dan didoakan bersama-sama, tapi ulang tahun Albert, sang guru lupa. Mungkin kurang kasak-kusuknya ya.. ha.. ha.. ha..

Akhir kata kita berharap Albert lebih antusias dalam berbicara dan berkomunikasi dengan baik dengan siapa saja. Kalau saya perhatikan Albert memang hanya suka berbicara dengan orang yang dia merasa nyaman dan nyambung..

Setelah itu kita langsung jalan menuju ke SD ruangan kelas 1. Sepi.. Wali kelas-nya lagi nggak ada. Hanya ada beberapa orang tua lagi menunggu.

Kami ikutan nongkrong nungguin dong sambil lihat-lihat. Ada tulisan besar menarik perhatian di luar kelas yang dipasang di papan kegiatan siswa..

TOLERANSI Itu.. BERANI MENGHARGAI PERBEDAAN "Setiap kita diciptakan dengan kondisi dan potensi yang berbeda, Namun.. Kita harus berani menghargai dan menerima satu dengan yang lain"

Semoga bukan hanya slogan tapi diterapkan juga di lingkungan sekolah..

Akhirnya wali kelas Jeremy datang dan dia heran "Kok belum mulai?" Kita juga heran "Kan lagi nunggu?" Kemudian wali kelas menjelaskan dia pergi sebentar ikut SLC anaknya soalnya tadi sepi..
Dan memang sudah ditulis panduan SLC di papan..


Oh baiklah.. Mari kita mulai.. Dari Math di mana anak diberi soal penjumlahan, agama menjelaskan kisah penciptaan sampai ciri khas anggota keluarga dan juga ketik kata di komputer..





Nggak ada yang istimewa, cuma saya agak terkaget mendengar ada teman Jeremy bicara kasar tanpa ditegur orang tuanya dan dianggap biasa saja..

Nilai Jeremy juga lumayan masih di atas KKM, cuma kata wali kelasnya ada form yang harus diisi bulan Desember 2018 waktu ambil raport, cuma Papanya buru-buru jadi bilang entar aja.. Dan sekarang menjadi tugas saya untuk ngisi..

Hmm jadi lapar, terdengar suara Albert "Mam kita makan di mana?" Saya balik nanya "Di mana ya?" Kids langsung teriak Bakmi Sin-sin.. Baiklah!

Telpon Papa dan dia mau join makan bakmi.. pesan 4 mangkuk ya! Bakminya enak..


Ngobrol asyik sama si Papa, langsung kita diajak nge-mal sekalian mau reunian dadakan sama teman masa muda..

Meluncur.. toh habis SLC dikasih libur seminggu, lumayan bisa refreshing..


Ho.. ho.. ho.. Menyenangkan sekali..

Just Sharing