Tampilkan postingan dengan label SLC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SLC. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 April 2019

SLC 2019

SLC singkatan dari Student Led Conference yang merupakan sarana untuk siswa mempresentasikan hasil belajarnya kepada orang tua, sehingga orang tua bisa melihat secara langsung hasil belajar siswa dan juga pemahaman mereka. Guru pun berperan serta menjelaskan perkembangan siswa.

Entar orang tua bisa memberi penilaian dan feedback serta berdiskusi dengan guru tentang hal-hal yang perlu dikembangkan dan juga target belajar siswa untuk term selanjutnya.

Hom pim pa.. Baiklah saya yang akan datang untuk memberikan feedback dan penilaian hasil belajar kids..


Biasanya SLC dilakukan pada akhir term 3 (Mid-Semester 2). Untuk tahun ini jatuh pada tanggal 29-30 Maret 2019 tergantung jadwal yang didapat si anak.

C'mon kids kita dengar presentasi kalian! Kita dapat jadwal hari Sabtu tanggal 30 Maret 2019. Sebelum masuk foto dulu..


Sesuai jadwal ke SMP dulu. Kali ini lebih simple dibanding yang dulu-dulu (Baca : SLC)

Albert langsung ngajak ke kelasnya bertemu wali kelas dan langsung presentasi pelajaran apa yang sudah dia dapatkan selama ini. Semua dilakukan dalam kelasnya sendiri.

Dari pelajaran IPA sampai matematika.. Gurunya bilang banyak hasil karya Albert dan teman-temannya dipajang menghiasi kelas..



Albert berbisik minta difotoin "sesuatu" yang luput dari perhatian. Mungkin karena kurang mencolok warnanya..

Tapi mengandung makna WELCOME PARENTS berisi gambar kartun yang ceritanya dunia bawah air. Gurunya jadi tour leader, temannya ada yang jadi putri duyung, ada yang dililit gurita besar sampai teriak minta tolong, ada yang berada dalam cangkang kerang..

Penasaran Albert dimana? Ternyata dia dalam rumah nanas. Albert jadi Spongebob ya? Si bocah tertawa-tawa geli.. Ada-ada saja..


Kita diarahkan ke Mini Hall bertemu guru BK (Bimbingan Konseling) untuk melihat target yang ingin dicapai, apakah sudah dicapai, apa yang murid lakukan untuk mencapainya, dan juga apa peran guru dalam membimbing..


Setelah selesai kami bersalaman dan guru BK bertanya pada Albert "Apa cita-cita-mu?" dan dijawab__ dan si guru-pun mengacungkan jempol.. *kasih tau nggak ya?.. Ha.. ha.. ha..

"Semua mimpimu akan terwujud asalkan kamu punya keberanian untuk mengejarnya - Walt Disney"

Setelah itu jalan ke ruang komputer, anak akan membuat 3D SkechUp untuk diperlihatkan kepada orang tua..


Kembali ke wali kelas untuk konsultasi. Guru-nya bilang Albert nggak ada masalah di pelajaran. Cuma memang anaknya kalau ditanya menjawab seperlunya..

Saya ditanya "Bagaimana dengan SLC tahun ini?" Pertanyaan standart saya pun menjawab standart "Bagus, lebih simple" Sang guru pun menyinggung tentang ulang tahun Albert yang kebetulan dia lupa. Sampai Albert menulis di group WA.. Happy Birthday To Me..

Ho.. ho.. ho.. saya tahu sekarang kenapa sepanjang perjalanan di mobil dia diam saja sibuk main HP sambil senyum-senyum rupanya dia lagi nge-chat.. (Baca : Albert's 14th Birthday)

Konon katanya kalau ada anak yang berulang tahun suka dipanggil ke depan dan didoakan bersama-sama, tapi ulang tahun Albert, sang guru lupa. Mungkin kurang kasak-kusuknya ya.. ha.. ha.. ha..

Akhir kata kita berharap Albert lebih antusias dalam berbicara dan berkomunikasi dengan baik dengan siapa saja. Kalau saya perhatikan Albert memang hanya suka berbicara dengan orang yang dia merasa nyaman dan nyambung..

Setelah itu kita langsung jalan menuju ke SD ruangan kelas 1. Sepi.. Wali kelas-nya lagi nggak ada. Hanya ada beberapa orang tua lagi menunggu.

Kami ikutan nongkrong nungguin dong sambil lihat-lihat. Ada tulisan besar menarik perhatian di luar kelas yang dipasang di papan kegiatan siswa..

TOLERANSI Itu.. BERANI MENGHARGAI PERBEDAAN "Setiap kita diciptakan dengan kondisi dan potensi yang berbeda, Namun.. Kita harus berani menghargai dan menerima satu dengan yang lain"

Semoga bukan hanya slogan tapi diterapkan juga di lingkungan sekolah..

Akhirnya wali kelas Jeremy datang dan dia heran "Kok belum mulai?" Kita juga heran "Kan lagi nunggu?" Kemudian wali kelas menjelaskan dia pergi sebentar ikut SLC anaknya soalnya tadi sepi..
Dan memang sudah ditulis panduan SLC di papan..


Oh baiklah.. Mari kita mulai.. Dari Math di mana anak diberi soal penjumlahan, agama menjelaskan kisah penciptaan sampai ciri khas anggota keluarga dan juga ketik kata di komputer..





Nggak ada yang istimewa, cuma saya agak terkaget mendengar ada teman Jeremy bicara kasar tanpa ditegur orang tuanya dan dianggap biasa saja..

Nilai Jeremy juga lumayan masih di atas KKM, cuma kata wali kelasnya ada form yang harus diisi bulan Desember 2018 waktu ambil raport, cuma Papanya buru-buru jadi bilang entar aja.. Dan sekarang menjadi tugas saya untuk ngisi..

Hmm jadi lapar, terdengar suara Albert "Mam kita makan di mana?" Saya balik nanya "Di mana ya?" Kids langsung teriak Bakmi Sin-sin.. Baiklah!

Telpon Papa dan dia mau join makan bakmi.. pesan 4 mangkuk ya! Bakminya enak..


Ngobrol asyik sama si Papa, langsung kita diajak nge-mal sekalian mau reunian dadakan sama teman masa muda..

Meluncur.. toh habis SLC dikasih libur seminggu, lumayan bisa refreshing..


Ho.. ho.. ho.. Menyenangkan sekali..

Just Sharing



Sabtu, 24 Maret 2018

Little Adventurer

Cerita A Goat Story belum berakhir sampai tahap penelitian, eng ing eng muncullah tugas baru dari sekolah berupa selembar kertas yang harus kita kerjakan dan isi serta dikumpulkan kembali ke sekolah.

Apakah itu? Ternyata para siswa mendapat tugas untuk membuat menu sehat keluarga dengan bahan dasar yang diteliti dari sekolah. Whaat? Berarti kita harus masak daging kambing dong? Bagaimana ini? Secara keluarga kita belum pernah makan daging kambing dan juga nggak tahu cara ngolah-nya.

Saya tanya "Jeremy mau makan daging kambing?" Si bocah menolak dan lebih memilih daging sapi.
Baiklah kita sepakat masak daging sapi saja ya..

Karena berhubungan dengan masak memasak dan berbelanja tentu saja guru dan orang tua dilibatkan.

 
Tahapan tugas yang harus dilalui :

  1. Exploring : siswa melakukan penelitian tentang hewan ternak. Pilihan Jeremy binatang kambing (Baca : A Goat Story)
  2. Planning :
  • Anak menyusun resep masakan bersama orang tua yang berbahan dasar hewan ternak (ayam/bebek/ikan/kambing/sapi). 
Resep apa ya? Bingung? Untung suka nulis resep di blog jadi tinggal intip dan pilih saja yang cocok untuk dimasak bersama anak..

Pilihan kami jatuh pada masakan praktis yang mudah dibuat:

Tumis Soun Daging 
By : Julie


Resep lama yang seringkali kami buat juga sebagai alternatif pilihan menu makanan kami sehari-hari di rumah. (Baca resepnya : Tumis Soun Daging) bahan utamanya paling tidak ada soun, daging sapi iris tipis yang direndam bumbu atau daging giling dan juga jamur kuping atau jamur shitake.
  • Berbelanja bahan makanan dengan bahan dasar ayam/bebek/ikan/kambing/sapi di pasar bersama guru kelas masing-masing dengan biaya Rp. 20.000/anak (biaya belanja disediakan dari pihak sekolah)
Semua anak berkumpul di depan pasar dan siap belanja bersama guru, dengan berbekal uang yang diberikan. Entar mereka yang pilih daging dan membayar sendiri.


Jeremy pulang dari pasar dengan membawa sekantung kecil daging sapi yang kemudian kita timbang dan hasilnya 100 gram.


Rencananya mau dimasak untuk makan malam.

     3. Doing : Memasak dengan orang tua di rumah dan makan bersama orang tua.

Mari kita masak bersama! Kids antusias termasuk juga Albert si koko yang juga ikutan masak dan sempat terkena percikan minyak. Jeremy yang sempat tangannya kepanasan berteriak-teriak "Panas.. panas.."

Saat mencicip masakan ternyata bukan dicicip tapi sekalian ambil mangkuk dan makan yang mereka bilang "snack time" Ha.. ha.. ha..

No pic = Hoax, jadi harus difoto dan dicetak serta ditempel di lembar kertas tugas. Seperti inilah kolase yang kami buat..


Duh senangnya menu makan malam kami jadi lebih bervariasi..

Menu makan malam kami dengan hidangan istimewa "Tumis Soun Daging"
    4. Communicating : menjelaskan cara memasak dan hasil masakannya depan kelas.

Jeremy diajarin dulu lah di rumah, mudah-mudahan ingat!

    5. Reflecting : perasaan anak saat memasak dan testimoni orang tua.
  • Perasaan anak saat memasak bersama orang tua :
Jeremy merasa senang dan antusias.  
  • Testimoni orang tua :
Kegiatan positif yang dilakukan pihak sekolah, mulai dari mengajak anak berbelanja di pasar, memilih daging dan membayar sendiri. Jeremy dengan bangga bilang dia pintar pilih daging, walaupun sempat mengeluh kondisi pasar yang bau dan kotor.
Lebih senang lagi saat daging yang dia beli diolah dengan dia ikut terlibat didalamnya. Gaya Jeremy sudah seperti "chef ahli" Naik di atas kursi dan diperbolehkan ikut masak. Saat mencicip hasil masakan dia suka sekali dan bilang "enak" kemudian dilanjutkan dengan makan semangkuk lagi.

Akhirnya tugas dari sekolah "Little Adventurer" selesai dan siap dikumpul.

Tepat tanggal 24 Maret 2018, Kami sekeluarga pergi ke sekolah kids, mau ikut acara SLC. Karena jam pelaksanaan sama, jadinya kita bagi tugas. Saya menemani Jeremy lihat penampilan dia. Si papa yang bertugas menemani Albert keliling-keliling SMP.

Kali ini konsep untuk anak TK agak berbeda, kami semua akan melihat presentasi anak-anak secara bersama di dalam ruangan. Mereka akan tampil bergantian, tentu saja ada acara nyanyi dan berdoa bersama.

SLC untuk TK, Jeremy dan teman-temannya diberi kesempatan naik di atas panggung untuk mempresentasikan apa saja yang mereka sudah dapatkan selama bersekolah. Entar orang tua memberi feedback tentang pelaksanaan acara juga perkembangan karakter anak selama bersekolah dan saran bagi pihak sekolah melalui angket yang diberikan.



Akhir acara tentu saja berfoto bersama..


SLC untuk anak SMP, si Papa diajak berkeliling sekolah dan Albert menunjukkan apa saja pelajaran yang selama ini dia dapatkan. Ada juga konsultasi dengan guru tentang apa lagi yang perlu diasah dari si anak.

Hasil reportase Papa..

Albert sedang ditugaskan bikin sudut 45 derajat pakai jangka di hadapan Papanya

Dijelaskan guru tentang perubahan warna bunga karena menyerap warna air berbeda

Hasil gambar Albert di semester 2
Kata si Papa konsep SLC sudah bagus, cuma dia nggak nyangka bakal keliling sekolah keluar masuk kelas.. Ha.. ha.. ha..

Penasaran apa itu SLC? Baca di : Kids SLC

Just Sharing

Kamis, 22 Maret 2018

A GOAT STORY

Mari kita bercerita tentang kisah kambing!! Alkisah di suatu negeri bla.. bla.. bla.. akhirnya kambing itu menjadi tua dan nggak enak dimakan. Waduh endingnya nggak enak banget ya..

Demikianlah kisah yang disampaikan ayahanda kepada putra terkasihnya dalam bingkai kebersamaan penuh cinta dan berasa manis buah strawbery.. Oh so sweet.. *Berpelukan.


Ini cerita beneran? Nggak-lah itu cerita hoax ala-ala (maksudnya ala saya.. Ha.. ha.. ha..)

Jadi cerita sebenarnya kalau bulan Maret itu anak-anak suka dikasih project dari sekolah, kali ini temanya "Little Adventurer." Para siswa TK disuruh membuat penelitian tentang hewan ternak sesuai dengan hewan pilihan mereka.  

Pilihan Jeremy jatuh pada hewan ternak kambing, nggak tahu juga kenapa dia jadi tertarik sama kambing dari sekian banyaknya hewan ternak. Padahal hewan ternak kan banyak. Ada sapi, kuda, domba, babi, ikan, ayam dan bebek. Ah sudahlah! Mari kita cari tahu tentang kambing!

Project ini proses Exploring dilakukan bersama orang tua di rumah. Untuk penelitian hewannya kita bisa membicarakan tentang perkembangbiakan hewan seperti "Apakah hewan tersebut melahirkan atau bertelur", terus "Berapa lama si hewan berada dalam perut induknya, dan kemudian berapa lama bertumbuh dewasa."

Bisa juga dari ciri-ciri hewan, "Kakinya ada berapa? Bagaimana bentuk mulut atau hidungnya? Apa yang dimakan? dan juga dimana tempat tinggalnya?".

Bentuk project-nya sendiri bisa berupa buku, poster dan maket (bentuk 3 dimensi).

Peran orang tua juga diharapkan untuk membantu anak membuat kalimat penelitian dalam bahasa inggris yang akan ditampilkan saat SLC tanggal 23-24 Maret 2018.

Ini berat, kau tak akan bisa, biar saya saja! Hadeuh ngadepin Jeremy yang ternyata juga nggak tertarik dengan topik hewan ternak memang susah bawaannya jadi malas-malasan. 

Ayo Jeremy mau bikin project apa? Maket? Jeremy menggeleng "nggak mau." Poster? Dia nggak mau juga. Jadi apa dong? Jeremy menjawab singkat "scrapbook."

Kalau begitu mari kita cari gambar di internet. Ditunjukin berbagai gambar yang ceritanya gambar kambing hamil, bayi kambing baru lahir, peternak lagi perah susu kambing, eh dia ogah-ogahan terus bilang beginilah begitulah..

Beda banget dengan tahun lalu di bulan Maret 2017 yang temanya "My Bright Future" Jeremy antusias banget, jadi cepat selesai project-nya. Beda ya kalau orang tertarik dengan tidak tertarik suatu topik? Kalau mau baca project Jeremy di bulan Maret 2017 langsung klik link-nya : Jeremy's Bright Future.

Dengan susah payah terkumpullah gambar-gambar tentang kambing yang siap ditempel. Beli buku gambar ternyata cover depan-nya gambar Doraemon. Si Jeremy cerewet lagi trus bilang "Kok gambar Doraemon?" Padahal yang milih juga dia. Soalnya yang lain gambar putri-putrian sih, lain selera. Kalau mama pasti milih princess dong..

Tinggal tempel gambar kambing ke buku gambar. Jeremy ogah-ogahan terus saja protes gambar sampul Doraemon. Akhirnya kita cari akal nutupin cover doraemon dengan gambar kambing. Pilihan jatuh ke gambar kambing kartun. eh dia protes lagi bilang "Jelek kambing kartunnya" Cari-cari lagi akhirnya sesuai dengan selera yang "dia mau"..

Cover depan

Cover belakang
Setelah masalah cover teratasi sesuai selera, tinggal tempel gambar kambing di buku dan dibuat cerita  menarik tentang si kambing. Kalau soal cerita biar mama saja. Diusahakan cerita yang simple dan tidak berbelit-belit biar si anak mudah ngikutin saat presentasi nanti.

Dimulai dari saat kambing lahir kemudian menjadi remaja dan menjadi tua, tentu saja ditambah cerita  kambing makan rumput, hidup di peternakan, susunya bisa diminum dan juga berakhir jadi makanan manusia tidak lupa juga sebagai bumbu penyedap: kambing hitam biasanya suka disalah-salahkan. Supaya ada pengetahuan tentang kambing-lah.

Oya kalau yang bertanduk biasanya kambing jantan, kambing betina siap-siap deh jadi ibu kambing. terus kalau mau makan daging kambing cari yang sehat dan masih muda, jangan juga makan kambing tua dagingnya keras soalnya. Keren kan?


Kita bikin bentuknya menyerupai buku komik yang ada ceritanya. Besok kumpul ya? Jeremy diam saja dengan muka tidak puas tapi tetap ngangguk pakai bilang "Kok covernya kertas warna putih?"
Saya bilang liatin di miss dulu, kalau salah kita bikin yang lain lagi.


Yang terjadi ternyata Jeremy nggak kumpul tugas-nya, juga tidak diliatin ke gurunya malah dia bilang "Nggak perlu lah sudah pasti salah" Whaat! Ini maksudnya apa? Katanya temannya cuma bikin pakai satu kertas, gambarnya cuma tiga terus ada juga yang bikin maket tapi biasa saja cuma benar jadi sudah dikumpul. Bingung kan? Maunya apa sih ini anak?

Bagaimana kita bisa memperbaiki kesalahan kalau tidak tau salahnya di mana? Duh ini anak bikin bingung. Bertanyalah saya sama mama teman Jeremy yang kebetulan pilih hewan ternak babi yang project-nya dia bikin bentuk maket. Ih keren loh! Terusnya juga kata mama temannya "Benar kok punya Jeremy!"

Saya tunjukin ke Jeremy gambar maket-nya, dijawab dengan santai "Biasa saja". Miss bahkan mau bantu liatin contoh-contoh project teman-teman Jeremy. Tapi saya pikir nggak perlu juga kayaknya Jeremy memang nggak terlalu minat sama hewan ternak.

Harus rubah strategi, biar kita bikin sebagus apa pun kalau emang nggak minat mau bagaimana lagi?
Saya yakinkan Jeremy bahwa project dia itu keren banget, miss-nya juga sudah setuju bahwa projectnya benar dan siap dikumpul.

Ditambah lagi bisa bikin cerita yang bagus tentang kambing. Pilihan Jeremy tepat jadi ada cerita "kambing hitam", ada cerita "daging kambing tua." Jeremy langsung senang dan tertawa-tawa.

Berhasil!.. berhasil!..

Nah tahap selanjutnya supaya Jeremy bisa menceritakan kembali, kita serahkan tugas pada papa yang memang jagonya. Jeremy terlihat mulai bahagia dan merasa project dia itu bagus.


Akhirnya tugas pun selesai dan sudah dikumpul, tinggal menunggu saat SLC nanti.

Apa itu SLC? Ngapain saja? Penasaran? Baca di : Kids SLC

Tahun lalu project tentang cita-cita dan tahun ini tentang hewan ternak. Apakah tugas tentang hewan ternak sudah selesai? Ho.. ho.. ho.. datanglah Jeremy dengan selembar kertas tugas baru yang masih berkaitan dengan hewan ternak.

Ternyata tugas yang kita lakukan masih dalam tahap Exploring yaitu melakukan penelitian terhadap hewan ternak pilihan. Masih ada tahapan lain lagi yang harus kita jalankan, seperti apa itu? Nantikan di postingan selanjutnya ya.. see you..

Just Sharing