Tampilkan postingan dengan label Manado. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manado. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Januari 2017

Manado Punya Cerita

Ada pemandangan berbeda ketika kita melintasi sebuah desa di jalan raya daerah Tomohon yaitu terlihat deretan Rumah Adat Minahasa yang berjejer sepanjang kanan dan kiri jalan. Terdengar juga suara gergaji mesin. Ada apa gerangan?

Rumah Adat Minahasa
Ya kita sedang berada di Desa Woloan di daerah Tomohon Barat yang memang sebagian penduduknya berprofesi sebagai pembuat Rumah Adat Minahasa. Mari kita masuk ke dalam salah satu rumah untuk lihat-lihat, siapa tahu ada jual miniaturnya untuk koleksi pajangan saya. Asyik kan?

Seorang bapak berjalan menuju ke arah kami dan mengajak kami untuk naik dan melihat-lihat ke dalam. Si bapak bercerita bahwa rumah-rumah itu dibuat untuk di jual dan bukan untuk ditempati sendiri. Harganya pun cukup fantastis bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah tergantung ukurannya.

Jadi kalau kita berminat mau beli harus pesan dulu ukuran dan motifnya. Kalau yang beli masih di kawasan Minahasa entar rumah yang sudah jadi akan dibongkar dan dibawa pakai truk sampai ke tempat tujuan dan dibantu pasang kembali (kaya lemari knock-down saja ya?)

Nah kalau yang beli dari luar negeri atau luar kota akan dikirim pakai kontainer dan tetap akan dibantu pasang oleh pengrajinnya. Ada yang berminat? langsung saja ke Desa Woloan.
Katanya sih banyak pesanan dari luar negeri juga seperti Jepang dan Filipina.

Deretan Rumah Panggung

Mejeng di Rumah Adat Minahasa
Dari Desa Woloan kami melanjutkan perjalanan ke Ikon Kota Manado yaitu Christ Blessing (Patung Yesus Memberkati) yang terletak di bukit paling tinggi di perumahan Citraland Manado.



Ngajak kids main sebentar di arena permainan anak di salah satu mal di Manado...



Kuliner yang tidak mudah dilupakan, yaitu Klappertaart asli Manado...


Ikut merayakan Ulang Tahun oma Emy...

Happy Birthday Oma
Bagi-bagi kue
Kue Ku
Makanan Pesta
Cobain kue satu persatu
Sebelum makan doa dulu dong
Bercerita soal liburan memang menyenangkan bisa membuat hati bersuka cita tetapi toh mesti harus berakhir juga jalan-jalan kami di Sulawesi Utara ini. Tenang saja masih banyak destinasi wisata lain yang bakal menunggu kedatangan saya dan anda semua untuk sekedar melepas lelah dan menambah daftar kunjungan negara maupun kota-kota di Indonesia. Iya kan?

Bye-bye Minahasa

Wonderful Indonesia

Jumat, 27 Januari 2017

Wisata Religi Di Bukit Doa Tomohon

Hari ini agenda kita sederhana saja mau ke Bukit Doa dan jalan-jalan baputar di Manado. Bukit Doa yang dimaksud terletak di lereng Gunung Mahawu dengan view indah Gunung Lokon dan Gunung Soputan yang berada di daerah Tomohon. Makanya tidak heran juga Bukit Doa ini banyak sebutannya. Paling sering kita dengar ya Bukit Doa Tomohon tapi ada juga yang menyebutnya Bukit Doa Mahawu atau Bukit Kelong. Mari kita mulai!

Bukit Doa Tomohon dengan view Gunung Lokon dan Gunung Soputan
Seperti biasa di daerah Tomohon yang ber-udara sejuk kita bisa melihat tanaman bunga cantik milik warga. Saat perjalanan menuju ke Bukit Doa ini saya tidak henti-hentinya melihat pemandangan indah yang memanjakan mata. Menyenangkan sekali...




Akhirnya kita pun sampai di Bukit Doa. Ayo mulai penjelajahan! Udara sejuk dan segar menyambut kedatangan kami. Anak-anak begitu bebasnya bercanda dan berlari-lari.

Sesuai dengan namanya Bukit Doa tentunya menjadi tempat wisata religi dimana mereka biasa menyebutnya sebagai tempat untuk jalan salib. Ada 14 perhentian yang menceritakan tentang kisah sengsara Tuhan Yesus saat penyaliban (via Dolorosa). Yang dibagian atasnya ada suatu tempat yang bernama Chapel of Mother Mary yang biasa dipakai sebagai tempat pemberkatan nikah. Dari sana juga terlihat Amphiteater yang bisa menampung 1500-an orang saat ada acara.

Chapel of Mother Mary
Amphiteater
Wow view pemandangannya begitu indah. yuk foto sekali lagi... Kan kita kompak, lihat kaosnya. Ha.. ha.. ha..

Salam Kompak Dari Bukit Doa Tomohon
Tempat ini selain untuk wisata religi juga bisa untuk foto pre-wedding, outbond dan tempat gathering berbagai perusahaan.

Sudah hampir saatnya makan siang, balik yuk! Makan siang di mana? Di bawah kaki bukit di jalan berkelok ada beberapa restoran. Kita mampir di salah satu restoran di kelokan jalan. Begitu masuk langsung di tanyakan ada berapa orang? Dan begitu duduk, makanan langsung dihidangkan ala restoran Padang, kita boleh makan sepuasnya karena bayarnya bukan dari apa yang kita makan tapi dibayar sesuai jumlah orang. Kurang lebih 20-30 ribu-an/orang... Lumayan kan?


Kids minta jalan-jalan ke mall, jadilah kita meluncur ke Manado.
Bicara soal mall di mana saja sama, mau di Manado ataupun Jakarta sama saja kok. Tidak ada yang istimewa untuk diceritakan. Yang membedakan di foodcourt mall Manado ini banyak dijual makanan khas Manado yang berasa pedes-pedes enak.

Sama satu lagi yang menarik perhatian Jeremy yaitu gambar superhero dekat kasir toko mainan. Yuk foto dulu!

Jeremy dan Spiderman

Jeremy dan Superman
Hal yang menarik lainnya kita bisa melihat ikan Nemo dan Dory di akuarium yang kami temukan tanpa sengaja saat jalan menuju toilet. Tahu kan dari film apa itu?

Finding Dory
Finding Nemo
Dan hasil nge-mal...

Tambahan Koleksi Mainan
Setelah bertualang seharian kami pun pulang...

Mau kemana lagi ya? Baca di postingan selanjutnya... see you..


Wonderful Indonesia

Rabu, 25 Januari 2017

Mengunjungi Bukit Kasih Kanonang Dan Danau Linow

Setelah melihat keindahan Danau Tondano kami melanjutkan perjalanan kami lagi. Agendanya sih mau ke Bukit Kasih Kanonang dan Danau Linow setelah itu baru pulang.
C'mon mari kita jelajah satu persatu.

Setelah melewati jalan menanjak yang berkelok-kelok akhirnya tibalah kami di Bukit Kasih yang terletak di desa Kanonang, kecamatan Kawangkoan, Minahasa.

 
Begitu turun dari mobil kami langsung disambut kerumunan pedagang yang menjual souvenir dan juga anak-anak tanggung yang menawarkan jasa menjadi guide. Saya sempat membeli kalung bertuliskan Bukit Kasih dan Jeremy minta dibelikan kalung gambar Angry Bird. Sebelum mulai mejelajah kami mampir sebentar untuk beli kaos yang bercirikan Kota Manado. Rencananya mau saya pakai keesokkan harinya.

Mari mulai penjelajahan! Terlihatlah Tugu Toleransi. Dinamakan demikian karena Tugu ini mengakomodir lima agama besar di Indonesia yaitu Kristen, Katolik, Islam, Budha dan Hindu. Tugu ini tingginya lebih dari 20 meter berbentuk segi lima. Pada dindingnya terukir gambar, simbol dan kutipan ayat kitab suci masing-masing agama. Di puncak tugu diletakkan patung burung merpati sebagai simbol kasih dan persaudaraan. Area Tugu Toleransi inilah yang kemudian dikenal dengan sebutan Bukit Kasih.

Tugu Toleransi
Tulisan pada salah satu dinding (Katolik)
Untuk naik ke puncak bukit kita harus melewati 2000-an anak tangga. Lumayan melelahkan juga kan. Ada beberapa spot untuk beristirahat sejenak. Di pertengahan bukit akan tercium bau belerang. Sampai di atas akan terlihat lima rumah tempat ibadah. Hal ini tentu saja bisa menimbulkan rasa keharmonisan antar umat beragama. Sepanjang jalan foto-foto dong!




Tiba-tiba terdengar suara dari seorang remaja tanggung "Lihat di dinding bukit itu ada pahatan kepala orang. Itu adalah Toar dan Lumimuut nenek moyang orang Minahasa. Tujuannya biar tidak lupa dengan leluhur. Rupanya anak-anak pedagang souvenir yang tadi mengerumuni kami sudah dibekali pengetahuan sejarah tentang Bukit Kasih, jadi mereka begitu fasih bercerita sekaligus menawarkan diri jadi guide lokal.


Karena sudah siang dan perut juga sudah minta diisi kita langsung aja ke deretan warung-warung sederhana untuk makan siang. selain itu terlihat juga bak-bak air panas berikut tempat duduknya dari bambu untuk merendam kaki sambil dipijit. Orang bilang itu "spa kaki". Silahkan mencoba, kan habis jalan kaki pada capek, dipijit enak juga... Ha.. ha.. ha..

Dari Bukit Kasih kami langsung menuju ke Danau Linow, sempat nyasar ketemu jalan buntu. Akhirnya putar arah trus bertemulah suatu tempat yang kami curigai itulah Danau Linow. Mungkinkah ini tempat yang dimaksud?

Rencana awal, kami mau menikmati keindahan Danau Linow sambil makan pisang goreng yang dicocol dengan sambal rowa dan minum kopi atau teh hangat di teras Cafe. Kan asyik tuh sambil memandang air danau yang 'menyimpan' warna-warna indah dan selalu berubah-rubah karena katanya ada unsur belerang yang tertimbun didalam danau serta pembiasaan dan pantulan sinar matahari. Infonya kita harus membeli tiket yang dapat ditukarkan dengan makanan dan tempat ini dikelola oleh swasta jadi terawat sekali.

Apa yang terjadi pada kami? Kami masuk tanpa membayar dan tempatnya sepi. Sambil mandangin air danau kami berusaha memastikan bahwa tempat ini benar, kan sama-sama warna hijau tosca juga ada putihnya dan tercium bau belerang juga. Cari-cari tempat cafenya ternyata nggak ada yang jualan. Pikiran negatif langsung timbul, saya langsung berpikir "Mungkin kurang laku cafe-nya jadi ditutup".
Yang terlihat hanya gubuk-gubuk kayu dan jembatan yang terbuat dari kayu untuk melihat danau ditengah. Karena sudah datang ke sana, mari kita foto-foto!

Jembatan Kayu

Danau Linow
Yang anehnya walaupun tidak sesuai dengan ekspektasi. Saya tetap senang-senang saja tuh bisa mandangin danau dan foto-foto. Oh indahnya!




Kids pun tidak kalah seru, mereka mau naik kuda laut. Awalnya saya ragu takut mogok ditengah danau. Untungnya ada opa yang baik hati mau main bareng sama mereka jadilah tuh anak berdua ganti-gantian keliling danau pakai kuda-kudaan laut. Semuanya gratis.

Awalnya bertiga

Lagi giliran Albert
Karena masih penasaran kita cari lagi Danau Linow yang ada cafe di sepanjang jalan. Ya ampun ternyata tempatnya hanya berjarak 1 KM dari tempat kami singgah tadi. Ha.. ha.. ha..

Setelah puas kami pun balik. Dengan udara yang dingin ini enak juga ya kalau bisa mandi air hangat supaya tidur bisa lebih nyenyak. Yuk ke tempat pemandian air panas! Kali ini saya diajak ke tempat pemandian air panas di kelurahan Tataaran. Tempat ini bisa untuk mandi dan berendam. Walaupun tidak sebesar kolam renang tapi sepertinya masih memungkinkan kalau di pakai untuk berenang bagi anak-anak... Oya untuk berendam tidak diijinkan laki-laki dan perempuan untuk sekamar, suami istri sekalipun.

Kawasan ini dekat dengan pegunungan yang memiliki sumber air panas. Selain menyegarkan tubuh dan melepas lelah selama liburan, air panas ini banyak mengandung mineral dan belerang yang baik untuk kesehatan kulit. Jadi jika ke Tondano sempatkanlah mampir ke tempat pemandian air panas ini. Hmm serasa berendam di onsen Jepang tapi lebih private karena sendiri. Tiba-tiba terdengarlah suara ketukan pintu dari luar suruh cepat-cepat karena ada yang masih ngantri diluar.. Ha..ha.. ha..

Wonderful Indonesia

Senin, 23 Januari 2017

Tonsea Lama Tondano - Minahasa

Dinginnya pagi tidak menyurutkan langkah kami untuk berjalan-jalan pagi keliling mengitari Tonsea, terdengar sapaan ramah dari tetangga kanan dan kiri yang rata-rata sudah saling kenal. Kalau saya sih memang harus berkenalan dulu. Kan torang samua basudara.. Ha.. ha.. ha..

Suasana di Tonsea Lama
Kids menyambut gembira ajakan dari kung-kung dan oma-nya untuk jalan-jalan pagi, lihat wajah ceria mereka menyambut pagi yang cerah...

Kami siap jalan-jalan

Senyum bahagia yang menghiasi wajah Jeremy
Tapi apa yang terjadi? Ya namanya bawa anak yang dibesarkan di kota besar sudah pasti lihat pemandangan begini jarang-jarang, benar kan? Dengan riang gembira Jeremy berlari-lari tanpa mau dipegang akhirnya dia pun terjatuh dan lututnya berdarah. Cara ngatasinnya mampir di warung beli air mineral untuk membersihkan luka kemudian tinggal diplester. Tapi gimana ya kalau anaknya mogok jalan padahal kita sudah berjalan cukup jauh dari rumah. Tinggal naik angkot yang lewat. Ha.. ha.. ha.. Pulanglah kami ke rumah dengan iringan musik dari angkot...

O ya kalau sudah ke Minahasa begini jangan lupa singgah di Danau Tondano. Danau ini adalah danau terluas di Sulawesi Utara. Pemandangannya juga bagus dan keren...



Masyarakat memanfaatkan Danau Tondano ini untuk memelihara ikan di keramba seperti ikan mujair, ikan mas, ikan nila, ikan gabus dan lain-lain. Sepanjang perjalanan kita akan melihat banyak restoran di pinggir danau.

Danau Tondano juga tidak bisa dilepaskan dari legenda cerita rakyat. Saya juga termasuk salah satu penggemar cerita rakyat. Ha..ha.. ha..
Konon asal muasal danau ini terjadi karena letusan Gunung Kaweng yang disebabkan karena sepasang muda-mudi yang melanggar larangan orang tuanya untuk kawin (Kaweng dalam bahasa Minahasa) akibatnya terjadi gempa dan gunung meletus dahsyat. Moral of the story adalah hargailah nasihat orang tua-mu walaupun terkadang bertentangan dengan keinginanmu...

Yuk jalan lagi! Wah ada pemandangan alam yang indah, menepi sebentar foto dulu dong...


Karena jalan masih searah hari ini kita mau jalan-jalan ke Bukit Kasih Kanonang di daerah Kawangkoan. Jangan lupa juga beli penganan khasnya yaitu kacang Kawangkoan yang ukuran kacangnya termasuk jumbo, besar-besar. Banyak kok yang jual di warung ataupun toko di sisi jalan. Kami pun ngemil kacang dan biapong (semacam bakpau) di mobil.

Baca petualangan kami di postingan selanjutnya ya... see you...

Wonderful Indonesia

Sabtu, 21 Januari 2017

Taman Laut Bunaken Yang Mempesona

Ditawarin jalan-jalan ke Manado? Mau... pakai banget. Siapa sih yang bisa menolak melihat keindahan Kota Manado di Sulawesi Utara ini. Jadilah kita ke Manado pada akhir bulan Juni 2014 yang juga pada saat itu kids lagi libur panjang. Asyik! Kalau bicara tentang Manado pasti yang terpikir Taman Laut Bunaken, iyakan? C'mon langsung tamasya. Ha..ha.. ha..
Bunaken, We are coming!

Sampailah kami di Taman Laut Bunaken
Untuk sampai ke Pulau Bunaken kita harus ke pelabuhan di Manado dulu baru naik kapal ke dermaga di pulau tersebut. Ayo kita mulai! Rencananya sih kita tidak nginap di Bunaken tapi langsung pulang pergi saja. Bagi yang mau nginap nggak usah khawatir banyak kok tempat penginapan dari yang murah sampai yang mahal tinggal pilih saja sesuai selera.

Akhirnya kita tiba juga di pelabuhan, karena beramai-ramai jadi bisa berbagi tugas, ada yang jaga barang, ada yang pergi menyewa kapal dan ada yang bertugas membeli makanan yang dibungkus untuk makan siang di atas kapal, soalnya sudah mendekati jam makan siang juga sih.

Dermaga di Manado
Setelah semuanya beres kita pun bersiap-siap naik ke atas kapal. Karena jumlah kami lumayan banyak jadi kami langsung sewa kapal besar yang ada kaca di bawahnya supaya bisa lihat ikan dan biota laut lainnya (Glass Bottom Boat). Mari naik kapal! Perjalanan akan memakan waktu kurang lebih 50 menit. Ngapain aja kita di atas kapal ya?

Yang sudah pasti sih ya tentu saja makan dan foto-foto ditambah lagi bisa lihat ikan dari glass bottom, seru kan?! Makan siang kita kali ini yaitu nasi kuning khas Manado yang menurut saya enak. Nasi kuning diberi aneka lauk yang lezat seperti bihun, abon ikan cakalang, semur daging, kering talas, bawang goreng dan telur rebus serta sambel dan dibungkus dengan daun woka atau daun lontar... Duh enaknya... Mau lagi!

Menikmati makan nasi kuning
Setelah kenyang yuk foto-foto...



Akhirnya sampai dermaga Bunaken
Setelah sampai kami berencana mau snorkeling, jadinya kita menyewa baju selam dengan perlengkapan snorkeling dan kamera underwater untuk foto-foto di bawah laut dan menyewa instruktur yang akan menemani kami. O ya satu lagi jangan lupa beli juga biskuit untuk kasih makan ikan biar ikannya bergerombol, kan bagus tuh kalau difoto dan kalau lapar bisa sekalian untuk cemilan. Ha..ha..ha.. (Ini serius loh!)

Pantai di Pulau Bunaken
 Dari dermaga Pulau Bunaken kami naik kapal yang sama ke spot snorkeling...

Siap-siap ke spot tempat snorkeling
Akhirnya sampai juga ke tempat tujuan... Let's go!

Hore! saya lagi snorkeling loh!

Kasih makan ikan pakai biskuit

Jeremy : Biskuit untuk saya dan ikan

Setelah puas snorkeling dan sudah menjelang sore, kami pun balik naik kapal untuk kembali ke Manado, tidak lupa juga untuk mengabadikan momen menjelang sunset...



Bye-bye Bunaken. Kami pun pulang untuk beristirahat...


Wonderful Indonesia