Tampilkan postingan dengan label Bogor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bogor. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Februari 2019

Field Trip Ke KUNTUM FARMFIELD BOGOR

Proses belajar mengajar siswa tentu saja tidak hanya di sekolah tetapi mereka juga diajak untuk melihat lingkungan di sekitarnya.

Banyak hal yang bisa dipelajari dari proses belajar mengajar di luar sekolah, paling bagus sih sesuai dengan tema yang sudah diajarkan, jadi anak lebih mengerti secara mendalam.

Sekolah Jeremy pun melakukan hal yang sama. Beberapa kali anak diajak ikut field trip tentu saja si bocah senang dan pulang bercerita dengan antusias.

Yeeay! Karena lagi belajar tentang Benda, Hewan, dan Tananaman di Sekitarku, program outing-nya kali ini mereka diajak untuk belajar berkebun dan merawat hewan dan tanaman. Asyik ya wisata edukasinya.


Akhirnya hari yang dinantikan pun tiba tepat tanggal 15 Februari 2019 sesuai rencana program EOTC akan dilaksanakan. Sehari sebelumnya para siswa SD kelas 1 dibriefing dulu..

Tapi? Pulang sekolah..

Jeremy yang awalnya semangat jadi layu sebelum berkembang. Si dia bilang "Nggak jadi ikut deh" terus dia cerita disuruh bawa botol kosong soalnya. Untuk apa? Katanya kalau di bis nggak bisa nahan pipis, disuruh pipis dulu di botol. Bayangin? Pipis sambil diliatin teman, terus kalau teman aku pipis, bis-nya goyang-goyang tumpah kena aku gimana?

Haiya masalah kecil itu! Setiap masalah pasti ada jalan keluar tinggal dicarikan solusinya. Benar kan? "Serahkan kekhawatiranmu pada Tuhan"

Justru moment seperti ini sayang untuk dilewatkan. Sebenarnya sudah agak lama saya berencana pengen bawa kids ke sana berwisata sambil belajar, cuma akan lebih menyenangkan bersama dengan teman-teman seumuran dan juga dibimbing sama guru dan guide dari Kuntum untuk menjelaskan. Di sana mereka bisa belajar, bermain dan tertawa bersama..

Akhirnya.. Taraa siap-siap dari sekolah menuju bis..


Entar tinggal dengar ceritanya dari Jeremy saja, tapi gambaran besarnya kurang lebih sudah tau-lah banyak wisata edukasi model begitu, cuma pemandangan dan keseruannya saja yang berbeda.

Kalau saya bilang sih itu anak-anak bakalan senang mereka bisa memberi makan ikan, anak sapi, petik sayuran dan kalau beruntung bisa diajak naik kuda.

Eh beneran! Jeremy pulang sekolah bawa kantong yang isinya ubi merah yang penuh tanah dan daun salada yang masih berakar di tangan kiri terus tangan kanannya bawa kantung tanah berisi tanaman yang katanya mau dia rawat, siram 2 kali sehari.

Si bocah bilang dia paling suka kasih makan kelinci, terus cabut-cabut sayur tapi nggak suka kasih susu ke sapi. Di sana harus tahan bau soalnya tanahnya dikasih pupuk, nggak boleh takut kotor entar bisa cuci tangan. Pada dasarnya si bocah senang dan menikmati.

Dengan bangga dia bilang makan siang pakai sayur tawar.. salad. walaupun nggak enak tapi sehat.

WC-nya walaupun tidak terlalu bersih tapi nggak jorok dan bau, jadi bisa pipis.

Terus ada barang yang mama suka! Jeremy tersenyum rahasia sambil ngambil sesuatu dari tas-nya dan taraa.. gantungan kunci Kuntum Farmfield.

Mari kita simpan sebagai tambahan koleksi dilemari pajangan.. Ma kasih sayang..


Hmm lumayan positif responnya..

Untuk anak-anak seusia mereka terkadang ada rasa khawatir saat melepaskan mereka pergi field trip, entar begini.. entar begitu.. tapi tetap berdoa dan percaya banyak hal positif yang bisa mereka dapatkan melalui belajar dengan alam dan berinteraksi dengan teman dan guru juga melatih kemandirian mereka..

Tetap Semangat!


Kamis, 23 November 2017

Camp Hulu Cai Bogor

Akhirnya selesailah rangkaian perjalanan wisata kami ke Puncak. Sengaja pilih tempat-tempat wisata yang saling berdekatan, jadi tidak membuang waktu di perjalanan. Karena sudah sore dan cuaca juga mendung udara pun terasa dingin tapi tidak sampai menusuk tulang. Akhirnya, tibalah kami di sebuah resort yang bernama Camp Hulu Cai.


Nah di cottage inilah kami akan menginap semalam, sengaja pilih yang dekat kolam renang, tapi kok air di kolam renangnya agak kotor sih? Bagaimana mau berendam eh berenang?


Kalau ada yang mau coba untuk camping juga bisa. Camping ground-nya cukup luas dengan fasilitas tenda dan toilet khusus untuk para campers...

Pilihan kami tetap nginap di cottage dengan fasilitas standart hotel tentunya.

Untuk sampai ke Camp Hulu Cai ini kita akan melewati jalan sempit khas pedesaan dengan jalan menanjak dan tidak rata. Tiba-tiba Jeremy bertanya, "Katanya mau nginap di hotel, kenapa malah ke sini?" Sambil nengok kanan kiri dengan pandangan ragu. Si Papa tetap saja jalan dengan mengikuti petunjuk google maps.. Eh beneran kok itu ada petunjuknya, tinggal lurus saja..


Akhirnya kita pun tiba di front office dengan mobil wara wiri di depannya..


Bagaimana ceritanya ya, bis bisa masuk ke dalam resortnya sementara jalannya sempit begini? Dan juga jaraknya lumayan jauh untuk sampai ke dalam? Mobil pribadi sih tidak masalah.
Seperti ini nih.. jalan masuk ke resort dari front office cuma muat satu mobil doang..


Kata petugasnya entar bis-nya parkir di lapangan yang sudah disediakan, kemudian penumpangnya diantar pakai mobil wara-wiri.

Oh begitu, baiklah.. soalnya yang datang ke tempat ini kebanyakan untuk outing perusahaan tapi untuk keluarga juga bisa kok.

Sampai di dalam ternyata area-nya luas banget hampir menyerupai sebuah desa kecil dan juga dari pihak pengelola menyediakan mobil wara wiri yang bisa dipakai gratis untuk explore seluruh kawasan.

Karena sampai di sana sudah sore, kami pun memesan makan malam yang minta diantar ke kamar saja, sambil nunggu kami jalan-jalan di sekitar cottage. Berada di sini seperti berada di sebuah desa dengan suara jangkrik dan cuaca yang bersih serta sejuk. Hmm menyenangkan..


Kamarnya juga luas dan nyaman. Siap-siap entar malam perang tarik-tarikan selimut. Soalnya dingin sekali udaranya.. Ha.. ha.. ha.. Kami pun tidur dengan lelap..

Keesokan paginya si Papa ngajakin kita jalan-jalan menikmati udara pagi mumpung cuaca cerah. Dia bawa peta Camp Hulu Cai. Albert tetap dengan kamera saku untuk merekam.

Akhirnya kita pun sampai di sebuah taman bunga, tamannya bagus dan terpelihara dengan baik. Eh itu ada tulisan namanya adalah Taman Bunga Layla.. Foto yuuuk! Ajak si Papa..


Di taman bunga ini juga ada semacam pendopo yang kata Jeremy "tempat makan lesehan" dan juga air mancur dengan latar belakang Gunung Pangrango..



Jalan-jalan di taman bunga begini membuat hati berasa nyaman, tenang dan damai, waktu seakan-akan berhenti karena keindahan bunga-bungannya.. Ha.. ha.. ha..




Bunga-bunga cantik ini pun kami foto walaupun hanya pakai handphone, tapi tetap kelihatan keindahannya..





Puas memanjakan mata dengan bunga-bunga indah, kita pun segera breakfast. Kids langsung ganti baju mau renang ceritanya. Saya ragu itu kolam renang layak nggak ya dipakai? Oooh untunglah pas diintip ada petugas yang lagi bersihkan, trus bilang "Maaf bu, kolamnya tutup mau dibersihin dulu." Oke baiklah, kids selamat dari penyakit kulit gatal-gatal.. Ha.. ha.. ha..

Ayo foto dulu di samping kolam renang.. Ha.. ha.. ha.."Mama jangan tertawa jahat deh" kids langsung protes. Tapi kemudian ikut tertawa membayangkan kalau mereka jadi nyemplung dan menderita gatal-gatal..



Kabar gembira lainnya si Papa yang ikut outing ternyata menang dalam permainan Gladiator.. Hore.. horee..

Baca juga :
Happy Holiday


Selasa, 14 November 2017

Asyiiknya Cimory Riverside Resto

Yuhuu... akhirnya dapat kesempatan juga ke daerah Puncak.. Terakhir kapan ya? Seingat saya sih sudah lama. Mari kita bernostalgia! Yang namanya nostalgia tentu ke tempat yang dahulu kala pernah kita datangin terus kita pingin datang lagi, entah karena kita suka tempatnya atau karena penasaran.

Kalau saya? Tentu saja karena bingung.. ha.. ha.. ha.. Ceritanya David ada acara gathering terus ngajakin kita ikut, iseng searching lokasi tempatnya, eh ternyata dekat dengan Cimory Riverside Resto. Awalnya si papa David bilang "Kan sudah pernah ke sana, rasa makanan-nya juga biasa. Cari dong tempat nge-hits lainnya yang kita belum pernah pergi? Dia pengen ikut kekini-an.. Ha.. ha.. ha..

Albert tiba-tiba ingat! Cimory yang mana? Yang ada sungainya kan? Mauuu!...
Jeremy cuma ikut-ikutan bilang "Hore.. hore..!"
So? Deal? Tenang saja entar dari Cimory kita baru ke tempat nge-hits lainnya (maksudnya tempat yang kita belum pernah pergi). Okelah kalau begitu! Si papa David ikut-ikutan senang juga... Horee.. horeee..

Singkat cerita kita pun tiba di Cimory Riverside Resto jam 10-an. Sebuah resto yang berada di tepi Sungai Ciliwung dan di seberang restonya dibangun Mini Zoo yang diberi nama Cimory Riverside Forest. Entar kita sekalian ke sana ya!! Soalnya waktu datang pertama kali belum dibangun.

Cimory Riverside, November 2017
Oya sekedar mengingatkan kalau bepergian ke Kawasan Puncak, ada baiknya memperhatikan jadwal buka tutup arus lalu lintas di sana, terutama hari Sabtu dan Minggu.

Begitu masuk ke dalam Cimory, kita akan bertemu dengan patung sapi. Tapi kok patungnya jadi lebih besar? Dulu patung sapinya kecil, kids mulai kasak-kusuk..

Ini nih penampakan patung sapi waktu kita datang bulan April 2013. Kids juga masih kecil, wajar dong patung sapinya juga masih kecil.. Ha.. ha.. ha..

Cimory Riverside, April 2013
Karena kids sudah mulai besar si patung sapi juga tidak mau kalah, si sapi-pun membesar.. Ha.. ha.. ha.. Kangen sama sapi kecil!! 


Cimory Riverside, November 2017
Nah di sebelahnya ada juga sapi yang kita ajak foto bersama ramai-ramai.. Duh senangnya!!


Selesai urusan dengan patung sapi, sekarang mari kita ngemil! Belum jam makan siang soalnya. Cari tempat duduk yang dekat sungai. Cukup pesan dua porsi makanan untuk ber-empat supaya lebih terasa sensasi rebutannya.. Ha.. ha.. ha..


Cimory Riverside, November 2017
Sekarang kita lebih beruntung karena datangnya saat snack time, jadi bisa duduk langsung dengan view sungai. Dulu karena datangnya pas makan siang, ya dapatlah tempat seadanya yang tersedia saja, sesuai nomor antrian (kayak tempat duduk menentukan posisi saja).. Ha.. ha.. ha..

Pesanan makanannya juga ala Western ikutin rekomendasi si mbak aja deh, dia bilang sosis panjang enak, maka kita pun pesan itu. Sekarang si sosis panjang masih ada di daftar menu, cuma harganya saja yang berubah... tentu saja jadi lebih mahal. Kalau mau makan hidangan ala Indonesia juga tersedia kok.

Ini foto waktu kita datang pada bulan April 2013. Kids masih kecil, Jeremy saja masih makan ala slow cooker, jadi cuma ikutan foto sambil cemal-cemil saja.


Cimory Riverside, April 2013
Sambil nunggu makanan, kids main di playground ditemani papa David..

Cimory Riverside, November 2017
Kids serasa bernostalgia dengan menunggang sapi.. Ya.. ya.. ya.. tapi menunggang sapi itu bukan di sini darling, tapi di Cimory satunya lagi yaitu Cimory Mountain View yang berkonsep pemandangan menghadap bukit.

Cimory Mountain View, April 2013
Kalau dulu kita hanya bisa berfoto dengan latar belakang sungai dan ngajak kids main ayunan sambil lihat sungai.

Cimory Riverside, April 2013

Main ayunan, April 2013
Sekarang selain foto dengan pemandangan sungai, kita sekalian menyusuri sungai dan naik jembatan untuk nyebrang ke Mini Zoo-nya. Asyiik ya!



Banyak juga dipasang spot-spot menarik untuk berfoto sekalian promosiin produknya. You know kids lah? Lihat patung suka nggak tahan kalau nggak beraksi.. Ha.. ha.. ha..


Apalagi ya? Oh itu sekarang ada Museum LULU (Lukisan Lucu) yang katanya sih Museum 3D terbesar di Puncak. Benar nggak ya? Mungkin karena belum ada saingannya.. Ha.. ha.. ha..

Jeremy pengen masuk cobain foto-foto di dalam. Baiklah mari kita beli tiket masuk dulu ya!


Kalau dulu cuma ada swalayan yang jualan produk susu segar dan daging olahan ala Cimory, trus ada toko coklat yang mereka namakan Chocomory, sehingga terkesan tempatnya luas dan lapang walaupun ramai..

Sekarang banyak penambahan, ada toko es krim, toko souvenir bahkan di lantai bawah pun dibikin Factory Outlet sehingga menimbulkan kesan padat kalau jalan siap senggol kanan kiri, apalagi kalau ada yang mau foto.. Ha.. ha.. ha..

Di sini saya beli gantungan kunci sapi tulisan Cimory, Jeremy cobain marshmallow dicelupin coklat fountain. Albert dan papanya cobain es krim.. Yummy!



Setelah puas di Cimory Riverside kita pun melanjutkan perjalanan ke De Ranch Puncak yang katanya rasa Bandung.. Seperti apa ya penampakannya? Jadi penasaran? Baca di postingan selanjutnya ya.. See you..

Happy Holiday

Jumat, 05 Mei 2017

Ngidam Ke Taman Bunga Nusantara

Katakan cinta dengan bunga? saya sih hanya bisa bilang "Nggak perlulah seperti itu, sebagai tanda cinta bawalah aku ke taman bunga" Ha.. ha.. ha..

Serius! saat itu saya lagi hamil anak ke-2, jadi bila terlihat saya kelihatan gendut itu bukan karena banyak makan tapi sedang mengandung sang buah hati untuk kedua kalinya.

Saya agak sensitif soalnya waktu hamil dulu, bayangin aja waktu jalan-jalan ke mall ada SPG yang nawarin jamu pelangsing promosinya berlebihan lagi pakai kata dijamin segala. trus ketemu teman-teman lama ada yang ngomong "gemukan ya sekarang?"

Tapi yang lebih serius lagi Taman Bunga Nusantara (TBN) ini benar-benar indah, versi saya loh! atau mungkin bawaan orok dalam perut juga bisa. Ibu hamil kan perlu piknik juga, ceritanya ibu bahagia anak dalam kandungan pun sejahtera.. Ha.. ha.. ha..

Cuma ya itu akses masuk kedalamnya jalanannya rusak, sampai saya harus pegang perut supaya tidak tergoncang-goncang selama perjalanan. Terbayar kok setelah sampai...

Yang bantuin foto kurang ahli
Depan pintu masuk

Sampai di lokasi saya cepat-cepat cari tempat duduk, David segera pergi membeli tiket masuk TBN di loket, setelah beli tiket dia pun balik trus ngasih tahu beli tiketnya sekalian dengan tram untuk keliling-keliling taman bunga, soalnya takut saya kecapean.. oh.. oh.. pengertiannya suamiku ini. hati menjadi berbunga-bunga di taman yang penuh bunga ini sepertinya si taman bunga ini menjadi lebih indah dari sebelumnya.. ha.. ha.. ha.. Kan kata orang bijak bila hati gembira maka segala sesuatu menjadi lebih indah.

Kami langsung naik tram untuk mengelilingi TBN sambil nandain yang mana yang bagus untuk kami datangin lagi foto-foto. Ada juga kereta wara wiri yang jalurnya dari lokasi ke lokasi, rencananya entar kita mau naik itu juga supaya nggak terlalu capek jalan kaki, kan lagi hamil ceritanya.
Kalau kuat atau mau hemat bisa jalan kaki juga pastinya, saya rasa tidak terlalu berasa lelah berjalan di tengah indahnya taman bunga dan udara sejuk.

 Naik Tram
Taman Bunga Nusantara ini benar-benar memanjakan mata kami, terlihat hamparan bunga nan indah dan juga ada patung-patung binatang seperti Dinosaurus dan Merak dalam ukuran raksasa
Hamparan bunga nan indah

Menyejukkan hati yang melihat

Burung Merak Raksasa

Dinosaurus raksasa
Ada beberapa titik lokasi taman dengan gaya yang berbeda, ada taman Bali, taman Jepang, taman Mediterania, taman Perancis, taman Amerika, taman labirin, taman mawar, taman palem, taman air dan masih banyak lagi karena itu belum semua disebutkan.






Untuk yang bawa anak-anak tidak perlu khawatir ada juga tempat bermainnya kok, kayak kereta-keretaan, naik kuda dan masih banyak lagi.

Naik kuda keliling-keliling
Main kapal-kapalan
Taman Bunga Nusantara ini biasa juga dijadikan sebagai tempat foto prewedding. Pokoknya tidak rugilah bila datang ke tempat ini. Banyak keluarga atau pasangan muda mudi yang datang menikmati keindahan taman bunga ini.

Hmm mungkin cocok juga kali ya sesi foto disini pakai kostum ala India trus pura-puranya lagi lari-lari di taman sambil nyanyi-nyanyi dan menari..Ha.. ha.. ha..

Puas explore taman bunga cantik ini kami pun pulang...

Sebelum pulang kami lunch dulu di RM. Rindu Alam, sesuai dengan namanya disinilah tempat kita bisa menuntaskan rindu dengan rasa makanan yang tidak berubah dan juga dengan kenangan yang begitu melekat di hati. Ha.. ha.. ha.. Jangan lupa pesan sate ayam nya ya. Resto ini sendiri sudah ada sejak tahun 1980-an.

RM. Rindu Alam yang selalu di rindu
Karena didaerah Puncak banyak kebun teh, saya pun minta difotoin di area kebun teh.
Akhirnya parkir mobil sebentar di pinggir jalan kami pun bersiap melakukan sesi foto.
Jepret... terlihatlah senyum bahagia si ibu hamil yaitu saya sendiri... ha..ha..ha..

Area kebun teh pinggir jalan
 Oya cerita tentang taman bunga yang lainnya bisa baca di Keukenhof Gardens.

Wonderful Indonesia