Rabu, 20 Juni 2018

Kue Kering Tandingan

Mrs. Fields KW Super

Mrs. Fields salah satu brand cookies yang sudah terkenal di Amerika dan pernah buka gerai di Jakarta  salah satunya di Mall Ciputra.

Waktu itu di tahun 2012 kebetulan saya dan David lagi nge-mal dan lihat deretan cookies dengan berbagai varian yang sangat menarik minat untuk dicicipi, singgah dong sebentar di outletnya untuk beli, karena tahu itu franchise pasti dari soal rasa terstandarisasi dengan baik.


Sampai dirumah buka bungkusnya dan ternyata isinya dibungkus kertas berisi 3 potong cookies dengan ukuran standart (2x lebih besar dari Cookies Good Time buatan lokal) kita beli yang original tapi sempat juga beli rasa lain sebelum gerainya tutup.

Perhatikan cookies-nya
Rasa cookies-nya enak, lembut dan kaya rasa coklatnya. Tekstur-nya tidak keras seperti cookie yang biasa dijual di supermarket, jadi kalau kita pencet berasa lembek gitu deh. Tapi sekarang gerainya sudah tutup.

Mau tidak mau harus bikin tandingannya dong! Cari resep di google yang cocok kemudian langsung praktek bikin. Jangan sering-sering juga bikinnya entar nggak ada sensasi rasa kangen lagi..

Liburan sekolah anak-anak secara otomatis ingat dong pengen bikin lagi. Resepnya tetap pakai resep lama..


Mari kita bikin! kebetulan di rumah lagi nggak ada cemilan, nah yang lagi bertebaran di mal atau bakery adalah kue-kue kering maklum-lah menjelang idul fitri. Jadi kepengen ikutan bikin kue kering juga daripada beli..

Bikin kue kering itu ternyata lebih simple daripada bikin roti, sebentar saja sudah selesai dan siap untuk dicoba, tinggal tunggu dingin..


Jadilah cemilan kami dua toples..


Penasaran? mau coba buat? baca di CLASSIC Chocolate Chip Cookies..

Terinspirasi Nextar

Kalau tentang Nextar, itu permintaan Jeremy, masih mending-lah..

Awalnya saya iseng nanya "Jeremy mau dibuatin kue apa?" eh dia minta dibikinin biskuit Oreo, ya.. mana bisalah? apalagi harus mirip motifnya dan juga teksturnya didalamnya ada isi coklat atau vanilla. Menyerah! gampang tinggal beliin aja..

Untung dia berubah pikiran setelah melihat deretan biskuit-biskuit yang lagi promo di supermarket dan memilih Nextar yang ternyata ada 2 varian rasa yaitu rasa Nastar dan Brownies..


Dibuka tutup kalengnya dan lihat bentuk, tekstur dan isinya, sebelumnya foto dulu!!


Mari kita bikin tandingan!!
Berarti ini pertama kali saya coba bikin nastar, sebelumnya suka beli dilangganan yang juga dia buat sendiri sesuai order, sudah cocok rasanya. Tapi karena mau buat tandingan jadi saya coba buat, ternyata ribet ya..

Selai nanas beli yang sudah jadi saja, tinggal bikin doughnya dan bentuk seperti nextar nastar..


Dan hasilnya.. ya mirip-lah bentuknya kalau dipaksakan..


Selain bikin yang diisi selai nanas, uji coba juga yang diisi wafer didalamnya, ternyata wafer kalau dipanggang malah jadi melempem. Kurang cocok dibikin nastar isi wafer.

Penampakan nastar isi wafer seperti ini..


Soal rasa.. menurut saya masih lebih enak nastar buatan sendiri, beda tekstur. Soalnya memang sudah terbiasa dengan rasa nastar yang memang sudah seperti begitu rasanya, biasa suka disediakan menjelang hari raya..

Sekarang coba bikin yang Nextar rasa Brownies, cari resep yang kira-kira cocok dan menarik kemudian bentuk semirip mungkin.. Namanya juga tandingan, iya-kan? warna tandingan coklatnya lebih muda..


Bandingkan dengan asli-nya, bentuknya lumayan mirip ya? tapi dari tekstur dan rasa tentu beda. Lebih enak rasa Nextar brownies, kalau yang tandingan enak juga tapi masih kategori biasa..


Bosan dengan bentuk bulat, bolehlah bentuk kotak panjang biar ada variasi..


Si model siap beraksi untuk jadi juru cicip.. Nyam.. nyam..


Happy Baking

Jumat, 15 Juni 2018

Our 15th Wedding Anniversary

"A Wedding Anniversary is a celebration of love, trust, partnership, tolerance and tenacity" So let's celebrate our 15th wedding anniversary!"


An anniversary is time to celebrate the joys of today, the memories of yesterday, and the hopes of tomorrow. Not all days are the same, these 365 days consist of good and bad moments. Keep the good memories and throw away the bad ones.. Cheers!


Anniversary kami tepat tanggal 15 juni 2018 di mana saudara kami umat muslim merayakan hari raya Idul Fitri. Asyik ya bisa barengan begitu.. Boleh dong kami sekeluarga mengucapkan "Selamat Hari Raya Idul Fitri!! Semoga kita semua damai dan bahagia di hari yang Fitri ini dan juga di hari-hari selanjutnya. Apabila ada salah di kata, salah di hati, salah di jempol.. Mohon dimaafkan."

Nah untuk ulang tahun pernikahan kali ini mau dirayakan di mana? Di rumah saja yuk! Kita masak-masak juga bikin kue-nya sendiri saja. Cari yang praktis supaya nggak ribet jadi bisa dikerjain bersama.

Pilihan jatuh pada pizza, spaghetti lasagna dan juga cake tiga susu sebagai kue anniversary-nya serta dessertnya puding roti dengan vla custard. Iih.. sederhana banget ya? Emang pas ngomong kelihatan mudah dan praktis tapi percayalah itu juga perlu perjuangan. Ini berat kamu tidak akan sanggup biar Dilan saja.. Eh tapi sudah nggak musim Dilan.. Ya sudah.. ya sudah.. biar saya saja..

Kita mulai dari kue anniversary. Pilihan kami jatuh pada Tres Leches yang artinya cake yang bermandikan tiga macam susu dan dioles atasnya dengan fresh cream, mudah sekali pembuatannya dengan bentuk yang sederhana tapi bisa menjadi cantik saat diberi hiasan.

Penasaran? Pengen coba? Bikin sendiri ya.. (Baca resep di : Bolu Tiga Susu)


Topper tidak perlu beli lagi tinggal buka lemari pajangan dan pilih yang kira-kira cocok dengan tema acara, jangan lupa kalau mau dipakai cuci dulu..

Yang mana ya? Yang ini? Atau yang itu? Akhirnya pilihan kami jatuh pada lego pengantin padahal yang lego tema keluarga cocok juga..


Kids memang suka sama mainan lego, bahkan mereka juga bikin lambang showcase Youtube lego yang mewakili keluarga kami dan dinamakan DJ3 Family.


Setelah kue selesai tiba saatnya kami berdua berfoto bersama, berdoa "make a wish" bersama dan tiup lilin. Lilinnya juga yang berbeda warna yang melambangkan dua pribadi yang berbeda yang pada akhirnya Tuhan persatukan untuk saling mewarnai dalam hidup.

Berbeda itu indah asalkan bisa saling toleransi dalam hidup. Benar kan?


Ssst.. yang hias kuenya sampai sedemikian indah itu papa David lho.. saya yang bikin bolu pandannya. Namanya juga anniversary, yang ngerayain kan berdua jadinya bikin kuenya juga harus campur tangan berdua dong.

Untuk mie panjang umur pernikahan kita pakai spaghetti lasagna, cara bikinnya seperti lasagna tapi pastanya kita ganti dengan spaghetti yang dicampur telur, cooking cream, keju parmesan kemudian diaduk rata. Saos merahnya kita pakai yang bolognese instan saja supaya praktis. Rasanya yummy..


Pizza tetap menjadi pilihan untuk kita bikin karena praktis dan mudah pembuatannya. Apalagi toppingnya bisa DIY.


Topping dengan campuran tuna mayonaise yang dipadu crab stick dan juga irisan nenas kemudian ditaburi keju mozarella, jangan lupa juga irisan cabe rawit diatasnya. Rasa nano-nano, ada rasa gurih, manis, asam dan pedes. Cocok ini untuk menggambarkan kehidupan dalam rumah tangga.. Ha.. ha.. ha..


Pizza pepperoni tetap menjadi andalan..


Untuk dessert bikin puding roti saja ah, habisin sisa roti tawar yang ada di kulkas, terus pakai vla custard, biar berasa kayak lagi makan di hotel berbintang.


Sebuah perayaan sederhana yang ditandai dengan ucapan syukur. Setiap tahun kami jalani dan rayakan anniversary kami dengan doa di dalamnya. (Baca juga: Our 14th Wedding Anniversary)

Just Sharing

Senin, 11 Juni 2018

Happy Birthday To You

"A simple celebration, a gathering of family member; here wishing you great happines and a joy that never ends."


Tepat di hari minggu kedua bulan Juni 2018 adalah hari ulang tahun papa David. Mari kita rayakan secara sederhana dan penuh hikmat.

Jadi hari minggu rencananya kita ikut ibadah pagi kemudian makan siang bersama sekalian merayakan ulang tahun dan juga beli kue, mau dimana? Di Walao-Eh, Try-lah saja yuuk!


Pernah lewatin ini resto tapi nggak pernah singgah. Jadi penasaran dong. Sebelum pergi cari promo saja dulu di Fave, eh ternyata lagi ada voucher IDR 150 ribu tapi cuma bayar IDR 90 ribu, lumayan banget kan?

Masuk ke dalam disambut dengan ramah, lumayan ramai juga nih resto. Kata si mas yang melayani kami, ini resto Singapore yang kelebihannya porsinya besar. Kalau saya perhatikan ini semacam kopi tiam yang tidak hanya menyediakan menu nasi hainam, kwetiau, laksa tapi juga ada menu western dan juga makanan Indonesia kayak nasi uduk, nasi tumpeng, sate ayam dan lain-lain..


Daftar menunya saja sudah sebesar bagong, bagaimana dengan porsinya ya? Kami pesan nasi goreng siram, steak, fish and chips.. entar makannya saling berbagi saja ya.




Porsinya lumayan besar tapi lebih besar lagi piringnya, bisa lah sepiring makan berdua biar kelihatan mesra dan ada sensasi rebutan.

Katanya sih yang recommended Es Milo Tyrex, yang ternyata ukurannya jumbo.


Pesan es teh tawar yang ternyata gelasnya pakai mug vintage porsi jumbo..


Akibat ketidaktahuan akan porsi di Walao-Eh, dessert-nya kita pesan es Walao-Eh, semacam es kepal Milo ala Singapore yang ternyata ukurannya alamak jumbo juga..


Waduh.. kami sudah tidak sanggup lagi melihat dan menghabiskan itu minuman, Jeremy langsung lari main di Playground, kemudian jalan-jalan sebentar ke belakang lihat burung. Foto dulu dong..


Kayaknya kenyangnya aneh deh terasa kembung. Yuuk kita pulang saja. Lain kali nggak mau pesan minuman begitu banyak..

Mau beli kue Ultah saja langsung hilang semangat, apalagi di mobil tercium bau-bau tidak sedap begitu. Rasanya gimana ya? Perang tagar, perang kaos masih mending ini perang.. U know lah! Albert.. Jeremy.. hentikan!

Tapi untunglah tidak ada rotan akarpun jadi, tadi lupa pesan mie ulang tahun dan belum make a wish. Jadi.. mari kita lakukan secara sederhana. Sim.. salabim.. jadilah spaghetti bolognaise dengan taburan keju dalam mangkuk jumbo yang tentu saja buatan saya sendiri dong.


Si papa bisa make a wish sesuka hati, mau lebih dari satu juga boleh tapi maksimal tiga ya.. ha.. ha.. ha.. dilanjutkan tiup lilin..


Kemudian kita pun dinner bersama, anggaplah si papa sedang berbagi rejeki bersama kami..


Setiap tahun ada cerita dan kesan yang berbeda tetapi semua akan bisa diingat jika dituliskan dalam Julie Bercerita - Everything What I Want To Share..

Just Sharing

Jumat, 08 Juni 2018

Conggraduation

"Congratulation on your graduation and best wishes for your next adventure", Again?


Jadi ceritanya kita dapat undangan untuk menghadiri acara wisuda Jeremy tanggal 7 Juni 2018, sebenarnya agak malas juga ikut acara ceremonial TK kayak begitu, soalnya sudah pernah juga, ngapain ulang-ulang. Iya kan? Baca ceritanya di Jeremy's Graduation at Kindergarten.

Tapi? Ya mau bagaimana lagi.. Jeremy mau nari kuda lumping, Lagian juga dia sangat bersemangat dan membawakan tarian dengan sangat baik..


Dan juga mau naik ke panggung untuk menerima medali kelulusan dan juga bersalaman dengan kepala sekolah. Lumayan lah untuk kenang-kenangan.


Perhatikan deh dilayar selain foto juga ada tulisan tangan anak-anak tentang teman yang mereka sukai dan juga pesan. Jeremy tulisnya teman yang dia sukai selama di sekolah adalah Andro karena dia baik. Pesannya : "Teman-teman jangan lupain aku ya"

Tapi ada yang menarik, Albert si sulung tiba-tiba tertawa katanya "Ma, baca deh!" Ternyata ada teman Jeremy yang tulis kalau teman yang dia sukai selama di sekolah adalah Jeremy, karena dia ganteng.. Ha.. ha.. ha..

Tidak lupa foto bersama di panggung..


Kalau dilihat konsep yang mau disampaikan adalah tentang keberagaman suku-suku di Indonesia yang diwakili empat daerah sesuai dengan jumlah kelas yang ada, tentu saja ada tambahan balet, nyanyi, kata sambutan dan berbagai acara simbolis lainnya.

Kelas Jeremy dapat bagian tampil dengan ciri khas Madura. Pantesan saja beberapa hari terakhir dia suka cerita tentang Madura, Surabaya, Jawa Timur terus pakai tanya "Mau nggak kita foto-foto di jembatan Suramadu?" Itu kan tempat wisata kalau mau ke Madura.


Setelah anak-anak menari tarian khas daerah dan turun panggung, sekarang saatnya adegan drama.

Terdengarlah suara yang nyaring dari seorang anak dengan latar gambar sate Madura yang mengatakan "Saya suku Madura.. Sate Madura paling terkenal enak diseluruh dunia."

Muncul lagi anak yang lain tidak mau kalah katanya, "Saya suku Batak.. Sumatera Utara terkenal tempat yang paling indah."

Lalu seorang anak muncul lagi nggak mau kalah, "Saya orang Aceh.. Orang-orang dalam dan luar negeri juga tahu bahwa Tari Saman itu terkenal seluruh dunia"

Terakhir muncul lagi "Saya orang Dayak.. Pulau Kalimantan penghasil emas dan intan.. orang-orang seluruh dunia menyukai emas"

Muncul penengah yang bilang "Teman-teman jangan berantem", anak yang lain bilang "Jangan sombong" karena kita adalah satu kita Indonesia.

Akhirnya mereka bersama menyanyikan lagu "We are Unity"

.. ♬ We are one..♫
♬ We are different
♫ We're from all around the world
♪ We share the same Sun
♬ We share the same Ocean
♪ Come together and share our dreams
♬ To be among the stars ♫

♬ And.. We know that it's destiny.. ♫ and we are unity.. We are Unity ♫ La.. la..

Asyik ya lirik lagunya? Cocok banget untuk situasi saat ini. Anak-anak memang harus diajarkan tentang keragaman, bahwa setiap orang itu berbeda tetapi tetap satu.

Hmm akhirnya selesai juga rangkaian acara Wisuda Jeremy untuk kedua kalinya.. Lihat jam hampir jam 1 siang.. Yuuk cepetan pulang sudah lapar. Ikutin acara 4 jam.

Kok bisa acara wisuda sampai dua kali sih? Jadi begini.. dulu umur Jeremy belum cukup untuk masuk SD, dan saya lihat kayaknya dia juga belum siap. Ya sudah kami putuskan dia ngulang lagi di TK. Ngomong sama kepala sekolahnya yang akhirnya juga setuju.

Kalau dipaksakan masuk boleh juga berarti saat masuk SD umur dia 5 tahun dong, jadi biarkanlah dia menikmati masa "Inilah taman kami Taman Kanak-kanak" lebih lama lagi.

Banyak lho yang menyayangkan keputusan kami, tapi ya mau bagaimana lagi ♬♫ Whatever will be, will be ♪♫ The future's not ours to see ♬♪ que sera, sera.. what will be, will be ♪♫ masa depan bukan untuk dilihat tapi dijalankan dengan sebaik-baiknya, iya kan?

Semangat mempersiapkan masa depan adalah kunci utama meraih kesuksesan, tugas kita hanya berusaha dan melakukan yang terbaik serta menyerahkan pada Tuhan. Jangan takut dan jangan pernah menyerah.

Terngiang lagu di wisuda tahun lalu..

.. ♬When i was just a little boy..
I asked my mother, what will i be?♬
♫ Will i be handsome, will i be rich?
Here's what she said to me.. ♬

♫ Que sera, sera
Whatever will be, will be ♬
♪ The future's not ours to see
Que sera, sera ♫

♬What will be, will be

Just Sharing

Minggu, 03 Juni 2018

Jakarta Fair 2018

Tidak terasa ya momen tahunan pameran yang katanya terbesar dan terlama sudah tiba, dimulai dari tanggal 24 Mei - 1 Juli 2018 terlaksana. Dibuka oleh Gubernur Anies Baswedan.

Disini saya mau berusaha positif dan tidak membandingkan saat pelaksanaan dengan gubernur sebelumnya yang penuh dengan kontroversi dan negosiasi yang alot dengan pihak penyelenggara. Ingat nggak sampai dibikin tandingan di Monas dengan nama Pekan Raya Jakarta? Karena gubernur sebelumnya lebih mau menonjolkan UKM dan juga kuliner rakyat..

Kalau sekarang lebih berlangsung damai tapi saya tidak melihat ada yang "istimewa" di dalamnya, berjalan seperti makan sayur tanpa garam.

Tapi kami akan tetap pergi blusukan ke sana, sudah jadi tradisi daripada penasaran kan? Lagian juga kita butuh hiburan kakak!! Siapa tahu ada barang bagus yang bisa kita bawa pulang, iya kan?

Seperti biasa mau masuk pameran beli tiket dulu, karena kita datangnya saat libur nasional yaitu Hari Raya Waisak tanggal 29 Mei 2018, maka harga tiket yang harus kami bayar IDR 35.000/orang, itu juga berlaku untuk hari Sabtu dan Minggu. Kalau hari biasa Senin-Kamis IDR 25.000/orang dan hari Jumat di harga IDR 30.000/orang.. *Sekilas info


Tetap ramai seperti biasa di tiap tahun penyelenggaraan. Saat masuk dan sebelum explor kita disambut oleh patung Ir. Soekarno bapak proklamator kita.. Foto dulu dong!


Agak bingung saat explor kali ini, Hall-nya campur-campur dan banyak tenant baru yang sebelumnya tidak ada seperti Guess dan juga Toys Kingdom di area yang juga ditempatkan barengan dengan stand untuk UKM, atau stand untuk promosi produk unggulan dari daerah-daerah..

Biasanya produk fashion dari tenant-tenant besar ada di Pasar Gambir yang terletak paling belakang yang bisa kita jangkau pakai kereta wara-wiri kalau malas jalan. Tapi tahun ini kok nggak ada ya? maksudnya kereta wara wirinya..

Padahal biasanya Hall yang kami sukai itu yang ada produk UKM dan juga stand promosi daerah. Terlihat salah satu stand daerah Depok yang ternyata jualan baju ala Mangga dua, terus penjaganya bilang katanya kebetulan saat kami datang lagi jualan barang fashion entar minggu depan baru kuliner, jadi ganti-ganti.. beda kan dengan tahun lalu? Kata si penjual *saya jadi bingung.

Saat explor jadi kurang fokus, tapi ya itu dinikmati saja.

Eh itu ada bajaj listrik yang dikerubungi banyak orang dijual dengan harga IDR 40 juta dan juga jualan motor-motor listrik.. Foto ah sama bajaj listrik..


Lanjut makan daging durian yang dikemas dalam kotak es krim kecil IDR 25 ribu dari stand daerah Sumatera Utara..


Stand yang jualan lego tetap dengan setia kami kunjungi.. Foto dengan robot bumble bee yang sedang  gerak-gerak.. asyik ya!! Mulai terbawa suasana..


Cuci mata sambil lihat-lihat dan cobain topi lego. Akhirnya beli satu sebagai tambahan koleksi.


Naik MRT Yuuk! Terlihat dummy MRT dan Trans Jakarta..


Lanjut perjalanan mengikuti arah kaki melangkah sampailah di area terbuka yang sangat panas. Untunglah ada es kepal Milo yang katanya "happening". Cobain yuuk!


Bermain sebentar "naik perahu" muter-muter..


Ngemil kerak telur yang "sepertinya" sudah menjadi tradisi tahunan. Harga kerak telurnya IDR 25.000 pakai telur ayam..


Jangan lupa foto sama Pororo untuk menambah keceriaan.. cheers!!


Jalan ke sana ke mari akhirnya kami merasa lelah, outdoor soalnya.. Ngadem yuuk! Masuk ke Hall yang jualan gadget, nah yang ini agak tertata dengan rapi.

Mari kita pulang! Gelombang kedatangan pengunjung yang menunggu saat berbuka puasa mulai berdatangan, semakin ramai saja kayaknya, sudah waktunya gantian..

Jangan lupa tukarkan tiket dengan minuman gratis bersyarat.. Pilihan kami Kopi T*rab*ka varian baru rasa coklat.. Langsung segar..

Ke Jakarta Fair kegiatan-nya ya begitu-begitu saja, tapi kalau nggak datang berasa ada yang kurang.

Ada yang ingat pernah ke Jakarta Fair terus foto dengan gambar begini:



Jaman kapan ya? Ya! Waktu Pak SBY masih jadi Presiden dan Gubernurnya masih Pak Jokowi serta wagub-nya Pak Ahok.. Itu foto tahun 2013. Sekarang kok nggak dibikin kayak gini ya?

Ada yang kangen dengan slogan "Jakarta Baru, Jakarta Kita"

Jakarta Fair 2013
Ya.. ya.. ya.. Begitulah!! Cerita kita tahun ini di Jakarta Fair, semoga di tahun mendatang menjadi lebih baik.. bye.. bye..

Just Sharing