Jumat, 17 Mei 2019

Bangkok Temples and Historic Sites: GRAND PALACE - WAT PHO - WAT ARUN

Horee.. akhirnya bisa jalan-jalan ke Bangkok, setelah tertunda sekian lama. Alasannya klasik: di Thailand mau ngapain? Suhunya panas, nggak asyik, nggak cocok buat anak-anak, kalau mau liburan cari tempat yang semua orang enjoy dong.

Padahal ke Phuket malah sudah pernah pergi, ke Bangkok-nya belum pernah. Ya sudahlah kita lengkapin koleksi DJ3 Goes To Thailand sekalian dengan ke Pattaya dan Ayutthaya. Tunggu tanggal postingnya ya! Kita berangkat bulan Mei 2019 saat bulan puasa bagi umat muslim.

Karena untuk pertama kalinya ke Bangkok, kunjungan wajib biasanya ke istana Raja sekalian ke kuil-kuil yang ikonik dan mempelajari sedikit sejarah, serta tidak lupa berpakaian adat Thailand sebagai kenang-kenangan. Asyiik ya! Panasnya yang nggak tahan bisa sampai 42 derajat!


Sama seperti waktu pertama kali ajak anak-anak ke Bali, kita pun mengajak mereka Mengunjungi Pura Pura Di Bali.

Terdengar suara Jeremy "Mam, jangan lupa tulis cerita kuilnya Bangkok ya kayak yang di Bali supaya ingat" Si bocah pun menambahkan dia kalau sudah lewat tiga tahun jalan-jalan suka lupa sudah ke mana saja.. Haiya!

Sebelum acara jalan-jalan dimulai jangan lupa bangun tidur berdoa dulu, tidak perlu mandi langsung saja menuju lantai 81 yang nama restonya Bangkok Balcony  untuk breakfast.



Makan pagi dari balkon sambil melihat suasana kota Bangkok kelihatannya asyik ya.. Tapi? Kayaknya bukan ide yang baik. Rambut beterbangan tertiup angin, belum mandi lagi. mana dapat-lah suasana romantis?

Kalau malam restoran ini cukup ramai dengan pasangan muda menunggu matahari terbenam sambil melihat kerlap-kerlip lampu-lampu gedung bertingkat yang mulai dinyalakan.

Masuk ke dalam ruangan sajalah nikmati pemandangan sambil breakfast juga oke..


Kok lantai-nya tinggi amat! Ada berapa lantai? Ya.. ya.. ya.. kita nginapnya di Baiyoke Sky Hotel yang merupakan hotel tertinggi di Bangkok. Asyiik!

Setelah kenyang hati senang, kita pun bersiap-siap.. Pesan Grab Taxi langsung cuss ke GRAND PALACE..



Dalam taxi si supir cerita kalau sekarang mereka punya raja baru yaitu Raja Rama X yang baru saja dinobatkan. Penduduk Thailand libur beberapa hari. Grand Palace juga tutup tapi sekarang sudah buka kembali.. bla.. bla.. bla.. terus tunjuk thermometer mobil, dia bilang "Bangkok panas sekali, bisa di atas 40 derajat, kalau 39 derajat saja bagi mereka cuaca cerah."

Emang benar sih Kota Bangkok ini cuacanya kalau tidak panas berarti panas sekali. And so guys! Jangan lupa pakai sun block terus kalau jalan pakai payung. Masuk Grand Palace berpakaian sopan, Jangan pakai celana pendek, rok mini, tank top atau baju tembus pandang.

Bawa sapu tangan atau handuk kecil untuk ngelap keringat dan bawa baju ganti bila diperlukan.

Terlihat-lah barisan tentara kerajaan Thailand berbaris lewat depan kami, mungkin baru saja selesai prosesi pergantian pengawal.

Pas di pintu keluar ketemu satu pengawal. Foto bareng ah! Eh beneran loh dia nggak gerak-gerak.


Tidak tahan berlama-lama disini terlalu penuh orang terutama group-group tour ditambah udara panas, mending kita melanjutkan perjalanan wisata sejarah kita.

Mau jalan kaki sejauh 1,2 km atau naik tuk-tuk ke WAT ARUN? Walaupun jaraknya tidak terlalu jauh palingan 15 menit dengan berjalan kaki tapi panasnya itu yang nggak tahan. Lebih bijaksana naik tuk-tuk dengan membayar 50 Baht.

Akhirnya sampai juga..

Coconut ice cream tampak menggoda tepat di depan pintu masuk Ta Tien Pier (Dermaga kapal ferry).. Lumayan melepas dahaga!


Untuk ke Wat Arun naik kapal ferry bayar 4 Baht/orang, di atas kapal kita bisa menikmati perjalanan menyebrangi sungai Chao Praya sambil menikmati pemandangan.

Terlihat kompleks Grand Palace, Wat Arun dan juga berbagai jenis kapal dari sungai Chao Praya..

Kompleks Wat Arun

Kompleks Grand Palace


Masuk ke dalam kompleks, kita foto bersama di depan Wat Arun yang disebut juga The Temple of Dawn..


Jangan lupa berpakaian ala Thailand untuk melengkapi perjalanan wisata.. Duh panas semakin menyengat, keringat bercucuran..


Jeremy penasaran pengen naik ke atas kuil, akhirnya saya ikut temenin dia, yang lain nunggu di bawah. Waktu naik ke atas terlihat mudah pas turunnya baru sadar tenyata curam ya?


Sebagai turis, datang ke tempat wisata harus tahu sedikit sejarah, apa itu Wat Arun? Sejarahnya bagaimana? Dan juga bla.. bla.. bla.. baca sendiri dari keterangan yang ada di papan pengumuman.



Selesai explor kita pun balik ke kapal untuk menuju ke seberang, memandangi aktivitas pelayaran di sepanjang sungai Chao Praya..

Tiba-tiba? Ada biksu yang mau selfie sama kids.. Saya pun dengan cepat mengambil moment tersebut sambil menahan senyum..


Mari kita lanjutkan perjalanan lagi, kali ini kita menyebrangi jalan menuju Wat Pho. Beli tiket masuk seharga 200 Baht/orang, jangan lupa foto di tulisan "Welcome Wat Pho"




Wat Pho adalah salah satu kuil tertua yang sudah ada sebelum Bangkok didirikan sebagai ibukota oleh Raja Rama I.

Yang menarik di sini terdapat patung Budha yang sedang berbaring terbuat dari emas setinggi 15 meter dan panjang 46 meter. Banyak orang menyebutnya "Sleeping Budha"

Banyak wisatawan yang bergantian berfoto. Lumayan bisa ngadem sebentar. Untuk masuk ke dalam ruangan harus melepaskan sepatu..


Selain itu ada 108 patung Budha yang disusun menampilkan simbol keberuntungan. Terlihat juga mangkuk perunggu di koridor tempat pengunjung bisa menjatuhkan koin dalam mangkuk karena diyakini membawa keberuntungan dan juga membantu para biarawan untuk perawatan kuil Wat Pho.


Mau bersantai menikmati pijatan tradisional Thailand juga bisa di kuil Wat Pho. Kami tidak mencobanya. Terlalu berfokus sama teriknya matahari. Cari makan aja yuuk!

Mango Sticky rice di luar kompleks kuil bisa jadi pilihan, nggak terlalu berasa lapar.. soalnya makan kebanyakan saat breakfast lagian juga udara terlalu panas.


Terdengar suara David "Cukup makan segitu?" Saya pun menjawab dengan tersenyum "Tenang saja entar saya nambah dari jatah kwetiau (pad thai noodles) kamu.. Kayaknya enak!.. Ha.. ha.. ha..

Dengan tampang kelelahan dan kepanasan langsung order Grab Taxi untuk balik ke hotel.

Sampai hotel istirahat sejenak. Selonjorin kaki sambil di pijit-pijit..

Kayaknya berenang enak juga ya? Langsung melipir ke lantai 20, heran disini biar sudah sore tetap panas dan terang.. Terdengar suara Albert "Air kolam renangnya asin, ini air laut"


Tidak terasa sudah malam, mau dinner di mana? Depan hotel saja yuuk! Namanya terkenal dengan sebutan "Pratunam Night Market". Semakin malam semakin ramai dengan street food-nya..


Terdengar lagu yang cukup familiar ♬ Hai sayangku hari ini aku lagi syantik.. ♫ syantik bagai bidadari.. ♪ bidadari di hatimu..♫ la.. la..

Ada pedagang Tom Yam opa-opa yang joget ngikutin lagu ala dangdut.. cepetan foto!


David bilang itu lagu Syahrini beken juga di Bangkok sini ya?

Ah masa sih? Google dulu.. ternyata itu lagu Syantik yang dinyanyikan Siti Badriah..

Lirik sana sini, pilihan kami di Xiangi Food Court.. Nyam.. nyam..


Setelah kenyang, balik hotel untuk istirahat.. Baca alkitab renungan harian bergantian, berdoa bersama dan.. Mimpi indah darling!

Lagi beruntung tidur nggak sempit-sempitan dapat ranjang king size dan queen size hasil upgrade..


Happy Travelling

Kamis, 16 Mei 2019

Paduan KENTANG dan TEPUNG KENTANG Menjadi KROKET DAGING

Salah satu cemilan favorite di rumah, bisa jadi bekal sekolah anak, cemilan saat bosan di mobil karena macet, bahkan saat kelaparan di malam hari-pun bisa jadi penyelamat. Tetap dengan isian tumisan daging giling dan wortel.. Nyam.. nyam..


Jadi pastikan buat kroket dalam jumlah yang cukup banyak supaya tidak repot menyiapkannya dalam satu waktu. Bekukan di freezer bisa tahan sampai 1 bulan, walaupun pada kenyataannya sudah habis duluan sebelum sebulan..


Berbagai teknik sudah saya coba, mulai dari menggoreng kentang kemudian menghaluskannya, ada bagian kentang yang masih keras belum lagi kroket jadi lebih berminyak.

Terus ada yang bilang kukus kentang setengah matang lalu digoreng supaya kadar airnya berkurang, tapi kok terasa kurang sukses ya.. berasa ada sesuatu yang salah..

Menyerah! beli tepung kentang flakes tinggal taruh air panas, aduk-aduk.. tekstur-nya berasa lembut, saya tambahkan telur supaya lebih menyatu.. Tetap gulingkan dalam pelapis.. Pas di goreng bubar jalan alias hancur.. sisanya saya panggang di oven.. Apa yang salah ya?

Cobain kentang direbus eh jadi kelembekan terus saya tambahkan tepung roti, tekstur jadi lumayan, tapi berasa kurang puas juga..

Hingga akhirnya saya lihat ada tepung kentang yang fungsinya mirip sama tepung maizena atau tepung sagu bisa untuk mengentalkan masakan juga..

Pasangkan kentang kukus dengan tepung kentang sebagai bahan kulit tinggal tambahkan kuning telur sebagai pemersatu dengan berbagai bumbu supaya lebih enak..


Dan hasilnya..

KROKET KENTANG ISTIMEWA
By : Julie


Bahan:
  • 1 kg kentang, kukus, haluskan
  • Kaldu ayam secukupnya
  • 1/2 sdt garam
  • 1/4 sdt lada
  • 2 btr kuning telur
  • 100 gram tepung kentang (tergantung kentang yang dikukus)
Semua bahan dicampur, aduk hingga rata sampai dapat tekstur yang bagus, sisihkan.

Isi : 
  • 2 buah wortel, potong dadu (rebus sebentar)
  • 250 gram daging sapi cincang (bisa pakai daging cincang apa saja)
  • 2 siung bawang putih, cincang halus
  • 2 butir bawang merah, cincang halus
  • 1 sdt saos tiram
  • garam dan lada secukupnya
  • 100 ml air kaldu
  • tepung terigu secukupnya
Tumis bawang putih dan bawang merah sampai harum, masukkan daging sapi cincang, aduk sampai berubah warna, tambahkan wortel beri bumbu (saos tiram, garam dan merica). Tuang air kaldu masak sampai matang, tabur sedikit tepung terigu untuk mengeringkan isian. Aduk rata.


Pelapis : 
  • tepung terigu (bisa pakai tepung bumbu lebih enak)
  • putih telur 
  • tepung roti
Ambil adonan kulit, pipihkan, masukkan 1 sdt adonan isi, bentuk bulat memanjang. Lapisi kroket kentang dengan tepung terigu tipis-tipis, masukkan kedalam kocokan telur kemudian lapisi tepung roti.



Goreng dalam minyak panas hingga matang, angkat, tiriskan.. Siap di hidangkan..


Hmm lumayan dapat 40 buah kroket.. goreng secukupnya sisanya simpan di freezer.. Nyam.. myam..

Beda bahan dan cara masak itu biasa, ilmu kira-kira tetap dipakai.. Yang penting nikmati saat proses membuatnya..

Happy Cooking




Rabu, 15 Mei 2019

NASTAR ANEKA BENTUK

Nama nastar berasal dari bahasa Belanda ananas dan tart yang disingkat jadi nastar.

Awalnya resep kue nastar terinspirasi dari kue pie khas Eropa yang biasanya dibuat dalam satu loyang besar berisi selai strawberry, blueberry atau apel.

Isian kue pie disesuaikan dengan kondisi di Indonesia jadi diganti dengan buah nanas yang memiliki rasa asam manis yang serupa. 

Dan bentuk kue pun dimodifikasi menjadi bulat-bulat kecil ukuran sekali makan biar lebih praktis.


Konon kue nastar inipun dulunya hanya dibuat saat perayaan hari-hari besar dan hanya disajikan untuk para bangsawan atau kaum priyayi dan orang-orang kaya.

Lambat laun resep kue ini menyebar juga sehingga jadi kue yang merakyat dan tetap identik dengan perayaan hari besar.

Yuk! Kita bikin nastar aneka bentuk supaya lebih asyik..

Menjelang Hari Raya Lebaran tidak ada salahnya membuat nastar sendiri dengan berbagai bentuk yang cantik.


Mulai dari persiapan membulatkan adonan isi dan dough sama besar. Adonan dough lebih besar dari adonan isi.


Pakai alat seadanya dirumah.. untuk yang klasik model bulat, tinggal isi selai kedalam adonan kulit bulatkan.

Bisa juga pakai sisir, pinset, jempol atau ikutin model nextar..





Nah yang ini mirip-kan sama bentuk nextar? soal rasa dan textur kue tentu saja beda..


Pakai resep ini enak juga.. Oya untuk pembuatan nastar supaya tidak retak perhatikan suhu oven jangan terlalu tinggi.

NASTAR ANEKA BENTUK
By : Julie

Bahan :
  • 360 gram tepung terigu protein rendah (cake flour)
  • 2 sdm tepung custard
  • 250 gram butter 
  • 50 gram gula halus (icing sugar)
  • 1 kuning telur
Untuk isian atau topping : Pakai selai nanas (bisa buat sendiri atau beli jadi) kemudian bulatkan kecil-kecil (supaya sama ukuran)


Olesan : Kuning telur diberi sedikit madu dan susu cair.

Cara Membuat :
  • Mixer butter dan gula halus hingga creamy (nggak usah terlalu lama), tambahkan kuning telur, mixer lagi hingga tercampur rata.
  • Masukkan campuran tepung terigu dan tepung custard, Aduk perlahan hingga semua tercampur rata.
  • Bentuk adonan sesuai selera (bisa bulat, kotak, nextar, dan lain-lain) kemudian susun diatas loyang, olesi permukaannya dengan kuning telur.
  • Panggang di oven dengan suhu 160 derajat Celcius selama 20 menit.
  • Angkat dan dinginkan, simpan dalam wadah kedap udara.
Sebelumnya sudah pernah bikin juga dengan resep yang berbeda pakai susu dan tepung maizena, rasanya juga enak tidak kalah dengan yang pakai tepung custard.. Hasilnya.. Taarraa..


Mau coba? Baca resep di NASTAR Lembut (PINEAPPLE TART Melted)

Happy Baking

Selasa, 14 Mei 2019

MANTOU COKLAT TANDINGAN

Mantou merupakan roti tawar yang dikukus yang berasal dari wilayah negeri Tiongkok (Chinese Steamed Buns) biasanya ada di menu dim sum ataupun di Supermarket area makanan beku.


Bagi pencinta film silat pasti ingat dong! saat si jagoan berada dalam pengembaraan biasanya bawa bekal bakpao tanpa isi yang dibungkus kain terus di tenteng pakai tongkat entar dimakan saat lapar dibawah pohon. Bekalnya itu pasti mantou.. Ha.. ha.. ha..

Menilik dari sejarahnya yang panjang konon roti mantou pembuatannya pertama kali di prakarsai oleh Zhuge Liang untuk.. bla.. bla.. bla.. Nonton gih kisah tiga kerajaan supaya tahu siapa Zhuge Liang itu..

Bentuk mantou dibuat menyerupai kepala barbar untuk menipu... bla.. bla.. bla.. Nah nama mantou terkenal hingga sekarang.. Kalau diceritain panjang tapi asyik untuk sekedar tahu..

Hmm jadi pengen makan mantou apalagi sekarang sudah banyak variasi-nya..

Terdengar suara David yang nanya "Jul, kamu jadi beli mantou?" Ya.. ya.. ya.. saya sudah foto entar mau coba bikin..

Si doi nanya lagi "serius? jadi tadi cuma foto doang?" Iya.. Ha.. ha.. ha.. *Gubrak..

C'mon guys kita bikin mantou rasa coklat tandingan..


MANTOU COKLAT
By : Julie

Bahan :


  • 235 gram tepung terigu serbaguna
  • 15 gram (1 2/3 sdm) gram tepung maizena
  • 3/4 sdt ragi instan
  • 55 gram gula pasir
  • 170 ml susu cair (suhu ruang)
  • 1 1/2 sdm minyak goreng
  • 8 gram (3 1/4 sdt) bubuk coklat
Cara Membuat :
  • Campur tepung terigu, maizena, ragi instan dan gula pasir, tuang susu secara perlahan aduk hingga menjadi dough.
  • Tambahkan lagi minyak goreng aduk hingga dough tercampur rata.
  • Bagi adonan menjadi 2, yang satu lagi diberi coklat bubuk.
  • Uleni adonan hingga kalis +/- 6-7 menit (adonan yang lagi tidak di uleni di tutup dengan plastik wrap atau kain supaya tidak kering)
  • Gilas adonan dengan rolling pin..
  • Tumpuk dough coklat diatas dough putih, rolling hingga adonan menjadi satu.
  • Gulung dough memanjang. 
  • Potong menjadi 8 bagian, biarkan mengembang selama 25 menit, siap dikukus..
  • Kukus selama 15 menit dengan api medium..
  • Siap disajikan.. Enak dimakan saat masih hangat..


Happy Baking


Senin, 13 Mei 2019

Cookies Kentang ~ GERMAN CRUNCH COOKIES.. Yummy!

Nyam.. nyam.. rasa renyah saat dimakan membuat susah berhenti.


Tekstur kue kering ini crunchy, garing tapi lumer saat sudah masuk ke dalam mulut. Mirip kue kering kemasan dalam kaleng dengan gambar ilustrasi prajurit penabuh drum.

Bahannya sederhana hanya memakai tepung kentang (potato starch), tepung terigu, butter (cari kualitas bagus) dan susu bubuk tanpa telur.

Yuuk.. Kita bikin biskuit kentang! Cia yoo!

GERMAN CRUNCH COOKIES
By: Julie

Bahan :
  • 130 gram butter
  • 45 gram gula halus
  • 85 gram tepung protein rendah
  • 130 gram tepung kentang
  • 20 gram susu bubuk
Cara Membuat :
  • Mixer butter dan gula halus sampai tercampur rata (creamy dan berubah warna)
  • Tambahkan tepung protein rendah, susu bubuk, aduk sebentar pakai spatula.
  • Tambahkan lagi tepung kentang, aduk lagi dengan spatula. Lalu uleni dough dengan tangan sebentar sampai tercampur rata.
  • Adonan ditutup masukkan dikulkas 10-15 menit, supaya lebih mudah saat dibentuk.
  • Bentuk bulat seukuran 1 sdt, tekan dengan garpu, tata diatas loyang.
  • Panggang pada suhu 160 derajat selama 20 menit.
  • Setelah matang, biarkan dingin lalu ditata di toples.
Kenyataannya baru mau ditata untuk di foto sudah jadi rebutan.. Nyam.. nyam..

Oya hasilnya jadi 70 buah cookies..

Selamat Mencoba!

Happy Baking


Minggu, 05 Mei 2019

BOLA-BOLA KEJU atau CIRENG KEJU, Suka yang mana?

Jadi kangen pengen makan bola-bola keju yang pernah dijual di salah satu bakery roti kopi yang lumayan terkenal.

Tapi? sekarang sudah nggak jual lagi. Rasanya mirip cireng tapi dipanggang.

Namanya apa ya? Terdengar suara Albert "Pao de Queijo" yang bulat-bulat. Kalau kata papa David "Bakso keju"

Yuuk! Kita bikin sendiri, bahannya simple, cara bikinnya sederhana dan rasanya enak.. nyam.. nyam..

Supaya kelihatan "Wah" dan mahalan kita pakai nama yang rada sulit diucapkan, yaitu..

BRAZILIAN CHEESE BALLS (PAO DE QUEIJO) 
By : Julie
















Bahan :
  • 125 gram tepung tapioka
  • 1/2 sdt garam
  • 70-80 gram keju cheddar parut (bisa mix dengan keju mozarella/quickmelt)
  • 80 ml susu cair
  • 50 ml minyak goreng
  • 1 butir telur kocok
Cara Membuat :
  • Masukkan kedalam panci susu cair, minyak goreng dan garam, panaskan diatas api sampai mendidih.
  • Tuang kedalam wadah yang berisi tepung tapioka, aduk pakai spatula. 
  • Tambahkan keju cheddar dan mozarella, aduk kembali.
  • Tuang telur yang sudah dikocok, aduk sampai tercampur rata.
  • Bentuk bulat, letakkan pada baking tray yang sudah dilapisi kertas roti.
  • Panggang pada suhu 180 derajat selama 20 menit.
  • Setelah matang siap disajikan.
Nah bagaimana dengan tandingan-nya? apalagi kalau bukan cireng keju yang juga pakai tepung tapioka dengan tambahan keju. 

Cireng sendiri berasal dari kata aci digoreng dan berasal dari daerah Sunda. Coba bikin ah!

CIRENG KEJU















Bahan :
  • 150 gram tepung tapioka
  • 50 gram keju cheddar parut
  • kaldu ayam, garam dan merica secukupnya
  • 1 sdt bawang putih bubuk
  • 1 batang daun bawang, iris (optional)
  • 100 ml air
Cara Membuat :
  • Masukkan air dan 35 gram tepung tapioka kedalam panci, aduk rata. Letakkan panci diatas kompor, aduk-aduk dengan api sedang sampai adonan mengental. Matikan api.
  • Masukkan sisa bahan kedalam panci, aduk kembali hingga semua bahan tercampur rata.
  • Bagi adonan menjadi beberapa bagian, bulatkan kemudian pipihkan.
  • Panaskan minyak kemudian goreng adonan sampai matang.
  • Cireng siap dinikmati dengan berbagai sambal (sambal rujak, kecap, bajak, dll)
  • Tetap enak dimakan polos tanpa sambal.
Bagaimana? suka yang mana? terdengar kids bersuara "pao de queijo" 😁

Baik-lah namanya juga masalah selera.. Selamat mencoba!! bye-bye sampai jumpa di postingan selanjutnya.. see you..

Happy Baking

Sabtu, 04 Mei 2019

PASTEL RUMPUT LAUT ISI DIY

Yuuk.. kita bikin pastel! mula-mula siapkan bahan kulit dan juga nori alias rumput laut.


Isiannya dari menu yang tersedia dirumah dibikin variasi makanan lain. Lagi masak apa? soun tumis terus kemarin masih ada ayam suwir.. Cocok-lah!


Oya untuk isian bisa apa saja mau abon, tuna, kentang.. DIY-lah alias sesuai yang kau mau..

Buat adonan kulit pastel, gilas dengan rolling pin, masukkan adonan isi. Yang bentuk kotak isi ayam suwir terus digulung baru dipotong, yang bulat isi soun.


Bentuk menyerupai pastel atau kotak..


Siap digoreng..


Bisa jadi cemilan ataupun tambahan lauk.


Kelihatannya enak.. Cobain ah! dipotong lihat isinya terus difoto..


Terdengar suara si Papa David yang bilang "Bikin.. bikin sendiri. Foto.. foto sendiri. Makan.. makan sendiri. Gemuk.. gemuk sendiri" ha.. ha.. ha.. sambil tertawa si doi bilang "Entar ngeluh kenapa muka jadi bulat"

Waduh lupa nawarin si doi "Mau cobain nggak? bikinnya.. bla.. bla.. bla.."

Oya untuk adonan kulit saya pakai resep yang ini (Baca : PASTEL ISI AYAM SAYURAN)

Happy Baking