Minggu, 25 Maret 2018

Legoland Hotel Johor Bahru - Malaysia

Hello all! Bagaimana kabar kalian? Duh senangnya.. (pasti jawabannya baik). Libur Hari Raya Nyepi tanggal 17 Maret 2018 pada kemana nih? Kalau keluarga kami sih menyepi ke Johor Bahru keluar sejenak dari rutinitas, itu kadang diperlukan lho..

Tujuan utamanya mau mewujudkan impian kids yaitu nginap di Hotel Legoland dengan bonus main di theme park sekalian water park-nya.


Kurang lebih seperti ini penampakan Hotel Legoland dan sekitarnya..


Bukan mau manjain anak ya! Tapi coba bayangkan saat mereka sudah remaja belum tentu mau loh main ke sana. Kebanyakan malahan yang datang anak seusia Jeremy, yang berlarian ke sana ke mari dengan gembira.

Mereka menyusun lego sesuai imaginasi kemudian bermain bersama dengan gembira.



Nah untuk ke Johor Bahru ini bisa via Singapore atau langsung ke Bandara Senai. Pilihan kami yang direct flight saja deh. Ternyata nggak banyak penerbangan lho kesana.. akhirnya kami pakai Air Asia.

Dapat jadwal keberangkatan malam hari yang entar tiba di Johor Bahru tengah malam. Pilihan hotel pertama kami saat tiba tentu saja yang dekat Bandara Senai, biar cepat sampai dan bisa istirahat.

C'mon kita mulai petualangan! Naik Grab ke Bandara Soekarno Hatta Terminal 3 yang besar dan megah, ada suatu perasaan bangga dan senang. Akhirnya kita punya bandara yang keren! Nggak kalah sama Hongkong. Asyiiik!!

Tapi kok sepi? Saat check in kita tanya "Mbak kok sepi ya penerbangan ke Johor?" Si mbak pun menjawab "Sudah ramai di dalam, penumpang yang belum check in masih tujuh orang termasuk kami." Oalah! Alhasil tempat duduk kami di pesawat pun terpisah-pisah.

Penerbangan ke Johor ini didominasi oleh anak-anak, walaupun sudah malam masih terdengar suara antusias mereka.

Bolehlah foto-foto sejenak sambil jalan menuju pesawat..



Bandaranya asyik dan menyenangkan, asalkan kita bisa berpikir positif dengan suasana hati yang gembira.


Ah haus! Albert cobain minum langsung dari keran, entar sakit perut nggak ya?


Tiba di Bandara Senai menjelang jam 12 malam. Toko-toko sudah banyak yang tutup. Kita beli simcard lokal, kemudian naik taxi langsung menuju hotel. Langsung istirahat!!

Yuhuu! Tibalah petualangan yang sebenarnya. Bangun kesiangan, breakfast langsung bersiap naik Grab menuju ke Hotel Legoland. Asyiik!

Begitu masuk ke dalam lobby hotel, pemandangan menarik langsung menanti kids. Sontak mereka langsung berlari dan bermain lego dengan hati riang, keluar masuk kastil bentuk lego.


Kami berdua langsung ngantri untuk check in hotel yang sudah kita pesan terlebih dahulu melalui situs tiket.com, yang kita pesan tema kingdom premium, tapi masih boleh tukar kamar dengan tema yang lain kalau masih tersedia kata si receptionist.

Diberi pilihan, tentu saja Jeremy langsung berubah pikiran. Dia mau tema Ninjago yang ceritanya tema terbaru dari Legoland Malaysia, itu loh tema tentang lego-lego ninja tapi sayangnya sudah full booked. Hiks..

Tema lain tinggal pilih saja, mau serasa bajak laut ambil kamar tema Pirate. Anak anda mau serasa petualang sejati, tema Adventure menanti. Jadi keluarga kerajaan? Pilih saja tema Kingdom. Menyenangkan ya?

Pilihan kami tetap sesuai bookingan saja yaitu tema Kingdom yang Premium. Bedanya apa Premium dengan yang biasa? Sabar ya! Masih di counter check in soalnya, belum masuk dan lihat kamarnya.. Ha.. ha.. ha..


Check in jam berapa? Si receptionist bilang jam 4 sore. Ha? Lama amat? Nggak bisa lebih cepat? Katanya sih di hotel ini begitu ketentuannya. Namun boleh saja check in sebelum jam 4 apabila kamar sudah ready. Oh begitu.. baiklah kami tunggu.

Receptionist-nya nanya sudah punya tiket masuk legoland? Mereka ada penawaran untuk tamu hotel yaitu tiket combo yang berlaku langsung untuk main themepark dan waterpark dengan harga yang lebih murah (dia lupa nyebutin itu berlaku untuk dua hari tapi bayar satu hari), kita kan maunya hari ini main theme park dan besok water park, dia bilang nggak ada yang kayak begitu harus beli di counter. Oh begitu baiklah..

Hari sudah semakin siang dan perut juga sudah terasa lapar, kita putuskan untuk lunch dulu. kids susah banget diajak pergi makan, banyak nyangkut sana sini, apalagi lobby-nya besar banyak toko-toko Lego dan area playground dimana-mana. Akhirnya papa beli topi tulisan "Legoland" setelah merasakan teriknya kota Johor Bahru.

Ada juga sejarah tentang mainan Lego; eh toilet umum juga keren lho bersih dan bernuansa Lego. Di theme park nya juga begitu kurang lebih sama terus ber-AC pula.

Sejarah mainan Lego

Toilet umum di lobby Hotel Legoland
Ayo kita makan! Godaan muncul lagi, itu ada Legoman (alias orang-orangan berkostum Lego Minifigure)! Mari kita foto bersama!


Mau makan di mana? Di mall saja yuuk! Tepat di sebelah hotel Legoland ada mall. Akses ke mall juga bisa dari hotel. Turun ke bawah pakai lift. O la.. la.. bahkan lift-nya pun dibuat meriah pakai lampu disko terdengar lagu ala lego ♪♬ Everything is awesome when we're living our dream ♫♪

Jeremy pun berdisko katanya "Party in the elevator".. mengikuti slogan di salah satu channel Youtube khusus anak-anak. Setiap naik turun lift dia joget, gayanya beda-beda tergantung jenis lagu, mau ramai ataupun sepi itu lift. Ya sudah lah dibiarkan saja selama nggak ada yang protes.. Ha.. ha.. ha..


Keluar pintu belakang hotel, kita nggak langsung jalan ke mall, tapi foto lagi. Whaat? Desain tempatnya "eye catching" sih!


Akhirnya setelah nyangkut sana sini kita berhasil sampai di Mall of Medini. Wow banyak tempat makan. Enak nih tinggal pilih mau yang mana.

Jeremy ngotot mau makan di Burger King, langsung kita tolak mentah-mentah. Ini perut karet mau di isi nasi biar kuat explore. Pilihan kami resto di depannya. Tidak terlalu mahal dan lumayan enak, yaitu The Chicken Rice Shop. Ambil paket saja supaya praktis.


Setelah itu kita berencana beli tiket di counter mau main di theme park. Ikut antrian panjang tapi begitu sampai dan siap membeli, si pak cik bilang "tamu hotel beli saja di hotel-nya lebih murah dan bisa dapat two days combo".. hadeuh dipingpong kaya setrikaan ini. Ya sudahlah..


Balik lagi ke hotel untuk beli tiket. Jadi kalau memang nginap di hotel-nya langsung saja pesan tiket disana two days combo, jadi bisa bebas ngatur jadwal mau main dulu atau berenang dulu atau mau langsung dua-duanya bebas.

Sekalian nanyain sudah bisa masuk kamar belum, ini Jeremy sudah tanya terus, nggak sabaran pengen cepat-cepat. Ternyata kita disuruh tunggu setengah jam lagi.

Nggak mau membuang waktu kita langsung masuk ke theme park-nya. Lumayan kan bisa explore satu atau dua area! Lumayan dapat area The Beginning dan Miniland. Entar saya ceritain di bagian theme park, sekalian bedain dengan saat kita datang tahun 2013 lalu. Kemakan usia nggak ya ini miniatur lego?


Asyiik berkeliling sambil bercanda dengan cuaca mendukung. Tadinya panas terik tiba-tiba jadi adem, kita tetap explore dengan bahagia. Daaan.. hujan rintik-rintik mulai turun, tetap sedia payung sebelum hujan. Mari kita jalan berdua-duaan dengan mesra.. Itu kata si papa David lho. (sambil sibuk ngeluarin dua buah payung dari tas)

Mari kita rubah rencana! Paling enak itu ya berenang ditemani hujan rintik-rintik. Balik hotel dikasih tahu kamar kami sudah siap. Baiklah mari kita masuk kamar dulu!

Kamar tema Kingdom terletak di lantai 3, begitu pintu lift dibuka tampaklah ruangan yang dibikin desain ala kastil..


Mari kita ke kamar! Terlihatlah lorong dengan kamar-kamar yang berjejer rapi dan masih ada beberapa kamar yang masih dibersihkan..


Seperti apa penampakan kamar kami dengan tema Kingdom Premium? Ya seperti kamar hotel umumnya lah. tidak berbeda jauh, cuma ini dibikin tematik.

Kalau yang premium tentunya lebih banyak aksesoris lego yang tidak penting eh cantik yang dipajang di kamar, supaya lebih berasa jadi raja dan ratu serta para pangeran yang berada di kastil. Kalau yang biasa tidak sedetail yang premium. Besar kamar kayaknya sama saja..

Kira-kira penting nggak ya ambil yang premium? Tergantung selera juga sih.


Begitu masuk kamar, nuansa kastil mulai terasa, aroma ksatria yang bertempur melawan naga dengan pedang dan perisai pun terlihat. C'mon kids.. jadilah ksatria yang gagah berani menyelamatkan putri impian. Ooops.. atau yang ceritanya putri tidur nan cantik yang bangun oleh ciuman ksatria berkuda? kayaknya kurang cocok..

Untuk tipe family mungkin paling cocok dengan tema kerajaan yang ada raja, ratu, pangeran dan putri sajalah..

Nah untuk kamarnya terbagi menjadi dua, satu untuk kamar para pangeran beristirahat dengan ranjang susun (bisa sampai tiga anak) dan satu lagi untuk raja dan ratu dengan ranjang ukuran king size..



Mari cari harta karun! Ceritanya ada kotak harta karun yang terkunci dan harus dipecahkan kodenya, Jika sudah terpecahkan hadiah menjadi milik anda! Asyiik! Beda-beda tiap kamar. Kita dapat mainan Lego Ninjago dan Lego Duplo..


Di dalam kamar juga tersedia sekotak besar Lego Duplo yang bisa dimainkan sepuasnya, tapi kids kurang suka, mereka lebih suka main Lego ukuran normal di lobby.

Setelah puas lihat kamar dan memecahkan kode rahasia untuk mendapatkan harta karun, kita pun bersiap-siap menuju water park (ceritanya tersendiri ya!)


Entah kenapa walaupun hanya bermain-main seru di water park tetap saja bawaan-nya lapar banget. Sesuai permintaan Jeremy tadi siang, kita pun dinner di Burger King.

Balik hotel, kids main lagi di lobby. Kali ini mereka sudah terinspirasi dengan tema Kingdom, jadilah Albert berkreasi membuat lego bentuk perisai dan pedang, sedangkan Jeremy bentuk tomahawk. Lumayan bagus juga ya?



Hmm hari pertama yang menyenangkan di Legoland! Akhirnya kita pun beristirahat dan tentu saja mimpi yang indah.

Bangun pagi dengan hati riang dan.. mari kita breakfast! Soal rasa makanannya lumayan enak standar lah dengan hotel-hotel berbintang lainnya.. ada kelebihan dan kekurangannya yang penting bersyukur.

Yang membedakan tentu saja desain restonya. Miniatur lego tampak di mana-mana dikreasi dengan berbagai bentuk, terutama bentuk makanan.


Tempat sendok dan garpu pun dari lego.


Makan juga ditemani patung lego ala koki..


Aduh lihat es krim raksasa kids jadi lapar..


Lanjut lagi! Mari kita berendam eh berenang, kolam renangnya tidak terlalu besar tapi tetap saja kids bisa bermain lego..


Di Hotel Legoland ini anak-anak serasa dimanjakan, para karyawan di sana juga ramah serta ditunjang dengan fasilitas yang baik. Ada harga ada rupa lah..

Atraksi menarik untuk anak-anak juga disediakan seperti pertunjukan sulap, berfoto dengan legoman atau pirateman, pada jam tertentu bisa bermain dengan Xbox 360 dengan Kinect. Asyik ya!!

Happy Travelling

Sabtu, 24 Maret 2018

Little Adventurer

Cerita A Goat Story belum berakhir sampai tahap penelitian, eng ing eng muncullah tugas baru dari sekolah berupa selembar kertas yang harus kita kerjakan dan isi serta dikumpulkan kembali ke sekolah.

Apakah itu? Ternyata para siswa mendapat tugas untuk membuat menu sehat keluarga dengan bahan dasar yang diteliti dari sekolah. Whaat? Berarti kita harus masak daging kambing dong? Bagaimana ini? Secara keluarga kita belum pernah makan daging kambing dan juga nggak tahu cara ngolah-nya.

Saya tanya "Jeremy mau makan daging kambing?" Si bocah menolak dan lebih memilih daging sapi.
Baiklah kita sepakat masak daging sapi saja ya..

Karena berhubungan dengan masak memasak dan berbelanja tentu saja guru dan orang tua dilibatkan.

 
Tahapan tugas yang harus dilalui :

  1. Exploring : siswa melakukan penelitian tentang hewan ternak. Pilihan Jeremy binatang kambing (Baca : A Goat Story)
  2. Planning :
  • Anak menyusun resep masakan bersama orang tua yang berbahan dasar hewan ternak (ayam/bebek/ikan/kambing/sapi). 
Resep apa ya? Bingung? Untung suka nulis resep di blog jadi tinggal intip dan pilih saja yang cocok untuk dimasak bersama anak..

Pilihan kami jatuh pada masakan praktis yang mudah dibuat:

Tumis Soun Daging 
By : Julie


Resep lama yang seringkali kami buat juga sebagai alternatif pilihan menu makanan kami sehari-hari di rumah. (Baca resepnya : Tumis Soun Daging) bahan utamanya paling tidak ada soun, daging sapi iris tipis yang direndam bumbu atau daging giling dan juga jamur kuping atau jamur shitake.
  • Berbelanja bahan makanan dengan bahan dasar ayam/bebek/ikan/kambing/sapi di pasar bersama guru kelas masing-masing dengan biaya Rp. 20.000/anak (biaya belanja disediakan dari pihak sekolah)
Semua anak berkumpul di depan pasar dan siap belanja bersama guru, dengan berbekal uang yang diberikan. Entar mereka yang pilih daging dan membayar sendiri.


Jeremy pulang dari pasar dengan membawa sekantung kecil daging sapi yang kemudian kita timbang dan hasilnya 100 gram.


Rencananya mau dimasak untuk makan malam.

     3. Doing : Memasak dengan orang tua di rumah dan makan bersama orang tua.

Mari kita masak bersama! Kids antusias termasuk juga Albert si koko yang juga ikutan masak dan sempat terkena percikan minyak. Jeremy yang sempat tangannya kepanasan berteriak-teriak "Panas.. panas.."

Saat mencicip masakan ternyata bukan dicicip tapi sekalian ambil mangkuk dan makan yang mereka bilang "snack time" Ha.. ha.. ha..

No pic = Hoax, jadi harus difoto dan dicetak serta ditempel di lembar kertas tugas. Seperti inilah kolase yang kami buat..


Duh senangnya menu makan malam kami jadi lebih bervariasi..

Menu makan malam kami dengan hidangan istimewa "Tumis Soun Daging"
    4. Communicating : menjelaskan cara memasak dan hasil masakannya depan kelas.

Jeremy diajarin dulu lah di rumah, mudah-mudahan ingat!

    5. Reflecting : perasaan anak saat memasak dan testimoni orang tua.
  • Perasaan anak saat memasak bersama orang tua :
Jeremy merasa senang dan antusias.  
  • Testimoni orang tua :
Kegiatan positif yang dilakukan pihak sekolah, mulai dari mengajak anak berbelanja di pasar, memilih daging dan membayar sendiri. Jeremy dengan bangga bilang dia pintar pilih daging, walaupun sempat mengeluh kondisi pasar yang bau dan kotor.
Lebih senang lagi saat daging yang dia beli diolah dengan dia ikut terlibat didalamnya. Gaya Jeremy sudah seperti "chef ahli" Naik di atas kursi dan diperbolehkan ikut masak. Saat mencicip hasil masakan dia suka sekali dan bilang "enak" kemudian dilanjutkan dengan makan semangkuk lagi.

Akhirnya tugas dari sekolah "Little Adventurer" selesai dan siap dikumpul.

Tepat tanggal 24 Maret 2018, Kami sekeluarga pergi ke sekolah kids, mau ikut acara SLC. Karena jam pelaksanaan sama, jadinya kita bagi tugas. Saya menemani Jeremy lihat penampilan dia. Si papa yang bertugas menemani Albert keliling-keliling SMP.

Kali ini konsep untuk anak TK agak berbeda, kami semua akan melihat presentasi anak-anak secara bersama di dalam ruangan. Mereka akan tampil bergantian, tentu saja ada acara nyanyi dan berdoa bersama.

SLC untuk TK, Jeremy dan teman-temannya diberi kesempatan naik di atas panggung untuk mempresentasikan apa saja yang mereka sudah dapatkan selama bersekolah. Entar orang tua memberi feedback tentang pelaksanaan acara juga perkembangan karakter anak selama bersekolah dan saran bagi pihak sekolah melalui angket yang diberikan.



Akhir acara tentu saja berfoto bersama..


SLC untuk anak SMP, si Papa diajak berkeliling sekolah dan Albert menunjukkan apa saja pelajaran yang selama ini dia dapatkan. Ada juga konsultasi dengan guru tentang apa lagi yang perlu diasah dari si anak.

Hasil reportase Papa..

Albert sedang ditugaskan bikin sudut 45 derajat pakai jangka di hadapan Papanya

Dijelaskan guru tentang perubahan warna bunga karena menyerap warna air berbeda

Hasil gambar Albert di semester 2
Kata si Papa konsep SLC sudah bagus, cuma dia nggak nyangka bakal keliling sekolah keluar masuk kelas.. Ha.. ha.. ha..

Penasaran apa itu SLC? Baca di : Kids SLC

Just Sharing

Kamis, 22 Maret 2018

A GOAT STORY

Mari kita bercerita tentang kisah kambing!! Alkisah di suatu negeri bla.. bla.. bla.. akhirnya kambing itu menjadi tua dan nggak enak dimakan. Waduh endingnya nggak enak banget ya..

Demikianlah kisah yang disampaikan ayahanda kepada putra terkasihnya dalam bingkai kebersamaan penuh cinta dan berasa manis buah strawbery.. Oh so sweet.. *Berpelukan.


Ini cerita beneran? Nggak-lah itu cerita hoax ala-ala (maksudnya ala saya.. Ha.. ha.. ha..)

Jadi cerita sebenarnya kalau bulan Maret itu anak-anak suka dikasih project dari sekolah, kali ini temanya "Little Adventurer." Para siswa TK disuruh membuat penelitian tentang hewan ternak sesuai dengan hewan pilihan mereka.  

Pilihan Jeremy jatuh pada hewan ternak kambing, nggak tahu juga kenapa dia jadi tertarik sama kambing dari sekian banyaknya hewan ternak. Padahal hewan ternak kan banyak. Ada sapi, kuda, domba, babi, ikan, ayam dan bebek. Ah sudahlah! Mari kita cari tahu tentang kambing!

Project ini proses Exploring dilakukan bersama orang tua di rumah. Untuk penelitian hewannya kita bisa membicarakan tentang perkembangbiakan hewan seperti "Apakah hewan tersebut melahirkan atau bertelur", terus "Berapa lama si hewan berada dalam perut induknya, dan kemudian berapa lama bertumbuh dewasa."

Bisa juga dari ciri-ciri hewan, "Kakinya ada berapa? Bagaimana bentuk mulut atau hidungnya? Apa yang dimakan? dan juga dimana tempat tinggalnya?".

Bentuk project-nya sendiri bisa berupa buku, poster dan maket (bentuk 3 dimensi).

Peran orang tua juga diharapkan untuk membantu anak membuat kalimat penelitian dalam bahasa inggris yang akan ditampilkan saat SLC tanggal 23-24 Maret 2018.

Ini berat, kau tak akan bisa, biar saya saja! Hadeuh ngadepin Jeremy yang ternyata juga nggak tertarik dengan topik hewan ternak memang susah bawaannya jadi malas-malasan. 

Ayo Jeremy mau bikin project apa? Maket? Jeremy menggeleng "nggak mau." Poster? Dia nggak mau juga. Jadi apa dong? Jeremy menjawab singkat "scrapbook."

Kalau begitu mari kita cari gambar di internet. Ditunjukin berbagai gambar yang ceritanya gambar kambing hamil, bayi kambing baru lahir, peternak lagi perah susu kambing, eh dia ogah-ogahan terus bilang beginilah begitulah..

Beda banget dengan tahun lalu di bulan Maret 2017 yang temanya "My Bright Future" Jeremy antusias banget, jadi cepat selesai project-nya. Beda ya kalau orang tertarik dengan tidak tertarik suatu topik? Kalau mau baca project Jeremy di bulan Maret 2017 langsung klik link-nya : Jeremy's Bright Future.

Dengan susah payah terkumpullah gambar-gambar tentang kambing yang siap ditempel. Beli buku gambar ternyata cover depan-nya gambar Doraemon. Si Jeremy cerewet lagi trus bilang "Kok gambar Doraemon?" Padahal yang milih juga dia. Soalnya yang lain gambar putri-putrian sih, lain selera. Kalau mama pasti milih princess dong..

Tinggal tempel gambar kambing ke buku gambar. Jeremy ogah-ogahan terus saja protes gambar sampul Doraemon. Akhirnya kita cari akal nutupin cover doraemon dengan gambar kambing. Pilihan jatuh ke gambar kambing kartun. eh dia protes lagi bilang "Jelek kambing kartunnya" Cari-cari lagi akhirnya sesuai dengan selera yang "dia mau"..

Cover depan

Cover belakang
Setelah masalah cover teratasi sesuai selera, tinggal tempel gambar kambing di buku dan dibuat cerita  menarik tentang si kambing. Kalau soal cerita biar mama saja. Diusahakan cerita yang simple dan tidak berbelit-belit biar si anak mudah ngikutin saat presentasi nanti.

Dimulai dari saat kambing lahir kemudian menjadi remaja dan menjadi tua, tentu saja ditambah cerita  kambing makan rumput, hidup di peternakan, susunya bisa diminum dan juga berakhir jadi makanan manusia tidak lupa juga sebagai bumbu penyedap: kambing hitam biasanya suka disalah-salahkan. Supaya ada pengetahuan tentang kambing-lah.

Oya kalau yang bertanduk biasanya kambing jantan, kambing betina siap-siap deh jadi ibu kambing. terus kalau mau makan daging kambing cari yang sehat dan masih muda, jangan juga makan kambing tua dagingnya keras soalnya. Keren kan?


Kita bikin bentuknya menyerupai buku komik yang ada ceritanya. Besok kumpul ya? Jeremy diam saja dengan muka tidak puas tapi tetap ngangguk pakai bilang "Kok covernya kertas warna putih?"
Saya bilang liatin di miss dulu, kalau salah kita bikin yang lain lagi.


Yang terjadi ternyata Jeremy nggak kumpul tugas-nya, juga tidak diliatin ke gurunya malah dia bilang "Nggak perlu lah sudah pasti salah" Whaat! Ini maksudnya apa? Katanya temannya cuma bikin pakai satu kertas, gambarnya cuma tiga terus ada juga yang bikin maket tapi biasa saja cuma benar jadi sudah dikumpul. Bingung kan? Maunya apa sih ini anak?

Bagaimana kita bisa memperbaiki kesalahan kalau tidak tau salahnya di mana? Duh ini anak bikin bingung. Bertanyalah saya sama mama teman Jeremy yang kebetulan pilih hewan ternak babi yang project-nya dia bikin bentuk maket. Ih keren loh! Terusnya juga kata mama temannya "Benar kok punya Jeremy!"

Saya tunjukin ke Jeremy gambar maket-nya, dijawab dengan santai "Biasa saja". Miss bahkan mau bantu liatin contoh-contoh project teman-teman Jeremy. Tapi saya pikir nggak perlu juga kayaknya Jeremy memang nggak terlalu minat sama hewan ternak.

Harus rubah strategi, biar kita bikin sebagus apa pun kalau emang nggak minat mau bagaimana lagi?
Saya yakinkan Jeremy bahwa project dia itu keren banget, miss-nya juga sudah setuju bahwa projectnya benar dan siap dikumpul.

Ditambah lagi bisa bikin cerita yang bagus tentang kambing. Pilihan Jeremy tepat jadi ada cerita "kambing hitam", ada cerita "daging kambing tua." Jeremy langsung senang dan tertawa-tawa.

Berhasil!.. berhasil!..

Nah tahap selanjutnya supaya Jeremy bisa menceritakan kembali, kita serahkan tugas pada papa yang memang jagonya. Jeremy terlihat mulai bahagia dan merasa project dia itu bagus.


Akhirnya tugas pun selesai dan sudah dikumpul, tinggal menunggu saat SLC nanti.

Apa itu SLC? Ngapain saja? Penasaran? Baca di : Kids SLC

Tahun lalu project tentang cita-cita dan tahun ini tentang hewan ternak. Apakah tugas tentang hewan ternak sudah selesai? Ho.. ho.. ho.. datanglah Jeremy dengan selembar kertas tugas baru yang masih berkaitan dengan hewan ternak.

Ternyata tugas yang kita lakukan masih dalam tahap Exploring yaitu melakukan penelitian terhadap hewan ternak pilihan. Masih ada tahapan lain lagi yang harus kita jalankan, seperti apa itu? Nantikan di postingan selanjutnya ya.. see you..

Just Sharing