Jumat, 24 Maret 2017

Kids SLC

Apa itu SLC? karena dapat undangan dari sekolah anak-anak ya mau tidak mau, suka tidak suka harus hadir dong, entar dibilang orang tua tidak perhatian sama pendidikan anak lagi... dituduh macam-macam lagi... Oooh jangan sampai deh... Sampai saat ini sih tidak ada yang berpikiran seperti itu sih hanya pernah diprotes sekali karena meliburkan anak saat masih belum libur sekolah atau tanggal merah dengan alasan mau diajak jalan-jalan. Ha.. ha.. ha..

Jadi SLC itu adalah singkatan dari Student Led Conference yang merupakan sebuah ajang yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil perkembangan belajarnya dan pencapaian target mereka kepada orang tua. Untuk orang tuanya sendiri bisa memberikan feedback yang mendukung perkembangan anak secara optimal.

Penyelenggaraan SLC kali ini tgl 24-25 Maret 2017. Ya sudah deh kita ikuti saja jadwal yang sudah ditentukan. Kita mulai dari anak yang lebih kecil untuk unjuk gigi. Ayo Jeremy buka mulut! Ooops salah maksudnya tunjukkan kebolehanmu.

Jeremy si anak TK pun beraksi. Mulai dari menyapa saya sebagai audiens kemudian mulai mempresentasikan project yang sudah dia buat bersama kami orang tuanya (baca Jeremy's Bright Future). Ayo mulai! Presentasi dimulai dari tahap exploring masuk ke tahap planning lalu doing kemudian communicating terakhir reflecting. 

Presentasi exploring

Presentasi planning dan doing

Terakhir communicating dan reflecting
Sebagai anak TK yang baik tentu saja tidak hanya presentasi project saja tapi juga harus mahir pelajaran lain dong. Apa saja yang mereka sudah pelajari diperlihatkan kepada saya mulai dari berhitung, art, english, science dan lain-lain, entar saya tinggal memberikan feedback saja untuk kemajuan bersama.







Selesailah urusan saya di TK sekarang menuju ke SD. Ada yang mau unjuk gigi lagi. Ayo Albert tunjukkan gigimu! Ooops tidak perlu ya.. Jadi kita mau ngapain? Mulailah saya diajak berkeliling, anaknya sendiri membawa kertas yang siap ditandatangani gurunya di masing-masing pelajaran yang dia terima. Jadi untuk anak SD lain lagi, orang tua dibawa tour keliling kelas mulai dari melihat lapangan olah raga kemudian si anak menceritakan kegiatan dia dalam berolah raga sekalian mempraktekannya.


Bertemu dengan guru olah raganya yang bilang salut sama Albert yang walaupun bertubuh... (gurunya memperagakan tubuh ukuran big) tapi punya daya tahan yang baik dan tekad yang kuat.

Kami pun melanjutkan tour, masuk kelas seni ditunjukan video Albert dan teman-temannya sedang menari, gurunya bilang Albert agak pemalu tapi menarinya cukup bagus.

Di kelas IPA anak unjuk kebolehan dalam merangkai listrik...


Orang tua memberikan feedback...


Lanjut ke kelas yang lain lagi, ada yang orang tua memberi pertanyaan (saya tinggal bacain saja dari kertas yang disediakan sekolah) kemudian dijawab si anak. Ceritanya biar saya bisa menilai kemampuan si anak kali ya, bisa mengikuti pelajaran atau tidak...


Setelah keliling-keliling dari lantai 1 sampai 3 dan mendengar berbagai komentar guru dan saya juga memberikan feedback, giliran terakhir kami menuju kelas PKN dan IPS sekalian bertemu wali kelas Albert. Biasalah isi kuesioner dan berbicara tentang kemajuan dan prestasi Albert apalagi yang perlu ditingkatkan untuk kemajuan si anak ganteng ini. Tetap rajin belajar ya! terutama tetap rendah hati...

Setelah rangkaian tour berakhir mampir sebentar pesan seragam sekolah untuk tahun ajaran baru. Wah entar lagi mereka naik kelas, nggak berasa banget ada yang sudah mau SMP... Anakku sudah remaja!

Alamak lapar banget langsung ngacir aja ke mie ayam Ci Sin-Sin ternyata banyak juga orang kelaparan kayak kami disana. Pesan cepat-cepat nggak pakai lama...

Mungkin mereka lapar
Setelah kenyang hati senang urusan sudah beres kami pun pulang dengan langkah ringan (maksudnya tanpa beban)... Hmm senangnya...

Just Sharing

Past Holiday In Jayapura

Mau jalan-jalan ke Jayapura? Tentu saja, sepertinya sih memang harus apalagi kalau bawa anak untuk mengunjungi opa dan omanya yang tinggal di Distrik Hamadi, kira-kira setengah jam perjalanan dari Kota Jayapura. Kami memilih untuk datang berkunjung di minggu terakhir bulan Desember 2008 sekalian untuk merayakan Natal dan menyambut Tahun Baru 2009. Berangkatnya dari Timika tempat kami tinggal selama setahun di sana.

Bandar Udara Sentani
Rumah kami di Jayapura terletak tidak jauh dari Pantai Hamadi, yang pada masa Perang Dunia II dikenal sebagai tempat pendaratan tank amfibi pasukan Sekutu pada tanggal 22 April 1944. Untuk membeli suvenir kerajinan tangan ataupun barang-barang seni Baliem dan Asmat, kita dapat mampir sebentar di kios-kios penjual cenderamata di Pasar Hamadi.

Tidak mau melewatkan kesempatan, kami mengunjungi Puncak Ifar gunung, di mana di puncaknya terdapat Tugu Mac Arthur dengan latar belakang pemandangan yang sangat mengesankan. Monumen Mac Arthur merupakan simbol bangsa Amerika dan angkatan bersenjata Sekutu yang berkuasa di Papua pada waktu itu, di bawah pimpinan Jenderal Douglas Mac Arthur pada Perang Dunia II. Pada waktu itu, sang jenderal membangun Markas Besar Perang Pasifik Barat di Hollandia (sekarang Jayapura). Monumen tersebut dibangun untuk memperingati keberhasilan Jenderal Mac Arthur dengan sumpahnya yang terkenal “Saya akan kembali”, yang dipahat pada kaki monumen.

Tugu Mac Arthur
Kita dapat menikmati keindahan Danau Sentani dari puncak Ifar gunung. Danau Sentani merupakan danau alam dengan pulau-pulau yang berbukit-bukit di tengah-tengah danau. Di lokasi danau ini juga terdapat pemandangan alam yang indah, dengan beberapa tempat pemancingan yang dilengkapi pondok-pondok yang berbentuk panggung. Di sini banyak ditemukan ikan-ikan yang masih segar.

View Danau Sentani dari Ifar gunung
Setelah menikmati sejarah dan indahnya pemandangan alam dari puncak bukit. Kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke perbatasan RI-PNG yaitu Desa Wutung, pura-puranya mau ke luar negeri tapi tanpa paspor hanya wajib lapor saja. Asyik bisa ke luar negeri!! Walaupun hanya di perbatasan saja...

Shopping dulu dah produk khasnya, kan kurang afdol rasanya jalan-jalan tanpa membeli buah tangan khas sana apalagi sedang berada di luar negeri. Apa kata dunia?? Ha.. ha.. ha.. Kesukaan saya sedari kecil ya twisties semacam cemilan kriuk-kriuk kayak chiki, tapi serius enakan twisties yang memang produk buatan Papua New Guinea (PNG). Beli sendiri saja ya kalau sempat mampir ke sana!



Malam Tahun Baru di Jayapura cukup meriah. Kita dapat mendengar bunyi petasan dan melihat kembang api yang dinyalakan dari rumah-rumah berganti-gantian. Sebelumnya kami ke gereja sekeluarga ikut ibadah tutup tahun dan saling mengucapkan :

Merry Christmas 2008
&;
 Happy New Year 2009

Ibadah Tutup Tahun Bersama Keluarga Dalam Tuhan




Rabu, 22 Maret 2017

Menikmati Sejarah Dan Keindahan Alam Di Tugu Mac Arthur

Sebagai seseorang yang dibesarkan di kota Jayapura, dari TK sampai SMA tentu saja kota ini punya banyak kenangan dan cerita tapi kali ini saya mau cerita tentang Monumen Tugu Mac Arthur yang terletak di Ifar Gunung. Bagi pencinta sejarah dan keindahan alam jangan sampai terlewatkan tempat ini ya. Jaraknya lumayan dekat dari Bandara Sentani, hanya menempuh jarak sekitar 20 menit berkendara.

Tugu Mac Arthur walaupun kelihatan biasa saja tapi merupakan saksi sejarah besar Perang Dunia II yang terjadi di tanah Papua. Tugu ini menjadi peringatan datangnya tentara sekutu di wilayah pasifik pada tahun 1944. Hal ini terkait penyerangan sekutu terhadap Jepang yang saat itu menguasai sebagian besar wilayah Filipina.

Douglas Mac Arthur yang saat itu menjadi panglima besar pasukan sekutu, memerintahkan pasukannya untuk mendirikan sebuah Markas Besar Umum Daerah Pasifik Barat Daya yang lokasinya ada di distrik Sentani, tepatnya disekitar bukit tempat Tugu Mac Arthur  berada. Itulah sebabnya mengapa tugu peringatan ini mengambil nama Jendral Besar yang terkenal dengan slogannya "I come through and I shall return".

Tugu tersebut kini dikelola oleh Dinas Kebudayaan Pemerintah Provinsi Papua dan sebagai salah satu situs yang dilindungi oleh Undang-undang tentang Cagar Budaya. Untuk mendapatkan informasi tentang tugu tersebut, kita bisa mampir di museum kecil atau ruang informasi yang menyediakan informasi tentang tugu Mac Arthur ini termasuk foto-foto pendaratan tentara sekutu di New Guinea (sekarang Papua). Perhatikan jam buka museum!

Tugu Mac Arthur
Keistimewaan Tugu Mac Arthur tidak hanya terletak pada kisah sejarah yang terjadi pada masa lalu tetapi juga pada keindahan alam yang indah. Dari Ifar gunung ini kita bisa melihat Danau Sentani dan juga gugusan pulau-pulau kecil ditengahnya. Landasan Bandara Sentani pun terlihat jelas.

View Danau Sentani dari Ifar Gunung
Tepat di depan tugu ada beberapa kursi panjang dari beton. Sempat terlintas dalam pikiran saya..
Mungkinkah seorang Jendral Besar duduk di kursi ini sambil memandang Danau Sentani yang indah memikirkan beragam strategi perang yang kemudian merubah nasib dunia? Hmm siapa tahu?

Wonderful Indonesia

Senin, 20 Maret 2017

Ocean Park Hong Kong

Agenda kali ini kita mau ngajak anak-anak ke Ocean Park Hong Kong seharian, karena ibaratnya Ancol di Jakarta. Ocean Park pun menjadi ikon bagi warga lokal di Hong Kong sebagai theme park yang dikembangkan mereka sendiri.


Untuk menuju ke sana kita naik MTR ke Stasiun Admiralty Exit B (di stasiun ini juga jual tiket masuk Ocean Park), trus langsung jalan kaki ke Terminal Bus Admiralty untuk naik bus no. 629 yang akan mengantarkan kita langsung tepat di pintu depan Ocean Park. Foto dulu dong sebelum masuk...


Dari pintu masuk menuju ke dalam, banyak spot foto menarik...




Ocean Park sendiri dibagi menjadi 2 area yaitu The Waterfront dan The Summit yang dipisahkan oleh gunung. Kedua tempat ini dihubungkan melalui cable car (kereta gantung kayak gondola di Ancol) dan Ocean Express Train (kereta bawah tanah)

Begitu masuk kita langsung menuju ke The Waterfront. Di sini kita bisa melihat Giant Panda Adventure, Grand Aquarium, Gold fish treasures...





Kita lunch di Old Town Hong Kong sekalian melihat Hong Kong jaman dulu. Di sini resto-nya menjual makanan khas Hong Kong...


Banyak juga permainan untuk anak-anak yang lebih kecil...


Disediakan berderet-deret tempat duduk untuk istirahat yang ada patungnya. Akibatnya Jeremy minta difoto-foto-in satu persatu sampai ke ujung...





Dari The Waterfront kita menuju ke The Summit Pakai Ocean Express Train yang antriannya panjang mengular. Di dalam kereta bawah tanah itu kita berasa seolah-olah sedang berjalan membelah gunung.

Di sini jenis permainannya lebih menantang cocok untuk remaja dan orang dewasa. Bisa pula menyaksikan akuarium Sea Jelly dan pertunjukan Dolphin.

Karena ini adalah hari terakhir di Hong Kong dan Albert kepengen kembali jalan-jalan ke In's Point (ceritanya mau beli mainan yang sudah dia pertimbangkan untuk dibeli sesuai budget) maka kami pun jalan menuju ke The Waterfront naik cable car yang antriannya tidak kalah panjang...

Dalam cable car mulai iseng foto-foto lagi...



Akhirnya sampai juga ke The Waterfront saat jalan kita foto-foto lagi sambil menuju ke pintu keluar..




Setelah puas jalan-jalan ke Hong Kong dan Macau. Besok adalah saatnya untuk kembali ke Jakarta. Kami transit di Changi Airport kurang lebih 4 jam. Seperti biasa Jeremy minta foto sama patung lagi, sekalian deh kita lihat taman kaktus...



Perjalanan yang menyenangkan bagi kami sekeluaraga...

Bye-bye Hong Kong

Happy Travelling

Kamis, 16 Maret 2017

Family Dining in Hong Kong

Biasanya kalau jalan-jalan ke Hong Kong berasa ada yang kurang ya, kalau tidak mencicipi kuliner terkenal yang satu ini, yaitu dimsum. Kali ini pilihan kami jatuh ke Tim Ho Wan.

Tim Ho Wan sendiri memiliki beberapa outlet di Hong Kong (HK). Supaya tidak ribet kita langsung aja milih ke IFC Mall tepatnya di Podium level one. Shop 12A di atas area HK MTR Station. Tanya aja security di sana tempatnya kalau bingung. Kami pun melakukannya.. Ha.. Ha.. ha..

Di Tim Ho Wan HK ini siap-siap ngantri ya... Padahal sudah datang cepat-cepat juga. Bagaimana kalau datangnya pas lunch? Antrian bisa tambah panjang ini.

Tim Ho Wan IFC Mall
Jadi begitu datang langsung ada petugas yang mendaftar untuk waiting list, nah selama menunggu itu kita akan diberi secarik kertas berisi menu dan harganya (minta yang pakai bahasa inggris), trus kita isi lalu diserahkan ke petugas tadi.

Terus terang makan di sini tidak bisa santai-santai apalagi mau tambah order pesanan lagi, soalnya antrian di luar sudah panjang. Bayangkan saja baru duduk petugasnya dengan sigap sudah mengeluarkan pesanan kita.

Salah satu menu yang kami pesan
Yang terjadi setelah makan kita pun saling berpandangan.. Mau lagi? Ayo cari tempat lain saja.. Ha.. ha.. ha..(Antisipasi kalau di suruh ngantri lagi). Bahkan sampai kami selesai makan pun antrian masih tetap panjang.

Yang ngantri masih banyak
Rencananya entar sore mau ngemil dimsum lagi di tempat lain sekalian jelajah Hong Kong malam hari, jadi siang ini balik ke hotel dulu untuk istirahat.

Setelah istirahat, ayo kita ngemil di One Dim Sum. Nah kalau yang ini lokasinya lebih mudah dicari yaitu dekat MTR Prince Edward.

One Dim Sum
Waktu datang sempat nunggu sebentar sih nggak terlalu lama. Enak nggak? Hmm enak banget beda rasanya dengan yang lainnya. harganya juga termasuk murah untuk restoran di Hong Kong.

Tempatnya sih nggak terlalu besar dengan meja-meja yang banyak, jadinya ya itu agak kesempitan duduknya. Kalau jalan nyenggol-nyenggol dikitlah. Ha.. ha.. ha..

Dalam One Dim Sum Resto
Setelah kenyang yuk langsung jalan-jalan ke Ladies Market ceritanya mau shopping cuci-cuci mata. Aduh ramainya...

Keramaian di Ladies Market
Dari Ladies Market, yuk cari makan malam. Di mana ya? Di Cafe de Coral aja. Biasanya kalau ke Hong Kong tempat makan ini menjadi salah satu tempat yang biasanya kami kunjungi. Kabar baiknya, Cafe de Coral ini punya banyak cabang jadi tinggal pilih saja. Kami pilih yang di cabang Chungking Mansion, pulangnya jadi bisa jalan kaki ke hotel. Porsi di sini lumayan besar juga jadi bisa saling sharing. Harganya juga terjangkau dibandingkan harga makanan pada umumnya di Hong Kong.

Setelah kenyang, kita siap-siap jalan kaki pulang ke hotel tapi tergoda juga lihat Hui Lao Shan yang ramai pengunjung. Hui Lao Shan ini punya banyak sekali outlet dan spesialisasinya aneka dessert yang terbuat dari mangga. Akhirnya kita pun mampir pesan Mango Romance yang terdiri dari mango ice cream, mango soup dan mango mochi. Hmm segar...

Pesanan Mango Romance
Ada juga tempat makan enak yang lain dengan harga yang tidak terlalu mahal untuk ukuran kuliner di Hong Kong yaitu Tsui Wah Restaurant. Resto ini juga banyak cabangnya. Kalau kebetulan sedang ada di The Peak Tower,  bolehlah singgah untuk cobain menu di Tsui Wah ini, tentu saja selain foto-foto di Madame Tussauds dan The Peak Sky Terrace 428.

Kami juga sudah mencoba makanan di Tsui Wah resto cabang ke-2 di Carnarvon Road daerah Tsim Sha Tsui, karena kebetulan berdekatan juga dengan hotel jadi bisa jalan kaki.

Untuk dessert boleh tuh cobain Yee Shun Milk Company di daerah Yau Ma Tei dekat MTR-nya (lupa exit berapa). Dapat tempat ini juga karena kebetulan salah jalan. Ha.. ha.. ha.. Tapi enak kok untuk ngemil. Steamed Milk-nya enak banget.. serius! Di Senado Square Macau juga ada cabang-nya...

Kalau mau cobain Mc. Donalds, KFC dan Pizza Hut di HK juga ada. Biasalah sama aja kok dimana-mana..

Ada lagi tempat makan yang keren yaitu Jumbo Kingdom yang terdiri dari dua kapal apung besar yaitu Jumbo Floating Restaurant dan Tai Pak Floating Restaurant. Sudah coba lunch di Jumbo Floating Restaurant waktu jalan-jalan ke Hong Kong beberapa tahun yang lalu. Restoran ini ceritanya cukup terkenal di Hong Kong. Makanan yang disediakan adalah chinese cuisine, dimsum dan European Food dengan menu andalannya seafood. Lumayan enak juga sih.

Untuk ke Jumbo Floating Resto kita ke Pelabuhan Aberdeen terlebih dahulu lalu jalan menuju dermaganya, kemudian menumpang kapal kayu gratis yang akan membawa kita ke restoran tersebut.

Happy Culinary