Jumat, 01 Juni 2018

Kuliner Nostalgia Glodok

Yeay! diajakin kuliner nostalgia papa David waktu kecil di Glodok.. Siapa yang bisa nolak? Mau.. mau.. mau.. eh masih pakai bonus staycation lagi.. tambah senang dong..

Jadi ceritanya kita mau nostalgia tentang kuliner di daerah Kota, sekalian ngenalin ke anak-anak "Inilah Pecinan alias China Town" yang ngehits sebagai wisata kuliner. Mudah-mudahan rasanya masih sama ya..

Mumpung hari kejepit dan ada sedikit urusan ke daerah sana, marilah kita sekalian menjelajah dan berwisata.

Tempatnya sih tidak nyaman tapi rasa makanannya bisa membuat "nyaman" dan sedikit bernostalgia.

C'mon kids kita jalan-jalan! Parkir di Pasar Glodok dan kita mulai berjalan di tengah teriknya matahari. Penjelajahan kita mulai dari pasar Petak Sembilan.

Pasar Pertak Sembilan
Suasana pasar dan bau yang khas ala pasar tradisional mulai menyengat hidung kami. Kids tidak mengeluh walaupun juga tidak menikmati.. terlihat Jeremy berjalan sambil tutup hidung.

Jalan lagi sampai di ujung jalan Petak Sembilan terlihat kawasan klenteng.. Jeremy langsung nyeletuk "Seperti di negeri China" Ya.. ya.. ya.. kita seperti berada di Tiongkok.. Biarlah kids sedikit tahu sejarah dan keberagaman.

Vihara Dharma Bhakti (Jin De Yuan Temple)

Jadi Vihara Dharma Bhakti atau Kim Tek Ie adalah salah satu klenteng tertua di Jakarta, tentu saja selain yang berada di Ancol. Wow bangunan ini bersejarah juga ya.. Jadi penasaran pengen tahu sejarahnya.

Jadi bangunan ini dibangun pertama kali tahun 1650 yang dahulunya bernama Jin De Yuan untuk menghormati Dewi Kwan Im, sempat hancur kemudian dibangun lagi dan juga berganti nama.. bla.. bla.. bla..




Terlihat maket perencanaan konservasi dari Jin Te Yuan.


Nah inilah tempat umat Budha dan Kong Hu Cu beribadah, kami sih cuma masuk ke halamannya dan foto-foto sebentar.

Terlihat juga beberapa orang yang sedang sembahyang dan juga ada beberapa orang yang duduk-duduk sepertinya menanti rejeki dikasih angpau.

Mari kita lanjutkan perjalanan! Kalau sudah di pasar dan lihat sayuran segar, tidak sadar pengen beli.. Kita beli edamame yuuk! Langsung si papa David mengingatkan untuk fokus, "Katanya mau kuliner?" Oh iya juga ya..

Lanjut! Beli sedikit cemilan di toko penjual manisan yang harganya tidak mahal dibandingkan beli di mall. Sumpianya enak, juga beli sedikit kiamboy untuk dibagi-bagi entar..


Kids serasa mendapatkan harta karun dari toko manisan..


Saat jalan di Pasar Petak Sembilan, kita berhenti sejenak "Itu ada Toko Obat Hok Seng Tong langganan Papi" Foto dulu! Ternyata masih ada ya..


Kita nyebrang dan melanjutkan perjalanan ke Gang Gloria, sebuah gang kecil cenderung padat dengan para penjual beraneka ragam makanan dan cemilan di kanan dan kirinya.

Walaupun sempit dan tidak nyaman, tapi bagi para pecinta kuliner jadoel sih tidak masalah tetap lanjut terus yang penting enaak!

Bakmi Amoy

Nah di sini kita langsung berhenti sejenak dan mencicipi bakso goreng dengan ukuran jumbo dan juga siomay.


Bakmi-nya kita abaikan walaupun kelihatan enak, soalnya mau makan di tempat lain juga, sayang kan kalau keburu kenyang.

Walaupun tempatnya tidak nyaman, panas dan juga pengunjung bersliweran lalu lalang tapi anehnya kids biasa saja, mereka tidak mengeluh. Oh untung masih dapat tempat..


Jadi memang di sini orang yang datang tujuannya untuk makan dan begitu habis langsung berdiri, bukan untuk ngobrol lama-lama, tapi banyak juga yang bungkus untuk bawa pulang.

Dekat Bakmi Amoy ada juga tempat yang lumayan legendaris, yaitu:

Kopi Es Tak Kie

Yang katanya berdiri sejak tahun 1927 dan usahanya sekarang dipegang oleh generasi ketiga. Jenis minuman kopinya masih tradisional hanya dua macam saja yaitu kopi hitam dan juga kopi susu yang diberi es, tapi kalau mau yang panas juga bisa.

Rencananya entar kita mau makan nasi campur ditemani segelas kopi susu dengan tambahan pangsit atau bakso, kayaknya cobain bakcangnya juga boleh-lah, tentu saja makannya secara keroyokan.

Tapi sayangnya ternyata penuh banget nggak dapat tempat duduk, lagian juga makanannya sudah banyak yang habis, tapi nggak usah khawatir namanya juga Gang Gloria isinya makanan semua. Asyik ya?

Lanjut lagi, sampailah di ujung Gang Gloria, bertemulah kita dengan semacam food court tradisional yang menjual beraneka makanan dengan pemilik yang berbeda. Penjualnya kebanyakan sudah berumur jadi kemungkinan rasanya masih otentik. Mari kita coba!


Kari Lam

Salah satu kari yang enak dan menggugah selera tidak bikin eneg ya Kari Lam dengan kuah santan yang bisa kita pilih dagingnya, mau daging sapi atau ayam kampung? Tergantung selera, ditambah dengan bihun atau nasi tergantung pilihan atau hanya kari dengan potongan kentang juga oke.

Kari Lam daging ayam dan bihun
Kalau menurut saya rasanya seperti Laksa Singapore. Kari Lam dibuka pertama kali di Gang Gloria tahun 1973. Sekarang sih sudah ada cabangnya tapi tetap saja yang paling enak di Gang Gloria ini, Pemiliknya sendiri yang meracik.

Gado-Gado Direksi

Sebenarnya sih ini gado-gado biasa yang atasnya pakai bumbu kacang dan kerupuk udang. Kalau kata si mami mertua (mamanya David), yang makan banyak orang kantoran bajunya pada rapi makanya namanya jadi gado-gado direksi.

Cobain ah! Ada rasa kangen juga pengen coba makan lagi sekalian bernostalgia. Kalau dulu suka nitip bungkus sekarang coba langsung di tempat.

Gado-gado Direksi
Ditambah lagi dengan Lumpia Jakarta tentu lebih mengenyangkan..

Lumpia Jakarta
Yang ngeracik makanan di Gang Gloria ini rata-rata sudah berumur ya? Makanya rasanya tidak banyak berubah..

Mie Goreng Kucai dan Mie Kuah Seafood

Pilihan Albert mie goreng kucai yang dia bilang enak sekali, jarang ketemu mie goreng yang enak.. Nyam.. nyam

Menikmati mie goreng kucai
Sementara Jeremy memilih mie kuah seafood, dia sih nggak banyak komentar, tapi kayaknya enak deh, soalnya habis setengah mangkuk lebih atau mungkin dia lapar?

Mie Kuah Seafood
Tempat makan yang panas dan kucing yang nongkrong di bawah meja, lumayan membuat tidak nyaman eh masih ditambah lagi dentingan gitar pengamen.. sabar.. sabar.. sabar..

Tapi.. sepertinya ada yang kurang deh? Itu penjual bubur mana ya? Tanya sama si engko Kari Lam, katanya sih sudah tutup, besok coba datang lagi.. Haiya..

Yuuk kita lanjut perjalanan lagi! Jalan melewati gang kecil dengan berbagai aneka makanan membuat kita jadi tergoda.

Beli cakwe aja yuuk! Bungkus ya! Sebentar.. sebentar foto dulu!! *Si penjual langsung tertawa sumringah dan bilang "Sekarang gampang ya selfie kalau dulu harus ke studio". Dengan wajah gembira dia menambahkan satu buah cakwe lagi sebagai bonus.. Ha.. ha.. ha.. (padahal saya cuma foto cakwe-nya bukan penjualnya).

Cakwe Gang Gloria
Waduh panas sekali dan juga berdebu, pengen ngadem. Ke mana ya? Eh itu ada toko peralatan rumah tangga, tempatnya lumayan nyaman dan juga ber-AC. Mari kita singgah! Katanya sih sudah dari tahun 1935, cuma barang-barangnya sepertinya lebih mahal dibandingkan toko sejenis.

Toko Tian Liong
Lewatin apotik langganan papi juga, konon kata si papi lebih murah dibandingkan yang lain..

Apotik Bintang Semesta
Berjalan kembali dalam keramaian. Memang glodok Pancoran ini sepertinya selalu ramai ya..


Singgah sebentar di Gedung Chandra, tujuannya mau ke Top Bread Bakery beli kue soes yang enak, salah satu cemilan favorite. Dulu juga suka dibeliin si mami untuk Albert waktu masih kecil. Hmm masih sama nggak ya dengan yang lalu? Waktu berlalu begitu cepat, nih toko roti masih eksis saja..


Bingung membandingkan rasanya dengan yang lalu, sudah lama sekali soalnya. Selera orang tentu berubah seiring waktu tapi tetap saja ada rasa kangen pada sesuatu yang lama. Tapi kayaknya sekarang soesnya lebih kecil deh.. Ha.. ha.. ha.. bungkus ya!

Perjalanan kuliner sudah berakhir? Belum kakak.. kita masih lanjut lagi! Masih banyak yang lain yang belum terjamah.. Mari kita mengembara jalan lagi!

Kuotieh Santong 68

Di bawah teriknya matahari kita berjalan mencari Kuotieh Encek Santong yang legendaris itu. Sekarang tempatnya bagus kalau dulu masih pakai tenda dan ngandalin pesanan dari rumah makan yang ada atau yang bungkus bawa pulang.


Pilihan kami kuotieh yang dipanggang bolak-balik supaya garing dan renyah, dimakan pakai sambal bawang.. nyam.. nyam..


Di sini juga jual makanan selain kuotieh, bagi penggemar chinese food, bolehlah dicoba. Di daftar menu juga ada sejarahnya. Wow ternyata sudah 50 tahun ini kuotieh, kalau dulu seringnya bungkus bawa pulang, soalnya tempatnya di tenda, dan sekarang dalam gedung yang ber-AC.


Sebelum makan showcase dulu cara membuat sambal bawang yang benar, mari kita serahkan sama ahlinya. Action! Albert yang merekam dan si Papa jadi host-nya.. Ha.. ha.. ha..

Nggak kuat ngabisin jadi kita bungkus bawa pulang..


Setelah makan kita ke kasir yang ternyata adalah mantu Encek Santong, yang dengan semangat cerita kisah mereka sampai menempati rumah makan itu yang ternyata bekas Resto Ayam Kalasan. Bagaimana perjuangan mertua dia dengan istrinya mengelola Kuotieh Santong. Tapi katanya Tuhan adil karena.. bla.. bla.. bla.. terus sekarang pemilik lamanya pengen beli lagi itu tempat tapi dia nggak mau.. sekarang Ayam Kalasan sudah pindah ke tempat yang lebih kecil.. bla.. bla.. bla..

Kita cuma mendengarkan sampai ada pegawai mereka yang melaporkan ada order 30 bungkus capcay, barulah kita pamit.. bye.. bye..

Mari kita lanjut jalan lagi! Masih kuat? Mau rujak juhi? Yang penting jalan dulu-lah siapa tahu tiba-tiba lapar mata lagi.

Nah ini Ayam Kalasan yang sudah pindah, ternyata bergabung bersama Rujak Shanghai Encim dan yang lainnya. Foto saja ah.. Nggak tertarik makan, soalnya masih kenyang..


Ya memang tempat makannya modelnya seperti begitu tampak "old" dan tidak "eye catching" tapi suasana seperti itu terkadang yang membuat kangen untuk bernostalgia.

Seperti kata papa David, sesuatu hal yang kita anggap sudah biasa jadi kita tidak terlalu menghargai, pas itu hilang baru kita sadar kita rindu dan terkadang ingin bernostalgia kembali, termasuk makanan.

Pantesan si Papi (papanya David yang sudah meninggal) suka kangen ngajakin makan di Siaw A Tjiap atau resto-resto jaman old seperti Eka Ria yang juga favoritenya. Bahkan Mikado pun yang sudah tiga kali pindah tetap dia kejar, susah ngajakin makan di tempat lain. Hanya pernah sekali di Resto Samudera itu pun dua hari kemudian gantian kita yang harus menemani makan di Siaw A Tjiap dan juga Mikado. Baca ceritanya di Biarlah Menjadi Kenangan.

Tapi sekarang Glodok sudah berbenah dan juga sudah tampak lebih cantik dibandingkan dulu. Ini salah resto yang dibangun pas di hoek tikungan Pancoran. Keren ya? *Hasil revitalisasi

Pantjoran Tea House
Diseberangnya tampak bangunan Pasar Glodok (salah satu Pusat Elektronik)

Glodok Building
Sudah selesai cerita kulinernya? Ho.. ho.. ho.. jangan buru-buru kakak! Namanya juga nostalgia tentu ada cerita sejarah-nya dong. Kurang asyik "ancient story" tanpa diajak keliling kawasan Pecinan.. Lihat-lihat jalan kanan kiri dan bernostalgia.

Terlihat Fairy Garden di Mangga Besar Raya No. 21 yang mengingatkan kita akan nikmatnya shabu-shabu dengan isian bakso ikan, daging sapi, tahu dan juga berbagai aneka sayuran, melewati sepanjang jalam Hayam Wuruk dan Gajah Mada, menyempatkan diri melewati rumah masa kecil David di daerah Sawah Besar, tepatnya di Jalan Kebun Jeruk 2 dan akhirnya sampai juga di hotel tempat kami menginap..

Yeay! Di kamar inilah kami akan tidur sempit-sempitan..

Kamar di Luminor Hotel
Tapi berasa kurang kalau belum foto di lobby.. Apalagi Jeremy yang suka banget foto dengan patung, untung ada unta yang nangkring bisa diajak foto. Itu ada bajaj sekalian aja-lah..




Ternyata selama bulan Ramadhan tamu hotel mendapat paket free breakfast dan dinner. Lumayan dong! Kita batalkan kuliner daerah Pecenongan.

Rock 'N Sugar Luminor Hotel

Mencoba kuliner pecenongan di hotel Luminor oke juga. Sebelum mulai dinner kita foto dulu yuuk!


Rasa makanan di Luminor Hotel enak juga, namanya juga daerah Pecenongan pasti-lah chefnya sudah handal mengolah dan memvariasikan makanan, seperti kwetiau siram bumbu tom yam, nasi goreng yang berasa keju, mie goreng kucai yang teksturnya lembut dan pas (soal rasa mie goreng masih lebih enak di Gang Gloria pastinya), dan semua makanan tidak berminyak berlebihan.



Karena untuk dinner dan juga sekalian berbuka puasa, maka disediakan takjil es campur, juice dan juga kue-kue. Oya selama bulan puasa tidak disediakan menu ala carte. Tidak hanya tamu hotel tapi pengunjung dari luar pun bebas menikmati all u can eat dengan membayar IDR 135.000 per-orang.

Untuk breakfast kami mendapat menu yang berbeda, untuk makanan utamanya hampir sama dengan yang semalam cuma dimasak berbeda. Terlihat juga makanan khas daerah seperti kupat tahu Magelang, Bubur ayam kari, soto betawi dan yang lainnya.

Jeremy pengen makan ayam kremes seperti saat dinner, ternyata sudah berganti menjadi ayam tumis balado. Ya sudah-lah cari yang lain lagi.. pilihannya hash brown dan sosis ditambah sedikit nasi goreng plus koko krunch campur susu, dia sempat ngomong enakan makanan kemarin..


Kalau bicara tentang kuliner Pecenongan, favorite kita di:

Santap Malam Seafood Awong

Kuliner seafood kaki lima yang menjadi langganan di masa lalu sebenarnya sih kesukaannya si papi mertua, bahkan pernah saat saya hamil tiba-tiba pengen banget makan kepiting saos tiram dan juga menghirup bau masakan di daerah Pecenongan. Serasa lega dan bahagia.. Ternyata sudah lama juga nggak mampir kesana.. Hmm hampir 7 tahun..

Beruntungnya bulan lalu kebetulan ada acara di salah satu hotel daerah Pecenongan yang membuat kita melewati Seafood Awong.. Pulangnya singgah sebentar.. bungkus! Kepiting saos tiram, lapis cumi dan lapis ayam.. Lumayan jadi tambahan lauk di rumah nanti..

Kepiting Saos Tiram
Cerita belum berakhir, kuliner masih tetap lanjut, keesokan harinya setelah breakfast di Rock 'N Salt, kita berencana mau jalan-jalan ke Jakarta Fair tapi terlebih dahulu lunch di:

Hokkian Lomie Mikado

Kuliner jadoel yang sudah 3 kali berpindah tempat dari Gang Kelinci terus Kebun Jeruk 11 daerah Sawah besar lalu ke pasar baru daerah Krekot. Kayaknya sudah eksis dari tahun 70-an.

Sudah lama juga kita tidak makan kesana. Terakhir tahun 2009 makan ramai-ramai di Mikado Kebun Jeruk 11.. Sudah itu kita lupakan begitu saja.

Karena cerita nostalgia yang mengingatkan kita kembali. Yuk kita ke Mikado! Searching cari alamat ternyata sudah pindah.. Kata si Engko Mikado, mereka bertempat di Krekot sejak tahun 2010.


Pesanan kami "cuma" lomie dan hemie ukuran large dengan tambahan ngohiong, minta mangkuk kosong biar bisa sharing..

Lomie

Hemie

Ngohiong
Mari makan! Pengalaman Jeremy pertama kali makan di Mikado dan kami bisa bernostalgia..


Ngohiong-nya enak rasa juara jadi pengen nambah, tapi bungkus aja ya! Soalnya lagi nggak pengen terlalu kenyang, mau ke Jakarta Fair soalnya..


Soal rasa tidak berubah soalnya masaknya masih diawasi si tante pemilik Mikado. Tempatnya bagus sekarang depan jalan raya terus dipakein AC, kalau dulu masuk gang dan agak panas.

Ngobrol sebentar dengan Tante pemilik resto.. terus kita lanjutkan perjalanan ke Jakarta Fair, momen yang diselenggarakan setahun sekali dan kita juga tidak mau ketinggalan untuk ikut serta.. Baca di postingan selanjutnya.. see you..

Just Sharing

Kamis, 24 Mei 2018

Cerita Paddington

Ada yang tahu tentang Paddington? Tahu dong? Itu kan cerita film tentang beruang Peru yang lucu dan menggemaskan dengan topi merah dan mantel berwarna biru tapi ada juga yang tahunya "Oh itu kan nama stasiun kereta api di London?"

Kalau tahunya cuma nama stasiun kereta api di London, itu berarti belum pernah nonton film-nya, kayak saya ini-lah..

Kalau nggak tahu sama sekali tentang Paddington? Itu berarti anda beruntung sekarang ini karena akhirnya jadi tahu dari cerita saya.. Ha.. ha.. ha..

Tapi beneran nggak nyesal lho nonton film Paddington dengan segala tingkah kepolosan-nya. Kisah bagaimana perjalanan dia dari Pedalaman di Peru hingga sampai di Inggris dengan berbekal marmalade jam (selai jeruk) dan setelah sampai ternyata nggak sesuai dengan apa yang dia pikirkan selama ini, juga dikisahkan bagaimana si beruang harus beradaptasi di dunia manusia. Humanis banget ya?

Cerita awalnya kita mau pergi beli DVD untuk nonton bersama di rumah, tujuannya mau beli film Black Panther sekalian lihat-lihat film-film apa saja yang bagus yang kebetulan sudah pernah main di bioskop, dan yang kita ketinggalan nonton, atau film-film drama keluarga yang nggak "worth it" untuk nonton di bioskop, sayang duitnya soalnya. Belum lagi kalau beli snack di bioskop, apalagi kalau pakai rasa nambah, setelah itu tinggal nunggu batuk-batuknya saja..

Lagi asyik milih-milih DVD, terambil-lah film Paddington 2, kids langsung bilang mau nonton. Saya sempat ragu, "Film tentang apa ya ini?" Kok nggak pernah dengar soal film-nya tapi dari topi merah dan mantel biru si beruang membuat pikiran saya melayang ke beberapa tahun lalu.. Yaa saya ingat Jeremy yang suka banget pakai topi merah dan mantel biru punya si boneka beruang..

Jeremy dengan topi merah di tahun 2012
Bonekanya sendiri waktu itu dikasih gratis dari salah satu supermarket yang cukup ada nama, bahkan kita sampai punya dua ukuran yang besar dan kecil, kalau nggak salah di tahun 2012. Kids suka sekali sama boneka itu sampai "sudah" dianggap saudara sendiri..



Baiklah mari kita cari tahu tentang si boneka beruang bertopi merah dan bermantel biru, penasaran juga kan? Apakah memang topi dan mantelnya sudah terpakai sejak film dimulai, atau ada sejarah di balik aksesoris itu? Terus kenapa juga nama beruang itu harus Paddington bukan Bonny seperti nama boneka yang kids berikan.

Kayaknya sih bagus soalnya sudah ada lanjutannya (edisi 1 dan 2), nonton ah! Paddington 1 dulu yang katanya tayang di bioskop bulan Desember 2014 pas libur Natal dan Tahun Baru. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.. Ha.. ha.. ha..

Film dimulai dari rekaman hitam putih yang merupakan dokumentasi seorang peneliti dari London yang bernama M. Clyde. Pada waktu penelitian di Pedalaman Peru dia menemukan kehidupan beruang langka, di sana dia berkenalan dengan dua beruang langka yang akhirnya membuat mereka menjadi sahabat dalam beberapa hari terakhir.

Bahkan Clyde pun mengajari mereka soal peradaban, bahasa Inggris, budaya orang inggris dan cara membuat marmalade jam (selai jeruk) yang akhirnya menjadi makanan favorite mereka. Bahkan mereka juga dinamai seperti manusia : Lucy dan Pastuzo.

Sewaktu akan kembali ke London, Clyde berkata pada mereka, "Kalau suatu saat kalian bisa mencapai London, kalian akan disambut dengan hangat" serta memberikan topi merah-nya sebagai kenangan untuk mereka berdua.

Clyde memilih untuk tidak mengambil satu spesimen pun dan membiarkan peradaban itu tetap berjalan, keputusan itulah yang akan menjadi konflik bertahun-tahun kemudian.

Singkat cerita bertahun kemudian Lucy dan Pastuzo tidak hanya tinggal sendirian, mereka tinggal bersama keponakan mereka (masih pakai nama beruang). Hidup dalam keluarga yang bahagia, punya rumah pohon yang cantik dan juga tetap membuat marmalade jam makanan favorite keluarga mereka.

Tapi.. kebahagiaan itu terenggut dengan adanya gempa bumi yang membuat Lucy dan keponakannya harus kehilangan Pastuzo untuk selamanya.

Teringat pesan dari si peneliti, akhirnya Lucy memutuskan untuk tinggal di panti jompo (Lucy sudah tua dan tidak kuat bertualang lagi) dan menyuruh keponakannya untuk pergi ke London dengan berbekal marmalade jam dan juga topi pemberian si peneliti M. Clyde serta pelajaran tata krama dan kalung bertuliskan "Tolong rawat beruang ini."

Tapi ternyata London tidak seperti yang dipikirkan beruang-beruang itu. Mencari sang peneliti yang pernah mengunjungi Peru puluhan tahun lalu di antara jutaan penduduk London bagai mencari jarum di antara tumpukan jerami.

Si beruang kecil tersisih dan bingung di Stasiun Paddington, dan tidak ada seorang pun yang peduli. Sampai muncullah keluarga Brown yang mau menampung si beruang kecil itu sementara di rumahnya sampai menemukan si peneliti. Nama Paddington pun diberikan oleh Mrs. Brown sesuai dengan nama tempat dia ditemukan.

Masuk dalam keluarga baru memang tidak mudah termasuk juga dengan Paddington yang awal mulanya selalu dianggap pembuat onar (meskipun selalu tidak dengan sengaja), dan oleh anak-anak keluarga Brown dianggap membuat malu mereka.

Tapi pada suatu titik ada tindakan heroik yang tidak sengaja dilakukan Paddington yang akhirnya membuat Judy dan Jonathan (anak-anak dari keluarga Brown) menjadi bangga pada Paddington bahkan menerima Paddington sebagai bagian keluarga mereka. Paddington diperlakukan seperti saudara mereka, bahkan dimandikan dan diberi mantel biru.

Bahkan sang pengurus rumah pun berpendapat "Keluarga ini tidak lengkap tanpa kehadiran Paddington."

Bagaimana dengan Mr. Brown? Yang masih saja bersungut-sungut dan berharap Paddington untuk cepat-cepat keluar dari rumahnya,

Sementara Paddington berjuang untuk diterima dalam keluarga Brown, dalam waktu bersamaan ia mencari si peneliti yang memberikan pamannya topi merah dengan dibantu oleh Mrs. Brown. Muncul juga seorang perempuan jahat yang diperankan Nicole Kidman yang terus memburu si beruang. Wanita misterius itu pemilik Museum yang menyeramkan ingin mengawetkan si beruang langka sebagai koleksi barunya.

Siapa wanita misterius itu? Ternyata dia adalah anak dari M. Clyde si peneliti yang dicari Paddington, cerita terus bergulir dan saling berkaitan dengan keputusan M. Clyde yang tidak mengambil spesimen di masa lalu.

Pada dasarnya seluruh adegan dibalut humor yang lucu tapi tidak hanya sekedar membuat tertawa. Disela-sela adegan ada juga budaya Inggris yang diselipkan seperti kebiasaan orang Inggris yang berjalan cepat dan individualis pada jam sibuk Stasiun Paddington dan juga ada Pengawal kerajaan Inggris dengan seragam dan topi tinggi yang tak boleh bergerak sedikit pun.

Tapi dibalik itu semua, Film Paddington menunjukkan bahwa London bisa menjadi rumah untuk semua kalangan bahkan beruang seperti Paddington sekalipun karena masih ada orang yang baik seperti keluarga Brown.

Selain itu ada juga adegan yang membuat sedih seperti saat Paddington menyadari dirinya tidak diinginkan, ada juga adegan seru yang membuat kita berteriak bersamaan saat Paddington nyaris jatuh kedalam api. Pokoknya seru banget!

Tanpa disadari Beruang polos, ramah dan tulus itu sudah menarik simpati keluarga kami.

Entar mau lanjut ke episode 2 yang katanya sudah tayang juga di tahun 2017. Tunggu kids libur lah soalnya sekarang lagi ujian. Waduh ternyata kita nontonnya sudah telat banget ya?

Tiba-tiba kangen dengan Bonny eh Paddington! Di mana tuh boneka? Ternyata waktu beberapa tahun yang lalu pernah kena bencana alam banjir.. hiks..

Tapi nggak apa-lah biarlah tuh boneka tetap menjadi kenangan, kids pernah punya Paddington boneka ramah teman bermain mereka saat masih kecil..

Jeremy di tahun 2012
Just Sharing

Senin, 21 Mei 2018

Cinta Dalam Sepotong Pizza

Ho.. ho.. ho.. Semangat! Semangat! Di tengah keprihatinan yang terjadi balakangan ini, nggak usah dijelaskan tentu semua sudah tahu kan? Ya.. ya.. ya.. peristiwa di Mako Brimob saja sudah cukup mengejutkan apalagi ditambah peristiwa bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, eh masih ditambah lagi serentetan peristiwa yang saling berkaitan..

Berbagai reaksi terlihat di media sosial, ada yang marah, ada yang sedih, ada yang mengutuki untuk mengungkapkan perasaan mereka, tapi yang terpenting dari semua status itu tujuan yang ingin disampaikan hanya satu: "Pray for Indonesia." Yup! Berdoa untuk Indonesia.

Di tengah keprihatinan yang terjadi di mana kita saksikan seorang ibu yang juga terkena bom harus kehilangan dua putra-nya yang masih sangat belia dan memiliki masa depan yang masih panjang, harus tegar dalam kesakitan fisik dan juga tekanan melepaskan kepergian kedua anaknya untuk selamanya. Saya percaya si ibu pasti mendapat kekuatan dan penghiburan dari Tuhan sehingga dia kuat dan bisa hadir melihat kedua anaknya untuk terakhir kali.

Di balik berbagai kisah duka muncul juga kisah-kisah heroik lainnya yang juga membuat kita terharu, tapi ya tetap saja ada duka dari keluarga yang ditinggalkan yang bahkan dengan sikap tegas mengampuni pelaku dan tidak mengutuk, tidak mudah! Tapi itulah langkah yang mereka ambil.. pemulihan hati tapi tentu saja berharap peristiwa ini tidak pernah terjadi lagi, sama dengan harapan kita semua, kan?

Lagi asyik ngikutin pemberitaan dan juga jadi pembicaraan hangat, sampai lupa mau ada komsel di rumah.. kirain masih minggu depan. Harus cepat-cepat dong menyiapkan segala sesuatunya. Siapin yang praktis saja yuuk! Apa ya? Kita bikin pizza saja tentu dengan tambahan cemilan lain.

Ada cinta dan kejutan dalam setiap gigitan pizza!! Maksudnya? Ikutin terus ceritanya ya..


Sehari sebelumnya kita bikin cupcakes, lihat persediaan yang ada saja, kebetulan ada cooking coklat rasa strawberry dan dark coklat. Sebelumnya sih sudah pernah bikin dan rasanya lumayan enak. Baiklah mari kita coba bikin dua versi warna coklat dan warna merah strawberry.


Sebelum disajikan untuk tamu, bolehlah si juru cicip mencobanya terlebih dahulu, kebetulan mereka baru pulang sekolah. Siap.. Action! Hmm enak.. enak.. enak..


Mau coba? Bikin sendiri ya.. lihat resepnya di Double Chocolate Cupcake.

Esok hari tinggal bikin pizza. Gampang kok bikinnya.. yang penting cuma satu, yaitu niat kalau nggak niat-niat amat tinggal buka aplikasi langsung pesan online, duduk manis.. tarraa.. muncullah pizza pilihan yang dinanti..

Tapi kan tidak ada cinta dan kejutan di dalam potongan pizza-nya. Cinta karena buatan sendiri dan itu perlu usaha extra bayangin ngulenin sampai kalis. Kejutannya apa? Seperti istilah David "Selalu ada kejutan dalam setiap masakan", maksudnya rasa yang selalu berbeda setiap masak makanan yang sama.. Ha.. ha.. ha..

Lihat cuaca mendung dan kelihatannya entar malam bakal hujan deras saya pikir mungkin saja banyak yang berhalangan hadir, kita bikin dua macam saja yuuk! Saya bikin Spicy Tuna Pizza dan si papa David bikin yang Pepperoni Pizza.

Nah waktu bentuk dough di nampan pizza, si papa David protes, katanya dough saya ketipisan bagusnya ditambah lagi doughnya supaya lebih tebelan. Baiklah mari kita tambah lagi semua pakai ilmu kira-kira. Hasilnya ternyata jadi melebar kesana kemari saat dipanggang..


Dan hasilnya lumayan bagus lho tapi kayaknya sedikit kematengan tapi cukup okelah..



Sisa dough cukup untuk dua buah personal pizza, satunya dibikin pepperoni pizza untuk uji coba sebelum disajikan dan satu lagi kita simpan di freezer untuk cadangan kalau mau nge-pizza lagi..

Pizza uji coba
Sebelumnya juga sudah pernah bikin pizza dengan aneka topping. Tertarik? lihat resepnya di Pizza Dough and Topping.

Sepertinya ada yang kurang? Apa ya? Mari kita tambahkan cemilan kesukaan Pastel Goreng Renyah yang memang sudah tersedia di freezer tinggal ambil dan goreng.

Cemilan praktis yang suka kita bikin dan simpan di freezer, supaya kalau pengen ngemil sudah tersedia. Baca : Makanan Beku Rumahan


Kayaknya sih cukup ya? Tidak berlebih dan juga tidak kurang yang pasti laris manis. Kalau kata si papa David sih kalau kita melakukan dengan rela dan bersuka cita makanan yang terlihat biasa saja akan terasa nikmat karena ada berkat di dalamnya.. Oke deh darling.. Setuju!!

Ada gunanya juga lho menyimpan dough pizza di freezer, saat lapar pulang kerja bisa langsung bikin DIY Pizza, lihat bahan yang ada di kulkas dan langsung membuat topping Pizza sesuai yang "ku mau", simple dan praktis. Asyik ya?


Dan memang benar "Selalu ada cinta dalam sepotong pizza" Thanks papa..


Happy Baking

Senin, 07 Mei 2018

Makanan Beku Rumahan

Makanan beku yang istilah kerennya "frozen food" ini pasti sudah terdengar biasa, apalagi di kalangan anak-anak pencinta nugget, kentang goreng dan lain sebagainya.

Tinggal ke supermarket pilih sesuai selera, ambil dan bayar. Kemudian simpan di freezer, goreng selagi nggak sempat masak atau sebagai tambahan lauk. Tapi sayangnya soal rasa ternyata tidak masuk selera, entah kenapa kids nggak begitu suka yang dibeli di supermarket.. katanya rasanya aneh.

Mari kita buat sendiri! Kalau di rumah kami sih sering banget bikin frozen food ala-ala yang kusuka, biasanya frozen food ini bisa menjadi penyelamat di kala kepepet soalnya bisa dijadikan lauk, bekal sekolah dan cemilan di kala lapar. Ini nih yang lumayan favorite..

Pangsit Goreng ala GM
Selain rasa yang bisa disesuaikan dengan selera keluarga, bonus lainnya kita bisa berhemat dibandingkan membeli yang sudah jadi di supermarket. Asyik kan?

Nugget Ayam

Makanan kesukaan anak-anak yang sangat mudah pembuatannya dan juga bisa kita kreasikan dari bahan daging, ikan, tahu, sayur dan masih banyak lagi. Nah yang paling gampang dan cocok selera yaitu campuran ayam giling dan parutan wortel yang berpadu jadi satu.. Nyam.. nyam..

Yang menyenangkan bisa dibentuk sesuai selera, untuk anak yang mau belajar alphabet juga bisa tuh tinggal beli cetakan huruf..

Bentuk nugget sesuai selera

Cetakan Alphabet
Buat yang banyak, goreng secukupnya sisanya bisa disimpan di freezer. Mau mencoba? klik di Chicken Nugget

Frozen Nugget
Pangsit

Kalau yang ini termasuk makanan kesukaan keluarga kami, mau pangsit kuah juga oke, yang goreng lebih oke, tergantung selera.

Pangsit Kuah Sayuran

Pangsit Goreng
Bahan kulitnya tentu saja lebih enak bikin sendiri, lebih puas dan masuk selera.

Kalau menurut David sih katanya "Julie, kamu berhasil bikin pangsit.. Pangsit goreng mirip yang di Bakmie GM terus yang kuah mirip Bakmie 31 daerah Kota" langsung dah si doi terkenang-kenang masa kecilnya.. Lupa sejenak dengan kerasnya kehidupan.. Ha.. ha.. ha.. *halah..

Sudah beberapa kali bikin nih pangsit, bahkan pernah nggak pakai daging cuma kulitnya doang terus digoreng, rasanya enak juga kok..

Jangan lupa buat yang banyak, bisa digoreng atau dibuat makanan berkuah, lebih asyik lagi kalau dimakan bersama mie rebus buatan sendiri.. Nyam.. nyam.. Eits jangan langsung diolah semua, kalau kebanyakan bisa disimpan di freezer kok, Pakai secukupnya saja..

Frozen Pangsit
Mau Mencoba? Klik di Pangsit Goreng ala GM

Bitterbalen

Katanya sih sejenis makanan dari Belanda, tapi nggak tahu juga rasa aslinya kayak gimana? Palingan yang dianggap agak-agak mirip sih dari Toko Oen yaitu resto tempo doeloe di Kota Semarang yang menyediakan makanan dengan resep "kuno" rumahan. Nah kayak begini bentuk Bitterbalen ala Toko Oen, mirip kroket ya? Tapi dibentuk bundar kecil-kecil..

Bitterballen ala Toko Oen Semarang
Yuk bikin tandingan! Kata kids, kelebihan bitterbalen buatan sendiri itu selain enak juga bulatan-nya lebih besar, jadi makannya lebih puas terus bisa order kapan saja..

Bitterbalen ala Rumahan
Buat yang banyak, goreng secukupnya dan sisanya bisa disimpan di freezer..

Frozen Bitterballen
Tertarik pengen coba? Klik di resep Bitterbalen

Pastel 

Kalau pastel ini cemilan favorite keluarga, jadi sering banget bikinnya. Soal rasa tentu saja enak, kalau nggak mana mungkin bikin ulang-ulang dengan berbagai variasi isi..

Pastel Goreng Renyah
Supaya selalu tersedia saat tiba-tiba ingin ngemil, mari kita simpan sebagian di freezer..

Frozen Pastel
Pengen coba? Bikin sendiri ya.. Lihat resepnya di Pastel Goreng Renyah

Cemilan Kentang

Nah ini dia yang paling banyak variasinya. Kentang bisa disandingkan dengan berbagai masakan lain, dibikin balado, untuk sup juga asyik. Tapi ini kan cerita tentang makanan beku, jadinya kita bikin yang bisa disimpan di freezer saja, gimana? Tentu saja sesuai selera yang lagi bercerita..

  • Kroket Kentang
Cemilan klasik ini memang tidak pernah membosankan, selalu ngangenin untuk dinikmati dengan tekstur lembut kentang di bagian dalam dan renyah gurih di bagian luar. Asyik ya! Apalagi kalau buatan sendiri, lebih puas, tapi tetap harus dijatah dong makannya, jangan berlebihan juga..

Kroket Kentang isi daging wortel
Jangan lupa sediakan cadangan di freezer, kalau lagi mau ngemil tinggal di goreng..

Frozen Kroket Kentang
Tertarik? Lihat resep di Kroket Kentang

  • Kentang Keju
Nah ini hasil kreasi uji coba bahan kentang. Kentang dikukus kemudian dihaluskan (+/- 500 gram) ditambahkan keju parut (100 gram) + tepung kentang (130 gram) + seledri iris halus, kaldu bubuk, garam dan lada secukupnya dicampur sampai menyatu. Ambil adonan pipihkan dengan rolling pin, potong sama panjang. Goreng kentang sampai matang. 

Kentang Keju Goreng
Soal rasa? kata David mirip dengan hash brown, cuma ini lebih cheesy, renyah di luar dan lembut di dalammya.. Nyam.. nyam.. 

Jeremy bilang enak sekali kayak kentang goreng tapi pakai keju.. Yummy..

Kalau makan kentang keju ini secukupnya saja, jadi jangan digoreng semua, sisanya bisa disimpan di freezer..

Frozen Kentang Keju

  • Bola-Bola Kentang
Kentang yang dihaluskan kemudian dicampur dengan telur rebus yang dicincang kasar kemudian dibulatkan dan dilapisi pakai tepung panir bisa menjadi alternatif pilihan. Enak juga kok dimakan dengan nasi hangat sebagai tambahan lauk..

Bola-Bola Kentang Goreng
Jangan lupa simpan juga untuk cadangan di freezer..


Mau coba? Lihat resepnya di Bola-Bola Kentang

Makanan beku yang dibuat bisa di simpan dengan rapi dalam kotak yang kedap dan juga food grade, terus diatur dengan rapi di freezer..


Menyimpan makanan beku ini terkadang diperlukan di rumah, jadi saat butuh sudah tersedia..

Just Sharing