TERINTIMIDASI UNTUK MEMBERI

2 Korintus 8 : 1 - 15

Seorang wanita mengeluhkan PERKATAAN seorang panitia perayaan di gereja.

"Ibu Mimi, mana nih SUMBANGANNYA?" tanya orang itu kepadanya.

"Ibu Mimi tahu tidak, ibu A, pak B dan yang lainnya MENYUMBANG SEKIAN lho, Masa bu Mimi KALAH! Ayo dong, MAU DIBERKATI kan? desak orang itu lagi.

Bu Mimi KESAL sekali dan merasa DIINTIMIDASI.

Bukannya tidak mau, ia sedang mempunyai KEBUTUHAN MENDESAK sedangkan BATAS AKHIR mengumpulkan sumbangan masih cukup LAMA.

Ia juga sangat tidak suka DIPANAS-PANASI dengan pemberian orang lain, karena baginya itu adalah URUSAN PRIBADI seseorang dengan TUHAN.

BERKAT TUHAN tidak bergantung pada besar kecilnya PEMBERIAN KITA seolah-olah TUHAN sedang MENGEMBALIKAN utang berikut bunganya kepada kita, melainkan oleh karena KEMURAHAN-NYA.

APA yang kita BERIKAN bagi PEKERJAAN TUHAN selayaknya berdasarkan KERELAAN HATI, bukan karena tidak enak hati apalagi diberikan dengan berat hati.

Paulus memberi NASIHAT kepada jemaat Korintus untuk MEMBERI dengan RELA.

Tidak hanya itu, Paulus juga menekankan agar PEMBERIAN mereka berdasarkan APA yang ADA pada mereka BUKAN berdasarkan APA yang TIDAK mereka MILIKI (ayat 12)

Karena itu SOAL MEMBERI hendaklah kita SESUAIKAN dengan APA yang ADA pada kita, BUKAN dengan APA yang TIDAK ADA pada kita.

Apalagi harus BERUTANG hanya demi bisa MEMBERI.

PEMBERIAN yang DIPAKSAKAN atau TERPAKSA seperti itu tidak akan mendatangkan SUKACITA.

Jika sudah seperti itu, bukankah artinya PEMBERIAN kita malah TIDAK BISA jadi BERKAT?

"BERILAH dengan SUKACITA, BUKAN TERPAKSA. Berdasarkan APA yang ADA pada kita, BUKAN APA yang TIDAK ADA pada kita."

Have a nice day

Tidak ada komentar:

Posting Komentar