MISKIN ITU TAKDIR?

Amsal 10 : 1 -6

Samuel B. FULLER DIBESARKAN dari keluarga kulit hitam yang miskin.

Hidup di era DISKRIMINASI RAS di Amerika Serikat semakin MENYULITKAN PEKERJAAN mereka sebagai warga kulit hitam.

Hal ini membuat keluarga Fuller seolah meyakini bahwa MENJADI MISKIN adalah KEHENDAK TUHAN.

Namun demikian, sang ibu berkata kepada S.B. Fuller saat ia masih kecil, "KITA MISKIN, tapi BUKAN KARENA TUHAN yang membuat kita MISKIN. Kita MISKIN karena ayahmu TIDAK pernah MENGEMBANGKAN DIRINYA dan TIDAK MAU BERJUANG KERAS."

Rupanya perkataan ibunya itu MEMBEKAS KUAT dalam pikiran Fuller sehingga ia mulai BERJUANG KERAS untuk MENGUBAH KEMISKINANNYA.

Pada usia 12 tahun ia sudah menjadi PENJUAL SABUN.

Saat dewasa, Fuller sudah menjadi PENGUSAHA SUKSES.

Ia memiliki 7 PERUSAHAAN BESAR, 4 diantaranya perusahaan kosmetik dan 1 penerbitan koran!

Sebagai orang percaya kita harus meyakini bahwa TUHAN sama sekali TIDAK PERNAH MENTAKDIRKAN kita menjadi MISKIN.

JANGAN BERPIKIR, seolah-olah BAPA SURGAWI senang kalau anak-anaknya MISKIN dan MENDERITA.

Kalau begitu, yang membuat kita MISKIN sebenarnya DIRI kita SENDIRI.

Diri kita yang terlalu MALAS BELAJAR, terlalu MALAS untuk MENGEMBANGKAN DIRI, terlalu MALAS BEKERJA, terlalu MALAS untuk BERPIKIR KREATIF dan INOVATIF.

KEMISKINAN BUKANLAH TAKDIR tapi akibat dari KEPUTUSAN kita sendiri.

Dalam Amsal 10 : 4 jelas menunjukkan jika menjadi MISKIN atau KAYA adalah TANGGUNG JAWAB kita sepenuhnya.

JANGAN suka MENGKAMBINGHITAMKAN TUHAN dibalik KEMALASAN kita.

JANGAN MENGATASNAMAKAN TAKDIR demi menutupi ringkihnya PERJUANGAN kita dalam MERAIH SUKSES.

Jika kita mau BERUSAHA, TUHAN pasti akan MENYERTAI dan MEMBUKAKAN JALAN bagi kita.

BERKAT TUHAN disediakan bagi orang-orang yang RAJIN dan MAU BERUSAHA.

"Kita MISKIN bukan karena TAKDIR tapi karena kita yang terlalu MALAS BEKERJA atau MENGEMBANGKAN DIRI."

Have a nice day

Tidak ada komentar:

Posting Komentar